VIDEO kompilasi yang memperlihatkan sekumpulan orang membawa bendera merah putih dan bendera one piece beredar di Facebook [arsip]. kompilasi video itu diklaim sebagai bagian dari demonstrasi pada 25 Agustus lalu.
Video dengan klaim yang sama juga beredar di TikTok [arsip]. Namun isinya berbeda. Pada akun Tiktok, terdapat kompilasi beberapa video memperlihatkan kebakaran di sejumlah tempat.
Namun, benarkah ini video-video itu terkait dengan demo di DPR pada 25 Agustus 2025?
(GFD-2025-28769) Keliru: Video Demonstrasi di DPR pada 25 Agustus 2025
Sumber:Tanggal publish: 31/08/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Tempo memverifikasi video itu lewat pencarian gambar terbalik di Google dan membandingkan narasinya dengan sumber kredibel. Hasilnya, meski demonstrasi memprotes DPR RI benar terjadi pada 25 Agustus 2025, video-video tersebut tidak terkait dengan aksi itu.
Klip awal pada video pertama identik dengan unggahan akun YouTube Yayi Sekar trisnani. Pemilik akun mengunggahnya pada 21 Agustus 2025, empat hari sebelum demo di depan DPR berlangsung.
Analisis dengan alat deteksi akal imitasi AI or NOT menunjukkan kemungkinan konten ini dibuat dengan AI mencapai 98 persen.
Klip selanjutnya, ditemukan diunggah oleh akun YouTube milik Notifindonesia News pada 24 Agustus 2025. Artinya video ini sudah beredar sebelum demonstrasi di depan gedung DPR terjadi.
Hasil analisis menggunakan alat deteksi kecerdasan buatan, AI or Not menunjukkan, 49 persen kemungkinan konten itu melibatkan kecerdasan buatan.
Pada bagian atas video, terdapat video yang identik dengan unggahan akun YouTube Metro TV pada 22 Agustus 2024. Saat itu, ribuan massa berunjuk rasa #KawalPutusanMK di depan kompleks DPR RI, Jakarta. Aksi serupa juga digelar di kota besar lain seperti Surabaya, Surakarta, dan Makassar.
Demonstrasi serentak ini dipicu keputusan panitia kerja (panja) Baleg DPR RI yang menganulir putusan MK terkait Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah atau UU Pilkada. Massa menuntut DPR tidak mengangkangi putusan MK soal ambang batas pencalonan kepala daerah.
Sementara itu, tiga klip gambar kebakaran merupakan peristiwa yang terjadi di Pasar Krian di Sidoarjo, Jawa Timur, 20 Agustus 2024 lalu. Video ini cocok dengan video yang diunggah akun YouTube Metro TV, Berita Satu dan situs 20.detik.com.
Satu klip lainnya, juga ditemukan tak terkait dengan demonstrasi di DPR, pada 25 Agustus lalu. Video ini ditemukan sudah pernah diunggah sebelumnya oleh sebuah akun YouTube, satu tahun lalu. Namun, saat ini video tersebut sudah tidak bisa diakses.
Klip awal pada video pertama identik dengan unggahan akun YouTube Yayi Sekar trisnani. Pemilik akun mengunggahnya pada 21 Agustus 2025, empat hari sebelum demo di depan DPR berlangsung.
Analisis dengan alat deteksi akal imitasi AI or NOT menunjukkan kemungkinan konten ini dibuat dengan AI mencapai 98 persen.
Klip selanjutnya, ditemukan diunggah oleh akun YouTube milik Notifindonesia News pada 24 Agustus 2025. Artinya video ini sudah beredar sebelum demonstrasi di depan gedung DPR terjadi.
Hasil analisis menggunakan alat deteksi kecerdasan buatan, AI or Not menunjukkan, 49 persen kemungkinan konten itu melibatkan kecerdasan buatan.
Pada bagian atas video, terdapat video yang identik dengan unggahan akun YouTube Metro TV pada 22 Agustus 2024. Saat itu, ribuan massa berunjuk rasa #KawalPutusanMK di depan kompleks DPR RI, Jakarta. Aksi serupa juga digelar di kota besar lain seperti Surabaya, Surakarta, dan Makassar.
Demonstrasi serentak ini dipicu keputusan panitia kerja (panja) Baleg DPR RI yang menganulir putusan MK terkait Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah atau UU Pilkada. Massa menuntut DPR tidak mengangkangi putusan MK soal ambang batas pencalonan kepala daerah.
Sementara itu, tiga klip gambar kebakaran merupakan peristiwa yang terjadi di Pasar Krian di Sidoarjo, Jawa Timur, 20 Agustus 2024 lalu. Video ini cocok dengan video yang diunggah akun YouTube Metro TV, Berita Satu dan situs 20.detik.com.
Satu klip lainnya, juga ditemukan tak terkait dengan demonstrasi di DPR, pada 25 Agustus lalu. Video ini ditemukan sudah pernah diunggah sebelumnya oleh sebuah akun YouTube, satu tahun lalu. Namun, saat ini video tersebut sudah tidak bisa diakses.
Kesimpulan
Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa klaim video demo di DPR pada 25 Agustus 2025 adalah keliru.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/1793983691228498
- https://perma.cc/X7S2-R692
- https://www.tiktok.com/@karomahkuais.tyz/video/7541983804571815173?_t=ZS-8zEslBkwKLh&_r=1
- https://perma.cc/R9WK-WC7T
- https://www.youtube.com/shorts/ZMFdzjaa7iE
- http://aiornot.com/
- https://www.youtube.com/shorts/lvKft3vA_ok
- https://www.aiornot.com/
- https://www.youtube.com/watch?v=of2U9BjImuA
- https://www.tempo.co/politik/kronologi-ribuan-massa-kepung-gedung-dpr-unjuk-rasa-kawal-putusan-mk--16598
- https://www.youtube.com/watch?v=DjztXQp0OFM
- https://www.youtube.com/watch?v=hBFg3GbZpNA
- https://20.detik.com/detikupdate/20240820-240820098/pasar-induk-krian-sidoarjo-kebakaran-400-lebih-kios-pedagang-hangus /cdn-cgi/l/email-protection#7b181e101d1a100f1a3b0f1e160b1455181455121f
(GFD-2025-28770) Keliru: Foto AKP Darkun Tewas Dikeroyok Massa Demo di Kwitang
Sumber:Tanggal publish: 31/08/2025
Berita
SEBUAH gambar beredar di Facebook [arsip], Threads, X dan TikTok Gambar itu diklaim memperlihatkan anggota Brimob Polri, Ajun Komisaris Darkun, meninggal setelah bentrok antara polisi dan demonstran di Markas Brimob Kwitang, Jakarta, Jumat, 29 Agustus 2025.
Foto tersebut menampilkan pria berpakaian hitam terbaring di ranjang rumah sakit dengan selang pernapasan. Sejumlah pemberitaan menyebut Polres dan Polda di berbagai daerah menggelar salat gaib untuk AKP Darkun.
Namun, benarkah Ajun Komisaris Darkun meninggal dunia dalam kericuhan demonstrasi di Mako Brimob Kwitang?
Foto tersebut menampilkan pria berpakaian hitam terbaring di ranjang rumah sakit dengan selang pernapasan. Sejumlah pemberitaan menyebut Polres dan Polda di berbagai daerah menggelar salat gaib untuk AKP Darkun.
Namun, benarkah Ajun Komisaris Darkun meninggal dunia dalam kericuhan demonstrasi di Mako Brimob Kwitang?
Hasil Cek Fakta
Tempo memverifikasi klaim Ajun Komisaris Darkun tewas dengan membandingkan informasi dari sumber kredibel dan mengkonfirmasi ke Polda Metro Jaya. Hasilnya, informasi itu keliru.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Ade Ary Syam Indradi, menegaskan narasi tersebut salah. “Tidak benar. Beliau luka-luka dan pingsan,” kata Ade pada Tempo, Minggu, 31 Agustus 2025.
Pedoman Tangerang melaporkan, sebuah akun TikTok yang mengaku adik AKP Darkun menyebut ia masih hidup dan dirawat. Akun @ninikkaryawati kini diatur privat. Ia juga membantah Darkun anggota Brimob di rantis yang menabrak pengemudi ojek online Affan Kurniawan, 28 Agustus 2025.
Antara mencatat, hingga 29 Agustus, ada 31 anggota Polri jadi korban kericuhan di Jakarta. Kasubag Humas RS Polri Kompol Yoan Hendri menyebut luka korban bervariasi, dari ringan hingga berat. “Ada yang butuh operasi, perawatan intensif tetap berjalan,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Rumah Sakit Polri Brigadir Jenderal Prima Heru Yulih memastikan tak ada polisi tewas. “Yang kritis sudah membaik. Tidak ada anggota yang meninggal,” kata dia di RS Polri Kramat Jati.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Ade Ary Syam Indradi, menegaskan narasi tersebut salah. “Tidak benar. Beliau luka-luka dan pingsan,” kata Ade pada Tempo, Minggu, 31 Agustus 2025.
Pedoman Tangerang melaporkan, sebuah akun TikTok yang mengaku adik AKP Darkun menyebut ia masih hidup dan dirawat. Akun @ninikkaryawati kini diatur privat. Ia juga membantah Darkun anggota Brimob di rantis yang menabrak pengemudi ojek online Affan Kurniawan, 28 Agustus 2025.
Antara mencatat, hingga 29 Agustus, ada 31 anggota Polri jadi korban kericuhan di Jakarta. Kasubag Humas RS Polri Kompol Yoan Hendri menyebut luka korban bervariasi, dari ringan hingga berat. “Ada yang butuh operasi, perawatan intensif tetap berjalan,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Rumah Sakit Polri Brigadir Jenderal Prima Heru Yulih memastikan tak ada polisi tewas. “Yang kritis sudah membaik. Tidak ada anggota yang meninggal,” kata dia di RS Polri Kramat Jati.
Kesimpulan
Tempo menyimpulkan klaim foto Ajun Komisaris Darkun tewas dalam kericuhan di Mako Brimob Kwitang adalah keliru.
Rujukan
- https://www.facebook.com/mira.cahaya.2025/posts/akpdarkun-komandan-kompi-brimob-kwitangmeninggal-infonya-di-hajar-massaalhamduli/586185641242797/
- https://archive.is/mKAfs
- https://www.threads.com/@fachri.fazli/post/DN8QkBjiZpP?xmt=AQF0ssWHUQEQkFCvSVUJii2pIHuK3hXA0LmF9ERw94jGcQ&slof=1
- https://x.com/neVerAl0nely__/status/1961229887857164385
- https://www.tiktok.com/@bstmi9/photo/7543686817090948357
- https://pedomantangerang.pikiran-rakyat.com/megapolitan/pr-079610495/siapa-sosok-akp-darkun-viral-anggota-polisi-yang-menjadi-korban-usai-demo-buruh-ricuh-di-dpr?page=all
- https://www.antaranews.com/berita/5074105/rs-polri-rawat-31-anggota-polisi-luka-ringan-hingga-operasi/
(GFD-2025-28717) Cek Fakta: Tidak Benar Dalam Video Ini Ketegangan di Depan Mako Brimob Kwitang
Sumber:Tanggal publish: 30/08/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video ketegangan di depan Mako Brimob Kwitang, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 29 Agustus 2025.
Unggahan klaim video ketegangan di depan Mako Brimob Kwitang menampilkan sejumlah kendaraan yang sedang berbaris berjalan mundur terdiri dari mobil sedang berwarna putih, dobel kabin serta bus berwarna abu-abu bertuliskan 'POLISI' dan Mobil Boks menuju gerbang yang sisi kanan kirinya berbentuk gapura berwarna hitam.
Kendaraan sedan putih tersebut kemudian didatangi oleh sejumlah orang yang melakukan tindakan menarik pintu bagian supir.
Dalam video tersebut terdapat tulisan sebagai berikut.
"Ketegangan Terjadi Sore Tadi Di Depan Mako Brimob Kwitang Jakarta
Kira2 Di Hukum Adil Atau Cuma Minta Maaf Saja Tuh Oknum Brimob Nya
Aksi Masa Menuntu Polisi untuk Di Tetapkan Menjadi Tersangka Atas Insident Rekan Ojol Yg MD Akibat Di Lindas Mobul Rantis Polisi"
Unggahan video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
"Ketegangan terjadi sore tadi di depan Mako Brimob Kwitang Jakarta Antara Pasukan OJOL Vs POLISI"
Benarkah klaim video ketegangan di depan Mako Brimob Kwitang? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video ketegangan di depan Mako Brimob Kwitang, dengan mengkap layar video untuk dijadikan bahan penelusuran menggunakan Google Image.
Penelusuran mengarah pada sejumlah situs berita yang memuat foto bangunan yang identik dengan bangunan ada pada klaim video.
Di antaranya artikel berjudul "Keributan Sempat Terjadi di Depan Mapolda Metro, Bus Polisi Mundur" yang dimuat situs idntimes.com, pada 29 Agustus 2025.
Artikel situs idntimes.com menyebutkan, situasi kaos sempat terjadi saat aksi geruduk mahasiswa di Polda Metro Jaya, Jumat (29/8/2025) sore. Bus dan kendaraan polisi yang akan keluar dari markas Polda Metro Jaya bentrok tepat di Jalan Sudirman.Penelusuran dilanjutkan menggunakan kata kunci 'bus dan kendaraan Polisi mundul saat keluar dari markas Polda Metro Jaya'.
Penelusuran mengarah pada unggahan video akun YouTube resmi media online Tribunews berjudul "Massa Aksi Membabi Buta Serang Rombongan Bus & Mobil Provos Polri sampai Bikin Polisi Ketakutan" pada 29 Agustus 2025.
Unggahan video tersebut memiliki kesamaan pada kendaraan yang mundur dan bangunan berbentuk gapura.
Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut ini.
"Aksi demonstrasi mahasiswa di depan Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Jumat (29/8/2025) sore berujung ricuh.
Satu unit mobil polisi jenis sedan berwarna putih biru bertuliskan “Provos” mengalami kerusakan berat setelah dicegat dan dirusak oleh massa aksi.
Berdasarkan pantauan Tribunnews.com di lokasi, insiden bermula sekitar pukul 15.20 WIB saat tiga mobil polisi dan satu bus keluar dari gerbang Polda Metro Jaya.
Pada saat bersamaan, rombongan mahasiswa baru tiba di lokasi aksi.
Ketegangan meningkat ketika salah satu mobil polisi yang keluar, yakni sedan bertuliskan “Provos”, dihentikan oleh massa.
Dalam hitungan menit, terjadi perusakan terhadap kendaraan tersebut.
Seorang anggota polisi terlihat keluar dari mobil untuk menyelamatkan diri, sementara seorang sopir masih berada di dalam kendaraan.
Melihat situasi yang memburuk, kendaraan polisi lainnya segera mundur dan kembali masuk ke area Polda Metro Jaya. (Tribun-Video.com)"
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video ketegangan di depan Mako Brimob Kwitang tidak benar.
Peristiwa dalam klaim video tersebut terjadi di depan Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.
Rujukan
(GFD-2025-28723) Tidak Benar Anggota Brimob AKP Darkun Meninggal Dunia
Sumber:Tanggal publish: 30/08/2025
Berita
tirto.id - Situasi di Markas Komando (Mako) Brimob Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, memanas pada Kamis malam (28/8/2025). Ratusan massa aksi mendatangi lokasi tersebut dan terlibat bentrokan dengan aparat kepolisian. Aksi itu merupakan buntut dari peristiwa semalam yang menewaskan seorang pengendara ojek online bernama Affan Kurniawan (21) yang dilindas rantis Brimob di Pejompongan, Jakarta Pusat, di tengah aksi massa demo.
ADVERTISEMENT
Di tengah sorotan masyarakat terkait peristiwa itu, di media sosial beredar klaim yang menyebut bahwa anggota Brimob Polda Metro Jaya, AKP Darkun tewas dihajar massa dalam momen tersebut. Narasi itu diunggah oleh akun Facebook bernama “Iyan”(arsip) pada Kamis (28/8/2025). Dalam unggahan tersebut, ditampilkan sebuah foto yang menunjukkan seorang pria berseragam hitam khas Brimob tengah terbaring di ranjang rumah sakit. Pria dalam foto itu diklaim sebagai AKP Darkun.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Selain foto, unggahan tersebut juga menyertakan sebuah video yang memperlihatkan suasana kericuhan antara massa demonstran dan aparat kepolisian.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
“Markas Brimob Kwitang pasar Senen di serang komandan kompi brimob AKP Darkun meninggal. Nyawa di bayar nyawa,” tulis keterangan takarir pada unggahan tersebut.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Periksa Fakta Tidak Benar Anggota Brimob AKP Darkun Meninggal.
Sepanjang Kamis (28/8/2025) hingga Jumat (29/8/2025), atau selama satu hari tersebar di Facebook, unggahan ini telah memperoleh 16 reaksi dan tiga komentar.
ADVERTISEMENT
Lantas, benarkah klaim yang menyebut ada anggota Polri yang tewas dihajar massa dalam momen tersebut?
ADVERTISEMENT
Di tengah sorotan masyarakat terkait peristiwa itu, di media sosial beredar klaim yang menyebut bahwa anggota Brimob Polda Metro Jaya, AKP Darkun tewas dihajar massa dalam momen tersebut. Narasi itu diunggah oleh akun Facebook bernama “Iyan”(arsip) pada Kamis (28/8/2025). Dalam unggahan tersebut, ditampilkan sebuah foto yang menunjukkan seorang pria berseragam hitam khas Brimob tengah terbaring di ranjang rumah sakit. Pria dalam foto itu diklaim sebagai AKP Darkun.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Selain foto, unggahan tersebut juga menyertakan sebuah video yang memperlihatkan suasana kericuhan antara massa demonstran dan aparat kepolisian.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
“Markas Brimob Kwitang pasar Senen di serang komandan kompi brimob AKP Darkun meninggal. Nyawa di bayar nyawa,” tulis keterangan takarir pada unggahan tersebut.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Periksa Fakta Tidak Benar Anggota Brimob AKP Darkun Meninggal.
Sepanjang Kamis (28/8/2025) hingga Jumat (29/8/2025), atau selama satu hari tersebar di Facebook, unggahan ini telah memperoleh 16 reaksi dan tiga komentar.
ADVERTISEMENT
Lantas, benarkah klaim yang menyebut ada anggota Polri yang tewas dihajar massa dalam momen tersebut?
Hasil Cek Fakta
Tirto menelusuri foto dan video yang disertakan dalam unggahan tersebut. Dalam kedua unggahan visual tersebut, kami tidak menemukan adanya petunjuk lebih lanjut yang bisa memberi konfirmasi terkait kebenaran klaim yang menyebut bahwa anggota Brimob Polda Metro Jaya, AKP Darkun tewas dihajar massa dalam bentrokan yang terjadi antara massa demonstrasi dan pihak kepolisian.
Dalam foto yang disertakan, tidak dijelaskan secara spesifik soal identitas dan kondisi kesehatan sosok yang nampak terbaring di ranjang rumah sakit tersebut. Sementara, dalam video yang disertakan juga tidak ada momen yang memperlihatkan anggota Brimob Polda Metro Jaya, AKP Darkun, tewas dihajar massa.
Untuk memverifikasi soal klaim ini, Tirto menghubungi langsung Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi. Secara tegas, ia membantah soal kabar berseliweran yang menyebut bahwa anggota Brimob Polda Metro Jaya, AKP Darkun, tewas dihajar massa dalam bentrokan yang terjadi antara massa demonstrasi dan pihak kepolisian.
“Hoaks (tidak benar),” katanya saat dikonfirmasi langsung oleh Tirto pada Jumat (29/8/2025) malam.
Berdasarkan penelusuran Tirto hingga Jumat (29/8/2025) malam atau saat artikel periksa fakta ini ditulis, belum ada keterangan resmi maupun pemberitaan media kredibel terkait adanya korban jiwa dari pihak kepolisian dalam peristiwa demo yang terjadi beberapa hari terakhir.
Dalam foto yang disertakan, tidak dijelaskan secara spesifik soal identitas dan kondisi kesehatan sosok yang nampak terbaring di ranjang rumah sakit tersebut. Sementara, dalam video yang disertakan juga tidak ada momen yang memperlihatkan anggota Brimob Polda Metro Jaya, AKP Darkun, tewas dihajar massa.
Untuk memverifikasi soal klaim ini, Tirto menghubungi langsung Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi. Secara tegas, ia membantah soal kabar berseliweran yang menyebut bahwa anggota Brimob Polda Metro Jaya, AKP Darkun, tewas dihajar massa dalam bentrokan yang terjadi antara massa demonstrasi dan pihak kepolisian.
“Hoaks (tidak benar),” katanya saat dikonfirmasi langsung oleh Tirto pada Jumat (29/8/2025) malam.
Berdasarkan penelusuran Tirto hingga Jumat (29/8/2025) malam atau saat artikel periksa fakta ini ditulis, belum ada keterangan resmi maupun pemberitaan media kredibel terkait adanya korban jiwa dari pihak kepolisian dalam peristiwa demo yang terjadi beberapa hari terakhir.
Kesimpulan
Hasil penelusuran fakta menunjukkan klaim yang menyebut bahwa anggota Brimob Polda Metro Jaya, AKP Darkun tewas dihajar massa bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, secara tegas menyebut bahwa klaim itu adalah hoaks.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, secara tegas menyebut bahwa klaim itu adalah hoaks.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
Halaman: 1411/7963



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5332498/original/036797200_1756498691-ketegangan_kwitang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5332484/original/096000100_1756493525-ketegangan_kwitang_GI.jpg)

