KOMPAS.com - Di media sosial muncul unggahan berupa tangkapan layar judul artikel yang mengeklaim Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) menantang para demonstran untuk datang ke rumahnya.
Unggahan itu muncul saat terjadi demonstrasi di beberapa wilayah pada akhir Agustus hingga awal September 2025.
Namun, setelah ditelusuri tangkapan layar judul artikel tersebut merupakan hasil manipulasi.
Tangkapan layar judul artikel yang mengeklaim Jokowi menantang para demonstran untuk datang ke rumahnya salah satunya dibagikan akun Facebook ini.
Akun tersebut membagikan tangkapan layar artikel yang diklaim diterbitkan Detik.com pada 29 Agustus 2025.
Artikel itu diklaim berjudul: "Jokowi Cs Tantang Pendemo Pengecut Coba ke Rumah Saya kalau Berani Saya Akan Lawan".
(GFD-2025-28927) [HOAKS] Jokowi Tantang Para Demonstran Datang ke Rumahnya
Sumber:Tanggal publish: 08/09/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri artikel yang menyebut Jokowi menantang para demonstran untuk datang ke rumahnya melalui Google Search.
Hasilnya, tidak ditemukan artikel tersebut di laman Detik.com seperti dalam unggahan yang beredar.
Tim Cek Fakta Kompas.com kemudian menelusuri foto yang ada di artikel menggunakan Google Lens.
Hasilnya, diketahui bahwa unggahan yang beredar memanipulasi artikel di laman Detik.com ini pada 29 April 2025.
Artikel aslinya berjudul: "Jokowi Berdukacita Ojol Affan Kurniawan Tewas Dilindas Rantis"
Artikel itu memuat pernyataan Jokowi yang menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan.
Affan meninggal dilindas kendaraan taktis Brimob pada 28 Agustus 2025 saat terjadi kericuhan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.
Hasilnya, tidak ditemukan artikel tersebut di laman Detik.com seperti dalam unggahan yang beredar.
Tim Cek Fakta Kompas.com kemudian menelusuri foto yang ada di artikel menggunakan Google Lens.
Hasilnya, diketahui bahwa unggahan yang beredar memanipulasi artikel di laman Detik.com ini pada 29 April 2025.
Artikel aslinya berjudul: "Jokowi Berdukacita Ojol Affan Kurniawan Tewas Dilindas Rantis"
Artikel itu memuat pernyataan Jokowi yang menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan.
Affan meninggal dilindas kendaraan taktis Brimob pada 28 Agustus 2025 saat terjadi kericuhan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.
Kesimpulan
Unggahan berupa tangkapan layar judul artikel yang memgeklaim Jokowi menantang para demonstran untuk datang ke rumahnya merupakan konten hasil manipulasi.
Artikel aslinya berjudul "Jokowi Berdukacita Ojol Affan Kurniawan Tewas Dilindas Rantis".
Artikel tersebut memuat pernyataan Jokowi yang menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pengemudi ojol bernama Affan Kurniawan. Affan meninggal usai dilindas rantis Brimob pada 28 Agustus 2025.
Artikel aslinya berjudul "Jokowi Berdukacita Ojol Affan Kurniawan Tewas Dilindas Rantis".
Artikel tersebut memuat pernyataan Jokowi yang menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pengemudi ojol bernama Affan Kurniawan. Affan meninggal usai dilindas rantis Brimob pada 28 Agustus 2025.
Rujukan
(GFD-2025-28892) [SALAH] Seorang Warga Kehilangan Penglihatan Usai Pemukimannya Disiram oleh Aparat Menggunakan Gas Air Mata
Sumber: TiktokTanggal publish: 07/09/2025
Berita
Akun tiktok “zndyap778” pada Minggu (31/08/2025) mengunggah video [arsip] yang menampilkan seseorang terbaring di rumah sakit dengan kedua mata ditutup kapas disertai takarir:
“Warga ini kehilangan penglihatannya usai pemukimannya disiram oleh aparat menggunakan gas air mata
600 orang pendemo ditahan di polda metro dan mereka dipukul, ada bukti videonya di bio, bantu sebarkan agar kejadian 98 tidak terulang”
“Warga ini kehilangan penglihatannya usai pemukimannya disiram oleh aparat menggunakan gas air mata
600 orang pendemo ditahan di polda metro dan mereka dipukul, ada bukti videonya di bio, bantu sebarkan agar kejadian 98 tidak terulang”
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “seorang warga kehilangan penglihatan usai pemukimannya disiram oleh aparat menggunakan gas air mata” ke mesin pencarian Google. Hasilnya tidak ditemukan informasi kredibel yang mendukung klaim.
Selanjutnya Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran lebih lanjut dengan memasukkan tangkapan layar video ke mesin pencarian foto Google Lens. Ditemukan gambar yang mirip dari pasien, latar belakang ruangan serta bantal pasien tersebut dari laman beritasatu.com.
Dalam artikel yang terbit Sabtu (21/09/2024) dijelaskan bahwa pasien tersebut adalah Faisal Nasution, korban congkel mata di Gunung Putri, Bogor yang mengalami infeksi pada kedua matanya.
Selanjutnya Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran lebih lanjut dengan memasukkan tangkapan layar video ke mesin pencarian foto Google Lens. Ditemukan gambar yang mirip dari pasien, latar belakang ruangan serta bantal pasien tersebut dari laman beritasatu.com.
Dalam artikel yang terbit Sabtu (21/09/2024) dijelaskan bahwa pasien tersebut adalah Faisal Nasution, korban congkel mata di Gunung Putri, Bogor yang mengalami infeksi pada kedua matanya.
Kesimpulan
Unggahan berisi klaim “seorang warga kehilangan penglihatan usai pemukimannya disiram oleh aparat menggunakan gas air mata” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).
Rujukan
- http[Google] Seorang warga kehilangan penglihatan usai pemukimannya disiram oleh aparat menggunakan gas air mata [Google Lens] Seorang warga kehilangan penglihatan usai pemukimannya disiram oleh aparat menggunakan gas air mata [Beritasatu.com] Ini Pemicu dan Kronologi Aksi Congkel Mata di Gunung Putri Bogor
- https://www.beritasatu.com/jabar/2843563/ini-pemicu-dan-kronologi-aksi-congkel-mata-di-gunung-putri-bogor
- https://vt.tiktok.com/ZSAnr7TLh/ (Tautan unggahan akun Tiktok “zndyap778”)
- https://archive.ph/5CKur (Arsip unggahan unggahan akun Tiktok “zndyap778”)
(GFD-2025-28893) [SALAH] Ahmad Sahroni Ditangkap saat Pulang dari Singapura
Sumber: TiktokTanggal publish: 07/09/2025
Berita
Akun tiktok “resind1234” pada Rabu (03/09/2025) mengunggah video [arsip] yang menampilkan seolah Ahmad Sahroni ditangkap oleh dua orang polisi. Berikut narasi dalam video tersebut:
“Jakarta – Anggota DPR Ahmad Sahroni akhirnya ditangkap aparat kepolisian di Bandara Soekarno Hatta saat baru pulang dari Singapura. Penangkapan ini dilakukan setelah namanya ramai disebut dalam berbagai kasus kontroversial yang memicu kemarahan publik."
“Jakarta – Anggota DPR Ahmad Sahroni akhirnya ditangkap aparat kepolisian di Bandara Soekarno Hatta saat baru pulang dari Singapura. Penangkapan ini dilakukan setelah namanya ramai disebut dalam berbagai kasus kontroversial yang memicu kemarahan publik."
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “Ahmad Sahroni ditangkap saat pulang dari Singapura” ke mesin pencarian Google. Hasilnya tidak ditemukan informasi kredibel terkait penangkapan Ahmad Sahroni.
Selanjutnya Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri video dalam klaim menggunakan alat verifikasi video hivemoderation.com. Hasilnya video tersebut memiliki aggregate score 99,8% kemiripan dengan video buatan AI. Selain itu dalam video terlihat dalam seragam polisi pada bagian kiri tidak terlihat tulisan “POLISI”, hanya deretan mirip huruf yang tidak terbaca. Sehingga kemungkinan besar video tersebut merupakan hasil dari generate-AI.
Selain itu, berdasarkan artikel kompas.com yang tayang Selasa (02/09/2025) menjelaskan bahwa Ahmad Sahroni melaporkan kasus penjarahan rumahnya ke Polisi, tidak terdapat info bahwa anggota DPR RI dari partai Nasdem tersebut ditangkap.
Selanjutnya Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri video dalam klaim menggunakan alat verifikasi video hivemoderation.com. Hasilnya video tersebut memiliki aggregate score 99,8% kemiripan dengan video buatan AI. Selain itu dalam video terlihat dalam seragam polisi pada bagian kiri tidak terlihat tulisan “POLISI”, hanya deretan mirip huruf yang tidak terbaca. Sehingga kemungkinan besar video tersebut merupakan hasil dari generate-AI.
Selain itu, berdasarkan artikel kompas.com yang tayang Selasa (02/09/2025) menjelaskan bahwa Ahmad Sahroni melaporkan kasus penjarahan rumahnya ke Polisi, tidak terdapat info bahwa anggota DPR RI dari partai Nasdem tersebut ditangkap.
Kesimpulan
Unggahan berisi klaim “Ahmad Sahroni ditangkap saat pulang dari Singapura” merupakan konten palsu (fabricated content).
Rujukan
- http[Google] Ahmad Sahroni ditangkap saat pulang dari Singapura [Hivemoderation] AI Generate Content Detection [Kompas.com] Ahmad Sahroni Laporkan Kasus Penjarahan Rumahnya ke Polisi
- https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection
- https://megapolitan.kompas.com/read/2025/09/02/17183501/ahmad-sahroni-laporkan-kasus-penjarahan-rumahnya-ke-polisi
- https://vt.tiktok.com/ZSAGx6d2s/ (Tautan unggahan akun Tiktok “resind1234”)
- https://archive.ph/lkUmJ (Arsip unggahan unggahan akun Tiktok “resind1234”)
(GFD-2025-28888) Cek Fakta: Hoaks Paket Umrah Gratis dari Kementerian Agama
Sumber:Tanggal publish: 06/09/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar postingan klaim paket umrah gratis dari Kementerian Agama. Informasi tersebut diunggah salah satu akun TikTok pada 27 Agustus 2025.
Dalam unggahan tersebut terdapat tulisan:
"Resmi kabar Baik Dari Kementerian Agama Paket UMROH GRATIS TANPA BIAYA APAPUN, Kuota Terbatas Untuk 5.000 Orang Saja
Daftar dan Dapatkan Kesempatan Umroh Gratis"
Postingan ini menyertakan foto Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi'i.
Sedangkan captionnya sebagai berikut:
KABAR GEMBIRA DARI KEMENAG RI
"Update Terbaru Segera Daftarkan Diri Anda siapa tau Anda salah satu Yang Terpilih
#kementerianagama #fypppppppppppppppppppppppp #masukberandafyo #umroh2025 #bismillahfyp"
Dalam beberapa komentar postingan ini, warganet diarahkan agar mendaftar melalui link yang ada di bio profil.
Benarkah klaim paket umrah gratis dari Kementerian Agama? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim paket umrah gratis dari Kementerian Agama. Penelusuran mengarah pada pernyataan Kementerian Agama (Kemenag) melalui akun Instagram resminya yang dikutip pada Sabtu (6/9/2025).
Berikut pernyataannya:
⚠️ WASPADA HOAKS! Akun Palsu Kemenag di TikTok Terindikasi Penipuan!
Sahabat Religi, mohon berhati-hati! Beredar informasi bohong atau hoaks mengenai program paket umrah gratis yang mengatasnamakan Kementerian Agama di media sosial TikTok.
Kami tegaskan, akun-akun berikut BUKAN akun resmi Kementerian Agama RI dan terindikasi melakukan penipuan:
@kementrian.agama_ind
@kementrian.agama74
@kementrian.agama5
@kementrian.agama744
@kementrian.agama4
@kementrian.agama84
Kami mengimbau masyarakat untuk TIDAK mudah percaya, TIDAK memberikan data pribadi, dan TIDAK mengklik tautan apapun.
Semua informasi resmi mengenai program dan layanan Kemenag hanya melalui situs web kemenag.go.id dan akun media sosial resmi @kemenag_ri yang telah terverifikasi. Mohon bantu sebarkan informasi ini!
#Kemenag #Hoaks #Penipuan #UmrahGratis #WaspadaAkunPalsu
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim paket umrah gratis dari Kementerian Agama adalah hoaks.
Halaman: 1531/8123


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5339801/original/098389800_1757129305-Kemenag_jadi.jpg)