• (GFD-2025-28250) Keliru: Pesan Berantai dari Yusril Ihza Mahendra tentang Cengkeraman Cina

    Sumber:
    Tanggal publish: 04/08/2025

    Berita

    SEBUAH pesan berantai yang diklaim berasal dari tulisan Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, beredar di WhatsApp baru-baru ini. Konten yang sama juga dapat diakses di Facebook [arsip].

    Pesan itu memuat judul mengenai cengkeraman Cina yang membebani generasi muda Indonesia. Cengkeraman oleh Cina ini menjadi salah satu dari empat serangan lain yakni Komunis, Yahudi, Syiah, dan para munafik. 



    Tempo menerima permintaan pembaca untuk memverifikasi konten tersebut. Benarkah pesan berantai itu berasal dari tulisan Yusril Ihza Mahendra?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi narasi tersebut menggunakan sumber-sumber dari media kredibel di Indonesia. Hasilnya, pesan berantai tersebut pernah beredar sejak 2017 dan tidak berasal dari tulisan Yusril Ihza Mahendra.

    Jejak pesan berantai tersebut pernah dipublikasikan oleh situs media Rmol.id edisi 13 April 2017. Narasi itu beredar menjelang putaran kedua masa pemungutan suara Pilkada Jakarta yang diikuti oleh pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno serta pasangan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni. Selama Pilkada tersebut, Basuki alias Ahok yang berlatar belakang peranakan Cina dan Kristen, banyak mendapatkan ujaran kebencian.

    Pemungutan suara Pilkada Jakarta putaran pertama berlangsung pada 15 Februari 2017. Saat itu, pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat menempati posisi pertama dengan 42,96 % suara. Di posisi kedua, Anies Baswedan-Sandiaga Uno dengan 39,97% suara dan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang mendapatkan 17,06% suara. 

    Karena belum ada pasangan yang meraih 50 persen+1 suara sebagai syarat menang, maka Pilkada Jakarta berlangsung dua putaran. Putaran kedua tersebut digelar pada 19 Februari 2017.

    Dalam artikel di RMOL tersebut, Yusril membantah bahwa pesan berantai tersebut berasal dari tulisannya. Dia mengatakan gaya bahasa pesan tersebut tidak seperti miliknya. Dia meminta agar masyarakat tidak lagi meneruskan atau menyebarkan pesan yang berisi kebohongan tersebut.

    "Saya tegaskan sekali lagi bahwa ini hoax, bukan tulisan saya. Ada kata "saudaraku seiman" yang tidak biasa digunakan oleh seorang muslim seperti saya," kata Yusril dikutip dari situs RMOL.

    Tahun 2018 narasi serupa disebar kembali, dan mendapatkan bantahan lagi dari Yusril. Dikutip dari Bisnis.com, dia mengutuk keras pesan bohong yang mencomot namanya.  

    Pada tahun ini, isi pesan berantai ditambah dengan narasi, sekitar 200 juta orang Cina akan pindah warga negara sebagai WNI, umat Muslim dipaksa untuk meninggalkan agamanya, serta pemilu di level pusat hingga daerah akan dimenangkan oleh Cina. 

    Pesan berantai tersebut beredar, menjelang Pemilu 2019 yang diikuti Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan pesan berantai tentang lima kekuatan besar yang menyerang Indonesia secara sistematis yang ditulis Prof Yusril Ihza Mahendra adalah klaim keliru.

    Rujukan

  • (GFD-2025-28255) [SALAH] Foto Pesawat MiG-21 Kamboja Jatuh setelah Lawan Pesawat Thailand

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 04/08/2025

    Berita

    Pada Minggu (27/7/2025) akun Facebook “Saenal Abidin” membagikan foto [arsip] yang menampilkan jatunya pesawat jet berbendera Kamboja.

    Unggahan disertai narasi :

    “Jet tempur Mig-21 gagal melawan f-16

    Adu tehniks di udara, pesawat tempur Kamboja vs Thailand”

    Hingga Senin (1/8/2025) unggahan mendapatkan lebih dari 1.000 tanda suka, 198 komentar dan telah dibagikan ulang 32 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengecek keaslian gambar menggunakan alat pendeteksi AI, Hive Moderation. Diketahui, gambar tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,8 persen.

    Dilansir dari cnnindonesia.com, titik awal konflik modern antara kedua negara terjadi pada 2008, ketika bentrokan meletus di sekitar Candi Preah Vihear yang terletak di wilayah perbatasan. Meski Mahkamah Internasional pada 1962 menyatakan candi itu milik Kamboja, Thailand tetap mengeklaim sebagian wilayah di sekitarnya. Bentrokan senjata antara militer kedua negara terjadi, menewaskan sejumlah prajurit dan warga sipil.

    Konflik kembali memanas pada 2011, kali ini meluas hingga ke kompleks Candi Ta Muen Thom. Pertempuran berlangsung selama beberapa hari dan menyebabkan sebanyak 40 orang tewas. Kedua pihak saling menuduh telah melanggar wilayah satu sama lain. Meski begitu, setelah tekanan dari ASEAN dan masyarakat internasional, kedua negara sepakat untuk meredakan ketegangan.

    Pada akhir 2024 hingga pertengahan 2025, konflik kembali memanas dengan dimensi yang lebih kompleks. Bulan Mei 2025, seorang tentara Kamboja dilaporkan tewas akibat bentrokan. Meski sempat dilakukan dialog antara komandan militer kedua negara, insiden ledakan ranjau yang melukai lima tentara Thailand pada Rabu (23/7) memicu kemarahan dan memperluas skala pertempuran.

    Berdasarkan pemberitaan antaranews.com, jumlah korban jiwa akibat konflik antara Thailand dan Kamboja terus bertambah mencapai 35 orang hingga Minggu, (27/7/2025). Pemerintah Thailand mencatat 22 korban tewas, terdiri dari 14 warga sipil dan delapan tentara, serta 140 orang lainnya mengalami luka-luka. Sementara itu, Kamboja melaporkan total 13 korban jiwa dan puluhan korban luka, baik dari kalangan militer maupun sipil. Konflik juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur di wilayah perbatasan kedua negara.

    Kesimpulan

    Unggahan foto berisi klaim “pesawat MiG-21 Kamboja jatuh setelah melawan pesawat Thailand” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-28256) [SALAH] Ahok Seret Nama Jokowi dalam Kasus Korupsi Pertamina

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 04/08/2025

    Berita

    Akun Facebook “Noe Saptuno” pada Rabu (30/7/2025) membagikan video [arsip] disertai narasi:
    “P4K JOKOWI T4HU S3MU4NYA , KUROPSI 4,5 TRILIUN” K4TA 4HOK
    4HOK S3RET JOKOWI SK4ND4L B3S4R KUROPSI P4RT4MIN4, AHOK MINT4 JOKOWI DI P3RIKS4
    T4k t3rim4 di p3riks4 K3ja9un9 & KPK s3ndiri 4hok bocork4n r4h4si4 jokowi s4kand4l kuropsi p4rtamin4..!!””
    Per Senin (4/8/2025), konten tersebut telah mendapat lebih dari 35.900 tanda suka dan 3.500 komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Ahok seret nama Jokowi dalam kasus Pertamina” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke dua pemberitaan.
    Pertama, pemberitaan nasional.kompas.com “Menilik Posisi Ahok di Pusaran Kasus Korupsi Pertamina” yang tayang Jumat (14/3/2025). Dari berita ini diketahui kalau Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok telah diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi Pertamina yang merugikan negara hingga Rp193,7 triliun pada Kamis (13/3/2025). Pemeriksaan ini dilakukan karena Ahok pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina sejak 2019 hingga 2024. Sejauh ini, Kejaksaan Agung (Kejagung) tidak menyatakan bahwa Ahok terlibat dalam kasus korupsi Pertamina.
    Kedua, pemberitaan detik.com “Jokowi Buka Suara soal Korupsi Pertamina, Singgung Kontrol Komisaris-Direksi” yang tayang Kamis (6/3/2025). Dari berita ini diketahui kalau Jokowi mempersilakan kasus korupsi Pertamina diproses secara hukum. Ketika disinggung apakah ia sempat menaruh curiga selama 2018 hingga 2023, Jokowi menampik karena menurutnya manajemen kontrol Pertamina dipegang oleh komisaris hingga direksi yang telah dipilih melalui proses Tim Penilai Akhir (TPA).
    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim tentang “Ahok seret nama Jokowi dalam kasus korupsi Pertamina”.

    Kesimpulan

    Unggahan video berisi klaim “Ahok seret nama Jokowi dalam kasus korupsi Pertamina” adalah konten palsu (fabricated content).
    (Ditulis oleh ‘Ainayya)

    Rujukan

  • (GFD-2025-28257) [PENIPUAN] Bos Perusahaan Otobus (PO) Haryanto Bagi-Bagi Uang

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 04/08/2025

    Berita

    Akun Facebook “Melvina Husyanti” pada Sabtu (19/7/2025) mengunggah video [arsip] dengan narasi:
    "W.A:081374207931
    ASSALAMUALAIKUM SAYA HAJI HARYANTO KHUSUS YANG BISA TANGKAP GAMBAR PAS DENGAN GARIS PAK HAJI AKAN KASIH HADIAH UANG 50 JUTA INI ASLI BUKAN HOAX YA"
    Per Senin (4/8/2025), konten tersebut sudah mendapat lebih dari 4 ribu tanda suka dan 2 ribu komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menganalisis konten itu dengan perangkat deteksi AI, Hive Moderation. Diketahui, konten tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,2 persen.
    TurnBackHoax lalu memeriksa nomor WA yang tertera dalam konten unggahan akun Facebook “Melvina Husyanti” melalui Getcontact. Hasilnya, tidak ada informasi yang berhubungan dengan Kopral Kepala (Purn.) H. Haryanto.
    TurnBackHoax kemudian menelusuri akun Instagram “haryantomania_ig” milik H. Haryanto. Diketahui, pihak H. Haryanto sudah menegaskan bahwa konten bagi-bagi uang maupun meminta sumbangan yang mengatasnamakan H. Haryanto adalah hoaks.

    Kesimpulan

    Unggahan video berisi klaim “Kopral Kepala (Purn) H. Haryanto atau pemilik PO Haryanto bagi-bagi uang” merupakan konten palsu (fabricated content).
    (Ditulis oleh Ainayya)

    Rujukan