• (GFD-2025-28214) Cek Fakta: Amplop Kondangan Dipajakin

    Sumber:
    Tanggal publish: 01/08/2025

    Berita



    Murianews, Kudus – Beredar isu amplop kondangan bakal dikenakan pajak. Yuk simak cek faktanya lebih dulu.



    Isu amplop kondangan bakal dikenakan pajak cukup santer mengudara di ruang digital. Salah satunya diunggah akun Facebook bernama Rama Papsi belum lama ini.



    ”Siap2 ya sekarang amplop kondangan bakal kena pajak,” tulis akun tersebut.



    Dalam unggahannya, tampak terdapat dua orang yang menyampaikan isu terkait amplop kondangan bakal dikenai pajak.



    Video itu juga menampilkan cuplikan anggota Komisi VI DPR Mufti Anam yang membicarakan terkait isu amplop kondangan bakal dikenakan pajak.



    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Murianews.com, amplop kondangan dikenai pajak merupakan hoaks.



    Simak penelusuran selengkapnya di halaman berikut...

    Hasil Cek Fakta



    Isu mengenai amplop kondangan bakal dikenai pajak kali pertama dilontarkan anggota Komisi VI DPR Mufti Anam dalam rapat dengar pendapat bersama Kementerian BUMN dan Danantara.



    Dalam rapat itu, ia mendengar adanya wacana pungutan pajak pada penerima amplop kondangan atau hajatan.



    Melansir dari Liputan6.com, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan membantah adanya kebijakan pengenaan pajak pada amplop kondangan atau hajatan.



    Menurut DJP, wacana tersebut tidak berdasarkan pada kebijakan yang ada.



    Direktur Penyuluh, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Rosmauli menyebut, isu itu kemungkinan muncul karena adanya kesalahpahaman pada prinsip perpajakan yang berlaku secara umum.



    Sesuai ketentuan Undang-Undang Pajak Penghasilan (UU PPh), setiap tambahan kemampuan ekonomis memang dapat menjadi objek pajak, termasuk hadiah atau pemberian uang.



    Namun, penerapannya tidak serta-merta berlaku untuk semua kondisi dan memiliki pengecualian tertentu.



    Hadiah pernikahan dapat termasuk dalam kategori hibah dalam ketentuan perpajakan.



    Penghasilan dari bantuan, sumbangan, atau harta hibahan dikecualikan sebagai objek pajak penghasilan sepanjang dilakukan antara pihak-pihak yang tidak memiliki hubungan usaha, pekerjaan, kepemilikan, atau penguasaan.



    Sementara, sumbangan dari kerabat dekat dalam acara pribadi tidak dikenakan pajak.



    Kesimpulan...

    Kesimpulan



    Berdasarkan hasil pemeriksaan Tim Cek Fakta Murianews.com, unggahan video yang menarasikan amplop kondangan dipajakin merupakan kontan misinformasi berjenis misleading content alias konten yang menyesatkan.
  • (GFD-2025-28219) [SALAH] Prabowo Segera Usir Habib Ba’alawi

    Sumber: Tiktok.com
    Tanggal publish: 01/08/2025

    Berita

    Pada Kamis (24/7/2025) akun TikTok “tinta.nusantara” membagikan video [arsip] berisi narasi :

    “Presiden Prabowo Segera Usir Habib Ba’alawi, Kiat Hukum Menghadapi “Teroris” Bukan Keturunan Nabi”

    Hingga Jumat (1/8/2025) unggahan mendapatkan 9.500-an tanda suka, hampir 2.300-an komentar dan dibagikan ulang lebih dari 2.100 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menyimak video tersebut dari awal hingga akhir. Menit-menit awal (0:01—0:05) memperlihatkan Prabowo mengucapkan narasi sebagai berikut:

    “Dan kita akan mengusir mereka dari bumi Indonesia kalau perlu”

    Setelah ditelusuri menggunakan Google Lens, klip tersebut mirip dengan unggahan akun Instagram beritasatu pada Kamis (13/3/2025). Konteks asli video adalah momen pidato Presiden Prabowo dalam peluncuran mekanisme baru tunjangan guru ASN daerah langsung ke rekening guru di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Kamis (13/3/2025).

    Selanjutnya, di menit (0:09-0:15) terlihat video yang memperlihatkan Prabowo menyampaikan pernyataan :

    “Mereka-mereka yang tidak setia kepada negara akan kita singkirkan dengan tidak ragu-ragu”

    Hasil penelusuran menggunakan Google Lens, klip tersebut mirip dengan unggahan akun Instagram tvrinasional pada Kamis (3/6/2025). Konteks asli video adalah momen pidato Presiden Prabowo dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila.

    Di menit (0:16-0:36) dalam konten akun TikTok “tinta.nusantara”, potongan video itu memperlihatkan Prabowo mengatakan :

    “Oleh mereka-mereka yang ingin Indonesia selalu gaduh. Indonesia gelap, kabur aja deh. Emang gampang lo di situ, di luar negeri? Dimana lo, lo dikejar-kejar disitu ”

    Penelusuran lebih lanjut melalui Google Lens menunjukkan klip tersebut mirip dengan unggahan akun Instagram katadatacoid pada Senin (21/7/2025). Konteks asli video adalah momen Presiden Prabowo memberi sambutan pada acara penutupan Kongres PSI di Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (20/7/2025).

    Dilansir dari pemberitaan tirto.id yang tayang Agustus 2024, pro dan kontra klaim Ba’alawi keturunan Nabi Muhammad sebenarnya sudah lama terjadi. Isu ini memanas setelah peneliti Imaduddin Utsman menyatakan bahwa secara ilmiah sangat sulit memastikan Ba’alawi adalah keturunan dari Ahmad bin Isa, yang merupakan bagian dari silsilah Nabi. Tidak ditemukan keterlibatan langsung Prabowo Subianto dalam permasalahan tersebut.

    Kesimpulan

    Unggahan video berisi klaim “Presiden Prabowo segera usir Habib Ba’alawi” adalah konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-28223) Sebagian Benar: Suhu di Kota Henan, Cina, Capai 76 Derajat Celcius

    Sumber:
    Tanggal publish: 01/08/2025

    Berita

    SEBUAH video yang diklaim memperlihatkan tiang-tiang listrik mengeluarkan asap di Kota Henan, Cina, beredar dalam pesan berantai di WhatsApp dan Facebook [arsip]. Video tersebut diklaim kota Henan di Cina yang suhunya mencapai 76 derajat Celcius.

    Video berdurasi 48 detik itu, diisi oleh narator berbahasa Mandarin. Video itu memperlihatkan suasana kota dengan panas yang terik sehingga alas kaki dan ban sepeda motor meleleh serta atap tiang lampu mengeluarkan asap dan percik api. Pada detik ke-44, terlihat seseorang memegang alat pengukur suhu yang mencapai 76,4 derajat Celcius.



    Benarkah video itu menunjukkan suhu Kota Henan mencapai 76 derajat Celcius?

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Tempo memverifikasi klaim tersebut menggunakan Zoom Earth, World Weather Map, AccuWeather, dan Ease Weather, serta berita dari sumber-sumber kredibel. Hasilnya, meski Cina dilanda suhu ekstrem pada Juli 2025, bagian dari video tersebut tidak spesifik terjadi di Kota Henan pada 2025.

    Berdasarkan penelusuran Tempo, fragmen tiang lampu mengeluarkan asap tersebut identik video yang diunggah media Cina v.ifeng.com pada 29 Agustus 2024. 



    Video tersebut diambil di Kota Chongqing. Sesungguhnya, tiang tersebut tidak mengeluarkan asap karena suhu panas. Asap tersebut adalah mikro tetes kabut bertekanan tinggi.

    Dalam jurnal berjudul Large-Scale Spraying of Roads with Water Contributes to, Rather Than Prevents, Air Pollution, pemerintah Cina sejak 2013 memperkenalkan sistem mikro tetes kabut (misting) yang menghasilkan kabut air bertekanan tinggi. Cara itu dilakukan untuk mengurangi debu dan menurunkan suhu udara. Sistem ini dipasang pada tiang lampu median jalan atau trotoar.

    Dilansir CCTV, Komisi Pendidikan Chongqing dan Liangjiang mengumumkan penundaan dimulainya sekolah akibat suhu tinggi yang terus-menerus pada Agustus 2024. Universitas di Chongqing menunda perkuliahan awal semester. Sekolah dasar, menengah, dan taman kanak-kanak juga menunda awal semester hingga 9 September 2024. 

    Tempo juga memverifikasi fragmen alas kaki yang meleleh. Berdasarkan penelusuran, video alas kaki meleleh banyak ditemukan di platform Douyin atau TikTok. Beberapa akun menuliskan suhu permukaan aspal sangat panas mencapai 62 derajat Celcius hingga membuat sandal meleleh. Fragmen gambar yang menunjukan sandal seorang perempuan meleleh sudah beredar di media sosial di China sejak 2023. 



    Sedangkan fragmen sandal seorang pria meleleh identik dengan foto pada laman Baijiahao, yang dipublikasikan pada 20 Juli 2025. Dilansir Baijiahao, pada 15 Juli 2025, Badan Meteorologi Provinsi Henan mengeluarkan peringatan merah untuk suhu ekstrem. Menurut mereka, suhu di Zhengzhou dan wilayah sekitarnya akan melewati 40 derajat Celcius dan suhu permukaan jalan tol bisa mencapai lebih dari 72 derajat Celcius. 

    Laporan ini juga menyertakan foto ban motor listrik yang tampak meleleh.

    Laman HNTV juga menuliskan Badan Meteorologi Henan, memperkirakan mulai awal minggu ke 3 bulan  Agustus, gelombang panas ekstrem tingkat “super” akan menyelimuti Henan. Diperkirakan suhu mencapai 50 derajat Celcius.

    Sedangkan fragmen gambar yang menunjukkan seorang pria yang celananya terbakar saat hendak naik sepeda motor, identik dengan unggah seorang konten kreator asal Cina. Video tersebut merupakan parodi tentang suhu panas yang terjadi. 

    Sejumlah Wilayah di Cina Terpapar Suhu Ekstrim

    Pusat Meteorologi Nasional Cina pada Selasa, 15 Juli 2025, mengeluarkan peringatan yang menyebut beberapa wilayah akan mengalami peningkatan suhu siang hari melebihi 35 derajat celcius atau setara 95 derajat fahrenheit. Peningkatan suhu ini mencapai rekor tertinggi sejak pertengahan Maret lalu.

    Kantor berita Cina CGTN menulis, delapan stasiun cuaca di Provinsi Shaanxi, Cina barat laut, mencatat suhu tertinggi sepanjang sejarah. Beberapa lokasi mengeluarkan peringatan merah untuk panas ekstrem. Panas terik di atas 40 derajat celcius, saat itu diperkirakan terjadi di wilayah Xi'an, Baoji, Xianyang, Weinan, Hanzhong, dan Ankang.

    Sementara itu, badan meteorologi di Zhengzhou, Provinsi Henan, Cina tengah, mengeluarkan peringatan oranye gelombang panas pada Rabu, 16 Juli 2025. Pemerintah mewajibkan pekerja di luar ruangan untuk bekerja secara bergiliran untuk menghindari jam-jam terpanas.

    Dilansir Kantor Berita Reuters, Wakil Direktur Pusat Iklim Nasional Cina, Jia Xiaolong, mengatakan suhu telah mencapai rekor tertinggi sejak pertengahan Maret di provinsi-provinsi tengah Henan dan Hubei, Shandong, Sichuan, Shaanxi, dan Xinjiang. Ia juga mengatakan kemungkinan terjadinya gelombang panas rekor baru pada Agustus mendatang dan bisa saja sepanas, atau bahkan lebih panas, daripada tahun-tahun sebelumnya.

    Sumber: Climate Data (https://en.climate-data.org/asia/china/henan-873/r/june-6/)

    Penelusuran Tempo melalui Zoom Earth, pada 15 Juli 2025, pada pukul 15.00, suhu di Zhengzhou, Provinsi Henan mencapai 39 derajat Celcius atau 102,2 derajat Fahrenheit. Pada hari berikutnya pada jam yang sama ada di angka 35 derajat Celcius atau 95 derajat Fahrenheit. Saat artikel ini ditulis, suhu Zhengzhou diperkirakan mencapai 36 derajat Celcius atau 96.8 derajat Fahrenheit.

    Sumber: Zoom Earth

    Data Ease Weather menunjukkan pada 15 Juli 2025, suhu di Zhengzhou berkisar 30-40 derajat Celcius berbeda dengan tahun 2024 yang hanya di angka 25-29 derajat Celcius. 

    Laman AccuWeather menampilkan selama bulan Juli, suhu tertinggi (Actual Hi) terjadi pada 16 Juli yaitu mencapai 40 derajat Celcius. Perkiraan cuaca pada laman World Weather Map menunjukkan suhu berkisar 32-37 derajat Celcius antara tanggal 25-29 Juli 2024. 

    Sumber: AccuWeather

    Dilansir Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) gelombang panas dapat merupakan periode dimana kelebihan panas lokal terakumulasi selama serangkaian siang dan malam yang sangat panas. Gelombang panas meningkatkan risiko kesehatan atau ekonomi, antara lain kematian, kekeringan dan kualitas air, kebakaran hutan dan asap, kekurangan listrik, dan gagal panen.

    Kesimpulan

    Berdasarkan pemeriksaan Tim Cek Fakta Tempo, klaim suhu di Henan, Cina mencapai 76 derajat Celcius adalah sebagian benar.

    Rujukan

  • (GFD-2025-28224) Keliru: Indonesia Kirim Pasukan Atasi Perang Kamboja-Thailand

    Sumber:
    Tanggal publish: 01/08/2025

    Berita

    SEBUAH video memuat klaim bahwa Presiden RI Prabowo Subianto memberangkatkan pasukan militer ke Kamboja, beredar di TikTok [arsip].

    Misi itu disebut sebagai upaya untuk untuk mendamaikan peperangan antara Kamboja dan Thailand. 

    Video itu memperlihatkan sejumlah tentara berbaret ungu yang biasa dikenakan Marinir TNI Angkatan Laut. Presiden Prabowo berjalan sambil bersikap hormat pada barisan tentara, salah satunya mengibarkan bendera Kamboja.



    Namun, benarkah Indonesia mengirim pasukan demi mendamaikan Kamboja dan Thailand ?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi video tersebut menggunakan pencarian gambar terbalik dari Google dan membandingkannya dengan sumber kredibel. Hasilnya, Indonesia tidak mengirimkan pasukan untuk mendamaikan Thailand dan Kamboja. Gencatan senjata antara keduanya difasilitasi oleh Malaysia.



    Video yang memperlihatkan korps Marinir dalam konten yang beredar, sesungguhnya rekaman saat Marinir AL dan Kopassus TNI Angkatan Darat (AD) menggelar apel siaga. Video tersebut pernah dipublikasikan di saluran YouTube Pamen Sport pada 29 Juli 2025.



    Foto Prabowo berjalan di depan pasukan khusus militer Kamboja, terjadi pada Selasa 21 Juni 2022. Foto tersebut identik dengan unggahan akun Instagram juru bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak. 

    Saat itu, Prabowo masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan RI.

    Indonesia Tempuh Jalur Diplomasi

    Dikutip dari Tempo, juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Roy Soemirat, mengatakan, pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomasi untuk merespon konflik Kamboja-Thailand pada akhir Juli 2025. 

    Kemenlu menugaskan salah satu pejabat eselon I untuk mendorong perdamaian kedua negara melalui forum ASEAN. Menteri Luar negeri (Menlu) juga berkoordinasi dengan Malaysia sebagai ketua ASEAN saat ini.

    Atas desakan berbagai pihak, Kamboja dan Thailand bersedia berunding untuk  gencatan senjata di Malaysia. Pertemuan tersebut menyepakati pemberlakuan gencatan senjata pada 28 Juli 2025.

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan video yang beredar memperlihatkan Prabowo mengirim pasukan khusus ke Kamboja untuk menjadi juru damai antara Thailand dan Kamboja yang sedang berperang adalah klaim keliru.

    Rujukan