• (GFD-2025-28278) [HOAKS] Video Gedung MPR Israel Roboh Saat Bahas Pengambilalihan Wilayah Gaza

    Sumber:
    Tanggal publish: 04/08/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Sebuah unggahan di media sosial diklaim menampilkan gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Israel roboh saat para pejabat membahas pengambilalihan wilayah Gaza.

    Namun, setelah ditelusuri video itu merupakan hasil rekayasa berbasis artificial intelligence (AI).

    Video yang diklaim menampilkan gedung MPR Israel roboh saat para pejabat membahas pengambilalihan wilayah Gaza dibagikan di Facebook, misalnya oleh akun ini, ini, ini, dan ini.

    Dalam video itu, terlihat sebuah bangunan yang tiba-tiba roboh dan menimpa sejumlah orang. Salah satu akun menulis keterangan sebagai berikut:

    KEMENANGAN TIDAK HARUS DG PERANG

    detik-detik gedung MPR Israel rubuh saat rapat paripurna membahas tentang ambil alih GazaPERTOLONGAN ALLAH BANYAK CARA

    banyak pejabat tinggi negara Israel yang matiHUKUM ALAM BERLAKU

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang mengeklaim gedung MPR Israel roboh saat membahas pengambilalihan wilayah GazaPenelusuran Kompas.com

    Berdasarkan penelsuran yang dilakukan Tim Cek Fakta Kompas.com, tidak ditemukan informasi valid soal gedung MPR Israel roboh dan menimpa sejumlah pejabat.

    Penelusuran menggunakan teknik reverse image search menemukan video identik dengan unggahan akun TikTok ini.

    Dalam unggahan terdapat keterangan bahwa video itu adalah gedung di Venezuela yang roboh karena gempa bumi.

    Namun, video tersebut bukanlah peristiwa nyata. Pengunggah video melabeli konten itu sebagai hasil rekayasa AI.

    Konten itu merekayasa foto di laman Fox News ini yang diunggah pada 2017.

    Keterangan dalam foto aslinya menyebut peristiwa itu adalah momen ketika anggota parlemen oposisi di Venezuela mengangkat tangan untuk menyetujui pengaktifan prosedur pemecatan hakim Mahkamah Agung.

    Hal itu dilakukan saat sidang Majelis Nasional di Caracas pada 5 April 2017.

    Adapun pada 2017 terjadi ketegangan politik di Venezuela usai Mahkamah Agung mengeluarkan putusan yang membatalkan kewenangan parlemen yang dikuasai oleh oposisi. 

    Dikutip darI The Guardian, Mahkamah Agung yang pro terhadap pemerintah mengambil alih kekuasaan legislatif dari kongres yang dikendalikan parlemen oposisi. 

    Saat itu, para hakim memutuskan bahwa para anggota parlemen melakukan penghinaan terhadap pengadilan karena mereka menghambat upaya pemulihan ekonomi saat terjadi krisis. 

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Video yang diklaim menampilkan gedung MPR Israel roboh saat para pejabat membahas pengambilalihan wilayah Gaza merupakan hasil manipulasi. 

    Konten itu merupakan hasil rekayasa berbasis AI. Video memanipulasi foto ketika anggota parlemen oposisi di Venezuela saat mengusulkan pengaktifan prosedur pemecatan hakim Mahkamah Agung saat sidang Majelis Nasional di Caracas pada 5 April 2017.

    Rujukan

  • (GFD-2025-28282) [SALAH] Video “Rudal Iran Meluncur dari Bawah Tanah untuk Serang Israel”

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 04/08/2025

    Berita

    Pada Sabtu (19/7/2025) akun Facebook “Yana Suryanai” membagikan video [arsip] memperlihatkan sebuah rudal meluncur dari bawah tanah.

    Unggahan disertai narasi:

    “Rudal Iran Siap meluncur Buat si rewel Musnahlah kau”

    Hingga Selasa (5/8/2025) unggahan mendapatkan 634 tanda suka, 617 komentar dan telah dilihat sebanyak 834 ribu kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengunduh video tersebut dan menganalisisnya dengan alat pendeteksi AI, Hive Moderation. Diketahui, video itu merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,5 persen.

    TurnBackHoax kemudian memasukkan kata kunci “rudal iran meluncur dari bawah tanah menyerang Israel” ke mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan rekaman asli atau sumber kredibel yang mendukung klaim.

    Kesimpulan

    Unggahan video berisi “rudal Iran meluncur dari bawah tanah untuk menyerang Israel” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-28246) Cek fakta, gerhana matahari akan terjadi pada 2 Agustus 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/08/2025

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) - Sejumlah unggahan di Facebook menyebutkan bahwa bumi akan menjadi gelap pada 2 Agustus 2025, karena terjadi gerhana matahari pada waktu tersebut.

    Fenomena astronomis ini disebut mulai muncul di bumi pada siang hari.

    Nantinya, gerhana matahari yang terjadi 100 tahun sekali ini bisa disaksikan semua warga di berbagai belahan dunia.

    "Pada tanggal 2 agustus 2025 dunia akan menjadi gelap disiang hari dikarenakan akan terjadi gerhana matahari yang terjadi 100 tahun sekali," demikian isi narasi yang dibagikan di Facebook pada 30 Juli 2025.

    Lantas, benarkah akan ada gerhana matahari pada 2 Agustus 2025?



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerangkan berdasarkan pantauan Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) waktu terjadinya gerhana matahari yang benar adalah pada 2 Agustus 2027, bukan 2025.

    BMKG, melalui keterangan yang dibagikan di X, menambahkan gerhana matahari pada 2027 tersebut tidak akan melewati wilayah Indonesia.

    Jalur totalitas gerhana saat itu akan melewati Maroko, Spanyol, Aljazair, Libya, Mesir, Arab Saudi, Yaman, dan Somalia.

    Ketua Tim Bidang Geofisika Potensial BMKG Syrojudin, dalam berita ANTARA, membenarkan bahwa informasi yang merebak di media sosial belakangan ini tidak sesuai dengan data astronomi yang valid.

    BMKG mencatat bahwa fase bulan baru pada Agustus 2025 akan terjadi di tanggal 23.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Meski demikian, tidak ada gerhana matahari yang tercatat akan terjadi pada tanggal tersebut, baik di Indonesia maupun di belahan dunia lainnya.

    Klaim: Gerhana matahari akan terjadi pada 2 Agustus 2025

    Rating: Misinformasi

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

  • (GFD-2025-28247) Hoaks! Prabowo usulkan referendum di Aceh-Papua Barat

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/08/2025

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) - Tangkapan berita ANTARA berjudul "Prabowo usulkan PBB gelar referendum di wilayah sengketa Aceh dan Papua Barat", beredar di TikTok pada 2 Agustus 2025.

    Laporan yang diklaim sebagai buatan Kantor Berita ANTARA itu, dikemas dalam sebuah video sepanjang satu menit.

    Gambar Presiden Prabowo yang sedang bersalaman dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Gutteres juga dibubuhkan dalam video TikTok tersebut.

    Termuat pula, cuplikan gambar Antonio Gutteres yang sedang memberikan keterangan resmi di depan lambang PBB berlatar biru.

    Dalam potongan keterangannya, Antonio Gutteres disebut mendoakan agar pelaksanaan referendum tersebut dapat berjalan lancar.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Namun, benarkah konten dalam video TikTok itu berisi berita resmi dari ANTARA?

    Hasil Cek Fakta

    Setelah didalami, seluruh isi konten di TikTok itu merupakan hoaks.

    Faktanya, berita asli ANTARA yang memuat gambar pertemuan Presiden Prabowo dengan Sekjen PBB Antonio Gutteres itu berjudul "Presiden Prabowo dan Sekjen PBB bahas sejumlah isu strategis".

    Pertemuan bilateral Presiden Prabowo Subianto dengan António Guterres berlangsung di sela KTT G20 di Brasil, pada 17 November 2024.

    Isu-isu internasional yang dibahas kedua tokoh tersebut meliputi keamanan pangan, pengentasan kemiskinan, pelanggaran hak asasi manusia, serta krisis di Palestina.

    Tak ada pembahasan soal referendum di Aceh maupun Papua Barat pada pertemuan tersebut.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Tim Antara juga menemukan bahwa rekaman gambar di TikTok, yang memperlihatkan António Guterres berbicara soal referendum adalah informasi yang direkayasa.

    Video sebenarnya dapat dilihat di kanal YouTube resmi United Nations pada unggahan tanggal 10 Oktober 2019.

    Dalam video aslinya, Sekjen PBB yang berasal dari Portugal ini sedang memberikan pesan kepada dunia untuk memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia.

    Klaim: Tangkapan layar berita ANTARA mengabarkan Prabowo usulkan referendum di Aceh-Papua Barat

    Rating: Disinformasi

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan