• (GFD-2025-29130) [HOAKS] Rumah Donald Trump Diserang Massa

    Sumber:
    Tanggal publish: 18/09/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar unggahan video yang mengeklaim rumah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump diserang massa pada September 2025.

    Namun setelah ditelusuri video tersebut tidak benar atau hoaks.

    Video yang diklaim menampilkan rumah Donald Trump diserang massa dibagikan di Facebook, misalnya oleh akun ini, ini  ini, dan ini. 

    Video menampilkan kerumunan massa yang sedang terlibat kericuhan dengan aparat. Narasi dalam video ditampilkan sebagai berikut:

    HARI INI R4KYAT AMERIKA SER4NG RUMAH DON4LD TRUP, TERINSPIRASI NEGARA NEPAL

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi video yang mengeklaim rumah Donald Trump diserang massa

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Tim Cek Fakta Kompas.com, tidak ditemukan informasi valid terkait adanya peyerangan di rumah Donald Trump pada September 2025.

    Kemudian, Tim Cek Fakta Kompas.com, menelusuri video itu menggunakan teknik reverse image search.

    Hasilnya, ditemukan video identik di kanal YouTube ABC News ini. Adapun potongan video itu bisa dilihat pada detik ke-14.

    Dalam keterangannya, video itu adalah kerusuhan di Gedung Capitol, Amerika Serikat pada 6 Januari 2021.

    Saat itu, pendukung Trump menyerbu Gedung Capitol usai Joe Biden menang dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat.

    Dikutip dari Kompas.id, kerusuhan itu bermula ketika Trump menyebarkan kebohongan terkait kecurangan Pemilihan Presiden Amerika Serikat pada 2021. Ribuan orang menyerbu Gedung Capitol untuk menggagalkan pengesahan hasil penghitungan suara. 

    Mereka memukuli polisi dengan batang logam dan tiang bendera, serta memecahkan jendela. Kerusuhan itu mengakibatkan empat orang meninggal dunia.

    Dua orang meninggal karena serangan jantung, satu karena overdosis, dan satu perusuh tewas ditembak polisi saat mencoba memaksa masuk ke ruang DPR. 

    Kesimpulan

    Video yang diklaim menampilkan rumah Donald Trump diserang massa merupakan kabar tidak benar atau hoaks.

    Adapun video asli memperlihatkan kerusuhan di Gedung Capitol, Amerika Serikat pada 6 Januari 2021.

    Saat itu, para pendukung Trump melakukan perusakan Gedung Capitol  untuk menggagalkan pengesahan hasil penghitungan suara Pemilihan Presiden Amerika Serikat. 

    Rujukan

  • (GFD-2025-29131) [KLARIFIKASI] Chip dalam KTP Elektronik Tidak Dapat Melacak Lokasi

    Sumber:
    Tanggal publish: 18/09/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Narasi mengenai chip dalam KTP elektronik atau e-KTP dapat melacak lokasi, kembali beredar di media sosial pada September 2025.

    Sebuah video memperlihatkan KTP yang disinari lampu senter, kemudian terlihat bayangan chip yang ada dalam kartu.

    Namun benarkah chip itu dapat melacak lokasi pemilik e-KTP? Simak peneluran Tim Cek Fakta Kompas.com berikut.

    Informasi mengenai chip dalam e-KTP dapat melacak lokasi disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun:

    Disetiap KTP pasti ada GPS nya

    Sementara, berikut teks yang tertera dalam video:

    BARU TAHU KALO SELAMA INI KITA SUDAH DIPASANG GPS BUAT MEMANTAU KEBERADAAN KITA

    Jadi gerak-gerik kita gampang untuk dipantau

    akun Facebook Tangkapan layar konten dengan konteks keliru di sebuah akun Facebook, pada September 2025, mengenai chip dalam e-KTP dapat melacak lokasi.

    Hasil Cek Fakta

    Sebagaimana diwartakan Kompas.com, chip dalam KTP elektronik adalah kartu pintar berbasis mikroprosesor dengan besaran memory 8 kilobytes.

    Chip tersebut memiliki fitur antar muka yang memenuhi standar ISO 14443 A atau ISO 14443 B.

    Sehingga, memungkinkan antar muka nirkontak (contactless) dan metode pengamanan data berupa autentikasi antara chip dan reader/writer (anti cloning), dan kerahasiaan data (enkripsi) serta tanda tangan digital.

    Chip itu menyimpan biodata, tanda tangan, pas photo, dan 2 data sidik jari dengan kualitas terbaik saat dilakukan perekaman.

    Kendati demikian, chip dalam e-KTP belum mampu melacak lokasi.

    Pada 2021, sempat terjadi fenomena masyarakat menggunting e-KTP karena takut dilacak atau sakadar penasaran.

    Dikutip dari Kompas TV, pakar telematika sekaligus mantan fungsionaris Partai Demokrat, Roy Suryo menanggapi fenomena tersebut.

    Ia menjelaskan, kapasitas chip dalam e-KTP hanya 8 kilobytes, sehingga belum mampu untuk melacak atau mengetahui lokasi.

    Kesimpulan

    Narasi mengenai chip dalam e-KTP dapat melacak lokasi tidak benar.

    Kapasitas chip dalam e-KTP hanya 8 kilobytes dan tidak mampu untuk mengetahui atau melacak lokasi.

    Informasi yang beredar di media sosial merupakan narasi keliru yang muncul sejak 2021.

    Rujukan

  • (GFD-2025-29139) [HOAKS] Prabowo Tunjuk Raffi Ahmad Menjadi Menpora

    Sumber:
    Tanggal publish: 18/09/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto disebut menunjuk Raffi Ahmad menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) menggantikan Dito Ariotedjo.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks.

    Narasi yang mengeklaim Prabowo menunjuk Raffi Ahmad menjadi Menpora dibagika oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    PAK PRABOWO SUBIANTO PRESIDEN RI RESMI TUNJUK RAFFI AHMAD SEBAGAI MENPORA BARU GANTIKAN DITO ARIOTEDJO

    Screenshot Hoaks, Prabowo tunjuk Raffi Ahmad menjadi Menpora

    Hasil Cek Fakta

    Prabowo kembali melakukan perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih pada Rabu (17/9/2025). Sebelumnya, reshuffle telah dilakukan pada 8 September 2025.

    Dalam reshuffle terbaru, Erick Thohir dipindahkan dari jabatan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi Menpora, menggantikan Dito Ariotedjo.

    Adapun, Raffi Ahmad masih menjabat sebagai Utusan Khusus bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni. Dia tidak ditunjuk menjadi Menpora.

    Berikut daftar lengkap menteri, wakil menteri, dan kepala lembaga yang dilantik oleh Prabowo pada Rabu (17/9/2025):

    Daftar lengkap menteri Kabinet Merah Putih usai reshuffle dapat dibaca di sini.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi yang mengeklaim Prabowo menunjuk Raffi Ahmad menjadi Menpora adalah hoaks.

    Prabowo menunjuk Erick Thohir, yang sebelumnya menjabat Menteri BUMN, untuk menjadi Menpora menggantikan Dito Ariotedjo.

    Rujukan

  • (GFD-2025-29140) [HOAKS] Prabowo Tunjuk Anies Baswedan sebagai Menko Polkam

    Sumber:
    Tanggal publish: 18/09/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Sebuah video yang beredar di media sosial mengeklaim Presiden Prabowo Subianto menunjuk Anies Baswedan sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam).

    Namun, setelah ditelusuri, video itu merupakan konten hasil manipulasi. Informasi dalam unggahan itu keliru.

    Video yang mengeklaim Prabowo menunjuk Anies sebagai Menko Polkam salah satunya dibagikan akun Facebook ini.

    Dalam video, Prabowo membacakan susunan kabinet Merah Putih. Ia kemudian menyebut nama Anies Baswedan sebagai Menko Polkam.

    Berikut narasi yang disampaikan:

    AKHIRNYAKEINGINAN ANAK ABAH KESAMPAIANDETIK-DETIK ANIS DIANGKAT MENJADI MENTERI

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook video yang mengeklaim Prabowo mengumumkan Anies Baswedan sebagai Menko Polkam

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran yang dilakukan oleh Tim Cek Fakta Kompas.com tidak ditemukan informasi valid Prabowo menunjuk Anies Baswedan sebagai Menko Polkam.

    Diberitakan Kompas.com sebelumnya, Prabowo telah resmi melantik Djamari Chaniago sebagai Menko Polkam pada Rabu (17/9/2025).

    Djamari menggantikan posisi Budi Gunawan yang dicopot sebagai Menko Polkam pada 8 September 2025.

    Kemudian, Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri video yang mengeklaim Prabowo menyebut nama Anies sebagai Menko Polkam menggunakan teknik reverse image search.

    Hasilnya, ditemukan video identik di kanal YouTube Berita Satu ini. 

    Keterangan dalam unggahan menyebut bahwa video adalah momen ketika Prabowo mengumumkan sejumlah nama menteri di kabinetnya pada 20 Oktober 2024.

    Dalam video aslinya, Prabowo tidak menyebut nama Anies Baswedan. Saat itu Prabowo mengatakan bahwa jabatan Menko Polkam ditempati oleh Budi Gunawan. 

    Kesimpulan

    Video yang diklaim menampilkan Prabowo menunjuk Anies Baswedan sebagai Menko Polkam merupakan konten hasil manipulasi.

    Adapun video aslinya adalah momen ketika ia mengumumkan sejumlah nama menteri di kabinet Merah Putih pada 20 Oktober 2024. Saat itu, ia menyebut jabatan Menko Polkam diduduki oleh Budi Gunawan. 

    Pada Rabu (17/9/2025) Prabowo telah resmi melantik Djamari Chaniago sebagai Menko Polkam baru menggantikan Budi Gunawan. 

    Rujukan