KOMPAS.com - Di media sosial, beredar surat atas nama Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jakarta berisi imbauan untuk tidak meliput aksi demo pada Kamis (28/8/2025).
Imbauan itu ditujukan bagi 37 radio dan stasiun televisi di Jakarta.
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi itu tidak benar dan perlu diluruskan.
Surat dari KPID Jakarta berisi imbauan untuk tidak meliput aksi unjuk rasa pada Kamis (28/8/2025) disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Jumat (29/8/2025):
Sebanyak 37 stasiun Televisi dan Radio di Jakarta, dilarang meliput aksi unjuk rasa secara vulgar oleh KPI..
akun Facebook Tangkapan layar narasi keliru di sebuah akun Facebook, mengenai surat dari KPID Jakarta berisi imbauan untuk tidak meliput aksi unjuk rasa pada Kamis (28/8/2025).
(GFD-2025-28735) [KLARIFIKASI] KPID Jakarta Bantah Surat Larangan Meliput Aksi Demo
Sumber:Tanggal publish: 30/08/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jakarta, Puji Hartoyo menyatakan, pihaknya tidak pernah mengeluarkan surat tersebut.
"Enggak. Jadi kami enggak pernah mengeluarkan surat itu," ujar Ketua KPID Jakarta, Puji Hartoyo pada Jumat (29/8/2025) dikutip dari Kompas.com.
Ia memastikan isi surat yang beredar di media sosial itu tidak benar.
Tidak pernah ada imbauan dari KPI untuk melarang stasiun televisi dan radio menayangkan aksi demo.
Kendati demikian, Polda Metro Jaya sempat membuat pernyataan akan memantau massa yang melakukan siaran langsung (live) di media sosial saat demo buruh di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/8/2025).
Sebagaimana dilansir Kompas.com, Polri berencana menindak tegas siaran langsung yang mengandung unsur pidana akan ditindak sesuai hukum.
"Enggak. Jadi kami enggak pernah mengeluarkan surat itu," ujar Ketua KPID Jakarta, Puji Hartoyo pada Jumat (29/8/2025) dikutip dari Kompas.com.
Ia memastikan isi surat yang beredar di media sosial itu tidak benar.
Tidak pernah ada imbauan dari KPI untuk melarang stasiun televisi dan radio menayangkan aksi demo.
Kendati demikian, Polda Metro Jaya sempat membuat pernyataan akan memantau massa yang melakukan siaran langsung (live) di media sosial saat demo buruh di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/8/2025).
Sebagaimana dilansir Kompas.com, Polri berencana menindak tegas siaran langsung yang mengandung unsur pidana akan ditindak sesuai hukum.
Kesimpulan
Surat dari KPID Jakarta berisi imbauan untuk tidak meliput aksi unjuk rasa pada Kamis (28/8/2025) tidak benar.
KPID Jakarta tidak pernah membuat larangan meliput aksi demo untuk 37 televisi dan radio.
KPID Jakarta tidak pernah membuat larangan meliput aksi demo untuk 37 televisi dan radio.
Rujukan
- https://www.facebook.com/photo?fbid=122141364482839224&set=a.122112607400839224
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=1687163685283063&set=a.686095772056531
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=796026366241794&set=a.140761778434926
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=1199427892209021&set=a.443264297825388
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=24631852266411326&set=a.265789560110936
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=2985218058331064&set=gm.25357004897220566&idorvanity=470248629656204
- https://nasional.kompas.com/read/2025/08/29/18585791/kpid-jakarta-bantah-keluarkan-surat-larangan-stasiun-tv-tayangkan-demo
- https://www.kompas.com/jawa-timur/read/2025/08/27/231633588/polda-metro-jaya-pantau-live-media-sosial-saat-demo-buruh-28-agustus
- https://kitabisa.com/campaign/kompascompendidikan
(GFD-2025-28736) Hoaks! Prabowo batalkan amnesti Hasto dan Tom Lembong pada Agustus
Sumber:Tanggal publish: 30/08/2025
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di YouTube menarasikan bahwa Presiden Prabowo Subianto membatalkan amnesti terhadap Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan abolisi untuk mantan Menteri Perdagangan Tom Lembong.
Sebelumnya, Presiden Prabowo memberikan abolisi untuk terdakwa kasus impor gula, Thomas Trikasih Lembong dan amnesti untuk terdakwa kasus suap pergantian antar waktu anggota DPR, Hasto Kristiyanto.
Berikut narasi dalam judul video tersebut:
“PRABOWO RESMI BATALKAN AMNESTI HASTO & TOM..GIBRAN GAGALKAN PDIP MASUK KOALISI! MAK BANTENG NYUNGSEP”
Namun, benarkah Prabowo batalkan amnesti Hasto dan Tom Lembong pada Agustus?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Sebelumnya, Presiden Prabowo memberikan abolisi untuk terdakwa kasus impor gula, Thomas Trikasih Lembong dan amnesti untuk terdakwa kasus suap pergantian antar waktu anggota DPR, Hasto Kristiyanto.
Berikut narasi dalam judul video tersebut:
“PRABOWO RESMI BATALKAN AMNESTI HASTO & TOM..GIBRAN GAGALKAN PDIP MASUK KOALISI! MAK BANTENG NYUNGSEP”
Namun, benarkah Prabowo batalkan amnesti Hasto dan Tom Lembong pada Agustus?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran, pernyataan tersebut tidak benar. Presiden Prabowo telah menetapkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 18 Tahun 2025 tentang Pemberian Abolisi untuk Tom Lembong.
Keppres ini ditandatangani pada 1 Agustus 2025 dan meniadakan semua proses hukum serta akibat hukum atas kasusnya.
Selain itu, Prabowo juga menandatangani Keppres Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pemberian Amnesti kepada 1.178 terpidana, termasuk Hasto Kristiyanto yang tercatat pada urutan ke-47.
Hingga kini, tidak ada pernyataan resmi dari Presiden Prabowo terkait pembatalan amnesti bagi Hasto maupun abolisi bagi Tom Lembong.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Fakta terbaru menunjukkan bahwa Hasto Kristiyanto tetap menjabat kembali sebagai Sekjen PDIP periode 2025–2030 setelah kongres partai pada awal Agustus 2025.
Sementara itu, Tom Lembong melaporkan tiga hakim yang memvonis dirinya dalam kasus impor gula ke Mahkamah Agung.
Klaim: Prabowo batalkan amnesti Hasto dan Tom Lembong pada Agustus
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Keppres ini ditandatangani pada 1 Agustus 2025 dan meniadakan semua proses hukum serta akibat hukum atas kasusnya.
Selain itu, Prabowo juga menandatangani Keppres Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pemberian Amnesti kepada 1.178 terpidana, termasuk Hasto Kristiyanto yang tercatat pada urutan ke-47.
Hingga kini, tidak ada pernyataan resmi dari Presiden Prabowo terkait pembatalan amnesti bagi Hasto maupun abolisi bagi Tom Lembong.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Fakta terbaru menunjukkan bahwa Hasto Kristiyanto tetap menjabat kembali sebagai Sekjen PDIP periode 2025–2030 setelah kongres partai pada awal Agustus 2025.
Sementara itu, Tom Lembong melaporkan tiga hakim yang memvonis dirinya dalam kasus impor gula ke Mahkamah Agung.
Klaim: Prabowo batalkan amnesti Hasto dan Tom Lembong pada Agustus
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
(GFD-2025-28737) Hoaks! NASA konfirmasi ledakan besar dari gunung aktif pada 2025
Sumber:Tanggal publish: 30/08/2025
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional (NASA) Amerika Serikat diklaim merilis informasi tentang ledakan besar yang akan terjadi pada 2025.
Menurut unggahan di Facebook, NASA mengabarkan ledakan besar tersebut berasal dari sejumlah gunung aktif di dunia.
Konten tersebut juga dilengkapi dengan kolase foto sejumlah gunung meletus.
Berikut isi narasi yang dibubuhkan di unggahan Facebook itu:
"Subhanallah... NASA mengkonfirmasi bahwa akan ada ledakan besar di bumi dari gunung gunung yang aktif maupun tidak aktif,".
Lalu, benarkah NASA konfirmasi ledakan besar dari gunung aktif pada 2025?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Menurut unggahan di Facebook, NASA mengabarkan ledakan besar tersebut berasal dari sejumlah gunung aktif di dunia.
Konten tersebut juga dilengkapi dengan kolase foto sejumlah gunung meletus.
Berikut isi narasi yang dibubuhkan di unggahan Facebook itu:
"Subhanallah... NASA mengkonfirmasi bahwa akan ada ledakan besar di bumi dari gunung gunung yang aktif maupun tidak aktif,".
Lalu, benarkah NASA konfirmasi ledakan besar dari gunung aktif pada 2025?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tidak ditemukan keterangan valid dari NASA terkait adanya ledakan besar dari gunung aktif pada 2025.
Situs resmi NASA, nasa.gov, juga tidak memuat publikasi maupun prediksi soal ledakan gunung api pada tahun ini. Begitu pun akun media sosial milik NASA.
Mengacu BPBD Yogyakarta, Indonesia memiliki 29 gunung aktif. Tiga di antaranya pernah semburkan letusan dahsyat, yang tidak hanya berdampak di wilayah Indonesia tetapi juga wilayah-wilah di benua lain, meliputi Gunung Toba, Tambora (1815), dan Krakatau (1883).
Namun, pada 2025 tidak tercatat adanya letusan besar, sebagaimana dinarasikan di Facebook.
Klaim: NASA konfirmasi ledakan besar dari gunung aktif pada 2025
Rating: Hoaks
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Situs resmi NASA, nasa.gov, juga tidak memuat publikasi maupun prediksi soal ledakan gunung api pada tahun ini. Begitu pun akun media sosial milik NASA.
Mengacu BPBD Yogyakarta, Indonesia memiliki 29 gunung aktif. Tiga di antaranya pernah semburkan letusan dahsyat, yang tidak hanya berdampak di wilayah Indonesia tetapi juga wilayah-wilah di benua lain, meliputi Gunung Toba, Tambora (1815), dan Krakatau (1883).
Namun, pada 2025 tidak tercatat adanya letusan besar, sebagaimana dinarasikan di Facebook.
Klaim: NASA konfirmasi ledakan besar dari gunung aktif pada 2025
Rating: Hoaks
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Rujukan
(GFD-2025-28754) [HOAKS] Pesan Berantai Bagi Warga Tionghoa Terkait Demo 28 Agustus
Sumber:Tanggal publish: 30/08/2025
Berita
KOMPAS.com - Gelombang aksi unjuk rasa terhadap kinerja DPR RI dan kekecewaan terhadap institusi Polri pada akhir Agustus 2025 memicu berbagai narasi keliru di media sosial.
Salah satunya pesan berantai berisi imbauan kepada warga Tionghoa untuk membatasi aktivitas dan tidak mengadakan acara meriah selama aksi demo berlangsung.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau merupakan hoaks.
Imbauan untuk tidak mengadakan acara bagi warga Tionghoa disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun:
PENGUMUMAN UNTUK WARGA TIONGHOA
Sehubungan dengan adanya informasi mengenai rencana aksi/demo besar pada 28 Agustus 2025, kami menghimbau kepada seluruh warga Tionghoa agar.
1. Menunda atau tidak mengadakan acara perayaan secara meriah terlebih dahulu pada waktu dekat ini, demi menjaga kenyamanan dan keamanan bersama.
2. Tetap waspada dan berhati-hati dalam beraktivitas di luar rumah, khususnya menjelang dan pada tanggal tersebut.
3. Mengikuti arahan aparat keamanan setempat serta memperhatikan perkembangan informasi resmi dari pihak berwenang.
4. Mengutamakan keselamatan keluarga dan lingkungan sekitar di atas segalanya/
Langkah ini bersifat sementara sampai situasi kembali kondusif. Mari saling menjaga, saling mengingatkan, dan tetap tenang menghadapi keadaan.
Terima kasih atas pengertian dan kerja samanya. Semoga kita semua saelalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.
akun Facebook Pesan berantai di Facebook bagi warga Tionghoa untuk tidak mengadakan acara saat aksi demo 28 Agustus 2025, yang merupakan hoaks.
Salah satunya pesan berantai berisi imbauan kepada warga Tionghoa untuk membatasi aktivitas dan tidak mengadakan acara meriah selama aksi demo berlangsung.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau merupakan hoaks.
Imbauan untuk tidak mengadakan acara bagi warga Tionghoa disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun:
PENGUMUMAN UNTUK WARGA TIONGHOA
Sehubungan dengan adanya informasi mengenai rencana aksi/demo besar pada 28 Agustus 2025, kami menghimbau kepada seluruh warga Tionghoa agar.
1. Menunda atau tidak mengadakan acara perayaan secara meriah terlebih dahulu pada waktu dekat ini, demi menjaga kenyamanan dan keamanan bersama.
2. Tetap waspada dan berhati-hati dalam beraktivitas di luar rumah, khususnya menjelang dan pada tanggal tersebut.
3. Mengikuti arahan aparat keamanan setempat serta memperhatikan perkembangan informasi resmi dari pihak berwenang.
4. Mengutamakan keselamatan keluarga dan lingkungan sekitar di atas segalanya/
Langkah ini bersifat sementara sampai situasi kembali kondusif. Mari saling menjaga, saling mengingatkan, dan tetap tenang menghadapi keadaan.
Terima kasih atas pengertian dan kerja samanya. Semoga kita semua saelalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.
akun Facebook Pesan berantai di Facebook bagi warga Tionghoa untuk tidak mengadakan acara saat aksi demo 28 Agustus 2025, yang merupakan hoaks.
Hasil Cek Fakta
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan, isi dari pesan berantai itu tidak benar.
Ia meminta masyarakat, terutama warga Tionghoa, tidak perlu khawatir.
"Tidak benar. Masyarakat tidak perlu khawatir, kami ada di lapangan 24 jam," ujar Ade pada Kamis (28/8/2025) sebagaimana diwartakan Kompas.com.
Adapun demo yang berlangsung pada Kamis diikuti oleh puluhan ribu buruh di depan Gedung DPR RI, Jakarta.
Mereka menyuarakan kekecewaan atas kinerja DPR, kenaikan pajak, dan menyoroti tunjangan anggota parlemen.
Ia meminta masyarakat, terutama warga Tionghoa, tidak perlu khawatir.
"Tidak benar. Masyarakat tidak perlu khawatir, kami ada di lapangan 24 jam," ujar Ade pada Kamis (28/8/2025) sebagaimana diwartakan Kompas.com.
Adapun demo yang berlangsung pada Kamis diikuti oleh puluhan ribu buruh di depan Gedung DPR RI, Jakarta.
Mereka menyuarakan kekecewaan atas kinerja DPR, kenaikan pajak, dan menyoroti tunjangan anggota parlemen.
Kesimpulan
Pesan berantai untuk tidak mengadakan acara bagi warga Tionghoa saat aksi demo 28 Agustus 2025 merupakan hoaks.
Mahasiswa, buruh, dan elemen masyarakat sipil melakukan aksi unjuk rasa terhadap kinerja DPR.
Narasi yang beredar di media sosial berpotensi mengaburkan muatan aksi unjuk rasa dan mengarahkannya pada isu SARA.
Mahasiswa, buruh, dan elemen masyarakat sipil melakukan aksi unjuk rasa terhadap kinerja DPR.
Narasi yang beredar di media sosial berpotensi mengaburkan muatan aksi unjuk rasa dan mengarahkannya pada isu SARA.
Rujukan
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=122156953736720681&set=a.122135596580720681
- https://www.facebook.com/groups/312858718782196/?multi_permalinks=24296341646673901&hoisted_section_header_type=recently_seen
- https://www.facebook.com/groups/1560722227534342/?multi_permalinks=4093102254296314&hoisted_section_header_type=recently_seen
- https://www.kompas.com/tren/read/2025/08/28/173000465/beredar-pesan-warga-tionghoa-dilarang-gelar-acara-hingga-keluar-rumah-imbas?page=all#page2
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
Halaman: 1414/7963

