• (GFD-2025-28731) Sebagian Benar: Penjarahan di Sekitar Mako Brimob Kwitang 29 Agustus 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 31/08/2025

    Berita

    SEJUMLAH konten di TikTok mengunggah narasi tentang aksi penjarahan di toko-toko sekitar Pasar Senen, dekat Markas Mako Brimob, saat unjuk rasa berlangsung. Konten itu antara lain dibagikan oleh akun 1 [arsip], akun 2, dan akun 3.

    Video yang beredar memperlihatkan beberapa orang mengangkut barang dalam kardus dan sepeda lipat. Narasi yang disertakan menyebut toko-toko milik warga keturunan Cina dijarah. Konten ini muncul di tengah demonstrasi memprotes tewasnya pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan yang dilindas kendaraan taktis Brimob. 



    Benarkah demonstran menjarah toko-toko di sekitar Pasar Senen selama aksi?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi konten itu dengan menelusuri artikel media dan mewawancarai sejumlah jurnalis Tempo yang berada di lapangan. Hasilnya, beberapa media memang memberitakan ada penjarahan pada 29 Agustus 2025. Akan tetapi, penjarahan itu tidak berlangsung luas dan tidak menargetkan toko milik keturunan Cina.

    Dalam video pertama, terlihat gedung Sin Po TV. Ketika dicek menggunakan Google Street View, kantor media tersebut beralamatkan di Graha Sin Po, Jl. Kramat Kwitang No.8 Lt. 3, Kwitang, Kecamatan Senen, Kota Jakarta Pusat.  



    Pemimpin Redaksi Sin Po, Edi Faisol, menjelaskan bahwa ia berada di kantornya di Graha Sin Po pada 29 Agustus 2025. Ia pulang melalui pintu belakang yang mengarah ke jalan di permukiman warga. Ia mengaku tidak melihat adanya penjarahan.

    “Saat lewat gedung sebelah memang ada kebakaran, tapi tak melihat ada penjarahan. Hanya api di lantai dasar,” kata dia pada Tempo, 30 Agustus 2025.

    Dua jurnalis Tempo yang meliput di tempat demonstrasi itu juga menyatakan tak melihat ada penjarahan toko-toko di sekitar Mako Brimob Kwitang. 

    Namun mereka menyaksikan beberapa orang membawa keluar beberapa barang dari dalam halte Transjakarta (Busway) Senen Sentral yang dibakar orang tak dikenal. Pembakaran halte itu terjadi malam hari sekitar pukul 21.30. 

    Saat itu, bangunan tersebut telah hangus. Kedua jurnalis Tempo mengatakan adanya orang yang membawa barang hanya terjadi di halte, tidak di pertokoan ataupun mal.

    “Saya lihat ada orang keluar dari area yang dihancurkan itu membawa besi dan beberapa hal lain dari dalam halte dan kios di dalamnya,” kata Hammam Izzuddin, salah satu reporter Tempo yang meliput demonstrasi itu di lapangan, 30 Agustus 2025.

    Namun sejumlah media memberitakan adanya penjarahan di sekitar kantor Brimob di Kwitang. Tribun News dan Inilah.com menulis, ada penjarahan ke kantor Astra Credit Companies (ACC) setelah gedung tersebut dibakar. Sejumlah orang membawa barang mulai dari kursi kantor, monitor komputer, dispenser, sepeda, hingga alat pengisap debu. 

    Dikutip dari Republika, massa berpikir ada anggota Brimob yang bersembunyi di gedung tersebut. "Akhirnya ada yang ngejarah dan ngebakar," kata saksi yang juga driver ojol itu kepada Republika.

    Tiga unit damkar diterjunkan untuk memadamkan api. Namun situasi tidak kondusif karena polisi masih menembakkan gas air mata untuk mengendalikan massa.

    Kesimpulan

    Dari hasil pemeriksaan fakta di atas, klaim bahwa terjadi penjarahan di toko-toko di sekitar Markas Brimob di kawasan Pasar Senen, sebagian benar. Penjarahan sempat terjadi namun tidak meluas.

    Rujukan

  • (GFD-2025-28738) [SALAH] Rektor UGM, Ova Emilia Dipenjara Kasus Penggelapan 29 Miliar

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 31/08/2025

    Berita

    Akun Facebook “Supardani Salam” pada Senin (25/8/2025) mengunggah foto [arsip] disertai narasi :

    "JOKOWI KETAKUTAN

    OVA EMILIA DIPENJARA

    KASUS PENGGELAPAN DANA BPR 29 MILYAR !!! OVA MENGAKU DAPAT ALIRAN DANA DARI JOKOWI"

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengakses tautan YouTube yang dibagikan dalam unggahan Facebook tersebut. Namun, video tersebut ternyata hanya berisi siaran langsung (live) tanpa pernyataan apapun yang menyebut bahwa Rektor UGM dipenjara.

    Selanjutnya, TurnBackHoax memasukkan kata kunci “Rektor UGM di penjara kasus penggelapan 29 miliar” ke mesin pencarian Google untuk menelusuri kebenaran klaim.

    Hasilnya tidak ditemukan informasi atau bukti yang menyatakan bahwa Ova Emilia, Rektor UGM, dipenjara atas kasus penggelapan sebesar Rp 29 miliar. Namun ia pernah menjadi tergugat dalam kasus perdata terkait bank gagal.

    Dilansir dari CNN.com, pada November 2022 Ova Emilia terlibat sebagai tergugat dalam perkara perdata terkait kepemilikan saham di BPR Tripilar Arthajaya, yang telah dinyatakan sebagai bank gagal. Gugatan tersebut diajukan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) karena adanya dugaan perbuatan melawan hukum yang menyebabkan kerugian negara. Proses hukum dilakukan melalui pengadilan perdata, bukan pidana.

    Kesimpulan

    Unggahan dengan narasi “Rektor UGM, Ova Emilia dipenjara kasus penggelapan 29 Miliar” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-28739) [SALAH] Video Jakarta Membara, Demo 25 Agustus 2025

    Sumber: FACEBOOK.COM
    Tanggal publish: 31/08/2025

    Berita

    Akun Facebook “Lisbeth Sinaga” pada Senin (25/8/2025) mengunggah video [arsip] yang dengan narasi:

    “,, Demo saat ini besty

    #reels #fyp #pengikut #sorotan

    #semuaorang #jangkauanluas”

    Per Minggu (31/8/2025) video itu sudah dilihat lebih dari 1.8 juta kali, disukai 31 ribu kali, dibagikan ulang 1.1 ribu kali dan menuai 2.3 ribu komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) coba melakukan penelusuran informasi tersebut melalui mesin pencarian Google dengan reverse image search. Hasilnya, ditemukan foto serupa pada laman artikel milik hurriyet.com dengan judul artikel “1 milyon kişi protesto için meydanlara iniyor”. Foto pada artikel tersebut merupakan demo yang terjadi di Baghdad ibu kota Irak yang diunggah pada Jumat (24/3/2017).

    Setelah melakukan penelusuran lebih lanjut, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menemukan video serupa pada akun Youtube milik Net موطني dengan judul “Revolusi Irak: Demonstrasi terbesar yang dihadiri satu juta orang di Lapangan Tahrir, disaksikan oleh jutaan orang” yang diunggah pada Selasa (8/8/2017).

    Kesimpulan

    Unggahan berisi narasi “video Jakarta membara, demo 25 Agustus 2025” merupakan konteks yang salah (false context).

    (Ditulis oleh Yudho Ardi)
  • (GFD-2025-28740) Menyesatkan: Video Gedung DPR RI Dijarah Demonstran

    Sumber:
    Tanggal publish: 31/08/2025

    Berita

    Sebuah video dengan klaim bahwa demonstran mulai menjarah gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI beredar di TikTok [arsip] pada 30 Agustus 2025. 

    Video itu memperlihatkan orang-orang berkerumun di halaman sebuah gedung. Beberapa orang keluar dari gerbang halaman gedung tersebut membawa beberapa barang, seperti kursi dan layar televisi.

    Berikut penggalan narasinya: “Terekam beberapa warga yang awalnya bertujuan untuk demo berakhir penjarahan isi di dalam gedung DPR. semua perabotan bahkan sampai elektronik seperti tv dan kipas diambil semua oleh sebagian pendemo.

    Namun, benarkah video itu memperlihatkan penjarahan di gedung DPR RI?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi narasi tersebut dengan memverifikasi lokasi Google Street View dan pemberitaan media.  



    Gerbang gedung dalam video, berbeda dengan gerbang utama gedung DPR RI yang ditampilkan foto berita di Tempo pada 29 Agustus 2025. Saat itu,  massa berusaha menjebol gerbang DPR RI  namun gagal. 



    Gerbang tersebut juga berbeda dengan pintu belakang DPR RI, seperti foto berita Detik.com.  Hingga artikel ini diturunkan, tidak ada penjarahan dari gedung DPR RI.

    Penjarahan terjadi di Kota Pekalongan

    Pengunggah konten tersebut di TikTok mencantumkan tagar #demopekalongan pada unggahannya. Lewat petunjuk tersebut, Tempo menelusuri DPRD Kabupaten Pekalongan dan DPRD Kota Pekalongan melalui Google Street View.

    Setelah ditelusuri, DPRD Kota Pekalongan memiliki gerbang yang identik seperti isi video TikTok.



    Dikutip dari IDN Times Jawa Tengah, sejumlah kelompok tidak dapat diidentifikasi, membakar Gedung DPRD Kota Pekalongan pada 30 Agustus 2025. 

    Sejumlah orang juga menyasar Kantor Wali Kota Pekalongan. Bahkan, terjadi aksi penjarahan barang-barang kantor seperti televisi, pendingin ruangan, printer, hingga kotak tisu.

    Foto-foto yang diunggah oleh Pekalongan Info juga identik memperlihatkan suasana saat beberapa orang terlihat mengangkut barang-barang keluar dari gerbang. 

    Letak Kantor Wali Kota Pekalongan memang berada tepat di depan gedung DPRD Kota setempat. Keduanya berada di Jl. Mataram Podosugih, Kec. Pekalongan Baru. Sehingga jalur keluar masuk keduanya berada pada gerbang yang sama.

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan narasi yang mengklaim adanya demonstran yang menjarah gedung DPR RI di Jakarta adalah menyesatkan. Video tersebut menunjukkan penjarahan di Kantor Wali Kota Pekalongan, bukan di DPR RI.

    Rujukan