• (GFD-2025-28045) Cek Fakta: Tidak Benar Video Mantan Presiden Jokowi Ancam Ulama dan Umat Islam

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/07/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan video mantan Presiden Jokowi berpidato seolah-olah mengancam umat Islam. Postingan itu beredar sejak beberapa waktu lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 11 Mei 2025.
    Dalam postingannya terdapat video mantan presiden Jokowi berdurasi 1 menit 20 detik dengan potongan pidato sebagai berikut:
    "Kalau masih ada yang main-main yang gigit saya sendiri. Akan saya gigit sendiri lewat cara saya," ujar Jokowi.
    Lalu pada potongan video yang lain terdapat potongan pidato Jokowi sebagai berikut:
    "Kepada seluruh kapolda, kapolres, polsek semuanya kejar mereka, tangkap mereka, hajar mereka, hantam mereka, kalau UU memperbolehkan dor mereka," ujarnya.
    Potongan video tersebut disertai judul "Penyiksa Ulama dan umat Islam. Presiden yang hobby ngancam rakyat"
    Lalu benarkah postingan video mantan Presiden Jokowi berpidato seolah-olah mengancam umat Islam?

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan video yang identik dengan postingan. Potongan video pertama identik dengan video yang diunggah Youtube Sekretariat Presiden pada 13 November 2019.
    Video tersebut berjudul "Arahan Presiden RI pada Rakornas Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Daerah, Bogor, 13 Nov 2019"
    Namun dalam video tersebut mantan Presiden Jokowi sama sekali tidak menyinggung ancaman pada umat Islam.
    Dalam video tersebut Jokowi meminta aparat penegak hukum tidak dengan sengaja untuk memeras atau membawa memproses hukum para kepala daerah maupun pelaku bisnis.
    Sementara pada postingan video kedua identik dengan video yang diunggah Youtube Sekretariat Presiden pada 27 Juni 2016.
    Video itu berjudul "Presiden Jokowi: Kejar Pengedar Narkoba! Tangkap! atau Bahkan di Dor Saja!"
    Dalam video tersebut Jokowi berpidato bukan untuk mengancam umat Islam tetapi untuk para pengedar narkoba.

    Kesimpulan


    Postingan video mantan Presiden Jokowi berpidato seolah-olah mengancam umat Islam adalah tidak benar.

    Rujukan

  • (GFD-2025-28048) Keliru: Foto Penemuan Candi di Kecamatan Gondang, Mojokerto

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/07/2025

    Berita

    SEBUAH gambar yang diklaim sebagai penemuan sebuah candi megah di Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, beredar di TikTok [arsip].

    Gambar itu memperlihatkan sejumlah anggota polisi dan warga menggali area pemakaman dan tampak struktur mirip candi. “Jatim Viral! Warga selama ini tidak sadar Jika di bawah kuburan terdapat bangunan candi megah,” tulis akun tersebut.



    Namun, benarkah terdapat temuan candi megah di tanah pemakaman Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi gambar itu dengan pencarian gambar terbalik dan membandingkannya dengan informasi kredibel. Hasil verifikasi menunjukkan, gambar tersebut adalah bangunan candi di India, bukan candi di Gondang, Mojokerto.



    Tempo mencocokkan gambar candi dalam konten yang beredar tersebut melalui Google Maps. Terlihat kesamaan gambar tersebut dengan Gua Ellora. Foto Gua Ellora itu kemudian digabung dengan foto warga menggali tanah.

    Dilansir laman Badan Kebudayaan PBB, Unesco, Gua Ellora adalah bangunan bersejarah dan tempat penting di India bagi umat Buddha, Hindu, dan Jainisme. Sisa peradaban kuno India itu terdiri dari 34 biara dan kuil yang berderet di tebing sepanjang lebih dari 2 km.

    Bangunan sejarah itu dibangun dalam tiga tahap dari abad ke-6 hingga abad ke-12. Keaslian bangunan bersejarah itu dibuktikan dari bentuk dan desain, material, dan substansi, lokasi dan lanskap, arsitektur pahatan batu, patung, dan kuil yang belum selesai.

    Menurut arkeolog Universitas Indonesia Prof. Agus Aris Munandar, candi di Desa Kemasantani, Kecamatan Gondang, Mojokerto, belum terbukti secara ilmiah. Memang ada tumpukan balok batu yang mungkin merupakan bekas bangunan candi di Desa Kemasantani. Area tersebut berdekatan dengan kawasan arkeologi Trowulan, sisa kerajaan Majapahit. 

    Sebagian masyarakat juga menganggap batu nisan pemakaman di sana ada yang merupakan sisa-sisa bangunan candi karena tampak terpotong kotak dan rapi, kuno, dam memiliki relief. Misalnya yang diunggah akun Instagram Mojokerto_tv.

    “Di situs Kemasantani memang ada tumpukan balok-balok batu, mungkin bekas bangunan candi. Karena letaknya di Mojokerto dekat dgn kawasan arkeologi Trowulan, maka dapat diduga situs Kemasantani dari era Majapahit. Tapi Belum pernah diadakan penelitian arkeologis di situs tersebut,” kata Agus pada Tempo melalui bagian Humas UI, 22 Juli 2025.

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa foto yang diklaim sebagai candi di Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, adalah keliru.

    Rujukan

  • (GFD-2025-28052) Tidak Benar Video Indonesia Berlakukan Wajib Militer

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/07/2025

    Berita

    tirto.id - Di tengah ramainya narasi soal ancaman perang dunia ketiga buntut dari konflik antara Israel, Iran, dan Amerika Serikat (AS), mencuat video yang mengklaim bahwa Indonesia memberlakukan wajib militer (wamil) bagi rakyatnya. Klip ini salah satunya disebarkan oleh akun TikTok bernama “abdulkhalik_10” (arsip).

    ADVERTISEMENT

    Akun tersebut memperlihatkan rekaman deretan laki-laki berambut cepak sedang berjalan membawa koper dan ransel. Mereka tampak seragam mengenakan kemeja putih dan celana hitam dan tengah melintasi sebuah lapangan.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Perang dunia ke-3 resmi diumumkan dan Indonesia mewajibkan setiap warga harus mengikuti wajib militer,” begitu bunyi keterangan tertulis di bagian atas video. Kemudian di bagian tengah juga terdapat tulisan casis (calon siswa) veteran.
    #inline3 img{margin: 20px auto;max-width:300px !important;}

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Periksa Fakta Indonesia Wamil. foto/hotline periksa fakta tirto

    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:20px auto;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Sejak diunggah pada Jumat (27/6/2025) hingga Rabu (23/7/2025), video ini sudah dibagikan sebanyak 32 kali dan disimpan oleh 18 orang. Reaksi klipnya pun tidak sedikit, yakni berupa 250 likes dan 37 komentar.

    Beberapa pengguna TikTok kompak memberi emoji tertawa, tetapi ada juga yang mengatakan enggan ikut wamil. Selain itu ada pula yang berceletuk “untuk apa mengorbankan nyawa saya, toh negara saja tidak memperhatikan nasib rakyatnya”.

    Lantas, bagaimana faktanya?

    ADVERTISEMENT

    Hasil Cek Fakta

    Tim Riset Tirto mencoba mencari konteks asli video dengan melakukan pencarian di YouTube. Usai mengetik kata kunci “casis” di kolom pencarian, kami menemukan beberapa shorts serupa dengan keterangan seleksi rekrutmen TNI/Polri.

    Meski tak sama persis, sejumlah video memperlihatkan adanya kesamaan pakaian dan barang bawaan para casis. Kanal YouTube @ARMYCHANNEL-g3o misalnya, membagikan klip dengan keterangan “Casis Bintara TNI AD yang lulus setelah panthukir atau penilaian panitia penentu akhir.

    Sementara di TikTok, akun dengan nama Bunda Ana juga mengunggah video laki-laki berkemeja putih dan membawa tas dengan tagar #27juni2025 #tamtamatniad #pantohir2025 #cata #casistniad #jember #arekpasuruanjawatimur. Tagar waktu yang disematkan itu sama dengan tanggal unggah akun "abdulkhalik_10".

    Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, telah menyatakan bahwa di Indonesia tidak ada wajib militer. Dengan begitu, narasi yang disebarkan tidak benar.

    “Narasi video itu hoax, tidak ada wajib militer di Indonesia,” kata Kristomei Sianturi, dinukil dari Tempo, Kamis (17/7/2025). Kendati tak bisa memastikan konteks asli video, Kristomei mengatakan kalau melihat pakaian yang dikenakan, klip itu adalah calon siswa yang sedang seleksi.

    Baca juga:Ide Wamil ala Dedi Mulyadi Bukan Solusi Bangun Karakter Pelajar

    Menyoal wamil di Tanah Air, Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang, sebelumnya sempat menjelaskan bahwa saat ini wajib militer bersifat sukarela, yakni melalui program Komponen Cadangan (Komcad) dan Bela Negara.

    Program wajib militer disebut memungkinkan diimplementasikan di Indonesia, tetapi membutuhkan biaya besar.

    “Kalau nanti kita sudah punya anggaran yang jauh lebih banyak, bukan tidak mungkin kita bisa menerapkan kebijakan yang mungkin lebih maju ya, seperti wajib militer, tetapi tentunya ini butuh biaya yang banyak,” ujar Frega dalam webinar, seperti dilaporkan Antara, Jumat (18/4/2025).

    Ia menyampaikan pernyataan tersebut saat menjawab pertanyaan peserta webinar terkait pelibatan warga negara Indonesia bila terjadi perang.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran fakta yang sudah dilakukan, video deretan laki-laki membawa barang dan memakai kemeja putih diklaim Indonesia memberlakukan wajib militer bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).

    Meski tak ada yang sama persis, di TikTok dan Youtube, beberapa akun membagikan klip singkat yang menunjukkan video serupa, namun dengan keterangan seleksi rekrutmen TNI/Polri, bukan wamil.

    Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, telah menyatakan bahwa di Indonesia tidak ada wajib militer. Dengan begitu, narasi yang disebarkan tidak benar.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2025-28053) [PENIPUAN] Prabowo Resmikan Pembuatan dan Perpanjangan SIM Gratis

    Sumber: Tiktok.com
    Tanggal publish: 23/07/2025

    Berita

    Akun TikTok “Pembuatan SIM gratis id” pada Senin (8/7/2025) membagikan video [arsip] berisi narasi:
    “ Prabowo Subianto resmikan pembuatan SIM dan perpanjang SIM kini di gratis kan mulai dari bulan ini Hingga akhir tahun 2025
    Kelik link di bio profil untuk di gratiskan”

    Per Rabu (23/7/2025), konten tersebut sudah dilihat sekitar 14,6 ribu kali dan disukai lebih dari 125 akun.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengakses tautan yang tersemat di bio profil akun TikTok “Pembuatan SIM gratis id”. Diketahui, tautan tidak mengarah ke laman resmi Korlantas Polri (korlantas.polri.go.id) atau laman pengunduhan aplikasi SIM digital (digitalkorlantas.id). Warganet justru diminta menuliskan nama dan nomor telepon yang terhubung dengan Telegram.
    TurnBackHoax selanjutnya mencoba mencari melalui mesin pencarian Google dengan kata kunci “Prabowo resmikan pembuatan dan perpanjangan SIM gratis mulai Juli 2025”. Tidak ditemukan informasi terkait dari sumber yang kredibel, pihak Korlantas juga telah meluruskan kabar yang beredar.
    “Mengingat telah beredarnya informasi di media sosial yang menyatakan bahwa terdapat program atau kebijakan baru yang memberikan SIM tanpa biaya atau berlaku seumur hidup, kami tegaskan bahwa informasi tersebut TIDAK BENAR.? Layanan SIM tetap berbayar sesuai aturan yang berlaku,” tulis Korlantas di akun Instagram resmi Digital Korlantas “digitalkorlantas.official” pada Desember 2024.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi narasi “Prabowo resmikan pembuatan dan perpanjangan SIM gratis” yang mengarah ke laman tak resmi merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan