• (GFD-2024-21415) [KLARIFIKASI] Air Rebusan Akar Alang dan Serai Belum Terbukti Sembuhkan Penyakit Ginjal

    Sumber:
    Tanggal publish: 26/07/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar unggahan yang mengeklaim air rebusan akar alang-alang dan serai dapat menyembuhkan penyakit ginjal agar tidak perlu cuci darah.

    Namun, klaim tersebut belum bisa dibuktikan secara ilmiah.

    Narasi yang mengeklaim air rebusan akar alang-alang dan serai dapat menyembuhkan penyakit ginjal muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Instagram ini dan Facebook ini, ini.

    Dalam video disebutkan rebusan air alang-alang dan serai bisa memperbaiki fungsi ginjal bagi pasien yang sudah cuci darah. Video diberi keterangan:

    MEMPERBAIKI FUNGSI GINJAL

    AGAR TIDAK CUCI D4RAH

     

    Hasil Cek Fakta

    Dokter spesialis penyakit dalam, Andi Khomeini Takdir Haruni menjelaskan, sampai saat ini tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan air rebusan akar alang-alang dan serai dapat menyembuh penyakit ginjal.

    "Tanaman yang diklaim menyembuhkan penyakit ginjal ini perlu diteliti dulu," kata Andi kepada Kompas.com, Kamis (25/7/2024).

    Andi menjelaskan, air rebusan akar alang-alang dan serai dapat digunakan sebagai terapi komplementer untuk menurunkan tekanan darah tinggi yang merupakan faktor risiko  penyakit ginjal.

    Akan tetapi, ramuan itu bukan obat untuk menyembuhkan penyakit ginjal.

    "Buat (menurunkan) tekanan darah saja, sebagai terapi komplementer ya. Enggak boleh gara-gara itu tidak kontrol ke dokter, tidak periksa rutin, tidak meminum obat yang diresepin," ujar dia. 

    Andi menjelaskan, cuci darah dilakukan untuk pasien yang mengalami gagal ginjal kronis. Cuci darah dilakukan karena ginjal tidak berfungsi dengan baik menyaring racun dan zat sisa metabolisme dalam tubuh.

    Sementara, untuk pasien dengan gagal ginjal akut masih bisa pulih. 

    Kesimpulan

    Klaim air rebusan akar alang-alang dan serai dapat menyembuhkan penyakit ginjal belum bisa dibuktikan secara ilmiah.

    Dokter spesialis penyakit dalam, Andi Khomeini Takdir Haruni menjelaskan, air rebusan akar alang-alang dan serai hanya digunakan sebagai terapi komplementer untuk menurunkan tekanan darah tinggi yang merupakan faktor risiko penyakit ginjal.

    Rujukan

  • (GFD-2024-21414) [SALAH] TANGGAL 17 AGUSTUS PERTALITE AKAN DIHAPUS

    Sumber: x.com
    Tanggal publish: 27/07/2024

    Berita


    "1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila, Kanjuruhan berdarah. Rakyat dibunuhi.

    17 Agustus Hari Kemerdekaan, pertalite dihapus.

    Rezim Jokowi anti sejarah! Ini penghinaan pada bangsa Indonesia

    #IstanaSarangPenyamun
    #IstanaSarangPenyamun"

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah unggahan melalui media X, narasi yang menyebutkan bahwa pada tanggal 17 Agustus 2024, pertalite akan dihapuskan. Narasi dari akun @MichelAdam7__ berhasil mengundang berbagai komentar dari pengguna X lainnya. Lalu apakah benar, bahwa pada tanggal 17 Agustus 2024 mendatang pertalite akan dihapus?

    Setelah melakukan penelusuran mengenai narasi tersebut, ditemukan fakta yang menunjukkan bahwa klaim didalamnya mengandung kekeliruan. Faktanya, untuk bahan bakar jenis pertalite tidak akan dihapus dari Indonesia. Namun memang, pembagiannya akan dibatasi hanya kepada pihak yang memang membutuhkan.

    Pertalite yang merupakan bahan bakar subsidi pemerintah, awalnya dapat diperoleh oleh seluruh kalangan masyarakat. Namun kini, pertalite hanya akan didistribusikan kepada masyarakat dengan kategori-kategori yang telah ditentukan. Hal tersebut pun ditegaskan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

    "Dan juga pemberian subsidi yang tidak pada tempatnya. Itu sekarang Pertamina sedang menyiapkan. Kita berharap 17 Agustus ini, kita sudah bisa mulai, di mana orang yang tidak berhak mendapat subsidi itu akan bisa kita kurangi," kata Luhut di unggahan akun media sosialnya, @luhut.pandjaitan, melansir dari cnnindonesia.com, Kamis (18/7).

    Dalam ulasan pada artikel okezone.com, Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso mengungkapkan hal serupa. Fadjar menekankan bahwa BBM Subsidi seperti Pertalite merupakan kewenangan pemerintah.

    "Sampai saat ini kami masih ditugaskan untuk menyediakannya," tukasnya.

    Kabar mengenai penghapusan pertalite ini memang telah beredar setidaknya pada bulan Mei lalu. Berbagai narasi yang mirip juga telah diulas dan diterbitkan oleh turnbackhoax.id.

    Jadi dapat disimpulkan, klaim yang menyebutkan bahwa pertalite akan dihapus pada tanggal 17 Agustus mendatang, merupakan klaim yang menyesatkan atau termasuk kategori misleading content.

    Kesimpulan

    Faktanya, untuk bahan bakar jenis pertalite tidak akan dihapus dari Indonesia. Namun memang, pembagiannya akan dibatasi hanya kepada pihak yang memang membutuhkan.

    Rujukan

  • (GFD-2024-21413) [SALAH] Video 100 Orang Anak Yatim Palestina Tiba di Indonesia

    Sumber: SnackVideo.com
    Tanggal publish: 27/07/2024

    Berita

    “100 orang anak2 yatim Palestina Alhamdulillah sudah di Deportasi ke Indonesia”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah video di Snack Video dengan klaim merupakan video dari 100 anak yatim Palestina yang telah tiba di Indonesia, terlihat dalam video tersebut anak-anak Palestina sedang menikmati makanan yang disediakan warga Indonesia.

    Namun setelah ditelusuri faktanya video tersebut berada di tempat pengungsian di Irbid, Palestina. Video pertama kali dipublikasi oleh Kristinawati Hidajat pada 21 Juni 2024, melalui caption postingan Instagramnya ia telah menyebut bahwa ia sedang berada di tempat pengungsian warga Palestina di Irbid, bukan di Indonesia.

    Melalui postingan Instagramnya yang dikolaborasikan dengan akun Golden Future Indonesia, sebuah LSM yang ia pimpin, mengklarifikasi bahwa berita tersebut bohong. Melalui akun Facebooknya, Kristinawati menyebut bahwa ia dengan teamnya sedang membuat dapur umum di tempat pengungsian yang dekat dengan perbatasan Suriah dan Jordania tersebut.

    Dengan demikian, video 100 anak Palestina tiba di Indonesia adalah tidak benar dengan kategori Konten yang Menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Moch. Marcellodiansyah

    Faktanya video berada di tempat pengungsian di Irbid, Palestina yang dekat dengan perbatasan Suriah dan Jordania. Video tersebut pertama kali dipublikasi oleh Kristinawati Hidajat yang merupakan Presiden Of Golden Future Indonesia, LSM yang sedang membuka dapur umum di sana untuk membantu warga Palestina yang menjadi korban perang.

    Rujukan

  • (GFD-2024-21412) [SALAH] JOKOWI PALSUKAN IBUNYA

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 27/07/2024

    Berita

    "sekejam kejamnya Fir'aun , dia gak akan memalsukan Ibu kandungnya
    Sampai Kapanpun Ibu Tak Akan Bisa Terganti"

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah unggahan melalui media sosial Facebook, dua gambar dari Presiden RI, Jokowi, bersama dua wanita yang berbeda. Gambar pertama terlihat Jokowi bersama seorang wanita tua berambut putih. Sedangkan gambar kedua, terlihat Jokowi bersama wanita tua yang mengenakan jilbab berwarna merah.

    Akun bernama Fatimah Umar, kemudian menambahkan narasi yang berbunyi: "sekejam kejamnya Fir'aun, dia ga akan memalsukan ibu kandungnya. Sampai Kapanpun Ibu Tak Akan Bisa Terganti". Lalu apakah benar, bahwa gambar tersebut merupakan bukti bahwa Jokowi sempat memalsukan ibunya?

    Setelah melakukan penelusuran lebih lanjut mengenai informasi tersebut, didapati fakta yang menunjukkan bahwa klaim tersebut mengandung kekeliruan. Diketahui ternyata bahwa narasi serupa seperti yang disampaikan dalam akun Fatimah Umar tersebut pernah beredar, setidaknya sejak tahun 2020 lalu.

    Melansir dari artikel periksa fakta turnbackhoax.id, klaim mengenai Jokowi memalsukan ibunya merupakan klaim yang tidak benar. Sedangkan dilansir dari artikel milik tempo.co, foto Jokowi bersama perempuan berjilbab merah merupakan benar foto Jokowi bersama Ibunya. Namun foto lainnya, tampak gambar mirip Jokowi bersama dengan perempuan lanjut usia yang mirip dengan tokoh Gewarni bernama Sulami.

    Ibu Jokowi diketahui bernama Sudjiatmi, yang lahir pada tanggal 15 Februari 1943 di Desa Giriroto, Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah. Namun beliau berpulang di usia yang menginjak 77 tahun pada 2020 lalu. Sedangkan Sulami, tidak ada kaitannya dengan Jokowi. Sekalipun sempat beredar narasi yang menyebutkan bahwa ibunda Jokowi terlibat dalam kelompok Gewarni yang akrab disandingkan dengan PKI.

    Namun hal tersebut secara tegas telah dibantah melalui buku berjudul “Jokowi dari Bantaran Kalianyar ke Istana” karya 2 akademikus bernama Wawan dari Ilmu Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada dan Ramdhon dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Negeri Sebelas Maret.

    Jadi dapat disimpulkan, narasi yang menyebutkan Jokowi telah memalsukan ibunya, merupakan klaim yang keliru sehingga termasuk ke dalam kategori misleading content atau konten menyesatkan.

    Kesimpulan

    Faktanya, unggahan yang beredar ini merupakan hoaks lama yang kembali beredar.

    Rujukan