• (GFD-2025-28073) [HOAKS] Video Stadion Pakansari Bogor Digunakan untuk Tempat Mesum

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/07/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar unggahan video menampilkan area Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat yang dinarasikan sebagai tempat mesum.

    Dalam video, tampak seorang pengendara motor memergoki pasangan yang diklaim tengah melakukan perbuatan tidak senonoh.

    Namun, setelah ditelusuri video tersebut tidak benar atau hoaks.

    Video yang diklaim menampilkan area Stadion Pakansari, Bogor digunakan untuk tempat mesum dibagikan sejumlah akun Facebook, misalnya ini, ini, ini, dan ini.

    Akun tersebut membagikan video yang diklaim menampilkan beberapa pasangan sedang melakukan perbuatan mesum.

    Salah satu akun menulis keterangan demikian:

    Astagfirullah Stadion Pakansari Alih Fungsi Menjadi Tempat Mesum

    Setelah ditelusuri, video tersebut ternyata bersumber dari akun Instagram seorang motovlogger @_bemskuy.

    Melalui video yang diunggah di akun Instagram @lapor_pakbupati, pemilik akun @_bemskuy menyampaikan bahwa konten itu merupakan settingan.

    Ia juga meminta maaaf karena konten soal Stadion Pakansari digunakan sebagai tempat mesum telah membuat kegaduhan di masyarakat. 

    "Saya Bemskuy, saya mohon maaf atas kejadian video viral tersebut," ujar pemilik akun Instagram @_bemskuy.

    Diberitakan Kompas.com sebelumnya, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Bogor, Asnan menyebut, motovlogger @_bemskuy telah berjanji tidak akan mengunggah konten serupa yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.

    "Tadi pemilik akun yang membuat kontennya kita panggil ke ruangan. Mereka menyatakan bahwa video yang beredar itu hanya untuk kebutuhan konten dan di-setting. Mereka juga meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi," kata Asnan. 

    Pemerintah Kabupaten Bogor pun mengimbau masyarakat lebih bijak dalam bermedia sosial.

    Jika memang menemukan kejadian yang melanggar ketertiban di sekitar area Stadion Pakansari, bisa langsung melapor ke Satpol PP yang berjaga di beberapa titik jalan lingkar stadion.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Video yang diklaim menampilkan area Stadion Pakansari, Bogor digunakan untuk tempat mesum merupakan informasi tidak benar atau hoaks.

    Faktanya, video tersebut  hanya sekadar settingan untuk kebutuhan konten.

    Video itu diunggah pertama kali oleh akun Instagram motovlogger @_bemskuy. Pemilik akun  telah meminta maaf dan menyesali perbuatannya. 

    Rujukan

  • (GFD-2025-28074) [HOAKS] Siswa Penerima 700 Piala Tidak Diterima SMA dan Putus Sekolah

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/07/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Siswa berprestasi penerima 700 piala dikabarkan tidak diterima di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri dan kini putus sekolah.

    Siswa itu bernama Aristawidya Maheswari yang sebelumnya sekolah di SMPN 92 Jakarta.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu disebarkan dengan konteks keliru.

    Informasi mengenai siswa penerima 700 piala tidak diterima SMA dan putus sekolah disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.

    Berikut penggalan narasi yang ditulis salah satu akun pada Selasa (22/7/2025):

    Siswa Berprestasi Peraih 700 Piala Tidak Diterima Di SMA Negeri Manapun Akhirnya Putus Sekolah

    Dinas Pendidikan DKI Jakarta memberikan penjelasan mengenai tak diterimanya Aristawidya Maheswari usia 15 tahun di SMA mana pun pada penerimaan peserta didik baruArista merupakan seorang siswi yang berpretasi yang berhasil meraih 700 piala yang merupakan alumnus SMPN 92 Jakarta.

    Pengunggah menyertakan dua foto menampilkan seorang siswa berkacamata memegang sebuah piala dan foto lain menampilkan ia berdiri di depan rak kaca penuh pialah.

    Hasil Cek Fakta

    Foto yang diunggah oleh pengguna Facebook bukanlah sosok Arista. Foto serupa ditemukan dalam artikel Kompas.com dan Solopos.

    Foto yang dipakai menampilkan Elvaretta Cicelyana Yocelyn, siswa asal Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

    Ia juga merupakan siswa berprestasi karena memiliki sekitar 700 piala. Pada 2020, ia baru berusia 10 tahun sehingga belum menempuh pendidikan menengah.

    Sementara, isu mengenai seorang pelajar bernama Aristawidya Maheswari yang tidak di SMA mana pun telah diluruskan oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

    Sebagaimana diwartakan Kompas.com, Arista mendaftar jalur afirmasi pada tanggal 19 Juni 2020.

    Ia mengikuti PPDB dengan memilih SMA 12, SMA 6, dan SMA 121, tetapi belum berhasil diterima karena kalah dari segi usia.

    Kemudian, ia mengikuti jalur zonasi pada bulan berikutnya dengan mendaftar di SMA 36, 59, dan SMA 53, tetapi belum lolos juga.

    Sementara ketika mendaftar jalur prestasi non-akademis, tetapi hanya melampirkan prestasi kejuaraan tingkat kotamadya.

    "Sementara yang lain-lain itu, yang lain para pesaingnya adalah tingkat nasional, tingkat internasional, sama tingkat DKI," kata Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Syaefuloh Hidayat.

    Disdik lantas menawarkan Arista untuk mencoba jalur tahap akhir, tatapi ia menolak.

    Dengan nilai 7.763, Arista masih dimungkinkan dapat diterima di SMA Negeri 115. Namun, Arista tidak berminat dengan tawaran tersebut.

    Arista baru berubah pikiran di hari akhir pendaftaran sekolah, yakni pada 8 Juli 2020.

    "Pukul 15.01 beliau baru menyampaikan ke kita kalau okay saya mau mendaftar di 115. Sistemnya sudah tutup. Sudah enggak bisa lagi, kami sudah enggak bisa memasukkan itu," kata dia.

    Namun setelah gagal pada periode pendaftaran di tahun tersebut, Arista tidak putus sekolah.

    Ia sempat masuk sekolah swasta, kemudian mengikuti tes mutasi ke sekolah negeri. Arista bersekolah di SMAN 61 Jakarta.

    Melalui unggahan di akun Instagramnya, tampak mengunggah kegiatannya di sekolahnya. Kemudian pada 2023, ia diterima kuliah di ISI Yogyakarta.

    Unggahannya dapat dilihat di sini, di sini, dan di sini.

    Kesimpulan

    Narasi mengenai siswa penerima 700 piala tidak diterima SMA dan putus sekolah disebarkan dengan konteks keliru.

    Foto yang dipakai menampilkan Elvaretta Cicelyana Yocelyn, siswa berprestasi asal Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

    Sementara, isu tidak diterimanya siswa berprestasi Aristawidya Maheswari di SMA Negeri mana pun telah diluruskan Disdik Jakarta.

    Ia tidak putus sekolah dan melanjutkan pendidikan di SMAN 61 Jakarta.

    Rujukan

  • (GFD-2025-28014) Hoaks Vaksin TBC Dibuat untuk Membunuh Warga Indonesia

    Sumber:
    Tanggal publish: 22/07/2025

    Berita

    tirto.id - Informasi keliru terkait upaya pengembangan vaksin tuberkulosis atau TB terus beredar di dunia maya. Narasi miring soal Indonesia yang menjadi salah satu negara penerima uji coba vaksin TB yang didanai Bill and Melinda Gates Foundation, juga terus beredar.

    ADVERTISEMENT

    Padahal, calon vaksin baru TB bernama M72 itu sudah masuk dalam fase uji klinis tahap 3. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bahkan sudah memberikan izin untuk Gates Foundation melakukan uji coba klinis fase 3 vaksin TB jenis M72 di Tanah Air.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Kepala BPOM, Taruna Ikrar, memastikan, proses uji coba klinis vaksin TB besutan yayasan Gates Foundation akan berlangsung dengan transparan.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Namun, ramainya respons publik terhadap rencana ini turut membuka celah peredaran narasi miring terkait vaksin TB.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Misalnya narasi yang menyatakan bahwa vaksin TB dibuat untuk membunuh populasi warga Indonesia. Narasi ini mengemuka pada salah satu video di platform YouTube.

    Video (arsip) berjudul lengkap ‘ORASI UAT DI DEPAN KEMENKES. TOLAK PEMAKSAAN VAKSIN APAPUN. COPOT MENKES "PENJUAL NYAWA" RAKYAT!’. Video tersebut menampilkan potongan orasi yang disampaikan ketika masyarakat berunjuk rasa di depan Kementerian Kesehatan.

    Unjuk rasa itu menekankan penolakan program vaksinasi pemerintah sekaligus menolak uji klinis vaksin TB di Indonesia. Dalam video itu, orator yang menggunakan pengeras suara di atas mobil komando menyampaikan beragam narasi negatif terkait vaksinasi, termasuk soal vaksin TB.

    ADVERTISEMENT

    “Gerakan ini secara meluas disebut sebagai ‘depopulasi’. Merupakan operasi pengurangan masyarakat dunia, begitu pula dengan vaksinasi TBC itu merupakan sebuah hal yang aneh,” kata orator di video itu.

    Orator dalam video itu menuding program vaksinasi sebagai agenda mengurangi populasi dunia. Ia juga mengkritik kedatangan Bill Gates ke Indonesia yang bersua dengan Presiden Prabowo Subianto untuk pelaksanaan uji klinis fase 3 vaksin TB M72.

    Ia mengklaim bahwa vaksin TB akan digunakan untuk membunuh warga pribumi dan warga kelas bawah.

    “Pahami aksi kita kali ini, adalah aksi menolak upaya membunuh rakyat Indonesia dengan atas nama vaksinasi TBC yang sesungguhnya untuk menghabisi warga-warga pribumi dan orang-orang kelas bawah,” ucap orator.

    Periksa Fakta hoaks vaksin TB M72 akan membunuh warga Indonesia.

    Video yang diunggah di YouTube oleh kanal ‘Ustadz Alfian Tanjung’ itu menerima 1,5 ribu tanda suka (likes) dan mendapatkan 510 komentar, sejak diunggah pada 2 Juni 2025 hingga per Senin, 21 Juli 2025. Video itu juga sudah ditonton sebanyak 28.151 penayangan.

    Jika menilik kolom komentarnya, kebanyakan mengamini narasi yang disampaikan di dalam video itu. Banyak komentar yang menyatakan penolakan terhadap vaksin TB.

    Namun, benarkah narasi yang disampaikan dalam video bahwa vaksin TB untuk membunuh warga Indonesia?

    Hasil Cek Fakta

    Sebagaimana diwartakan Tirto, kedatangan filantropis dunia sekaligus pendiri Microsoft, Bill Gates, ke Indonesia awal Mei lalu membawa kabar baru dalam bidang kesehatan. Presiden Prabowo mengatakan, Gates akan melakukan uji klinis fase 3 untuk pengembangan vaksin TB M72 di Indonesia.

    Dalam artikel Tirto pada Mei lalu berjudul 'Uji Vaksin TBC Bill Gates di RI, Solusi Baru Lawan Tuberkulosis?', disebut kedatangan Gates saat itu memang diiringi pro-kontra di masyarakat.

    Pihak kontra mempersoalkan Indonesia sebagai tujuan percobaan vaksin TB M72 karena merasa menjadi ‘kelinci percobaan’. Namun, para pakar kesehatan menepis persepsi itu dan dinyatakan kurang tepat.

    Kepada Tirto saat itu, Dewan Pengawas DPP Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia (MHKI), Mahesa Paranadipa Maikel, menilai kekhawatiran tersebut muncul karena literasi kesehatan masyarakat yang masih minim. Uji klinis suatu calon vaksin juga sudah diatur secara ketat dalam Permenkes Nomor 74 Tahun 2016 dan diawasi langsung Komite Etik Penelitian Kesehatan Nasional (KEPKN) yang independen.

    Penelitian vaksin harus mengedepankan prinsip otonomi dan non-maleficence (bioetik) yang memastikan hak partisipan uji klinis tetap terjaga. Uji klinis vaksin M72, kata Mahesa, justru merupakan bentuk keterlibatan Indonesia dalam perkembangan sains global.

    Kemenkes juga berkali-kali sudah menegaskan bahwa narasi miring terkait uji klinis fase 3 vaksin TB M72 adalah hoaks. Misalnya lewat salah satu video yang diunggah media sosial resmi Kemenkes, yang menampilkan penjelasan dari dokter spesialis Paru sekaligus Peneliti Vaksin TBC, Prof. Dr. dr. Erlina Burhan.

    Dalam penjelasannya, Erlina menekankan pentingnya keterlibatan Indonesia dalam uji klinis fase 3 vaksin TB M72. Ia menegaskan, narasi vaksin TB baru akan mencelakakan manusia adalah narasi tak berdasar dan salah.

    Ia juga meluruskan bahwa vaksin M72 bukan buatan Bill Gates, melainkan buatan produsen farmasi dan para ilmuwan dari GlaxoSmithKline (GSK). Sementara Bill Gates mencoba turut mendanai pengembangan vaksin TB M72 karena membutuhkan dana yang tidak sedikit.

    “Nggak jelas banget kalau ada pendapat seperti itu ya, karena uji klinis yang kita lakukan ini adalah proses riset yang sangat ilmiah. Dan ada tahapan-tahapannya. Tahapan-tahapannya itu sangat dipantau bukan saja oleh negara Indonesia tapi juga oleh dunia karena penelitian ini dilakukan di banyak negara,” kata Erlina dalam video tersebut.

    Erlina menyampaikan bahwa pengembangan vaksin TB M72 akan membuka harapan baru bagi Indonesia yang menjadi negara dengan kasus TB terbanyak kedua. Menurutnya, setiap jam ada 15 orang yang meninggal karena TB di Indonesia, sementara per tahunnya sekitar 1 juta orang terdeteksi TB dengan kematian mencapai 125-130 ribu kasus setiap tahun.

    Ia menjelaskan vaksin M72 sudah melewati masa uji coba in vitro terhadap hewan, uji klinis fase 1 dengan populasi terbatas, hingga uji klinis fase 2 dengan populasi lebih banyak serta terarah. Maka, keterlibatan Indonesia dalam uji klinis fase 3 ini justru membuka kesempatan untuk mengeliminasi kasus TB di Tanah Air.

    “Jadi kami sangat bersemangat, dan alhamdulillah-nya juga di-support oleh pemerintah dalam hal ini, badan POM dan juga kementerian kesehatan, akhirnya kemudian Indonesia terpilih itu,” ucap Erlina.

    Pelaksanaan uji klinis dimulai sejak 3 September 2024, dan rekrutmen partisipan untuk uji vaksin M72 secara resmi telah selesai per 16 April 2025. Secara global, total partisipan uji klinis fase 3 vaksin M72 berjumlah 20.081 orang dari lima negara.

    Pengembangan vaksin M72 diharapkan rampung seluruh rangkaiannya pada akhir 2028. Kemenkes memastikan, seluruh pelaksanaan uji klinis vaksin M72 di Indonesia diawasi secara ketat oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kesehatan RI, serta para ahli vaksin nasional dan global.

    Dalam artikel ilmiah yang ditulis Al Maani dkk (2025) yang terbit di jurnal IJID Regions volume 14 pada Maret lalu, dinyatakan bahwa hingga Agustus 2024, terdapat 15 kandidat vaksin TB baru yang tengah memasuki tahapan pengembangan klinis dengan menargetkan berbagai aspek kekebalan tubuh. Salah satunya yang sudah mencapai uji klinis fase 3, adalah vaksin M72.

    Masih dalam artikel itu, beberapa vaksin yang dikembangkan dirancang untuk meningkatkan perlindungan yang diberikan vaksin BCG (vaksin generasi sebelumnya). Khususnya, pada orang dewasa yang sudah menerima vaksinasi awal.

    “Dari jumlah (kandidat vaksin TB) tersebut, vaksin M72/AS01E maju sebagai kandidat utama yang menunjukkan efisiensi mencapai 50 persen dalam dalam mencegah penyakit TB pada individu dengan infeksi TB selama uji coba fase 3 di Afrika Selatan pada Maret 2024,” tulis artikel ilmiah itu.

    Dengan begitu, narasi yang menyatakan vaksin TB akan membunuh warga secara massal merupakan klaim tidak berdasar dan tidak terbukti secara ilmiah. Justru, pengembangan vaksin TB baru terus digencarkan secara global oleh ilmuwan lintas negara, agar proteksi atau pencegahan terhadap kasus TB bisa semakin efektif.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran fakta yang telah dilakukan, narasi vaksin TB akan membunuh warga Indonesia sudah dibantah oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan para pakar kesehatan.

    Hasil penelusuran fakta terhadap narasi ini juga menunjukkan bahwa klaim tersebut tidak berdasar secara ilmiah. Penelitian justru menunjukkan urgensi pengembangan vaksin TB generasi baru.

    Maka, narasi bahwa vaksin TB akan membunuh warga Indonesia bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2025-28022) Cek Fakta: Hoaks Artikel Nadiem Makarim Serahkan Uang Pengadaan Laptop Rp 450 Triliun pada Jokowi di Solo

    Sumber:
    Tanggal publish: 22/07/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan artikel Nadiem Makarim menyerahkan uang pengadaan laptop Rp 450 triliun pada Jokowi di Solo. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Threads. Akun itu mempostingnya pada 20 Juli 2025.
    Dalam postingannya terdapat cuplikan layar artikel dari CNBC Indonesia berjudul:
    "Nadiem Makarim Uang Pengadaan Laptop 450 Triliun Saya Serahkan kepada Pak Jokowi di Rumahnya Disolo Kalau Tidak Percaya Tanya Gibran dan Kaesang Dia Ada Waktu Saya Menyerahkan Uang"
    Akun itu menambahkan narasi:
    "Semoga menjadi pembuka jalan untuk mengadili Jokowi dan keluarganya sebelum TERLAMBAT,,,"
    Lalu benarkah postingan artikel Nadiem Makarim menyerahkan uang pengadaan laptop Rp 450 triliun pada Jokowi di Solo?

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan artikel yang identik dengan postingan di laman CNBCIndonesia.com.
    Kesamaan terdapat pada foto, nama penulis, dan juga waktu artikel ditayangkan. Namun judul artikel asli tidak sama seperti dalam postingan.
    Artikel asli berjudul "Kronologi Kasus Korupsi Laptop Rp 1,98 T, Seret Nama Nadiem Makarim"
    Artikel itu sendiri menjelaskan Kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook OS oleh Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset dan Teknologi (Kemendikburistek) yang tengah disidik oleh pihak Kejaksaan Agung.
    Nama Nadiem ikut dikaitkan karena saat itu menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Budaya, Riset dan Teknologi. Hingga saat ini puluhan saksi telah diperiksan dan empat orang telah menjadi tersangka.

    Kesimpulan


    Postingan artikel Nadiem Makarim menyerahkan uang pengadaan laptop Rp 450 triliun pada Jokowi di Solo adalah tidak benar. Faktanya judul dalam artikel tersebut merupakan hasil editan.

    Rujukan