KOMPAS.com - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memutuskan untuk memblokir sementara rekening bank yang tidak aktif atau dormant selama 3 sampai 12 bulan.
Di media sosial, beredar sebuah video yang diklaim sebagai nasabah bank yang mengeluh karena rekeningnya telah diblokir dan tidak bisa melakukan tarik tunai.
Namun berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu disebarkan dengan konteks keliru.
Video nasabah bank mengamuk karena rekeningnya diblokir disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Tampak orang-orang berkumpul di depan meja layanan sambil berteriak.
Seorang pria tampak menjelaskan sesuatu, tetapi orang-orang tetap merasa tidak puas.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Sabtu (2/8/2025):
Rame rame mau tarik uang di Bank namun uangnya tidak ada.Hingga berbondong bondong nasabah bank mengamuk ..
Video serupa juga disebarkan melalui Reels, seperti yang diunggah oleh akun ini, ini, dan ini.
(GFD-2025-28293) [KLARIFIKASI] Penumpang Keluhkan Pesawat Delay, Bukan Rekening Diblokir
Sumber:Tanggal publish: 05/08/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Peristiwa dalam video bukan berlokasi di sebuah bank. Video juga tidak memperlihatkan nasabah yang protes terkait pemblokiran rekening.
Apabila diperhatikan dengan saksama, ada satu petugas memakai rompi hijau dengan logo maskapai penerbangan Lion Air.
Meski belum menemukan video identik, tetapi ditemukan video dari peristiwa serupa dengan sudut pandang berbeda.
Video tersebut diunggah oleh akun TikTok @meysharoh5 pada Rabu (30/7/2025).
Keterangan unggahan menyebutkan, video berlokasi di Bandar Udara (Bandara) Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur.
Para penumpang mengeluh pada petugas karena pesawat mengalami delay atau keterlambatan hingga berjam-jam.
Untuk membuktikannya, Tim Cek Fakta Kompas.com membandingkannya dengan kumpulan foto Bandara Juanda yang diunggah pengguna internet di Google.
Tampak ubinnya memiliki warna dan pola yang sama.
Selain itu, terdapat LA Cafe yang terbukti ada di dalam area Bandara Juanda. Fotonya dapat dilihat di sini dan di sini.
Sebagai informasi, sejak awal tahun, PPATK telah memblokir sekitar 31 juta rekening bank yang tidak aktif atau dorman, dengan nilai mencapai Rp 6 triliun.
Namun sebagaimana diwartakan Harian Kompas, PPATK telah membuka kembali puluhan juta rekening dorman sebelum terblokir.
Meski rekening diblokir, tetapi PPATK menjamin uang nasabah tetap aman.
PPATK memblokir rekening dorman dengan alasan melindunginya dari penampungan hasil tindak pidana penipuan, perdagangan narkotika, dan tindak pidana lainnya.
Pasalnya banyak akun yang dijual secara diam-diam untuk dijadikan rekening untuk deposit judi online.
Apabila diperhatikan dengan saksama, ada satu petugas memakai rompi hijau dengan logo maskapai penerbangan Lion Air.
Meski belum menemukan video identik, tetapi ditemukan video dari peristiwa serupa dengan sudut pandang berbeda.
Video tersebut diunggah oleh akun TikTok @meysharoh5 pada Rabu (30/7/2025).
Keterangan unggahan menyebutkan, video berlokasi di Bandar Udara (Bandara) Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur.
Para penumpang mengeluh pada petugas karena pesawat mengalami delay atau keterlambatan hingga berjam-jam.
Untuk membuktikannya, Tim Cek Fakta Kompas.com membandingkannya dengan kumpulan foto Bandara Juanda yang diunggah pengguna internet di Google.
Tampak ubinnya memiliki warna dan pola yang sama.
Selain itu, terdapat LA Cafe yang terbukti ada di dalam area Bandara Juanda. Fotonya dapat dilihat di sini dan di sini.
Sebagai informasi, sejak awal tahun, PPATK telah memblokir sekitar 31 juta rekening bank yang tidak aktif atau dorman, dengan nilai mencapai Rp 6 triliun.
Namun sebagaimana diwartakan Harian Kompas, PPATK telah membuka kembali puluhan juta rekening dorman sebelum terblokir.
Meski rekening diblokir, tetapi PPATK menjamin uang nasabah tetap aman.
PPATK memblokir rekening dorman dengan alasan melindunginya dari penampungan hasil tindak pidana penipuan, perdagangan narkotika, dan tindak pidana lainnya.
Pasalnya banyak akun yang dijual secara diam-diam untuk dijadikan rekening untuk deposit judi online.
Kesimpulan
Video keluhan penumpang pesawat Lion Air yang mengalami keterlambatan disebarkan dengan konteks keliru.
Lokasinya berada di Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur.
Peristiwa dalam video bukanlah nasabah yang mengeluhkan rekening yang telah terblokir.
Lokasinya berada di Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur.
Peristiwa dalam video bukanlah nasabah yang mengeluhkan rekening yang telah terblokir.
Rujukan
- https://www.facebook.com/fikri.yandi.9889/videos/1674906093170535
- https://www.facebook.com/daniel.gulo.9/videos/1260283285556695/
- https://www.facebook.com/medankabarcom/videos/2593529167660323
- https://www.facebook.com/100086184882849/videos/1470895943932213
- https://www.facebook.com/reel/4138336569770217
- https://www.facebook.com/reel/762239642870194
- https://www.facebook.com/reel/1674906093170535
- https://www.lionair.co.id/tentang-kami/our-people
- https://www.tiktok.com/@meysharoh5/video/7532820347364642054
- https://www.google.com/search?q=bandara+juanda+gate+1&oq=bandara+juanda+gate+1&gs_lcrp=EgZjaHJvbWUyBggAEEUYOTIICAEQABgWGB4yCAgCEAAYFhgeMggIAxAAGBYYHjIICAQQABgWGB4yCAgFEAAYFhgeMgoIBhAAGIAEGKIEMgoIBxAAGIAEGKIEMgoICBAAGIAEGKIEMgoICRAAGIAEGKIE0gEIMzY1MWowajmoAgCwAgE&sourceid=chrome&ie=UTF-8&lqi=ChViYW5kYXJhIGp1YW5kYSBnYXRlIDFIor2fB1onEAIQAxgAGAEiFWJhbmRhcmEganVhbmRhIGdhdGUgMSoCCAIyAmlkkgEVaW50ZXJuYXRpb25hbF9haXJwb3J0qgFVCgkvbS8wZ2hycDIQASoKIgZnYXRlIDEoJjIfEAEiG4gLdmKE43VKzEXKmDWQtu_6tbJP9AUczpoAeTIZEAIiFWJhbmRhcmEganVhbmRhIGdhdGUgMQ#rlimm=13906970893762107624&lpg=cid:CgIgARICGAI%3D,ik:CAoSHENJQUJJaER1eC1BSlRxTC1pQkJuN0VVZWVEaDU%3D
- https://www.google.com/search?q=la+cafe+juanda&oq=la+cafe+juanda&gs_lcrp=EgZjaHJvbWUqBwgAEAAYgAQyBwgAEAAYgAQyCAgBEAAYFhgeMggIAhAAGBYYHjIICAMQABgWGB4yCAgEEAAYFhgeMggIBRAAGBYYHjIICAYQABgWGB4yCAgHEAAYFhgeMggICBAAGBYYHjIICAkQABgWGB7SAQgyMjM5ajBqN6gCALACAA&sourceid=chrome&ie=UTF-8#lpg=cid:CgIgAQ%3D%3D,ik:CAoSFkNJSE0wb2dLRUlDQWdJQ09fcEhKVUE%3D
- https://www.kompas.id/artikel/ppatk-puluhan-juta-rekening-terblokir-sudah-diaktifkan-kembali
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-28297) [HOAKS] Tautan untuk Mendapatkan Bantuan Bibit Ayam
Sumber:Tanggal publish: 05/08/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial beredar tautan yang diklaim untuk mendapatkan bantuan bibit ayam dari pemerintah.
Namun berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan tersebut terindikasi sebagai modus phishing atau pencurian data pribadi.
Tautan yang diklaim untuk mendapatkan bantuan bibit ayam dari pemerintah dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, Senin (4/8/2025).
Berikut narasi yang dibagikan:
PROGRAM PEMERINTAH TAHUN ANGGARAN 2025BANTUAN BIBIT AYAM UNTUK MASYARAKAT INDONESIA!
Info selengkapnya dan cara daftar: daftarsekaranghariini[dot]at1l1[dot]comKlik link di bio profil kami.
Screenshot Hoaks, tautan bantuan bibit ayam dari pemerintah
Namun berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan tersebut terindikasi sebagai modus phishing atau pencurian data pribadi.
Tautan yang diklaim untuk mendapatkan bantuan bibit ayam dari pemerintah dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, Senin (4/8/2025).
Berikut narasi yang dibagikan:
PROGRAM PEMERINTAH TAHUN ANGGARAN 2025BANTUAN BIBIT AYAM UNTUK MASYARAKAT INDONESIA!
Info selengkapnya dan cara daftar: daftarsekaranghariini[dot]at1l1[dot]comKlik link di bio profil kami.
Screenshot Hoaks, tautan bantuan bibit ayam dari pemerintah
Hasil Cek Fakta
Setelah diperiksa, tautan yang beredar di Facebook itu tidak mengarah ke situs resmi Kementerian Pertanian (Kementan).
Tautan itu mengarah ke situs yang meminta pengunjung memasukkan data pribadi seperti nama lengkap dan nomor akun Telegram.
Awas, jangan masukkan data pribadi apa pun ke situs tersebut. Ini merupakan modus phishing atau memancing calon korban menyerahkan data pribadinya.
Sementara itu, Direktorat Jenderal Peternakan Dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) telah mengeluarkan imbauan terkait penipuan berkedok bantuan hewan ternak.
Melalui akun Instagram resmi, 24 Juli 2025, Ditjen PKH mengingatkan masyarakat untuk memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi.
Tautan itu mengarah ke situs yang meminta pengunjung memasukkan data pribadi seperti nama lengkap dan nomor akun Telegram.
Awas, jangan masukkan data pribadi apa pun ke situs tersebut. Ini merupakan modus phishing atau memancing calon korban menyerahkan data pribadinya.
Sementara itu, Direktorat Jenderal Peternakan Dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) telah mengeluarkan imbauan terkait penipuan berkedok bantuan hewan ternak.
Melalui akun Instagram resmi, 24 Juli 2025, Ditjen PKH mengingatkan masyarakat untuk memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan yang diklaim untuk mendapatkan bantuan bibit ayam dari pemerintah adalah hoaks.
Tautan itu tidak mengarah ke situs resmi Kementan dan terindikasi phishing. Ditjen PKH juga telah mengeluarkan imbauan soal penipuan berkedok bantuan hewan ternak.
Tautan itu tidak mengarah ke situs resmi Kementan dan terindikasi phishing. Ditjen PKH juga telah mengeluarkan imbauan soal penipuan berkedok bantuan hewan ternak.
Rujukan
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02DogxQN5FZP8vZVgBrS43wnxqTM6uFn6YNajYk1UwnX8YFZ425Fa3Zr8MZWUfz9Aql&id=61578371102133
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid035XAUbQLjJYXk5XnFTxyVkxM4catdfjizXF1MGYuGiE827d6Qx6nXhqXirAWihAMzl&id=61579143021977
- https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0w3PijFJr8AVJoxvUTXKX6ihptdrYgcL43VrvFYe7VdX2SwJUTjni8v8gCsMSwrK5l&id=61579007967453
- https://www.instagram.com/ditjen_pkh/p/DMerFrmRRpf/
- https://www.instagram.com/p/DMerFrmRRpf/?utm_source=ig_embed&utm_campaign=loading
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-28298) [HOAKS] Prabowo Usulkan Referendum untuk Aceh dan Papua
Sumber:Tanggal publish: 05/08/2025
Berita
KOMPAS.com - Di media sosial, beredar sebuah konten berita yang menyatakan Presiden Prabowo Subianto mengusulkan referendum untuk wilayah Aceh dan Papua.
Konten itu memuat desain menyerupai pemberitaan antara, disertai video Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres, dan fotonya bersalaman dengan Prabowo.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau merupakan hoaks.
Video yang mengeklaim Prabowo mengusulkan referendum untuk Aceh dan Papua disebarkan oleh akun Facebook ini.
Kemudian, tangkapan layar video itu disebarkan ulang oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Berikut judul beritanya:
Prabowo usulkan PBB gelar referendum di wilayah sengketa Aceh dan Papua
Sementara, berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Minggu (3/8/2025):
Bila ini benar adanya.. Referendum yg di usulkan presiden Prabowo merupakan peluang besar untuk Aceh & Papua.
Konten itu memuat desain menyerupai pemberitaan antara, disertai video Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres, dan fotonya bersalaman dengan Prabowo.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau merupakan hoaks.
Video yang mengeklaim Prabowo mengusulkan referendum untuk Aceh dan Papua disebarkan oleh akun Facebook ini.
Kemudian, tangkapan layar video itu disebarkan ulang oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.
Berikut judul beritanya:
Prabowo usulkan PBB gelar referendum di wilayah sengketa Aceh dan Papua
Sementara, berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Minggu (3/8/2025):
Bila ini benar adanya.. Referendum yg di usulkan presiden Prabowo merupakan peluang besar untuk Aceh & Papua.
Hasil Cek Fakta
Foto Prabowo dan Antonio Guterres serupa dengan pemberitaan Antara ini.
Prabowo melakukan pertemuan bilateral dengan Guterres, di sela KTT G20 di Brasil, 17 November 2024.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menyatakan kesiapan Indonesia dalam kerja sama internasional, termasuk melalui pengiriman pasukan penjaga perdamaian jika dibutuhkan.
Sementara, video Guterres yang dipakai sebagai konten bersumber dari kanal YouTube United Nations, yang diunggah pada 10 Oktober 2019.
Dalam video tersebut, Guterres menyampaikan pidato mengenai kesehatan mental.
Tidak ada pembicaraan mengenai referendum Aceh dan Papua, baik dalam pemberitaan Antara maupun pidato Sekjen PBB.
Isu mengenai referendum pelepasan Aceh dan Papua merupakan hoaks berulang.
Sebelumnya, Tim Cek Fakta Kompas.com juga telah membantah klaim serupa tetapi memakai video yang berbeda.
Prabowo melakukan pertemuan bilateral dengan Guterres, di sela KTT G20 di Brasil, 17 November 2024.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menyatakan kesiapan Indonesia dalam kerja sama internasional, termasuk melalui pengiriman pasukan penjaga perdamaian jika dibutuhkan.
Sementara, video Guterres yang dipakai sebagai konten bersumber dari kanal YouTube United Nations, yang diunggah pada 10 Oktober 2019.
Dalam video tersebut, Guterres menyampaikan pidato mengenai kesehatan mental.
Tidak ada pembicaraan mengenai referendum Aceh dan Papua, baik dalam pemberitaan Antara maupun pidato Sekjen PBB.
Isu mengenai referendum pelepasan Aceh dan Papua merupakan hoaks berulang.
Sebelumnya, Tim Cek Fakta Kompas.com juga telah membantah klaim serupa tetapi memakai video yang berbeda.
Kesimpulan
Narasi yang mengeklaim Prabowo mengusulkan referendum untuk Aceh dan Papua merupakan hoaks.
Foto yang beredar bersumber dari pemberitaan Antara ketika Prabowo bertemu Sekjen PBB Antonio Guterres, usai KTT G20 di Brasil.
Sementara videonya bersumber dari pidato Guterres memperingati hari kesehatan mental.
Tidak ada usulan atau pembicaraan mengenai referendum pelepasan wilayah Indonesia.
Foto yang beredar bersumber dari pemberitaan Antara ketika Prabowo bertemu Sekjen PBB Antonio Guterres, usai KTT G20 di Brasil.
Sementara videonya bersumber dari pidato Guterres memperingati hari kesehatan mental.
Tidak ada usulan atau pembicaraan mengenai referendum pelepasan wilayah Indonesia.
Rujukan
- https://www.facebook.com/kalimada.kalimada.2025/videos/24395812556717816/
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=712659774927116&set=a.111687305024369
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=1079839590882069&set=a.104752295057475
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=1194455636044804&set=a.107760664714312
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=24196132680077554&set=a.344549078995915
- https://www.antaranews.com/berita/4473189/presiden-prabowo-dan-sekjen-pbb-bahas-sejumlah-isu-strategis
- https://www.youtube.com/watch?v=aV9Sb8OuXxg&t=1s
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2025/07/17/142800582/-klarifikasi-tidak-benar-prabowo-bahas-pelepasan-aceh-dan-papua-kepada
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2025-28249) Keliru: Video Mobil Berisi 30 Ton Ginjal Manusia
Sumber:Tanggal publish: 04/08/2025
Berita
SEBUAH video yang diklaim sebagai penggerebekan sebuah mobil berisi 30 ton organ ginjal manusia, beredar di WhatsApp, Facebook [arsip] dan Instagram pada 21 Juli 2025.
Video itu memperlihatkan sejumlah petugas berseragam dan bersenjata mengelilingi sebuah mobil box pada malam hari. Narator dalam video itu menjelaskan bahwa mobil itu membawa 30 ton ginjal dan organ tubuh manusia untuk diperdagangkan secara ilegal di pasar internasional.
Tempo menerima permintaan pembaca untuk memeriksa kebenaran narasi tersebut. Benarkah ada penggerebekan mobil yang mengangkut 30 ton organ tubuh manusia?
Video itu memperlihatkan sejumlah petugas berseragam dan bersenjata mengelilingi sebuah mobil box pada malam hari. Narator dalam video itu menjelaskan bahwa mobil itu membawa 30 ton ginjal dan organ tubuh manusia untuk diperdagangkan secara ilegal di pasar internasional.
Tempo menerima permintaan pembaca untuk memeriksa kebenaran narasi tersebut. Benarkah ada penggerebekan mobil yang mengangkut 30 ton organ tubuh manusia?
Hasil Cek Fakta
Tempo memverifikasi video itu dengan memindainya menggunakan alat pendeteksi akal imitasi. Tempo juga bekerja sama dengan Deepfakes Analysis Unit (DAU) dari Misinformation Combat Alliance, India, memverifikasi keaslian konten tersebut. Hasil verifikasi menunjukkan, video tersebut buatan teknologi akal imitasi atau artificial intelligence (AI).
Hasil analisis menggunakan alat pendeteksi akal imitasi, Hive Moderation, menyimpulkan, 99,9 persen video dibuat menggunakan kecerdasan buatan. Demikian juga dengan audio juga dibuat dengan AI, berdasarkan analisis menggunakan Hiya Deepfake Voice Detector.
Deepfakes Analysis Unit (DAU) juga menemukan kejanggalan pada frame menit ke-02:20. Terdapat keanehan pada tulisan ‘interpol’ yang pudar di bagian awalnya, padahal tak tertutup benda apapun. Demikian pula tulisan di papan nama meja yang tak jelas, padahal ukurannya cukup besar.
Kemudian pada menit ke-02:56, terdapat kejanggalan pada bekas jahitan operasi di dada yang tak lazim karena di sana letak tulang rusuk paling kuat. Apalagi bila dikaitkan dengan narasi pengambilan ginjal, letak bekas operasinya tak masuk akal.
Kejanggalan pada menit ke-03:26 tampak pada sosok polisi yang terlihat mengetik tapi tidak menghadap monitor komputernya. Tampilan monitor juga tidak masuk akal, ditambah ada tempelan kantung infus yang menambah keanehan pada visual.
Kejanggalan juga tampak dari tampilan video mirip konferensi pers pada menit ke-09:24. Arah beberapa kameramen terlihat tidak mengarah pada para pejabat, melainkan ke arah yang lain.
Kamera yang menyorot para narasumber juga tak menunjukkan tampilan yang sesuai di layarnya. Keanehan juga terdeteksi dari tulisan di papan nama meja yang buram, padahal ukurannya cukup besar.
DAU menarik kesimpulan, hampir di setiap frame menunjukkan gambar-gambar tersebut dihasilkan oleh akal imitasi. “Ada efek 'salju' aneh yang ditambahkan ke setiap gambar,” kata DAU dalam analisis tertulis yang diterima Tempo, Jumat, 1 Agustus 2025.
Efek salju aneh yang dimaksud adalah taburan bintik-bintik putih yang mirip salju turun dari angkasa. Efek tersebut dimasukkan ke dalam video untuk menyamarkan kejanggalan-kejanggalan bahwa video itu dibuat oleh AI, sehingga mengecoh alat analisis.
Aplikasi pendeteksi suara AI yang digunakan analis DAU, Hive AI Audio Classifier dan Hiya Audio Intelligence, menunjukkan suara dalam video yang beredar juga dibuat menggunakan AI.
Kasus Perdagangan Organ di Indonesia
Tidak ada kasus terbaru bahwa Kepolisian RI membongkar jaringan perdagangan organ manusia. Kasus yang pernah ada terjadi pada 2016. Saat itu, Bareskrim Polri mengungkap sindikat penjualan organ ginjal dan menangkap tiga orang pelaku. Ada sekitar 15 korban yang telah mendonorkan ginjalnya dalam kasus ini.
Kasus terakhir yang dirilis oleh Kepolisian terjadi pada 2023 di Perum Vila Mutiara Gading Jalan Viano IX Desa Setia Asih, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Jumlah korban mencapai 122 orang. Mereka diduga bakal dibawa ke Kamboja untuk menjalani operasi pengambilan ginjal di sana.
Hasil analisis menggunakan alat pendeteksi akal imitasi, Hive Moderation, menyimpulkan, 99,9 persen video dibuat menggunakan kecerdasan buatan. Demikian juga dengan audio juga dibuat dengan AI, berdasarkan analisis menggunakan Hiya Deepfake Voice Detector.
Deepfakes Analysis Unit (DAU) juga menemukan kejanggalan pada frame menit ke-02:20. Terdapat keanehan pada tulisan ‘interpol’ yang pudar di bagian awalnya, padahal tak tertutup benda apapun. Demikian pula tulisan di papan nama meja yang tak jelas, padahal ukurannya cukup besar.
Kemudian pada menit ke-02:56, terdapat kejanggalan pada bekas jahitan operasi di dada yang tak lazim karena di sana letak tulang rusuk paling kuat. Apalagi bila dikaitkan dengan narasi pengambilan ginjal, letak bekas operasinya tak masuk akal.
Kejanggalan pada menit ke-03:26 tampak pada sosok polisi yang terlihat mengetik tapi tidak menghadap monitor komputernya. Tampilan monitor juga tidak masuk akal, ditambah ada tempelan kantung infus yang menambah keanehan pada visual.
Kejanggalan juga tampak dari tampilan video mirip konferensi pers pada menit ke-09:24. Arah beberapa kameramen terlihat tidak mengarah pada para pejabat, melainkan ke arah yang lain.
Kamera yang menyorot para narasumber juga tak menunjukkan tampilan yang sesuai di layarnya. Keanehan juga terdeteksi dari tulisan di papan nama meja yang buram, padahal ukurannya cukup besar.
DAU menarik kesimpulan, hampir di setiap frame menunjukkan gambar-gambar tersebut dihasilkan oleh akal imitasi. “Ada efek 'salju' aneh yang ditambahkan ke setiap gambar,” kata DAU dalam analisis tertulis yang diterima Tempo, Jumat, 1 Agustus 2025.
Efek salju aneh yang dimaksud adalah taburan bintik-bintik putih yang mirip salju turun dari angkasa. Efek tersebut dimasukkan ke dalam video untuk menyamarkan kejanggalan-kejanggalan bahwa video itu dibuat oleh AI, sehingga mengecoh alat analisis.
Aplikasi pendeteksi suara AI yang digunakan analis DAU, Hive AI Audio Classifier dan Hiya Audio Intelligence, menunjukkan suara dalam video yang beredar juga dibuat menggunakan AI.
Kasus Perdagangan Organ di Indonesia
Tidak ada kasus terbaru bahwa Kepolisian RI membongkar jaringan perdagangan organ manusia. Kasus yang pernah ada terjadi pada 2016. Saat itu, Bareskrim Polri mengungkap sindikat penjualan organ ginjal dan menangkap tiga orang pelaku. Ada sekitar 15 korban yang telah mendonorkan ginjalnya dalam kasus ini.
Kasus terakhir yang dirilis oleh Kepolisian terjadi pada 2023 di Perum Vila Mutiara Gading Jalan Viano IX Desa Setia Asih, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Jumlah korban mencapai 122 orang. Mereka diduga bakal dibawa ke Kamboja untuk menjalani operasi pengambilan ginjal di sana.
Kesimpulan
Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan video yang beredar memperlihatkan penggerebekan mobil sayur yang membawa 30 ton ginjal manusia yang terlibat dalam perdagangan ilegal adalah klaim keliru.
Rujukan
- https://www.facebook.com/watch/?v=1076628540767038
- https://mvau.lt/media/8a9d905b-f21c-4817-aa95-af2835d8c4fa
- https://www.instagram.com/reel/DMXp7AzS2Yc/
- http://hivemoderation.com
- https://sumbar.antaranews.com/berita/169899/polri-kasus-perdagangan-ginjal-bukan-mal-praktik
- https://tribratanews.polri.go.id/blog/hukum-4/polri-bongkar-tppo-jual-beli-ginjal-ke-kamboja-korban-sampai-ratusan-orang-61240 /cdn-cgi/l/email-protection#f093959b96919b8491b084959d809fde939fde9994
Halaman: 1519/7954

