Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah artikel yang menampilkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tampak dibagikan di Facebook pada pekan kedua September ini.
Artikel yang terlihat menggunakan logo "Gelora News" ini memuat judul sebagai berikut:
"Wapres Gibran Himbau Kepada Ansor Dan Banser Meminta Infak, Shodaqoh Di lampu merah Gibran: Uangnya Kita Gunakan Melanjutkan Ibukota IKN,".
Hingga Selasa (16/9), unggahan berisi artikel tersebut telah mendapatkan 613 komentar dan direspon 550 lebih pengguna Facebook.
Namun, benarkah Wapres Gibran imbau ormas kumpulkan sedekah untuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagaimana termuat di Facebook?
(GFD-2025-29080) Hoaks! Wapres Gibran imbau ormas kumpulkan sedekah untuk pembangunan IKN
Sumber:Tanggal publish: 17/09/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
ANTARA memverifikasi artikel Facebook tersebut dengan memeriksa situs asli media ini.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Hasilnya, terdapat artikel yang memuat tanggal dan gambar serupa dengan unggahan yang ada di Facebook.
Kendati demikian, judul yang dicantumkan berbeda. Judul dalam versi aslinya tertulis sebagai berikut "Sidang Gugatan Ijazah Gibran di PN Jakpus, KPU Siap Hadapi".
ANTARA juga tidak menemukan kabar resmi yang menyatakan bahwa Wapres Gibran telah mengimbau ormas kumpulkan sedekah untuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dari penelusuran itu, dapat disimpulkan bahwa unggahan di Facebook merupakan artikel dengan judul yang direkayasa, sehingga informasi yang disiarkan adalah hoaks.
Klaim: Wapres Gibran imbau ormas kumpulkan sedekah untuk pembangunan IKN
Rating: Disinformasi
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Hasilnya, terdapat artikel yang memuat tanggal dan gambar serupa dengan unggahan yang ada di Facebook.
Kendati demikian, judul yang dicantumkan berbeda. Judul dalam versi aslinya tertulis sebagai berikut "Sidang Gugatan Ijazah Gibran di PN Jakpus, KPU Siap Hadapi".
ANTARA juga tidak menemukan kabar resmi yang menyatakan bahwa Wapres Gibran telah mengimbau ormas kumpulkan sedekah untuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dari penelusuran itu, dapat disimpulkan bahwa unggahan di Facebook merupakan artikel dengan judul yang direkayasa, sehingga informasi yang disiarkan adalah hoaks.
Klaim: Wapres Gibran imbau ormas kumpulkan sedekah untuk pembangunan IKN
Rating: Disinformasi
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Rujukan
(GFD-2025-29083) [SALAH] Jokowi Tantang Demonstran untuk Datang ke Rumahnya
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 17/09/2025
Berita
Pada Minggu (31/8/2025) akun Facebook “Sultan” membagikan foto [arsip] tangkapan layar artikel berjudul:
“Jokowi Cs Tantang Pendemo Pengecut Coba ke Rumah Saya kalau Berani Saya Akan Lawan” yang diklaim diterbitkan oleh Detik.com pada 29 Agustus 2025
Terdapat keterangan “detikNews” dalam foto tersebut. Hingga Rabu (17/9/2025) unggahan mendapat 610 tanda suka, 130 komentar, dan telah dibagikan ulang lebih dari 50 kali.
“Jokowi Cs Tantang Pendemo Pengecut Coba ke Rumah Saya kalau Berani Saya Akan Lawan” yang diklaim diterbitkan oleh Detik.com pada 29 Agustus 2025
Terdapat keterangan “detikNews” dalam foto tersebut. Hingga Rabu (17/9/2025) unggahan mendapat 610 tanda suka, 130 komentar, dan telah dibagikan ulang lebih dari 50 kali.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran menggunakan Google Lens. Penelusuran mengarah ke pemberitaan detik.com dengan foto, nama penulis, dan tanggal terbit yang sama dengan unggahan akun Facebook “Sultan”.
Diketahui, kreator konten yang diunggah akun Facebook “Sultan” telah menyunting pemberitaan detik.com “Jokowi Berdukacita Ojol Affan Kurniawan Tewas Dilindas Rantis”, tayang Jumat (29/8/2025).
Konteks asli pemberitaan itu adalah pernyataan Jokowi yang mengungkapkan rasa duka atas wafatnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan. Affan tewas setelah terlindas rantis milik Brimob dalam kerusuhan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/8/2025) malam.
Diketahui, kreator konten yang diunggah akun Facebook “Sultan” telah menyunting pemberitaan detik.com “Jokowi Berdukacita Ojol Affan Kurniawan Tewas Dilindas Rantis”, tayang Jumat (29/8/2025).
Konteks asli pemberitaan itu adalah pernyataan Jokowi yang mengungkapkan rasa duka atas wafatnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan. Affan tewas setelah terlindas rantis milik Brimob dalam kerusuhan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/8/2025) malam.
Kesimpulan
Unggahan berisi narasi “Jokowi tantang demonstran untuk datang ke rumahnya” merupakan konten dimanipulasi (manipulated content).
Rujukan
- http[detik.com] Jokowi Berdukacita Ojol Affan Kurniawan Tewas Dilindas Rantis
- https://news.detik.com/berita/d-8086688/jokowi-berdukacita-ojol-affan-kurniawan-tewas-dilindas-rantis
- https://web.facebook.com/sultan.449427/posts/751737604165288 (unggahan akun Facebook “Sultan”)
- https://archive.ph/wip/xjkdm (arsip unggahan akun Facebook “Sultan”)
(GFD-2025-29084) [SALAH] Artikel Gelora News: “Budi Gunawan Meminta Ke Jaksa Agung Jemput Paksa Jokowi Untuk Mempertanggung Jawaban atas Korupsi Yang Dilakukannya Selama Dua Periode Menjabat”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 17/09/2025
Berita
Akun Facebook “Setatus Viral” pada Jumat (12/9/2025) mengunggah gambar tangkapan layar [arsip] yang menampilkan artikel dari situs Gelora News berjudul:
“Budi Gunawan Meminta Ke Jaksa Agung Jemput Paksa Jokowi Untuk Mempertanggung Jawaban atas Korupsi Yang Dilakukannya Selama Dua Periode Menjabat”
Unggahan ini disertai narasi: “Sepertinya kejayaan nya udh mulai lemah”
“Budi Gunawan Meminta Ke Jaksa Agung Jemput Paksa Jokowi Untuk Mempertanggung Jawaban atas Korupsi Yang Dilakukannya Selama Dua Periode Menjabat”
Unggahan ini disertai narasi: “Sepertinya kejayaan nya udh mulai lemah”
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan melakukan pencarian gambar terbalik menggunakan fitur Google Images dan menemukan artikel berjudul “Cek Fakta: Hoaks Artikel Budi Gunawan Minta Jaksa Agung Jemput Paksa Jokowi karena Kasus Korupsi” yang terbit di situs liputan6.com pada Jumat (12/9/2025).
Dilansir dari artikel ini, Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan artikel yang mirip diunggah di situs Gelora.co dengan menggunakan foto dan waktu unggahan yang sama dengan postingan. Namun dalam artikel asli berjudul “Publik Berhak Tahu Alasan Pencopotan Budi Gunawan“.
Artikel ini sama sekali tidak membahas permintaan Mantan Menko Polkam Budi Gunawan pada Jaksa Agung untuk menangkap mantan presiden Jokowi karena korupsi selama dua periode. Artikel asli membahas pernyataan politikus PSI, Sugeng Teguh Santoso terkait alasan pencopotan Budi Gunawan dari kabinet.
Dilansir dari artikel ini, Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan artikel yang mirip diunggah di situs Gelora.co dengan menggunakan foto dan waktu unggahan yang sama dengan postingan. Namun dalam artikel asli berjudul “Publik Berhak Tahu Alasan Pencopotan Budi Gunawan“.
Artikel ini sama sekali tidak membahas permintaan Mantan Menko Polkam Budi Gunawan pada Jaksa Agung untuk menangkap mantan presiden Jokowi karena korupsi selama dua periode. Artikel asli membahas pernyataan politikus PSI, Sugeng Teguh Santoso terkait alasan pencopotan Budi Gunawan dari kabinet.
Kesimpulan
Unggahan berisi klaim “artikel Gelora News: “Budi Gunawan Meminta Ke Jaksa Agung Jemput Paksa Jokowi Untuk Mempertanggung Jawaban atas Korupsi Yang Dilakukannya Selama Dua Periode Menjabat” merupakan konten yang dimanipulasi (manipulated content).
Rujukan
(GFD-2025-29085) Keliru: Pidato Dedi Mulyadi Promosi Situs Judi Online
Sumber:Tanggal publish: 17/09/2025
Berita
SEBUAH video di Facebook [arsip] menampilkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berdiri dengan pakaian serba putih—baju, celana panjang, dan ikat kepala.
Narator dalam video menyebut Dedi Mulyadi ingin membantu masyarakat lewat akses ke situs permainan daring berhadiah Rp20 juta. Permainan bernama ACE777 itu bahkan menampilkan miniatur Dedi bersetelan jas putih dalam slot jenis scatter.
Benarkah Dedi Mulyadi mempromosikan situs judi daring?
Narator dalam video menyebut Dedi Mulyadi ingin membantu masyarakat lewat akses ke situs permainan daring berhadiah Rp20 juta. Permainan bernama ACE777 itu bahkan menampilkan miniatur Dedi bersetelan jas putih dalam slot jenis scatter.
Benarkah Dedi Mulyadi mempromosikan situs judi daring?
Hasil Cek Fakta
Tempo memverifikasi konten tersebut menggunakan pencarian gambar terbalik Google Images dan menelusuri pemberitaan dari media kredibel. Hasilnya, video itu bukan pidato asli Dedi Mulyadi.
Klip yang digunakan merupakan potongan video dari forum dialog antara pemerintah dan kelompok mahasiswa di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu, 3 September 2025.
Dalam forum itu, Dedi Mulyadi, meminta Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi Setiawan, untuk membebaskan mahasiswa yang ditangkap saat mengikuti unjuk rasa. Dedi tidak membahas soal situs online game berhadiah.
Video ucapan lengkap Dedi Mulyadi sepanjang 1 menit 39 detik itu diunggah ke akun Tiktok resminya, @dedimulyadiofficial. Berikut transkrip lengkapnya:
Untuk itu, karena ini kenakalan, saya juga sampaikan kepada Kapolda Jabar, sebagai orang tua dari anak-anak di Jawa Barat yang setiap hari berinteraksi, pasti di antara mereka yang ikut demonstrasi itu ada yang nakal. Yang nakalnya ada dua, nakal tanpa kriminal dan nakal kriminal. Kalau yang nakal tanpa kriminal, ngelempar, teriak-teriak, bikin macet.
Kalau yang kriminal, bawa senjata, bawa narkoba, gitu kan, itu kriminal. Nah, ini nanti mudah-mudahan harapan saya, termasuk ada anak-anak komisi HIV yang masih ditahan. Harapan saya mudah-mudahan Pak Kapolda bisa membebaskan mereka. Betul enggak? Betul.
Saya atas nama teman-teman mahasiswa, ya kan, mudah-mudahan mereka bisa dibebaskan karena siapa tahu di antara mereka itu masih ada saudara nya anggota dewan.
Itu bisa jadi kan? Bisa jadi ada saudara saya juga. Kan gitu. Untuk itu pada forum ini ini bukan forum kami, forum Anda semua. Siapa yang mau jadi koordinasi forumnya? Saya dengerin. Siapa yang mau jadi koordinator forumnya? Silakan. Anda forum, saya dengerin aja di sini. Yang penting pesan saya ke Pak Kapolda sudah disampaikan dan setelah ini juga saya akan datang ke Polda Jabar menemui mereka.
Mudah-mudahan hari ini Pak Kapolda bisa mereka pulang karena kasihan ibu bapaknya nangis-nangis telepon saya. Ya, ya silakan.
Klip yang digunakan merupakan potongan video dari forum dialog antara pemerintah dan kelompok mahasiswa di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu, 3 September 2025.
Dalam forum itu, Dedi Mulyadi, meminta Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi Setiawan, untuk membebaskan mahasiswa yang ditangkap saat mengikuti unjuk rasa. Dedi tidak membahas soal situs online game berhadiah.
Video ucapan lengkap Dedi Mulyadi sepanjang 1 menit 39 detik itu diunggah ke akun Tiktok resminya, @dedimulyadiofficial. Berikut transkrip lengkapnya:
Untuk itu, karena ini kenakalan, saya juga sampaikan kepada Kapolda Jabar, sebagai orang tua dari anak-anak di Jawa Barat yang setiap hari berinteraksi, pasti di antara mereka yang ikut demonstrasi itu ada yang nakal. Yang nakalnya ada dua, nakal tanpa kriminal dan nakal kriminal. Kalau yang nakal tanpa kriminal, ngelempar, teriak-teriak, bikin macet.
Kalau yang kriminal, bawa senjata, bawa narkoba, gitu kan, itu kriminal. Nah, ini nanti mudah-mudahan harapan saya, termasuk ada anak-anak komisi HIV yang masih ditahan. Harapan saya mudah-mudahan Pak Kapolda bisa membebaskan mereka. Betul enggak? Betul.
Saya atas nama teman-teman mahasiswa, ya kan, mudah-mudahan mereka bisa dibebaskan karena siapa tahu di antara mereka itu masih ada saudara nya anggota dewan.
Itu bisa jadi kan? Bisa jadi ada saudara saya juga. Kan gitu. Untuk itu pada forum ini ini bukan forum kami, forum Anda semua. Siapa yang mau jadi koordinasi forumnya? Saya dengerin. Siapa yang mau jadi koordinator forumnya? Silakan. Anda forum, saya dengerin aja di sini. Yang penting pesan saya ke Pak Kapolda sudah disampaikan dan setelah ini juga saya akan datang ke Polda Jabar menemui mereka.
Mudah-mudahan hari ini Pak Kapolda bisa mereka pulang karena kasihan ibu bapaknya nangis-nangis telepon saya. Ya, ya silakan.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelusuran Tempo, klaim bahwa Dedi Mulyadi mempromosikan situs permainan atau judi daring ACE777 adalah keliru.
Rujukan
Halaman: 1481/8119






