• (GFD-2025-29389) Sebagian Benar: Perbandingan Performa Penjualan BBM Indonesia dan Malaysia

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/10/2025

    Berita

    SEBUAH konten beredar di Instagram [arsip] mengklaim Indonesia merugi Rp5 triliun dengan harga jual bahan bakar minyak (BBM) oleh Pertamina sebesar Rp13 ribu. Dalam video tersebut, narator menunjukkan perhitungan perbedaan keuntungan dan kerugian yang dirasakan antara Indonesia dan Malaysia terkait penjualan bahan bakar. 

    Menurutnya, Malaysia adalah salah satu dari lima eksportir gas teratas di dunia dengan keuntungan 13,5 miliar dolar AS dari ekspor Gas Alam Cair (LNG). Keuntungan ini menutupi defisit dari impor minyak, sehingga Malaysia masih untung Rp161 triliun.

    Sebaliknya, Indonesia mengalami defisit minyak yang lebih besar dan mensubsidi harga bahan bakar dari APBN. Meskipun Indonesia memiliki cadangan LNG yang banyak, keuntungan dari LNG tidak disebutkan sebagai penutup kerugian penjualan bahan bakar seperti yang terjadi di Malaysia.



    Namun, benarkah narasi kerugian Indonesia soal bahan bakar minyak itu?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi konten tersebut dengan menelusuri pemberitaan dari media kredibel, situs web resmi, dan mewawancarai pakar. Hasilnya, Pertamina tidak mengalami kerugian dan memperoleh laba.

    Berdasarkan data resmi perusahaan, PT Pertamina (Persero) membukukan laba bersih senilai US$ 3,13 miliar atau sekitar Rp 49,5 triliun pada periode tahun buku 2024. “Dalam periode itu, Pertamina juga mencatat kontribusi sebesar Rp 401,73 triliun kepada negara,” tulis VP Corporate Communication, PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso melalui aplikasi perpesanan, 26 September 2025. 

    Pertamina juga telah mengumumkan laporan keuangan perusahaan dalam Konferensi Pers Laporan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2024 di Graha Pertamina, Jakarta, pada Jumat, 13 Juni 2025. 

    Sebagaimana dipublikasikan Tempo, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengatakan kontribusi kepada negara termasuk pajak, penerimaan negara bukan pajak maupun dividen, dan penyerapan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai Rp 415 triliun.

    Menurut Ketua Program Studi Sarjana Manajemen Universitas Gajah Mada, I Wayan Nuka Lantara, di satu sisi BUMN memang berorientasi pada keuntungan (profit oriented). Namun Pertamina juga harus menjamin stabilitas kuantitas dan kontinuitas BBM di seluruh wilayah Indonesia tanpa terkecuali.

    Harga BBM yang ditetapkan, kata dia, tidak hanya mengikuti harga pasar sebagaimana di luar negeri maupun SPBU swasta. Saat pemerintah dan DPR mematok harga penjualan BBM, maka potensi perbedaan harga harus ditanggung oleh Pertamina. “Terutama ketika harga pasar minyak bumi internasional meningkat,” kata Wayan kepada Tempo.

    Meski begitu, Wayan menilai, isi video tersebut juga memuat kritik. Sebab dengan membandingkan performa dengan Malaysia, Pertamina seharusnya dapat memperbaiki tata kelola di tengah banyaknya sorotan dalam perusahaan plat merah itu.

    Baru-baru ini, Pertamina diterpa kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah di PT Pertamina (Persero), Sub Holding dan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) periode 2018-2023. 

    Kejaksaan Agung (Kejagung) menyebut total kerugian yang harus ditanggung negara akibat penyimpangan tata kelola minyak mentah ini mencapai lebih dari Rp 285 triliun. 

    Sebelumnya, Kejagung mencatat 7 macam penyimpangan tata kelola minyak mentah yang menyebabkan kerugian keuangan negara dan perekonomian negara. Mulai dari penyimpangan dalam perencanaan dan pengadaan Ekspor Minyak Mentah, hingga penyimpangan dalam penjualan solar non subsidi kepada swasta.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran Tempo, klaim bahwa Indonesia melalui Pertamina rugi Rp5 triliun padahal harga jual bahan bakar minyak (BBM) Rp13 ribu adalah sebagian benar.

    Klaim bahwa Pertamina merugi tidak akurat, sebab perusahaan plat merah itu masih mencatatkan keuntungan pada 2024. Namun membandingkannya dengan performa Malaysia, dapat menjadi tolak ukur perbaikan tata kelola di Pertamina.

    Rujukan

  • (GFD-2025-29390) Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Rekrutmen PPPK BGN 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/10/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar kembali postingan klaim link pendaftaran rekrutmen PPPK Badan Gizi Nasional (BGN) 2025. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 28 September 2025.
    Dalam postingan terdapat tulisan:
    "REKRUTMEN PPPK 2025
    ( Badan Gizi Nasional )
    Persyaratan:
    - Pria/wanita
    - Usia 22-45 thn
    - Sehat jasmani dan rohani
    - Penempatan daerah masing"
    - Berkelakuan baik
    Info pendaftaran 👇
    https://lokerterbaru.rcjapk.com/"
    Sedangkan narasi dalam postingan yang menyertakan BADAN GIZI NASIONAL dan BKN adalah:
    "REKRUTMEN PPPK BADAN GIZI NASIONAL
    UNTUK SMA/SMK D3 & 1-S3
    DIBUKA LEBIH-33RIBU FORMASI
    BADAN GISI NASIONAL 2025
    PENDAFTARAN GRATIS TIDAK DIPUUNUT BIAYA"
    Ketika link daftar dalam unggahan tersebut diklik, mengarah pada halaman situs berupa formulir digital yang meminta nama lengkap dan nomor Telegram aktif.
    Benarkah klaim link pendaftaran rekrutmen PPPK Badan Gizi Nasional (BGN) 2025? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran rekrutmen PPPK BGN 2025. Penelusuran mengarah pada artikel Liputan6.com, berjudul "Awas Lowongan Kerja Palsu BGN, Data Pribadi Jadi Incaran".
    Dalam artikel ini, Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional Khairul Hidayati mengatakan, sehubungan dengan maraknya informasi yang beredar mengenai seleksi pendaftaran pegawai BGN, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap segala bentuk informasi yang tidak bersumber dari kanal resmi BGN.
    "Segala bentuk informasi resmi terkait seleksi pegawai BGN disebarluaskan melalui platform resmi BGN," kata Khairul, dikutip dari situs resmi BGN, Kamis (7/8/2025).
    Khairul menegaskan, seluruh masyarakat lebih waspada terkait informasi yang mengatasnamakan BGN disertai pungutan biaya dan pengumpulan data pribadi.
    Khairul pun meminta masyarakat untuk menjaga keamanan data pribadi dan menghindari potensi penipuan.
    "Pastikan Anda selalu memverifikasi informasi melalui situs resmi atau media sosial resmi BGN," ujarnya. 
     
    Sumber: 
    https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/6126718/awas-lowongan-kerja-palsu-bgn-data-pribadi-jadi-incaran

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran rekrutmen PPPK BGN 2025, tidak benar.
  • (GFD-2025-29391) Cek Fakta: Hoaks Artikel Jokowi Sebut Gibran Aset Bangsa dan Harus Segera Jadi Presiden

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/10/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan artikel Jokowi sebut Gibran merupakan aset bangsa dan harus segera jadi presiden. Postingan itu beredar sejak awal pekan ini.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 1 Oktober 2025.
    Dalam postingannya terdapat cuplikan layar artikel dari Gelora News dengan judul:
    "Jokowi: Gibran Aset Bangsa Harus Segera Jadi Presiden Bukan Wapres Ini Masalahnya Permintaan Rakyat Indonesia"
    Akun itu menambahkan narasi:
    "hehehe emg bangsa Indonesia rakyat Indonesia TDK malu punya pemimpin idiot"
    Lalu benarkah postingan artikel Jokowi sebut Gibran merupakan aset bangsa dan harus segera jadi presiden?

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan artikel yang identik dengan postingan. Artikel itu diunggah laman Gelora.co dengan foto dan tanggal artikel yang sama dengan postingan.
    Namun dalam artikel asli berjudul "Gibran Diduga Tidak Dilibatkan Reshuffle Kabinet, Begini Reaksi Jokowi".
    Dalam artikel itu juga tidak membahas komentar Jokowi yang mengharuskan Gibran jadi presiden. Artikel asli membahas komentar Jokowi terkait reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo yang tidak melibatkan Gibran.

    Kesimpulan


    Postingan artikel Jokowi sebut Gibran merupakan aset bangsa dan harus segera jadi presiden adalah hoaks.

    Rujukan

  • (GFD-2025-29392) [HOAKS] Dirjen Bimas Kristen Kemenag Tawarkan Bantuan dari Pemerintah Australia

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/10/2025

    Berita

    KOMPAS.com - Sebuah video di media sosial mengeklaim Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Jeane Marie Tulung menawarkan dana bantuan dari Pemerintah Australia.

    Menurut narasi dalam video, bantuan senilai Rp 2 miliar itu diberikan untuk kesejahteraan umat dan pembangunan gereja di Indonesia.

    Namun, setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut merupakan hasil manipulasi artificial intelligence (AI).

    Video yang mengeklaim Dirjen Bimas Kristen, Jeane Marie Tulung menawarkan dana bantuan dari pemerintah Australia salah satunya dibagikan akun Facebook ini.

    Warganet yang tertarik mendapat bantuan diminta mengrim pesan ke akun tersebut.

    Hasil Cek Fakta

    Di media sosial resmi Bimas Kristen Kemenag, tidak ditemukan informasi valid terkait penawaran bantuan dari Pemerintah Australia.

    Ketika dicermati, gerakan badan Jeane Marie Tulung dalam video tampak kaku yang mengindikasikan konten itu merupakan rekayasa AI.

    Kemudian Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek video tersebut menggunakan Hive Moderation. Tool tersebut dapat mendeteksi sebuah konten dihasilkan AI atau bukan.

    Setelah dicek, video tersebut terdeteksi dihasilkan AI dengan probabilitas mencapai 99,9 persen.

    Penelusuran lebih lanjut menemukan bahwa kemungkinan besar video tersebut memanipulasi foto Jeane di laman Bimaskristen.kemenag.go.id.

    Sebelumnya, Jeane Marie Tulung juga telah menjelaskan bahwa belakangan banyak beredar hoaks yang mengatasnamakan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimas Kristen Kemenag.

    Ia mengimbau masyarakat untuk tidak percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya. 

    "Seluruh informasi resmi Ditjen Bimas Kristen hanya disampaikan melalui kanal resmi, yakni website bimaskristen.kemenag.go.id dan media sosial resmi Ditjen Bimas Kristen Kemenag," kata Jeane di laman resmi Ditjen Bimas Kristen Kemenag.

    Kesimpulan

    Video yang mengeklaim Dirjen Bimas Kristen, Jeane Marie Tulung menawarkan dana bantuan dari Pemerintah Australia merupakan konten hasil manipulasi.

    Setelah dicek menggunakan Hive Moderation, video itu terdeteksi dihasilkan AI. Video memanipulasi foto Jeane Marie Tulung di laman resmi Ditjen Bimas Kristen Kemenag. 

    Rujukan