(GFD-2025-28867) Cek Fakta: Hoaks Alfamart Bagikan 280 Kulkas dan Mesin Cuci yang Tidak Bisa Dijual karena Penyok
Sumber:Tanggal publish: 04/09/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan Alfamart membagikan 280 kulkas dan mesin cuci yang tidak dapat dijual karena penyok. Postingan itu beredar sejak awal pekan ini.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 1 September 2025.
Berikut isi postingannya:
"Dengan bangga kami umumkan bahwa kami akan membagikan 280 kulkas dan mesin cuci yang tidak dapat dijual karena goresan dan penyok kecil. Semuanya dalam kondisi baik dan baru. Kami akan mengirimkannya secara acak kepada para pengikut setiap hari. Cukup ketik @ dan tekan tombol sorotan. Jika berubah menjadi biru, Anda telah terpilih.Pemenang akan diumumkan pada 05 September 2025."
Dalam kolom komentar akun tersebut juga menambahkan narasi seperti ini:
"Terima kasih telah berpartisipasi dalam kompetisi kami! Pastikan Anda berkomentar di @sorotan hingga berubah menjadi biru. Pemenang akan dihubungi melalui Messenger. Semoga beruntung. Sukai halaman kami untuk mendapatkan informasi terbaru"
Lalu benarkah postingan Alfamart membagikan 280 kulkas dan mesin cuci yang tidak dapat dijual karena penyok?
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim Alfamart membagikan 280 kulkas dan mesin cuci dan kulkas yang tidak dapat dijual karena penyok dengan menghubungi Direktur Corporate Affairs PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) Solihin.
Dia menyatakan, klaim tersebut adalah hoaks.
"Itu hoaks ya, bukan dari Alfamart, dibuat oleh orang yang tidak bertanggung jawab," kata Solihin kepada Liputan6.com, beberapa waktu lalu.
Penelusuran juga mengarah ke laman Instagram resmi Alfamart yang terverifikasi.
Pada highlights Instagram Alfamart terdapat unggahan yang meminta masyarakat waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan Alfamart.
"Awas penipuan mengatasnamakan Alfamart.
Yuk #BijakHadapiHoax, Jangan lengah, tetap waspada
Hati-hati terhadap link penipuan (phising) mengiming-imingi hadiah atau undian yang mencatut nama Alfamart di dalamnya yang disebarkan melalui broadcast Whatsapp ataupun media sosial tidak resmi.
Segala bentuk program promo, hadiah, dan kuis Alfamart dapat dicek pada sosial media atau media sosial resmi Alfamart dan situs resmi perusahaan (www.alfamart.co.id).
Abaikan dan laporkan segera jika menemukan link phising tersebut ke layanan resmi KOMINFO di aduankonten.id atau dapat konfirmasi melalui Alfacare di 1500-959.
Saring sebelum Sharing!"
Kesimpulan
Postingan Alfamart membagikan 280 kulkas dan mesin cuci yang tidak dapat dijual karena penyok adalah hoaks.
Rujukan
(GFD-2025-28868) Cek Fakta: Tidak Benar Foto Ahmad Sahroni Pingsan Usai Rumahnya Dijarah Massa
Sumber:Tanggal publish: 04/09/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan foto Ahmad Sahroni jatuh pingsan usai rumahnya dijarah massa. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 31 Agustus 2025.
Dalam postingannya terdapat foto Sahroni sedang berbaring di ranjang rumah sakit dengan narasi sebagai berikut:
"Diduga Ahmad Sahroni jatuh pingsan saat mengetahui brankasnya dijebol warga! dan kaget rumahnya dibakar, diacak-acak dijarah tak tersisa aset semua habis."
Akun itu menambahkan narasi:
"Ahmad Sahroni syok, pingsan dan dirawat di RS: "ini tentang hukum, sy akan tuntut kalian semua" ucap Sahroni saat sadar."
Lalu benarkah postingan foto Ahmad Sahroni jatuh pingsan usai rumahnya dijarah massa?
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan foto yang identik dengan postingan. Foto itu diunggah oleh Ahmad Sahroni di akun Instagram pribadinya, @ahmadsahroni88.
Namun foto itu diunggah bukan setelah rumahnya dijarah pada pekan lalu. Foto itu diunggah sejak 12 April 2023 dengan narasi sebagai berikut:
"Hidup harus berimbang, .Kadang Super sehat juga Drop shayy....Makasih Dokkk... Emang wajib datengin IGD..."
Kesimpulan
Postingan foto Ahmad Sahroni jatuh pingsan usai rumahnya dijarah massa adalah tidak benar.
Rujukan
(GFD-2025-28870) [HOAKS] Video Kebakaran Gedung DPR RI dan Perusahaan di Jakarta pada 2 September 2025
Sumber:Tanggal publish: 04/09/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial beredar video yang diklaim menunjukkan kebakaran Gedung DPR RI di Senayan, Jakarta, pada Selasa (2/9/2025).
Narasi video menyebutkan, kebakaran Gedung DPR RI tersebut menjalar ke gedung perusahaan di dekatnya.
Namun berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut hoaks dan berpotensi menimbulkan kerusuhan.
Video yang diklaim menunjukkan kebakaran Gedung DPR RI dan gedung perusahaan di dekatnya dibagikan oleh akun TikTok ini pada Selasa (2/9/2025).
Berikut narasi yang dibagikan:
UPDATE TERBARU. SITUASI TERKINI KEBAKARAN GEDUNG DPR. API MULA MARAK KE SELURUH PERUSAHAAN. JAKARTA, 2 SEPTEMBER 2025
Dalam video itu, tampak api berkobar hebat di area yang dikelilingi pepohonan. Terdengar suara perempuan berteriak "Oh my God".
Narasi video menyebutkan, kebakaran Gedung DPR RI tersebut menjalar ke gedung perusahaan di dekatnya.
Namun berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut hoaks dan berpotensi menimbulkan kerusuhan.
Video yang diklaim menunjukkan kebakaran Gedung DPR RI dan gedung perusahaan di dekatnya dibagikan oleh akun TikTok ini pada Selasa (2/9/2025).
Berikut narasi yang dibagikan:
UPDATE TERBARU. SITUASI TERKINI KEBAKARAN GEDUNG DPR. API MULA MARAK KE SELURUH PERUSAHAAN. JAKARTA, 2 SEPTEMBER 2025
Dalam video itu, tampak api berkobar hebat di area yang dikelilingi pepohonan. Terdengar suara perempuan berteriak "Oh my God".
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri menggunakan Google Lens, Tim Cek Fakta Kompas.com menemukan visual yang sama dalam video TikTok tertanggal 29 Juli 2025.
Video tersebut disertai narasi dalam bahasa Thailand yang menyebutkan bahwa gambar tersebut terkait dengan konflik Thailand-Kamboja pada Juli 2025.
Sementara itu, audio dari video yang diklaim kebakaran gedung DPR RI dan gedung perusahaan di dekatnya berasal dari peristiwa yang tidak berkaitan.
Audio tersebut berasal dari video jembatan runtuh di Nepal yang dibagikan oleh akun TikTok ini pada 3 Maret 2022.
Selain itu, tidak ditemukan laporan kredibel mengenai kebakaran gedung DPR RI atau gedung perusahaan di sekitarnya pada Selasa (2/9/2025).
Video tersebut disertai narasi dalam bahasa Thailand yang menyebutkan bahwa gambar tersebut terkait dengan konflik Thailand-Kamboja pada Juli 2025.
Sementara itu, audio dari video yang diklaim kebakaran gedung DPR RI dan gedung perusahaan di dekatnya berasal dari peristiwa yang tidak berkaitan.
Audio tersebut berasal dari video jembatan runtuh di Nepal yang dibagikan oleh akun TikTok ini pada 3 Maret 2022.
Selain itu, tidak ditemukan laporan kredibel mengenai kebakaran gedung DPR RI atau gedung perusahaan di sekitarnya pada Selasa (2/9/2025).
Kesimpulan
Video yang diklaim menunjukkan kebakaran Gedung DPR RI dan gedung perusahaan di dekatnya pada Selasa (2/9/2025) adalah hoaks.
Visual yang dibagikan berasal dari video TikTok terkait konflik Thailand-Kamboja pada Juli 2025. Sedangkan audionya berasal dari video jembatan runtuh di Nepal pada Maret 2022.
Visual yang dibagikan berasal dari video TikTok terkait konflik Thailand-Kamboja pada Juli 2025. Sedangkan audionya berasal dari video jembatan runtuh di Nepal pada Maret 2022.
Rujukan
(GFD-2025-28871) [SALAH] Video Demo di Bandara Soekarno-Hatta 30 Agustus 2025
Sumber: Tiktok.comTanggal publish: 04/09/2025
Berita
Pada Sabtu (30/8/2025) akun TikTok “magdalensgracia” membagikan video [arsip] berisi narasi:
“Ingin kabur dari ricuh demo nya jkt malah dibandara soeta juga ada demo
Indonesia sedang tidak baik baik saja”
Hingga Kamis (4/9/2025) unggahan mendapatkan 153 tanda suka, 8 komentar dan dibagikan ulang 75 kali.
“Ingin kabur dari ricuh demo nya jkt malah dibandara soeta juga ada demo
Indonesia sedang tidak baik baik saja”
Hingga Kamis (4/9/2025) unggahan mendapatkan 153 tanda suka, 8 komentar dan dibagikan ulang 75 kali.
Hasil Cek Fakta
Disadur dari artikel Cek Fakta tempo.co.
Tempo melakukan verifikasi terhadap klaim tersebut dengan mewawancarai otoritas bandara, pemantauan lapangan, hingga menelusuri laporan dari media kredibel. Hasilnya, tidak ditemukan adanya massa yang berdemonstrasi di Bandara Soekarno-Hatta.
Faktanya, hanya terjadi kerumunan di terminal 3 pada 31 Agustus 2025 karena adanya lonjakan penumpang yang ingin keluar dari Indonesia untuk menghindari kericuhan.
Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Komisaris Besar Ronald Sipayung menyatakan bahwa operasional bandara berjalan normal seperti biasa.
“Situasi Bandara Soekarno-Hatta baik kedatangan dan keberangkatan normal dan lancar,” ujar Ronald saat dihubungi Tempo, Minggu (31/8/2025).
Tempo melakukan verifikasi terhadap klaim tersebut dengan mewawancarai otoritas bandara, pemantauan lapangan, hingga menelusuri laporan dari media kredibel. Hasilnya, tidak ditemukan adanya massa yang berdemonstrasi di Bandara Soekarno-Hatta.
Faktanya, hanya terjadi kerumunan di terminal 3 pada 31 Agustus 2025 karena adanya lonjakan penumpang yang ingin keluar dari Indonesia untuk menghindari kericuhan.
Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Komisaris Besar Ronald Sipayung menyatakan bahwa operasional bandara berjalan normal seperti biasa.
“Situasi Bandara Soekarno-Hatta baik kedatangan dan keberangkatan normal dan lancar,” ujar Ronald saat dihubungi Tempo, Minggu (31/8/2025).
Kesimpulan
Unggahan video berisi klaim “demo di Bandara Soekarno-Hatta 30 Agustus 2025” merupakan konten menyesatkan (misleading content).
Rujukan
- http[tempo.co] Keliru: Video Demonstrasi di Bandara Soekarno-Hatta
- https://cekfakta.tempo.co/fakta/3803/keliru-video-demonstrasi-di-bandara-soekarno-hatta
- https://www.tiktok.com/@magdalensgracia/video/7544309049714674949 (unggahan akun TikTok “magdalensgracia”)
- https://archive.is/Kchko (arsip unggahan akun TikTok “magdalensgracia”)
Halaman: 1535/8123
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4202401/original/002968800_1666659830-cek_fakta_alfagift.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5337754/original/055356300_1756956189-cek_fakta_sahroni.jpg)

