• (GFD-2025-28887) Hoaks Video Penyelundupan Solar Klaim Keterlibatan Ahmad Sahroni

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/09/2025

    Berita

    tirto.id - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) nonaktif, Ahmad Sahroni belakangan tengah menjadi sorotan. Penjarahan rumahnya menjadi lanjutan dari rangkaian kontroversi dari kemarahan masyarakat kepadanya.

    ADVERTISEMENT

    Di media sosial pun namanya juga jadi kian viral. Terbaru, beredar sebuah video dengan klaim Ahmad Sahroni terlibat dalam praktik penyelundupan solar subsidi.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Video tersebut diunggah oleh akun @wahyu_atika_formozza di Instagram (arsip), Kamis (4/9/2025). Di dalam video tampak banyak truk tangki milik Pertamina berjejer di sebuah pelabuhan yang diklaim Tanjung Priok. Video juga memperlihatkan anggota TNI sedang mengerumuni truk seolah-olah tengah melakukan pemeriksaan.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    “Berita terbaru hari ini Tanjung Priok, Jakarta Utara, dugaan bisnis gelap yang menyeret nama anggota Dewan Sahroni kembali jadi sorotan tajam. Aparat berhasil mengendus praktik ilegal penyelundupan solar subsidi yang disebut-sebut terkait dengan jaringan miliknya,” ucap narator dalam video tersebut.
    #inline4 {margin:1.5em 0}
    #inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Cerita video itu juga mengatakan adanya potensi kerugian negara akibat aksi tersebut. “Beberapa truk Pertamina pengangkut solar yang hendak dialirkan ke kapal tanker tujuan Singapura, berhasil digagalkan oleh prajurit TNI di kawasan pelabuhan,” tambahnya.

    PERIKSA FAKTA bisnis gelap sharoni selundupkan solar.

    ADVERTISEMENT

    Sejak pertama kali tayang, unggahan mengumpulkan lebih dari 83 ribu penonton. Unggahan juga mengumpulkan 2420 komentar dan 364 komentar. Terhitung sangat viral untuk video yang belum genap 24 jam tayang di internet.

    Tidak hanya itu, klaim serupa juga ditemukan di media sosial lainnya, antara lain di kanal YouTube @TRAWLid (arsip), TikTok “putra_ajo1” (arsip), dan Facebook “Paramitha Putri” (arsip).

    Lantas, bagaimana kebenaran klaimnya?

    Hasil Cek Fakta

    Untuk menelusuri kebenaran klaim, pertama-tama Tirto memperhatikan video dengan seksama. Tirto menemukan beberapa kejanggalan, seperti kesalahan penulisan nama Pertamina menjadi “Peertamina”, sampai gerakan anggota TNI yang tidak wajar, dari berjalan maju mendadak menjadi mundur. Kejanggalan tersebut identik dengan konten hasil manipulasi atau buatan kecerdasan buatan (AI).

    Kami juga melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image search) dari salah satu potongan gambar. Pencarian mengarahkan ke unggahan video dari kanal @armyzoneai berikut.

    Video ini serupa baik dari visual maupun narasinya, dengan durasi sedikit lebih panjang. Namun, di video YouTube Shorts tersebut terdapat label “synthetic content”. Label ini adalah penanda kalau konten tersebut merupakan hasil modifikasi atau sintetis. Klasifikasinya suara atau visual disunting atau dibuat secara digital.

    Hal ini sejalan dengan takarir unggahan, pengunggah mengaku konten yang dibuatnya itu dihasilkan dengan teknologi AI.

    “Semua konten yang Anda lihat di sini—mulai dari visual, suara, hingga alur cerita sepenuhnya dihasilkan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI),” tulis pengunggah dalam deskripsi video.

    Berdasarkan hasil deteksi AI di Hive Moderation oleh Tirto, persentase penggunaan AI atau peluang konten itu adalah video deepfake mencapai 99.8 persen.

    PERIKSA FAKTA bisnis gelap sharoni selundupkan solar.

    Pihak Pertamina dalam keterangan resminya juga menyebut kalau video yang beredar di media sosial tersebut adalah konten buatan AI. Narasinya pun mereka bantah.

    “⁠Berdasarkan Konten yang tersebar, maka disinyalir konten tersebut adalah produk AI dilihat dari tampilan dan narasinya,” tulis Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso kepada Tirto, Jumat (5/9/2025).

    Fadjar juga menyoroti konten dari akun YouTube @armyzoneai di YouTube, sebagai unggahan awalnya karena mengunggah konten lebih dulu, sejak Rabu (3/9/2025).

    Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk terus melakukan verifikasi terhadap konten-konten yang beredar. “Pertamina menghimbau untuk selalu melakukan verifikasi pada konten-konten yang dihasilkan oleh Artificial Intelligence.

    Dalam pernyataannya Fadjar juga mengungkapkan kalau ⁠⁠Pertamina melaksanakan bisnis mengacu pada tata aturan dan hukum serta perundang-undangan yang berlaku. “Pertamina mengutuk keras segala praktik bisnis yang melanggar aturan dan kepatuhan dalam hal kepentingan pribadi atau golongan,” tambahnya.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran fakta, klaim yang menyebut terjadi penyelundupan solar subsidi di Tanjung Priok, yang melibatkan anggota DPR nonaktif, Ahmad Sahroni bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Video yang digunakan sebagai dasar klaim terbukti merupakan konten sintetis hasil kecerdasan buatan (AI), yang kemudian diunggah ulang dengan narasi berbeda.

    Pihak Pertamina juga telah membuat bantahan dengan mengacu ke video utama di akun YouTube yang dengan tegas menyebut kalau video tersebut adalah buatan kecerdasan buatan.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2025-28852) Cek Fakta: Tidak Benar Ini Link Pendaftaran KIP Kuliah

    Sumber:
    Tanggal publish: 04/09/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran KIP Kuliah, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 1 September 2025.
    Unggahan klaim link pendaftaran KIP Kuliah berupa tulisan sebagai berikut.
    "📢 Perhatian Siswa & Orang Tua di Seluruh Indonesia!
    Kini saatnya wujudkan mimpi kuliah Anda melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah 2025. Bantuan resmi dari pemerintah ini ditujukan untuk lulusan SMA/SMK sederajat, baik negeri maupun swasta, yang memiliki semangat tinggi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
    Dengan dukungan penuh biaya kuliah serta bantuan biaya hidup, KIP Kuliah menjadi solusi nyata agar putra-putri bangsa tidak lagi terhambat masalah ekonomi.
    Untuk orangtua diseluruh negeri ini, dipersilahkan daftarkan anak anda untuk mendapatkan beasiswa gratis mulai dari Sekolah Dasar (SD)- (SMP)-(SMA) - Perguruan Tinggi (S1-S2).
    Jangan lewatkan kesempatan emas ini, ayo segera lakukan pengecekan data Anda & daftarkan sekarang!"
    Klaim tersebut disertai menu daftar, jika diklik akan muncul link berikut.
    "https://daftar.sekarang-juga.com/?fbclid=IwY2xjawMk3RJleHRuA2FlbQIxMQBicmlkETFuWXVpYUxQcXl6YVE1V1lxAR4fSNUg41SLmmljAB-nMUBiaNU6MrchWuhfJu12vnSV19a5cWflWgoUinn5xw_aem_u-UD7yE9qjKcWk4qugYtSg"
    Link tersebut mengarah pada halaman situs yang menampilkan halaman situs dan meminta sejumlah data identitas seperti nama lengkap sesuai E-KTP dan nomor Telegram.
    Benarkah klaim pendaftaran KIP Kuliah berupa tulisan sebagai berikut?
     
     
     
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran KIP Kuliah, menggunakan Google Search dengan kata kunci 'pendaftaran KIP Kuliah'. Penelusuran mengarah pada halaman situs kip-kuliah.kemdiktisaintek.go.id yang memuat panduan pendaftaran KIP kuliah 2025.
    Situs kip-kuliah.kemdiktisaintek.go.id menyebutkan tata cara pendaftaran KIP Kuliah untuk seluruh jalur masuk (SNBP, SNBT, dan Mandiri) dilakukan secara online melalui laman https://kip-kuliah.kemdiktisaintek.go.id/.
    Penerima KIP Kuliah ditetapkan oleh PPAPT Kemdiktisaintek atas usulan perguruan tinggi setelah mahasiswa melakukanregistrasi dan diterima secara resmi sebagai mahasiswa aktifdi perguruan tinggi.
    Berikut panduan mendaftara KIP:
    Pendaftaran akun di laman KIP Kuliah dilakukan melalui dua cara:
    1. Siswa mendaftar secara mandiri.
    2. Perguruan Tinggi mendaftarkan mahasiswa yang sudah diterima dan melakukan registrasi.
    Untuk pendaftaran akun di laman KIP Kuliah, calon penerima harus memasukkan data yang valid di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sebagai berikut:
    1. Nomor Induk Kependudukan (NIK);
    2. Nomor Induk Siswa Nasional (NISN); dan
    3. Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN).
    Calon penerima juga harus memiliki email yang aktif untuk pengiriman Nomor Pendaftaran dan Kode Akses setelah sistem KIP Kuliah berhasil melakukan validasi NIK, NISN, dan NPSN.
    Pendaftaran Mandiri
    1. Siswa melakukan Pendaftaran Akun secara mandirimelalui laman https://kip-kuliah.kemdiktisaintek.go.id/
    2. Pada saat pendaftaran, siswa memasukkan NIK, NISN.
    3. Sistem KIP Kuliah selanjutnya akan melakukan validasi NIK, NISN, dan NPSN serta kelayakan mendapatkan KIP Kuliah;
    Jika proses validasi berhasil, Sistem KIP Kuliah selanjutnya akan mengirimkan Nomor Pendaftaran dan Kode Akses ke alamat email yang didaftarkan. Pastikan siswa mendaftarkan email yangaktif agar dapat melihat kode akses yang dikirimkan.NPSN, dan alamat email yang aktif;
    4. Siswa masuk ke dalam laman KIP Kuliah denganmemasukkan Nomor Pendaftaran dan Kode Akses untukmenyelesaikan proses pendaftaran KIP Kuliah dan memilih proses seleksi yang akan diikuti (SNBP/SNBT/Mandiri);
    5. Siswa menyelesaikan proses pendaftaran di laman KIP Kuliah sesuai jalur seleksi yang dipilih melalui jalur SNBP/SNBT/Mandiri setelah mengisi semua informasi dan mengirimkan bukti-bukti yang diminta ke laman KIP Kuliah;
    6. Bagi calon penerima KIP Kuliah yang telah dinyatakan diterima di perguruan tinggi, dapat dilakukan verifikasi lebih lanjut oleh perguruan tinggi sebelum diusulkan ke Kemdiktisaintek sebagai mahasiswa penerima KIP Kuliah.
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran KIP Kuliah tidak benar.
    Pendaftaran KIP Kuliah untuk seluruh jalur masuk (SNBP, SNBT, dan Mandiri) dilakukan secara online melalui laman https://kip-kuliah.kemdiktisaintek.go.id/.

    Rujukan

  • (GFD-2025-28856) [SALAH] Kondisi Ahmad Sahroni, Uya Kuya, dan Eko Patrio Setelah Rumah Mereka Dijarah

    Sumber: TikTok.com
    Tanggal publish: 04/09/2025

    Berita

    Akun TikTok “dimasss13” pada Senin (1/9/2025) mengunggah foto [arsip] dengan keterangan memperlihatkan kondisi Eko Patrio, Ahmad Sahroni, dan Uya Kuya pasca terjadinya penjarahan di rumah mereka. Unggahan tersebut disertai dengan narasi sebagai berikut:

    Beginilah, kondisi mereka sekarang, yg tadinya petantang petenteng 😅#ahmadsahroni #ekopatrio #uyakuya #dpr #demo

    Hingga artikel ini ditulis, unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 1.000 tayangan.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan pencarian pertama mengenai kondisi Ahmad Sahroni dengan menggunakan alat pencarian gambar melalui Google. Hasilnya, ditemukan salah satu gambar serupa pada Instagram @ahmadsahroni88. Foto tersebut diunggah pada tahun 2023 ketika ia dirawat di rumah sakit.

    Berikutnya pencarian kedua dilakukan dengan menggunakan kata kunci “Eko Patrio Dirawat”. Hasilnya, penelusuran mengarah pada artikel yang dimuat oleh Liputan6.com. Saat itu Eko Patrio sedang dirawat di rumah sakit pada tahun 2019 akibat sakit yang dideritanya. Tangan dengan lengan panjang putih seperti yang ada pada gambar sumber merupakan Viona Rosalina yang saat itu juga dibesuk bersama Ayu Ting-ting.

    Pencarian terakhir terkait dengan kondisi Uya Kuya, tim pemeriksa fakta melakukan pencarian melalui Google dengan menggunakan kata kunci “Uya Kuya terbaring sakit”. Hasilnya, ditemukan artikel yang dimuat oleh Kapanlagi.com, foto tersebut merupakan momen ketika Uya Kuya terkena Covid-19 pada tahun 2021.

    Sehingga ke-3 foto tersebut tidak berkaitan dengan kejadian pasca penjarahan rumah terjadi ketika adanya demo yang terjadi beberapa hari yang lalu.

    Kesimpulan

    Informasi “kondisi Ahmad Sahroni, Uya Kuya, dan Eko Patrio setelah rumah mereka dijarah” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-28857) [SALAH] Penemuan Alat Bantu Seks di Kediaman Ahmad Sahroni

    Sumber: X/Twitter
    Tanggal publish: 04/09/2025

    Berita

    Pada Minggu (31/8/2025) beredar foto di X (arsip cadangan) oleh akun “🐨 𝕮𝖗𝖎𝖘𝖙𝖆𝖓𝖙𝖔 𝕯 𝕹 🐨” (@AntoniusCDN) dengan narasi:

    “Benda ini membuktikan
    bahwa istri Sahroni saja
    tidak puas dengan kinerja Sahroni"

    dengan menambahkan:

    “🤣”

    di unggahannya.

    Per tangkapan layar dibuat unggahan tersebut sudah dilihat 2.5 juta kali, mendapatkan 1.3 ribu jawaban, dibagikan ulang 4.2 ribu kali, dan disukai 25 ribu kali oleh pengguna X lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta MAFINDO (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim menggunakan Google Lens untuk menemukan sumber foto yang disebarkan, hasilnya didapatkan sebuah sumber yang sebelumnya membagikan video yang mirip dengan konteks yang benar.

    Akun Facebook "King._.memes_" (fb.me/Kiingmemes) sudah membagikan video yang dibagikan oleh akun X @AntoniusCDN sebelumnya pada 7 Agustus 2020 lalu, sehingga dari aspek waktu tidak relevan dengan peristiwa penjarahan kediaman Ahmad Sahroni berkaitan dengan unjuk rasa DPR yang berlangsung di akhir bulan Agustus beberapa hari lalu.

    Berkaitan dengan peristiwa penjarahan kediaman Ahmad Sahroni, pencarian di Google News dengan kata kunci “penjarahan rumah sahroni” menghasilkan artikel-artikel dari sumber-sumber autoritatif, yaitu berita dari berbagai media.

    Kesimpulan

    Unggahan tersebut masuk ke kategori konten yang menyesatkan (misleading content). Faktanya, foto yang disebarkan sudah beredar sebelumnya sejak tahun 2020 lalu, salah satunya di akun Facebook "King._.memes_".

    Rujukan