(GFD-2025-28248) Cek Fakta: Tidak Benar Ini Link pendaftaran BLT UMKM dari Kementerian Koperasi dan UMKM
Sumber:Tanggal publish: 03/08/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran BLT UMKM dari Kementerian Koperasi dan Kementerian UMKM, informasi tersebut diunggah pada 17 Juni 2025.
Klaim link pendaftaran BLT UMKM dari Kementerian Koperasi dan Kementerian UMKM berupa tulisan berikut.
"Pemerintah telah mengeluarkan pernyataan terkait rencana memulai program Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) dan Kementerian UMKM. Waktu pelaksanaan program ini segera di mulai pada awal 2025.
BLT UMKM 2025 merupakan program pemerintah yang sangat bermanfaat bagi semua pelaku UMKM..
Program ini di harapkan dapat membantu pelaku UMKM untuk bertahan dan tumbuh di tengah tantangan ekonomi...
Setiap penerima BLT UMKM akan mendapatkan Bantuan RP 5.000.000 s/d RP 50.000.000 Pencairan BLT UMKM akan dilakukan secara langsung oleh Bank penyalur yaitu.. Bank Rakyat Indonesia ( BRI).
pengelolaan UMKM jangan lewatkan kerna untuk program ini hanya di laksanakan pada tahun ini.
SEGERA DAFTARKAN DIRI ANDA"
Dalam unggahan terdapat menu daftar, jika diklik mengarah pada link berikut.
"https://4pplynow.pro/daftarnow21/?fbclid=IwY2xjawL75aNleHRuA2FlbQIxMQBicmlkETFpT0lXV1NqeXZ2VVo0MFVMAR4X9EB3mHDoAcHML1AgnK9vbxFnLwZQs2XyGE8SHku3AvYC14HdGUUCTMlgwQ_aem_eVvXt6GFFnNRXN5Imlm39A"
Jika link tersebut diklik menampilkan halaman situs berupa formulir digital.
Formulir tersebut meminta sejumlah data pribadi seperti nama lengkap seperti nama sesuai E-KTP dan nomor aktif Telegram.
Benarkah klaim link pendaftaran BLT UMKM dari Kementerian Koperasi dan UMKM ?Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran BLT UMKM dari Kementerian Koperasi dan UMKM, dengan membuka akun resmi Kementerian UMKM di Instagram, @kementerianumkm yang sudah bercentang biru atau terverifikasi.
Di sana terdapat bantahan pendaftaran terkait bantuan pemerintah pada UMKM pada link atau website tertentu. Bantahan itu diunggah dalam postingan tanggal 30 Januari 2025.
"Beredar informasi berisi konten terkait BLT UMKM Bantuan 5 Juta untuk semua pelaku UMKM. Faktanya unggahan tersebut tidak benar dan terindikasi penipuan.
Kementerian UMKM dengan tegas menginfokan kepada Teman UMKM bahwa tidak ada program BLT UMKM dari Kementerian UMKM ataupun dari Pemerintah," bunyi unggahan tersebut.
"Saat ini banyak beredar informasi palsu melalui berbagai saluran. Modus yang sering digunakan adalah mengharuskan Teman UMKM untuk:
1. Mengisi data pribadi melalui formulir/ link tidak resmi.
2. Menjanjikan bantuan, hibah, atau program pemerintah yang sebenarnya tidak ada.
Harap hati-hati dan bijak dalam menggunakan data pribadi. Informasi resmi hanya melalui kanal media sosial Kementerian UMKM dan website resmi umkm.go.id."
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran BLT UMKM dari Kementerian Koperasi dan UMKM tidak benar.
Kementerian UMKM dengan tegas menginfokan tidak ada program BLT UMKM dari Kementerian UMKM ataupun dari pemerintah.
Rujukan
(GFD-2025-28231) [SALAH] Indonesia Tunjukkan Senjata Nuklirnya
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 02/08/2025
Berita
Pada Kamis (14/7/2025) akunl Facebook “AMy NaMy” membagikan video [arsip] berisi narasi :
“Ngeri Indonesia akhirnya tunjukkan senjata nuklirnya”
Hingga Sabtu (2/7/2025) unggahan mendapatkan 41 ribu tanda suka, 2.900-an komentar, dan dibagikan ulang lebih dari 800 kali.
“Ngeri Indonesia akhirnya tunjukkan senjata nuklirnya”
Hingga Sabtu (2/7/2025) unggahan mendapatkan 41 ribu tanda suka, 2.900-an komentar, dan dibagikan ulang lebih dari 800 kali.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri tangkapan layar dari video itu lewat Google Lens. Pencarian mengarah ke video dari akun TikTok ‘ftp422’ yang diunggah Senin (7/7/2025).
Akun tersebut secara konsisten memproduksi video menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Akun tersebut secara konsisten memproduksi video menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Kesimpulan
Unggahan video berisi klaim “Indonesia tunjukkan senjata nuklirnya” merupakan konten palsu (fabricated content).
Rujukan
(GFD-2025-28236) Cek Fakta: Tidak Benar Video PM Thailand Sebut Indonesia Negara Miskin dan Dihuni Banyak Maling
Sumber:Tanggal publish: 02/08/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan video Perdana Menteri (PM) Thailand, Paetongtarn Shinawatra menyebut Indonesia sebagai negara miskin dan banyak dihuni maling. Postingan itu beredar sejak tengah pekan ini.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mmepostingnya pada 31 Juli 2025.
Dalam postingannya terdapat video PM Thailand sedang memberikan pidato dengan narasi sebagai berikut:
"Banyak orang yang minim bahasa Thailand, tapi yang pasti, Perdana Menteri Thailand mengatkan, Indonesia enggak usah ikut campur Thailand negara kuat negara kaya sedangkan Indonesia negara besar tapi miskin negara yang banyak dihuni maling. Terima kasih."
Akun itu menambahkan narasi:
"INDONESIA DIPERMALUKAN PERDANA MENTRI THAILANDPM Thailand bilang "Indonesia gak usah ikut campur konflik Thailand - Kamboja, biar Indonesia negara besar tetapi rakyatnya miskin dan negaranya sarang maling."Betul 1.000% bu PM dan dimana HARGA DIRI PEMERINTAH INDONESIA DISEBUT SARANG MALING ??"
Lalu benarkah postingan video Perdana Menteri (PM) Thailand, Paetongtarn Shinawatra menyebut Indonesia sebagai negara miskin dan banyak dihuni maling?
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan video yang identik dengan postingan. Video itu diunggah situs berita Thailand, News.ch7.com.
Dalam video diberikan narasi sebagai berikut:
"Perdana Menteri menyatakan Thailand bersatu dan bermartabat, tidak akan membiarkan siapa pun melakukan intimidasi atau intimidasi, menegaskan tidak akan menerima kewenangan Mahkamah Internasional, membantah komunikasi Kamboja tidak profesional, menegaskan dengan jelas bahwa pemerintah dan militer tidak memiliki masalah."
Selain itu dalam artikel berita di website yang sama terdapat penjelasan yang lebih lengkap dari video PM Thailand tersebut.
Video tersebut menjelaskan proses perdamaian dengan Kamboja, dan sama sekali tidak membahas tentang Indonesia. Apalagi menyebut Indonesia sebagai negara miskin dan dihuni banyak maling.
Kesimpulan
Postingan video Perdana Menteri (PM) Thailand, Paetongtarn Shinawatra menyebut Indonesia sebagai negara miskin dan banyak dihuni maling adalah tidak benar.
Rujukan
(GFD-2025-28239) Cek Fakta: Hoaks Artikel Kejaksaan dan Polisi Akan Panggil Semua Yang Hadir dalam Reuni UGM dengan Jokowi
Sumber:Tanggal publish: 02/08/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan artikel yang mengklaim Kejaksaan dan Polisi akan memanggil semua yang hadir dalam reuni UGM dengan Jokowi. Postingan itu beredar sejak awal pekan ini.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 28 Juli 2025.
Dalam postingannya terdapat cuplikan layar artikel dari CNN Indonesia berjudul:
"Kejaksaan dan Polisi akan panggil semua yangg hadir di reuni UGM dgn Jokowi. Jika semua yang hadir bukan alumni UGM bisa dipidana di atas hukuman 8 tahun penjara."
Akun itu menambahkan narasi:
"KEJAKSAAN DAN POLISI AKAN PANGGIL SEMUA YANG HADIR DI REUNI UGM DENGAN JOKOWI"
Lalu benarkah postingan artikel yang mengklaim Kejaksaan dan Polisi akan memanggil semua yang hadir dalam reuni UGM dengan Jokowi?
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan melakukan pencarian di laman CNNIndonesia.com. Hasilnya tidak ada artikel yang sesuai dengan postingan.
CNNIndonesia.com memang memuat sejumlah artikel terkait kegiatan mantan presiden Jokowi saat bereuni dengan UGM. Namun tidak ada judul seperti dalam postingan.
Selain itu dalam postingan juga terdapat beberapa kejanggalan penulisan seperti kesalahan ejaan dan juga judul yang terlalu panjang tidak sesuai dengan artikel CNNIndonesia.com selama ini.
Selain itu foto yang digunakan dalam postingan juga tidak pernah dimuat CNNIndonesia.com dalam pemberitaannya.
Foto itu justru diunggah dalam akun resmi milik Jokowi di Instagram pada 27 Juli 2025.
Kesimpulan
Postingan artikel yang mengklaim Kejaksaan dan Polisi akan memanggil semua yang hadir dalam reuni UGM dengan Jokowi adalah hoaks.
Rujukan
Halaman: 1525/7954
