• (GFD-2025-29397) Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Rekrutmen PPPK BGN 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/10/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar kembali postingan klaim link pendaftaran rekrutmen PPPK Badan Gizi Nasional (BGN) 2025. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 28 September 2025.
    Dalam postingan terdapat tulisan:
    "REKRUTMEN PPPK 2025
    ( Badan Gizi Nasional )
    Persyaratan:
    - Pria/wanita
    - Usia 22-45 thn
    - Sehat jasmani dan rohani
    - Penempatan daerah masing"
    - Berkelakuan baik
    Info pendaftaran 👇
    https://lokerterbaru.rcjapk.com/"
    Sedangkan narasi dalam postingan yang menyertakan BADAN GIZI NASIONAL dan BKN adalah:
    "REKRUTMEN PPPK BADAN GIZI NASIONAL
    UNTUK SMA/SMK D3 & 1-S3
    DIBUKA LEBIH-33RIBU FORMASI
    BADAN GISI NASIONAL 2025
    PENDAFTARAN GRATIS TIDAK DIPUUNUT BIAYA"
    Ketika link daftar dalam unggahan tersebut diklik, mengarah pada halaman situs berupa formulir digital yang meminta nama lengkap dan nomor Telegram aktif.
    Benarkah klaim link pendaftaran rekrutmen PPPK Badan Gizi Nasional (BGN) 2025? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran rekrutmen PPPK BGN 2025. Penelusuran mengarah pada artikel Liputan6.com, berjudul "Awas Lowongan Kerja Palsu BGN, Data Pribadi Jadi Incaran".
    Dalam artikel ini, Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional Khairul Hidayati mengatakan, sehubungan dengan maraknya informasi yang beredar mengenai seleksi pendaftaran pegawai BGN, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap segala bentuk informasi yang tidak bersumber dari kanal resmi BGN.
    "Segala bentuk informasi resmi terkait seleksi pegawai BGN disebarluaskan melalui platform resmi BGN," kata Khairul, dikutip dari situs resmi BGN, Kamis (7/8/2025).
    Khairul menegaskan, seluruh masyarakat lebih waspada terkait informasi yang mengatasnamakan BGN disertai pungutan biaya dan pengumpulan data pribadi.
    Khairul pun meminta masyarakat untuk menjaga keamanan data pribadi dan menghindari potensi penipuan.
    "Pastikan Anda selalu memverifikasi informasi melalui situs resmi atau media sosial resmi BGN," ujarnya. 
     
    Sumber: 
    https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/6126718/awas-lowongan-kerja-palsu-bgn-data-pribadi-jadi-incaran

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran rekrutmen PPPK BGN 2025, tidak benar.
  • (GFD-2025-29399) [HOAKS] Tautan Kuota Internet Gratis dari Aplikasi Pesan Telegram

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/10/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Aplikasi pesan Telegram disebut membagikan kuota internet gratis satu bulan yang berlaku untuk semua operator telekomunikasi.

    Informasi tersebut dibagikan di media sosial dan disertai tautan yang diklaim untuk mendapatkan kuota internet gratis.

    Namun berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut hoaks. Tautan yang dibagikan terindikasi phishing atau pencurian data.

    Informasi dan tautan kuota internet gratis mengatasnamakan Telegram dibagikan oleh akun Facebook ini pada Juli 2025.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    TELEGRAM Bagi-bagi Bonus Tahun 2025. Dapatkan Kouta Internet GRATIS 1 bulan. BONUS BERLAKU UNTUK SEMUA OPERATOR. Silahkan Daftar nomor anda

    Hasil Cek Fakta

    Tidak Cek Fakta Kompas.com tidak menemukan informasi kredibel soal pembagian kuota internet gratis di akun X dan situs resmi Telegram.

    Sementara itu, tautan yang dibagikan oleh akun Facebook tersebut mengarah ke situs dengan tampilan menyerupai aplikasi MyTelkomsel.

    Namun alamat situs berbeda dengan situs resmi Telkomsel, yaitu www.telkomsel.com. Selain itu, aplikasi MyTelkomsel diunduh melalui Play Store atau App Store.

    Ketika pengunjung mengeklik Situs palsu itu meminta pengunjung memasukkan nama lengkap sesuai KTP dan nomor akun Telegram aktif.

    Hati-hati, ini merupakan modus pencurian data pribadi. Jangan masukkan data pribadi apa pun ke situs semacam ini untuk mencegah peretasan.

    Menurut perusahaan keamanan siber Kaspersky, pembajakan akun di Telegram telah menjadi masalah serius. Para peretas menggunakan beragam metode untuk mencuri akses ke akun.

    Peretas umumnya mengirim pesan dengan tautan phishing yang seolah resmi, misalnya https://t.me/premium, tetapi sebenarnya mengarahkan ke situs web palsu.

    Jika pengguna mengeklik tautan dan memasukkan informasi login di situs tersebut, akses ke akun Telegram dapat diambil alih.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi dan tautan kuota internet gratis mengatasnamakan Telegram yang beredar di media sosial adalah hoaks.

    Tidak ditemukan informasi pembagian kuota internet gratis di akun X dan situs resmi Telegram. Sementara, tautan yang dicantumkan terindikasi phishing.

    Rujukan

  • (GFD-2025-29400) [KLARIFIKASI] Konteks Keliru, Dua Orang Pilot AS Ditangkap karena Tolak Serang Palestina

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/10/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Sebuah video yang disebarluaskan di media sosial diklaim menampilkan dua orang pilot Amerika Serikat ditangkap terkait dukungan mereka terhadap Palestina.

    Dua pilot itu dinarasikan menolak menerbangkan pesawat berisi senjata dan bom untuk menyerang Palestina.

    Namun, setelah ditelusuri narasi tersebut keliru dan perlu diluruskan. 

    Video yang mengeklaim dua orang pilot ditangkap karena menolak menerbangkan pesawat berisi senjata dan bom untuk menyerang Palestina dibagikan akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Dalam video tampak beberapa polisi menangkap seorang pria dan perempuan. Narasi dalam video sebagai berikut:

    Pilot AU Amerika Serikat ditangkap karena bersuara dan menolak menerbangkan pesawat berisi senjata dan bom untuk melakukan genosida ke warga Palestina.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com mencari sumber video tersebut menggunakan Google Lens.

    Hasilnya, ditemukan video identik di kanal YouTube DawnNews English pada 4 September 2025. 

    Keterangan dalam unggahan menyebut video itu adalah momen ketika dua veteran militer Amerika Serikat yakni Anthony Aguilar dan Josephine Guilbeau dikeluarkan dari sidang Senat Urusan Luar Negeri di Gedung Capitol.

    Mereka diusir usai melakukan interupsi dan memprotes atas pembiaran Amerika Serikat terhadap genosida di Gaza, saat sidang berlangsung.  

    Dijutip dari Trt World, Anthony Aguilar yang merupakan pensiunan pasukan khusus Angkatan Darat AS menjelaskan, organisasi Gaza Humanitarian Foundation (GHF) terlibat dalam genosida di Palestina.

    GHF merupakan sebuah organisasi bantuan kontroversial yang didukung oleh Amerika Serikat. 

    Aguilar yang pernah bekerja dengan subkontraktor GHF, UG Solutions, mengatakan bahwa lokasi distribusi bantuan dari GHF merupakan perangkap maut yang dirancang untuk membunuh warga Palestina. 

    Ia menyebut, tentara Israel memerintahkan GHF memancing warga sipil Palestina yang kelaparan untuk datang ke titik bantuan dan menawarkan makanan.

    Namun, setelah mendapat bantuan, warga diserang dengan tembakan peluru tajam, gas air mata, dan mortir. 

    Kesimpulan

    Video dua orang pilot ditangkap karena menolak menerbangkan pesawat berisi senjata dan bom untuk menyerang Palestina merupakan informasi keliru.

    Peristiwa dalam video itu adalah momen saat dua orang veteran militer Amerika Serikat dikeluarkan dari sidang Senat Urusan Luar Negeri usai melakukan interupsi dan memprotes atas pembiaran genosida di Palestina. 

    Rujukan

  • (GFD-2025-29409) [HOAKS] Tautan Bantuan Tunai untuk Pemilik Tabung LPG 3 Kg

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/10/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Di media sosial beredar tautan yang diklaim untuk mendapatkan bantuan tunai Rp 300.000. Bantuan itu disebut untuk pemilik tabung LPG 3 kilogram.

    Namun berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut hoaks dan tautan yang dibagikan terindikasi phishing atau pencurian data pribadi.

    Tautan yang diklaim untuk mendapatkan bantuan tunai Rp 300.000 bagi pemilik tabung LPG 3 kilogram dibagikan oleh akun Facebook ini pada 30 September 2025.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Untuk pemilik ELPIJI 3 kg yang belum dapat bantuan 300 ribu silahkan daftar kan diri melalui link di bawah ini

    Hasil Cek Fakta

    Tidak ditemukan informasi bantuan tunai untuk pemilik tabung LPG 3 kilogram. Narasi sejenis sempat beredar pada 2024 dan telah dibantah.

    Sebagaimana pernah diberitakan Kompas.com, belum ada kebijakan pemerintah yang menyatakan subsisi LPG 3 kilogram akan diganti bantuan berupa uang.

    "Sejauh ini dari pemerintah tidak ada informasi tersebut, jadi kemungkinan itu hoaks," kata Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, 30 November 2024.

    Sementara itu, tautan yang dibagikan di Facebook tersebut mengarah ke sebuah situs yang meminta pengunjung memasukkan nama lengkap dan nomor Telegram aktif.

    Hati-hati, ini merupakan modus pencurian data pribadi. Jangan masukkan data pribadi apa pun ke situs semacam ini untuk mencegah peretasan.

    Kesimpulan

    Tautan yang diklaim untuk mendapatkan bantuan tunai Rp 300.000 bagi pemilik tabung LPG 3 kilogram adalah hoaks.

    Tidak ditemukan adanya bantuan semacam itu dari pemerintah. Sementara, tautan yang dibagikan mengarah ke situs mencurigakan dan terindikasi phishing.

    Rujukan