KOMPAS.com - Di media sosial, beredar unggahan yang menyebutkan unggahan di media sosial (medsos) akan dikenai pajak sebesar 12 persen.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, unggahan itu adalah satire.
Informasi mengenai unggahan medsos dikenai pajak 12 persen disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan Instagram ini.
Pengunggah menyertakan gambar mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani.
Berikut teks yang tertera dalam gambar yang diunggah salah satu akun pada 31 Agustus 2025:
Postingan Anda Dikenakan Pajak 12%
akun Instagram Tangkapan layar konten satire di sebuah akun Instagram, mengenai unggahan medsos dikenai pajak 12 persen.
(GFD-2025-28956) [KLARIFIKASI] Konten Satire, Unggahan Medsos Kena Pajak 12 Persen
Sumber:Tanggal publish: 09/09/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Saat masih menjabat sebagai Menkeu, Sri Mulyani menyatakan bahwa pemerintah tidak akan menerapkan tarif pajak baru maupun menaikkan tarif pajak yang sudah ada pada 2026.
Pernyataan itu disampaikan usai rapat kerja dengan Komite IV DPD RI, Selasa (2/9/2025).
“Kebutuhan negara dan bangsa begitu banyak maka pendapatan negara terus ditingkatkan tanpa ada kebijakan-kebijakan baru,” ujar Sri Mulyani sebagaimana diwartakan Kompas.com.
Menurutnya, langkah optimalisasi penerimaan bisa dilakukan melalui perbaikan sistem pemungutan pajak.
Sehingga, tarif pajaknya akan tetap sama tetapi penegakan dan kepatuhan wajib pajak ditingkatkan.
Narasi mengenai unggahan medsos kena pajak 12 persen marak muncul di tengah kekecewaan masyarakat atas tunjangan DPR RI yang tinggi.
Di sisi lain, rakyat merasakan kesulitan ekonomi karena sulit mencari kerja dan bertahan hidup, sementara pendapatan negara yang bertumpu pada pajak warga negara.
Di tengah gelombang aksi unjuk rasa pada Agustus 2025, sekelompok orang tak dikenal menyasar rumah Sri Mulyani untuk dijarah, bahkan beredar tuntutan agar Menkeu yang menjabat dalam tiga periode kepresidenan tersebut untuk mundur.
Belakangan Presiden Prabowo merombak susunan Kabinet Merah Putih.
Ia melantik Purbaya Yudhi Sadewa pada Senin (8/9/2025) menggantikan Sri Mulyani.
Pernyataan itu disampaikan usai rapat kerja dengan Komite IV DPD RI, Selasa (2/9/2025).
“Kebutuhan negara dan bangsa begitu banyak maka pendapatan negara terus ditingkatkan tanpa ada kebijakan-kebijakan baru,” ujar Sri Mulyani sebagaimana diwartakan Kompas.com.
Menurutnya, langkah optimalisasi penerimaan bisa dilakukan melalui perbaikan sistem pemungutan pajak.
Sehingga, tarif pajaknya akan tetap sama tetapi penegakan dan kepatuhan wajib pajak ditingkatkan.
Narasi mengenai unggahan medsos kena pajak 12 persen marak muncul di tengah kekecewaan masyarakat atas tunjangan DPR RI yang tinggi.
Di sisi lain, rakyat merasakan kesulitan ekonomi karena sulit mencari kerja dan bertahan hidup, sementara pendapatan negara yang bertumpu pada pajak warga negara.
Di tengah gelombang aksi unjuk rasa pada Agustus 2025, sekelompok orang tak dikenal menyasar rumah Sri Mulyani untuk dijarah, bahkan beredar tuntutan agar Menkeu yang menjabat dalam tiga periode kepresidenan tersebut untuk mundur.
Belakangan Presiden Prabowo merombak susunan Kabinet Merah Putih.
Ia melantik Purbaya Yudhi Sadewa pada Senin (8/9/2025) menggantikan Sri Mulyani.
Kesimpulan
Narasi mengenai unggahan medsos dikenai pajak 12 persen merupakan satire.
Konten tersebut merupakan respons atas tunjangan DPR RI yang tinggi dan kinerja pemerintah.
Mantan Menkeu Sri Mulyani memastikan tidak ada kenaikan pajak atau pajak baru pada 2026.
Konten tersebut merupakan respons atas tunjangan DPR RI yang tinggi dan kinerja pemerintah.
Mantan Menkeu Sri Mulyani memastikan tidak ada kenaikan pajak atau pajak baru pada 2026.
Rujukan
- https://web.facebook.com/photo/?fbid=122144970416694985&set=gm.9883581211742394&idorvanity=3541620302605215&_rdc=1&_rdr
- https://web.facebook.com/photo/?fbid=4117672731849065&set=a.1415135822102783&_rdc=1&_rdr
- https://www.instagram.com/p/DOAdn9ck3Pt/
- https://money.kompas.com/read/2025/09/03/112630526/tak-ada-pajak-baru-2026-pemerintah-fokus-perkuat-kepatuhan-wajib-pajak
- https://nasional.kompas.com/read/2025/09/08/16131041/prabowo-ganti-sri-mulyani-dengan-purbaya-yudhi-sadewa-sebagai-menkeu?page=all
- https://app.kompas.com/download?source=Kompas.com&medium=Referral&campaign=belowarticle
(GFD-2025-28963) [KLARIFIKASI] Video Sri Mulyani Menangis Tidak Terkait dengan Penjarahan di Rumahnya
Sumber:Tanggal publish: 09/09/2025
Berita
KOMPAS.com - Sebuah video yang diunggah di media sosial mengeklaim mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani menangis saat mengingat peristiwa penjarahan di rumahnya pada 31 Agustus 2025.
Namun, setelah ditelusuri video dibagikan dengan konteks keliru dan perlu diluruskan informasinya.
Video yang diklaim menampilkan Sri Mulyani menangis ketika mengingat penjarahan di rumahnya dibagikan akun Facebook ini dan ini.
Berikut keterangan teks yang disampaikan:
Ibu sri mulyani tak kuasa menahan tangis karena ingat rumahnya di jarah masa
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook video yang mengeklaim Sri Mulyani menangis mengingat peristiwa penjarahan di rumahnya
Namun, setelah ditelusuri video dibagikan dengan konteks keliru dan perlu diluruskan informasinya.
Video yang diklaim menampilkan Sri Mulyani menangis ketika mengingat penjarahan di rumahnya dibagikan akun Facebook ini dan ini.
Berikut keterangan teks yang disampaikan:
Ibu sri mulyani tak kuasa menahan tangis karena ingat rumahnya di jarah masa
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook video yang mengeklaim Sri Mulyani menangis mengingat peristiwa penjarahan di rumahnya
Hasil Cek Fakta
Penelusuran menggunakan teknik reverse image search menemukan bahwa video itu identik dengan unggahan di kanal YouTube Kompas.com ini.
Video diunggah pada 17 September 2024, jauh sebelum rumah Sri Mulyani di Bintaro, Tangerang Selatan, Banten dijarah perusuh pada 31 Agustus 2025.
Dalam video aslinya, Sri Mulyani menangis haru saat menyampaikan pidato pamitan dalam rapat Pembicaraan Tingkat I RUU APBN 2025 bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI pada 17 September 2024.
Saat itu jabatan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan berakhir.
Dalam pidatonya, Sri Mulyani menyampaikan permintaan maaf serta terima kasih kepada semua pihak yang telah membantunya mengelola keuangan negara.
Sri Mulyani juga meminta kepada anggota rapat yang hadir untuk terus mengawal penyelenggaraan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.
Diberitakan Kompas.com sebelumnya, Polres Tangerang Selatan kini telah menetapkan 11 orang tersangka dalam kasus penjarahan di rumah Sri Mulyani.
Para pelaku berasal dari Tangerang Selatan dan Jakarta.
Video diunggah pada 17 September 2024, jauh sebelum rumah Sri Mulyani di Bintaro, Tangerang Selatan, Banten dijarah perusuh pada 31 Agustus 2025.
Dalam video aslinya, Sri Mulyani menangis haru saat menyampaikan pidato pamitan dalam rapat Pembicaraan Tingkat I RUU APBN 2025 bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI pada 17 September 2024.
Saat itu jabatan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan berakhir.
Dalam pidatonya, Sri Mulyani menyampaikan permintaan maaf serta terima kasih kepada semua pihak yang telah membantunya mengelola keuangan negara.
Sri Mulyani juga meminta kepada anggota rapat yang hadir untuk terus mengawal penyelenggaraan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.
Diberitakan Kompas.com sebelumnya, Polres Tangerang Selatan kini telah menetapkan 11 orang tersangka dalam kasus penjarahan di rumah Sri Mulyani.
Para pelaku berasal dari Tangerang Selatan dan Jakarta.
Kesimpulan
Video Sri Mulyani menangis saat mengingat peristiwa penjarahan di rumahnya merupakan informasi tidak benar.
Dalam video aslinya, Sri Mulyani menangis haru saat menyampaikan pidato penutup dalam rapat Pembicaraan Tingkat I RUU APBN 2025 bersama Banggar DPR RI pada 17 September 2024.
Saat itu, Sri Mulyani menyampaikan permintaan maaf serta terima kasih kepada semua pihak yang telah membantunya mengelola keuangan negara.
Video itu diambil ketika masa jabatan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan di era Presiden Jokowi akan berakhir.
Dalam video aslinya, Sri Mulyani menangis haru saat menyampaikan pidato penutup dalam rapat Pembicaraan Tingkat I RUU APBN 2025 bersama Banggar DPR RI pada 17 September 2024.
Saat itu, Sri Mulyani menyampaikan permintaan maaf serta terima kasih kepada semua pihak yang telah membantunya mengelola keuangan negara.
Video itu diambil ketika masa jabatan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan di era Presiden Jokowi akan berakhir.
Rujukan
- https://web.facebook.com/share/r/1EV5skZycv/
- https://web.facebook.com/share/r/1AvXPgq12Z/
- https://www.youtube.com/watch?v=CVePaZR6pIM&ab_channel=Kompas.com
- https://megapolitan.kompas.com/read/2025/09/08/19192371/11-orang-jadi-tersangka-penjarahan-rumah-sri-mulyani
- https://app.kompas.com/download?source=Kompas.com&medium=Referral&campaign=belowarticle
(GFD-2025-28964) [HOAKS] Raffi Ahmad Dipanggil KPK pada 9 September 2025
Sumber:Tanggal publish: 09/09/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial beredar narasi yang mengeklaim artis Raffi Ahmad dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (9/9/2025).
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks.
Narasi yang mengeklaim Raffi Ahmad dipanggil KPK dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada Selasa (9/9/2025).
Berikut narasi yang dibagikan:
tangis histeris nagita ketika rafi amad tak bisa mengelak saat dipriksa kpk,ternyata ia trbkti ber...lihat lanjutannya
Screenshot Hoaks, Raffi Ahmad dipanggil KPK pada Selasa (9/9/2025)
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks.
Narasi yang mengeklaim Raffi Ahmad dipanggil KPK dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada Selasa (9/9/2025).
Berikut narasi yang dibagikan:
tangis histeris nagita ketika rafi amad tak bisa mengelak saat dipriksa kpk,ternyata ia trbkti ber...lihat lanjutannya
Screenshot Hoaks, Raffi Ahmad dipanggil KPK pada Selasa (9/9/2025)
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com tidak menemukan pemberitaan kredibel yang menyebutkan bahwa Raffi Ahmad dipanggil KPK pada Selasa (9/9/2025).
Setelah ditelusuri menggunakan Google Lens, foto Raffi Ahmad yang dibagikan oleh akun Facebook tersebut berasal dari pemberitaan Antara pada 26 September 2023.
Artikel itu menyebutkan, Raffi Ahmad dengan didampingi beberapa stafnya menyambangi Gedung Merah Putih KPK di Jakarta Selatan.
Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan, kedatangan Raffi dalam rangka mengikuti kegiatan Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK).
Sementara itu, foto Nagita Slavina menangis ditemukan di artikel Merdeka.com. Istri Raffi Ahmad itu diberitakan menangis saat menerima kejutan bunga dari karyawannya.Peristiwa itu juga dapat disaksikan di video YouTube Rans Entertainment yang tayang pada 17 April 2021.
Setelah ditelusuri menggunakan Google Lens, foto Raffi Ahmad yang dibagikan oleh akun Facebook tersebut berasal dari pemberitaan Antara pada 26 September 2023.
Artikel itu menyebutkan, Raffi Ahmad dengan didampingi beberapa stafnya menyambangi Gedung Merah Putih KPK di Jakarta Selatan.
Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan, kedatangan Raffi dalam rangka mengikuti kegiatan Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK).
Sementara itu, foto Nagita Slavina menangis ditemukan di artikel Merdeka.com. Istri Raffi Ahmad itu diberitakan menangis saat menerima kejutan bunga dari karyawannya.Peristiwa itu juga dapat disaksikan di video YouTube Rans Entertainment yang tayang pada 17 April 2021.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi yang mengeklaim Raffi Ahmad dipanggil KPK pada Selasa (9/9/2025) adalah hoaks.
Foto Raffi Ahmad yang dibagikan adalah saat dia mendatangi kantor KPK pada September 2023. Sementara foto Nagita Slavina menangis berasal dari konten YouTube pada April 2021.
Foto Raffi Ahmad yang dibagikan adalah saat dia mendatangi kantor KPK pada September 2023. Sementara foto Nagita Slavina menangis berasal dari konten YouTube pada April 2021.
Rujukan
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02PB9488LdRgCe6HNqvNmRMKgZQoihAP9S173AU3cnaEybrLDiddqUmjdz9hE8ETRYl&id=61553928201438
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02cgWAys42d5jBSMtNLoQw8W8Mi5G1WnbA8y5SGAQAbpScfqHHDKPUUK1DbCRtZojQl&id=61578931190482
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0gUnG8dcWjeEpghj36tf5Fk72vjyztL3XYqbpdgGv5kVncMf5H8ryHevvXe2faHbel&id=100093411676398
- https://bali.antaranews.com/berita/325857/artis-raffi-ahmad-sambangi-kpk-selasa-siang-ada-apa
- https://www.merdeka.com/artis/nagita-slavina-nangis-dapat-kejutan-dari-rans-sempat-ditipu-kucing-rp50-juta-kejepit.html?page=3
- https://www.youtube.com/watch?v=wUkIARE7zrU
- https://app.kompas.com/download?source=Kompas.com&medium=Referral&campaign=belowarticle
(GFD-2025-29127) [SALAH] Puteri Komarudin Resmi Jadi Menpora
Sumber: tiktokTanggal publish: 09/09/2025
Berita
Pada Selasa (09/09/2025) akun Tiktok “chuffedclub_” membagikan video [arsip]
berisi narasi :
“Puteri Komarudin Resmi jadi Menpora Baru RI”
Hingga Rabu (10/09/2025) unggahan mendapatkan sekitar 3030 tanda suka, 429 komentar, dan dibagikan ulang 148 kali.
berisi narasi :
“Puteri Komarudin Resmi jadi Menpora Baru RI”
Hingga Rabu (10/09/2025) unggahan mendapatkan sekitar 3030 tanda suka, 429 komentar, dan dibagikan ulang 148 kali.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “pelantikan Menpora baru” ke mesin pencarian Google. Hasilnya tidak ditemukan informasi kredibel terkait pelantikan Puteri Komarudin jadi Menpora.
Selain itu, berdasarkan siaran langsung di channel youtube KOMPASTV yang tayang Rabu (17/09/2025) menjelaskan bahwa Erick Presiden Prabowo Subianto melantik Erick Thohir sebagai menpora baru.
Selain itu, berdasarkan siaran langsung di channel youtube KOMPASTV yang tayang Rabu (17/09/2025) menjelaskan bahwa Erick Presiden Prabowo Subianto melantik Erick Thohir sebagai menpora baru.
Kesimpulan
Unggahan video berisi klaim “Puteri Komarudin resmi jadi Menpora” merupakan konten menyesatkan (Misleading Content).
Rujukan
Halaman: 1524/8123
