• (GFD-2025-28469) [HOAKS] BPN Tawarkan Pembuatan Sertifikat Tanah Gratis Lewat TikTok

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/08/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Sebuah akun TikTok mengatasnamakan Badan Pertanahan Nasional (BPN) menawarkan jasa pembuatan sertifikat tanah dan balik nama gratis.

    Namun berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, akun tersebut palsu dan penawaran tersebut merupakan modus penipuan. Konten yang dibuat akun itu merupakan hoaks.

    Informasi jasa pembuatan sertifikat tanah dan balik nama gratis dibagikan oleh akun TikTok mengatasnamakan BPN ini pada 6 Agustus 2025.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Program baru BPN

    sertifakat tanah gratis.balik nama gratis, dalam rangka menyambut HUT RI KE-80

    Buruan manfaatkan momen ini sebaik baiknya

    Hasil Cek Fakta

    Setelah diperiksa, akun Tiktok tersebut bukan akun resmi Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BTN).

    Adapun, Kementerian ATR/BPN melalui akun Instagram telah mengimbau masyarakat waspada terhadap modus penipuan berkedok pengurusan sertifikat tanah gratis.

    "Halo #SobATRBPN, bersama ini kami informasikan bahwa, terkait akun tidak resmi yang beredar di media sosial Tiktok ini merupakan hoax/tidak benar," demikian imbauan Kementerian ATR/BPN pada 22 Juli 2025.

    Kementerian ATR/BPN hanya menyampaikan informasi melalui saluran komunikasi resmi. Informasi biaya pengurusan sertifikat tanah bisa diakses melalui aplikasi Sentuh Tanahku.

     

    Kesimpulan

    Akun TikTok mengatasnamakan BPN yang menawarkan jasa pembuatan sertifikat tanah dan balik nama gratis merupakan akun palsu. Konten yang dibuat akun itu merupakan hoaks.

    Penawaran dari akun tersebut merupakan modus penipuan. Hindari berinteraksi dengan akun tersebut agar tidak menjadi korban penipuan.

    Rujukan

  • (GFD-2025-28470) Hoaks Tautan Pendaftaran Rekrutmen Bappenas Periode 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/08/2025

    Berita

    tirto.id - Informasi mengenai lowongan pekerjaan hampir selalu menarik perhatian di media sosial. Namun, tidak semua informasi lowongan kerja dapat dipertanggungjawabkan keasliannya. Termasuk, lowongan pekerjaan yang mengatasnamakan instansi pemerintah.

    ADVERTISEMENT

    Tim Riset Tirto beberapa kali telah melakukan pemeriksaan fakta terhadap sejumlah klaim informasi lowongan pekerjaan palsu. Lowongan tersebut biasanya mencatut nama sejumlah lembaga, mulai dari pemerintah, perusahaan negara, hingga perusahaan swasta terkemuka.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Baca juga:Hoaks Tautan Pendaftaran Lowongan Kerja Kalbe FarmaHoaks Lowongan Kerja BNPB Tahun 2025

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Seperti baru-baru ini, di Facebook, beredar unggahan berisi informasi lowongan pekerjaan sebagai pegawai Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas).

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Narasi tersebut diunggah oleh akun Facebook “lowongan kerja” (arsip), pada Minggu (10/8/2025). Akun tersebut mengunggah poster bertuliskan “Rekrutmen 2025 Badan Perencanaan Pembangunan Nasional”. Nampak ada logo milik Bappenas dalam gambar tersebut.

    Keterangan lain dalam poster itu menyatakan lowongan pekerjaan itu buka untuk: SD, SMP, SMA, SMK, D3, D4, dan S1.

    Disebutkan, bagi masyarakat yang berminat dengan lowongan tersebut diarahkan untuk mengeklik tautan yang disertakan di akhir unggahan. Takarir yang ditulis oleh akun tersebut, berbunyi:

    ADVERTISEMENT

    "RESMI DIBUKA LOKER KEMENTERIAN BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL TAHUN 2025

    Kualifikasi:

    - Pria dan Wanita

    - Pendidikan Minimal SMP SMA SMK D3 D4 S1 Sederajat

    - Tidak Pernah Menggunakan Narkoba/Psikotropika dan Lainnya

    - Bersedia Bekerja Shift & Mampu Bekerjasama dalam Tim

    - Penempatan Sesuai Domisili masing-masing"

    Periksa Fakta pendaftaran Bappenas 2025. foto/hotline periksa fakta tirto

    Sepanjang Minggu (10/8/2025) hingga Jumat (15/8/2025) atau sekitar lima hari tersebar di Facebook, unggahan itu telah memperoleh 196 tanda suka, 25 komentar dan telah 12 kali dibagikan ulang.

    Lantas, bagaimana kebenaran informasi rekrutmen Bappenas tahun 2025 tersebut?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto mencoba mengakses tautan yang disertakan dalam unggahan tersebut. Tautan yang dicantumkan itu, per Jumat (15/8/2025) siang, masih bisa diakses. Tautan mengarahkan ke laman situs yang memuat pengisian formulir sederhana yang meminta nama pengguna Telegram dan nomor telepon aktif yang terhubung dengan aplikasi Telegram.

    Tidak ditemukan logo, identitas resmi, atau elemen visual lain, yang mengindikasikan bahwa situs tersebut terafiliasi dengan Kementerian PPN/Bappenas. Akun Facebook resmi Bappenas sendiri adalah "Kementerian PPN/Bappenas" yang terverifikasi dan bercentang biru.

    Melalui penelusuran menggunakan layanan URLScan, diketahui bahwa tautan halaman pendaftaran yang ada tersebut tidak terafiliasi dengan situs resmi milik Bappenas.

    Domain utama dari situs tautan tersebut juga mencurigakan, sebab tidak berakhiran '.go.id', yang mengindikasikan situs tersebut tidak dikelola oleh pemerintah. Bappenas sendiri memiliki portal resmi rekrutmen pegawai yang beralamat https://rekrutmen.bappenas.go.id/

    Dari penelusuran di URLScan juga terungkap situs-situs berdomain janggal, diduga digunakan untuk modus penipuan. Modus seperti ini biasanya digunakan untuk skema phising. Modus serupa pernah kami temukan dengan mengatasnamakan lembaga lain.

    Akun yang menyebarkan klaim informasi pendaftaran pegawai Bappenas periode 2025 itu juga bukan merupakan akun Facebook resmi milik Bappenas.

    Sebagai informasi, tidak ditemukan unggahan di akun media sosial resmi milik Bappenas terkait rekrutmen pegawai periode 2025 yang mengarahkan pengguna ke laman pengisian formulir yang meminta data pribadi.

    Syarat pendaftaran untuk rekrutmen pegawai Bappenas juga tidak pernah meminta peserta mencantumkan nomor seluler yang mesti terhubung dengan Telegram pribadi.

    Kesimpulan

    Hasil pemeriksaan fakta menunjukkan informasi mengenai tautan pendaftaran rekrutmen Bappenas periode tahun 2025 yang tersebar di Facebook bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Akun pengunggah klaim tersebut bukan akun resmi milik Bappenas. Tautan pendaftaran yang disertakan dalam klaim lowongan tersebut juga tidak mengarahkan ke situs resmi milik Bappenas.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2025-28473) [HOAKS] Sekretaris Umum PGI Tawarkan Bantuan Kesejahteraan dan Pembangunan Gereja

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/08/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Sebuah video yang beredar di media sosial mengeklaim Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), menawarkan bantuan kesejahteraan dan pembangunan gereja.

    Dalam video, penawaran itu disampaikan oleh Sekretaris Umum PGI, Pendeta Darwin Darmawan.

    Namun, setelah ditelusuri video itu merupakan hasil manipulasi berbasis artificial intelligence. Konten itu hoaks.

    Video yang diklaim menampilkan Sekretaris Umum PGI, Pendeta Darwin Darmawan menawarkan bantuan kesejahteraan dan pembangunan gereja salah satunya dibagikan akun Facebook ini.

    Masyarakat yang ingin mendapat bantuan diminta menghubungi sebuah nomor WhatsApp.

    Penelusuran Kompas.com

    Ketika dicermati, gerakan bibir Pendeta Darwin Darmawan tampak tidak sinkron dengan suara yang disampaikan dalam video itu.

    Kemudian, Tim Cek Fakta Kompas.com mengambil tangkapan layar video dan menelusurinya menggunakan Google Lens.

    Hasilnya, video identik dengan unggahan di kanal YouTube Huria Kristen Indonesia pada 1 Mei 2025.

    Dalam video aslinya, Pendeta Darwin Darmawan tidak menjanjikan dana bantuan. Namun, dia mengucapkan selamat ulang tahun ke-98 kepada Huria Kristen Indonesia, sebuah persekutuan gereja Lutheran di Indonesia.

    Lalu bagaimana suara manipulasi itu tercipta?

    Setelah dicek menggunakan Hive Moderation, suara Pendeta Darwin Darmawan dalam video terdeteksi dihasilkan artificial intelligence (AI). Probabilitasnya mencapai 99,5 persen.

    Waspada, konten itu diindikasi sebagai modus penipuan. Jangan menuruti unggahan itu, jangan menghubungi nomor WhatsApp yang tertera dalam unggahan.

    Penipuan dengan modus menawarkan bantuan untuk pembangunan gereja sudah ada sebelumnya. Ini merupakan narasi hoaks berulang.

    Tim Cek Fakta Kompas.com telah membongkar kebohongan narasi hoaks itu, misalnya dalam artikel ini, ini, dan ini. 

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Video yang diklaim menampilkan Sekretaris Umum PGI, Pendeta Darwin Darmawan menawarkan bantuan kesejahteraan dan pembangunan gereja merupakan hasil manipulasi.

    Konten itu hoaks dan perlu diluruskan karena ada indikasi sebagai modus penipuan.

    Dalam video aslinya, Pendeta Darwin mengucapkan selamat ulang tahun terhadap Huria Kristen Indonesia.

    Setelah dicek menggunakan video  Hive Moderation, suara Pendeta Darwin terdeteksi dihasilkan oleh AI. 

    Rujukan

  • (GFD-2025-28474) [KLARIFIKASI] Bupati Pati Tidak Bacakan Surat Mundurnya, Video Perlihatkan Orasi Demonstran

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/08/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Bupati Pati, Sudewo disebut telah menyatakan mengundurkan diri setelah aksi demo warga di depan kantornya pada Rabu (13/8/2025).

    Di media sosial, beredar sebuah video menampilkan seorang pria membacakan surat pengunduran diri di tengah massa aksi.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video itu disebarkan dengan konteks keliru.

    Tuntutan agar Sudewo mundur muncul, setelah sempat ada kebijakan penyesuaian Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang mengakibatkan kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen.

    Video Bupati Pati resmi menyatakan mundur dari jabatannya pada Rabu (13/8/2025) disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun:

    Sudewo akhirnya Mengundurkan diri dari Jabatannya sebagai Bupati Pati setelah kena lemparan Sandal & botol mineral akibat dari Mulutnya yang Jumawa menantang rakyat Pati untuk datang Demo 50 ribu masa menentang kebijakannya menaikan Pajak 250%, Pati Hebat

    Hasil Cek Fakta

    Pria dalam video bukanlah Bupati Pati, Sudewo, melainkan peserta aksi yang melakukan orasi.

    Sebagaimana diwartakan Kompas.com, seorang pria berpakaian kemeja putih lengan panjang, mengenakan sarung ungu dan peci hitam, membacakan pernyataan tertulis yang mengatasnamakan Sudewo.

    Namun, pernyataan itu bukanlah pernyataan resmi Sudewo. Pernyataan tersebut disusun oleh massa aksi sebagai bagian dari orasi.

    Video serupa menampilkan pembacaan pernyataan itu dapat dilihat di kanal YouTube ini.

    Adapun sejauh ini Sudewo belum menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Bupati Pati.

    Sebaliknya, ia justru menolak lengser dengan alasan telah dipilih rakyat secara konstitusional.

    Di sela aksi demo pada Rabu (13/8/2025) Sudewo menyampaikan kepada wartawan bahwa ia enggan mundur.

    "Saya kan dipilih rakyat secara konstitusional dan secara demokratis, jadi tidak bisa saya harus berhenti dengan tuntutan seperti itu. Semua ada mekanisme," kata Sudewo dikutip dari Kompas TV.

    Merespons aspirasi warga, muncul usulan diadakannya hak angket pelengseran Sudewo.

    Dikutip dari Kompas.com, Wakil Ketua Komisi II DPR Fraksi Partai Gerindra Bahtra Banong menyampaikan, DPRD Kabupaten Pati dapat membentuk panitia khusus (Pansus) hak angket.

    Pansus hak angket ini nantinya dapat menjadi saluran Sudewo untuk menyampaikan klarifikasi.

    "Nanti kan di sana ada momen klarifikasi, di sanalah nanti beliau pasti akan menyampaikan itu. Nah, kalau dinyatakan misalnya dia tidak bersalah ya harus dinyatakan tidak bersalah," ujar Bahtra.

    Usulan hak angket tersebut, menurut Ketua DPRD Kabupaten Pati Ali Badrudin, telah memenuhi syarat secara formal.

    Kesimpulan

    Video peserta aksi membacakan pernyataan tertulis mengatasnamakan Sudewo disebarkan dengan konteks keliru.

    Pernyataan itu bukanlah pernyataan resmi Bupati Pati untuk mundur, melainkan bagian dari orasi demo pada Rabu (13/8/2025).

    Sejauh ini, Sudewo menolak lengser dengan alasan dipilih rakyat secara konstitusional.

    Rujukan