(GFD-2025-28982) Cek Fakta: Tidak Benar Ini Website untuk Cek Status Penerima BSU Lewat Pospay
Sumber:Tanggal publish: 11/09/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim website untuk cek status penerima BSU lewat Pospay, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 5 September 2025.
Klaim website untuk cek status penerima BSU lewat Pospay berupa tulisan sebagai berikut.
PROGRAM RESMI BANTUAN SUBSIDI UPAH 2025
"Untuk pekerja yang memenuhi kriteria tertentu.
Sebagai mitra distribusi,POSPAY menjamin proses verifikasi cepat,aman, dan terhubung langsung ke sistem resmi.
📌 Langkah Claim:
Cek sekarang status penerima anda secara online melalui website kami Sebagai berikut ⬇️"
Unggahan tersebut disertai dengan menu daftar sekarang, jika diklik muncul link berikut.
"https://daftarkandirimusekarang.biz.id/web/a/?fbclid=IwY2xjawMvGulleHRuA2FlbQIxMQBicmlkETFMa1pIZ1ZRbGExUng2THBDAR6oDXKXwV8P4DAYFTl_cdgwHbVKXmJUWGORp1Fy7hYxibOorHy_ZDTnIldIhg_aem_Blawl1gQE0rvskm38cixcw"
Link tersebut mengarah pada halaman website dengan tampilan formulir digital yang meminta sejumlah data pribadi seperti nama sesuai KTP dan nomor Telegram aktif.
Benarkah klaim website untuk cek status penerima BSU lewat Pospay? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Â
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim website untuk cek status penerima BSU lewat Pospay, penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim website untuk cek status penerima BSU lewat Pospay" yang dimuat situs Liputan6.com, pada 5 Juli 2025.
Artikel situs Liputan6.com menyebutkan  cara cek status penerima BSU lewat Pospay, berikut langkahnya.
Jika terdaftar, Anda akan melihat kode QR yang harus ditunjukkan di kantor pos saat pencairan. Jika tidak terdaftar, akan muncul notifikasi bahwa NIK Anda tidak terdaftar sebagai penerima BSU.
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com,klaim website untuk cek status penerima BSU lewat Pospay tidak benar.
Untuk mengecek status penerima BSU lewat Pospay hanya bisa dilakukan menggunakan aplikasi Pospay.
(GFD-2025-28983) Cek Fakta: Tidak Benar Video Pembakaran Gedung Pemerintahan di Filipina Oleh Gen-Z
Sumber:Tanggal publish: 11/09/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di aplikasi percakapan pesan berantai video yang diklaim pembakaran gedung pemerintah di Filipina oleh Gen-Z. Video tersebut mulai beredar sejak awal pekan ini.
Dalam video berdurasi 22 detik tersebut tampak sejumlah aparat keamanan dengan peralatan lengkap berdiri di depan gedung yang terbakar. Video itu juga disertai dengan tulisan berbahasa asing.
Selain itu dalam video yang beredar terdapat narasi sebagai berikut:
"habiiisss luluh lantak merata semua gedung pemerintahan di Filipina oleh amuk massa gen-z"
Lalu benarkah pesan berantai video yang diklaim pembakaran gedung pemerintah di Filipina oleh Gen-Z?
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri video tersebut dengan menggunakan Google Images. Hasilnya ada video yang identik dengan postingan.
Video itu diunggah akun situs berita, SuaraNTB.com di laman Facebooknya pada 30 Agustus 2025. Postingan video itu disertai narasi:
"Massa aksi melakukan demo di Gedung DPRD Provinsi NTB, Sabtu (30/8/2025) siang. Api terlihat melalap Gedung DPRD NTB di Jalan Udayana, Kota Mataram itu. Sejumlah bagian bangunan terlihat hangus terbakar."
Dalam websitenya, SuaraNTB juga memberitakan peristiwa itu dalam artikel berjudul "Api di Gedung DPRD NTB Kian Membesar, Atap Terlihat Hangus" yang diunggah pada 30 Agustus 2025.
Artikel itu menjelaskan Gedung DPRD NTB dibakar massa aksi demo dari aliansi mahasiswa dan masyarakat NTB, Sabtu (30/8/2025).
Selain itu kami juga menemukan video yang identik di Tiktok. Video itu diunggah akun bernama @dewilestari416 dengan narasi "NTB".
Kesimpulan
Pesan berantai video yang diklaim pembakaran gedung pemerintah di Filipina oleh Gen-Z adalah tidak benar. Faktanya video itu terjadi di gedung DPRD NTB pada 30 Agustus 2025 lalu.
Rujukan
- https://www.facebook.com/watch/?v=4315307848756235
- https://www.tiktok.com/@dewilestari416/video/7544325914461506824?q=dprd%20ntb%20dibakar&t=1757562696602
- https://suarantb.com/2025/08/30/api-di-gedung-dprd-ntb-kian-membesar-atap-terlihat-hangus/
- https://www.youtube.com/watch?v=KJgV2Qeimx0
- https://www.youtube.com/watch?v=zs7Xx9Lomn0
(GFD-2025-28987) Hoaks Video Demo Purnawirawan TNI Desak DPR Makzulkan Gibran
Sumber:Tanggal publish: 11/09/2025
Berita
tirto.id - Di media sosial beredar video yang diklaim memperlihatkan puluhan ribu purnawirawan Tentara Nasional Indonesia (TNI) melakukan aksi demonstrasi menuju Gedung DPR RI untuk menuntut pemakzulan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.
ADVERTISEMENT
Video tersebut menampilkan situasi jalan raya yang dipadati oleh sekelompok orang yang mengenakan seragam loreng khas TNI. Dalam narasi yang menyertainya, mereka disebut sedang berjalan kaki menuju Gedung DPR RI dengan tujuan mendesak DPR untuk memakzulkan Gibran. Tampak pula sejumlah spanduk dibentangkan dalam aksi tersebut, yang berisi tuntutan pemakzulan sebagai bentuk protes.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Narasi ini diunggah oleh sejumlah akun Facebook, di antaranya “Mulyadi”(arsip), “Annis Axe” dan “Ini Breaking News” dalam periode Sabtu (23/8/2025) dan Minggu (24/8/2025) melalui sebuah video yang disertai pembacaan narasi oleh narator.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
"Puluhan ribu purnawirawan TNI sedang berjalan kaki menuju DPR RI untuk melakukan demo besar-besaran yang menuntut DPR RI untuk segera melakukan sidang dalam rangka pemakzulan Wapres. Purnawirawan TNI sudah tidak tahan dengan aksi DPR,” ujar narator dalam video tersebut.
#inline4 {margin:1.5em 0}
#inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
PERIKSA FAKTA Hoaks Video Demo Purnawirawan TNI Desak DPR Makzulkan Gibran.
Sepanjang Sabtu (23/8/2025) hingga Kamis (11/9/2025) atau selama 19 hari tersebar di Facebook, salah satu unggahan itu telah memperoleh 51,1 ribu tanda suka, 4 ribu komentar dan telah 3,4 ribu kali dibagikan.
ADVERTISEMENT
Lantas, bagaimana kebenaran konteks video itu? Benarkah puluhan ribu purnawirawan TNI melakukan demonstasi ke DPR RI untuk menuntut pemakzulan Gibran?
ADVERTISEMENT
Video tersebut menampilkan situasi jalan raya yang dipadati oleh sekelompok orang yang mengenakan seragam loreng khas TNI. Dalam narasi yang menyertainya, mereka disebut sedang berjalan kaki menuju Gedung DPR RI dengan tujuan mendesak DPR untuk memakzulkan Gibran. Tampak pula sejumlah spanduk dibentangkan dalam aksi tersebut, yang berisi tuntutan pemakzulan sebagai bentuk protes.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Narasi ini diunggah oleh sejumlah akun Facebook, di antaranya “Mulyadi”(arsip), “Annis Axe” dan “Ini Breaking News” dalam periode Sabtu (23/8/2025) dan Minggu (24/8/2025) melalui sebuah video yang disertai pembacaan narasi oleh narator.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
"Puluhan ribu purnawirawan TNI sedang berjalan kaki menuju DPR RI untuk melakukan demo besar-besaran yang menuntut DPR RI untuk segera melakukan sidang dalam rangka pemakzulan Wapres. Purnawirawan TNI sudah tidak tahan dengan aksi DPR,” ujar narator dalam video tersebut.
#inline4 {margin:1.5em 0}
#inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
PERIKSA FAKTA Hoaks Video Demo Purnawirawan TNI Desak DPR Makzulkan Gibran.
Sepanjang Sabtu (23/8/2025) hingga Kamis (11/9/2025) atau selama 19 hari tersebar di Facebook, salah satu unggahan itu telah memperoleh 51,1 ribu tanda suka, 4 ribu komentar dan telah 3,4 ribu kali dibagikan.
ADVERTISEMENT
Lantas, bagaimana kebenaran konteks video itu? Benarkah puluhan ribu purnawirawan TNI melakukan demonstasi ke DPR RI untuk menuntut pemakzulan Gibran?
Hasil Cek Fakta
Tirto melakukan penelusuran mendalam terhadap video yang disertakan dalam unggahan tersebut. Dari hasil pengamatan secara seksama, ditemukan sejumlah kejanggalan visual yang mengindikasikan bahwa video tersebut merupakan hasil manipulasi menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Salah satu hal yang mencolok adalah penampilan sekelompok orang yang mengenakan pakaian loreng menyerupai seragam TNI. Gerakan kaki mereka saat berjalan nampak tidak alami, beberapa bahkan terlihat tidak menapak pada aspal jalan. Selain itu, wajah dan beberapa gerakan tubuh beberapa individu dalam satu barisan tampak identik.
Kejanggalan lain juga tampak pada spanduk yang dibawa dalam aksi tersebut. Tulisan pada spanduk terlihat acak dan tidak terbaca dengan jelas. Sejumlah ciri-ciri kejanggalan tersebut seringkali ditemukan dalam video yang dihasilkan melalui teknologi AI.
Untuk membuktikan keaslian video, kami melakukan penelusuran dengan menggunakan perangkat pemindai AI, Hive Moderation. Hasilnya, sejumlah video yang disertakan dalam klaim unggahan itu memiliki probabilitas mencapai 99,9 persen dihasilkan oleh AI generatif. Angka yang menunjukan kemungkinan besar video tersebut adalah hasil manipulasi AI.
Hingga Kamis (11/9/2025) atau saat artikel periksa fakta ini ditulis, Tirto juga tidak menemukan adanya satupun informasi atau pemberitaan media kredibel yang membenarkan klaim ini. Berdasarkan pantauan langsung reporter Tirto di lapangan juga tidak menemukan adanya demonstrasi yang dilakukan puluhan ribu purnawirawan TNI ke DPR RI untuk menuntut pemakzulan Gibran
Adapun desakan untuk mendorong pemakzulan Gibran bermula pada Kamis, 17 April 2025 lalu. Hari itu, Forum Purnawirawan Prajurit TNI menggelar pertemuan besar di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Sejumlah purnawirawan TNI yang tergabung dalam Forum tersebut kemudian membuat delapan tuntutan sebagai pernyataan sikap terhadap kondisi terkini.
Salah satu tuntutan para purnawirawan TNI itu mengusulkan pergantian Wakil Presiden kepada MPR. Pertimbangan ini dilakukan karena keputusan Mahkamah Konstitusi terhadap Pasal 169 Huruf Q Undang-Undang Pemilu telah melanggar hukum acara MK dan Undang-Undang Kekuasaan Kehakiman.
Pada Kamis (24/4/2025), Prabowo melalui Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan, Wiranto, memberi tanggapan terkait hal ini. Dia menyampaikan agar masyarakat tidak ikut tidak ikut berpolemik soal adanya usulan dari forum purnawirawan TNI yang mendesak Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mundur.
Salah satu hal yang mencolok adalah penampilan sekelompok orang yang mengenakan pakaian loreng menyerupai seragam TNI. Gerakan kaki mereka saat berjalan nampak tidak alami, beberapa bahkan terlihat tidak menapak pada aspal jalan. Selain itu, wajah dan beberapa gerakan tubuh beberapa individu dalam satu barisan tampak identik.
Kejanggalan lain juga tampak pada spanduk yang dibawa dalam aksi tersebut. Tulisan pada spanduk terlihat acak dan tidak terbaca dengan jelas. Sejumlah ciri-ciri kejanggalan tersebut seringkali ditemukan dalam video yang dihasilkan melalui teknologi AI.
Untuk membuktikan keaslian video, kami melakukan penelusuran dengan menggunakan perangkat pemindai AI, Hive Moderation. Hasilnya, sejumlah video yang disertakan dalam klaim unggahan itu memiliki probabilitas mencapai 99,9 persen dihasilkan oleh AI generatif. Angka yang menunjukan kemungkinan besar video tersebut adalah hasil manipulasi AI.
Hingga Kamis (11/9/2025) atau saat artikel periksa fakta ini ditulis, Tirto juga tidak menemukan adanya satupun informasi atau pemberitaan media kredibel yang membenarkan klaim ini. Berdasarkan pantauan langsung reporter Tirto di lapangan juga tidak menemukan adanya demonstrasi yang dilakukan puluhan ribu purnawirawan TNI ke DPR RI untuk menuntut pemakzulan Gibran
Adapun desakan untuk mendorong pemakzulan Gibran bermula pada Kamis, 17 April 2025 lalu. Hari itu, Forum Purnawirawan Prajurit TNI menggelar pertemuan besar di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Sejumlah purnawirawan TNI yang tergabung dalam Forum tersebut kemudian membuat delapan tuntutan sebagai pernyataan sikap terhadap kondisi terkini.
Salah satu tuntutan para purnawirawan TNI itu mengusulkan pergantian Wakil Presiden kepada MPR. Pertimbangan ini dilakukan karena keputusan Mahkamah Konstitusi terhadap Pasal 169 Huruf Q Undang-Undang Pemilu telah melanggar hukum acara MK dan Undang-Undang Kekuasaan Kehakiman.
Pada Kamis (24/4/2025), Prabowo melalui Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan, Wiranto, memberi tanggapan terkait hal ini. Dia menyampaikan agar masyarakat tidak ikut tidak ikut berpolemik soal adanya usulan dari forum purnawirawan TNI yang mendesak Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mundur.
Kesimpulan
Hasil penelusuran fakta menunjukkan bahwa video yang mengeklaim adanya demonstrasi yang dilakukan puluhan ribu purnawirawan TNI ke DPR RI untuk menuntut pemakzulan Gibran bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Video yang disertakan dalam klaim unggahan itu memiliki probabilitas mencapai 99,9 persen dihasilkan oleh AI generatif. Selebihnya, tidak ada demonstrasi yang dilakukan puluhan ribu Purnawirawan TNI ke DPR untuk mendesak pemakzulan Gibran.
Video yang disertakan dalam klaim unggahan itu memiliki probabilitas mencapai 99,9 persen dihasilkan oleh AI generatif. Selebihnya, tidak ada demonstrasi yang dilakukan puluhan ribu Purnawirawan TNI ke DPR untuk mendesak pemakzulan Gibran.
Rujukan
- https://web.facebook.com/reel/30950123657967577
- https://archive.ph/ZtyH2
- https://web.facebook.com/annis.axe/posts/pfbid0hkcFDLjTqBQHWguwjtNJpnwg773UUgUFsqKNkMhy4uBbXBateE3dGKyQ515aRjsBl
- https://web.facebook.com/reel/792729103916078
- https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection
- https://tirto.id/hoaks-partai-golkar-mendukung-pemakzulan-gibran-hb2C
(GFD-2025-28988) Benarkah Ada Video Dasco Nyatakan Menyesal Jadi Relawan Prabowo?
Sumber:Tanggal publish: 11/09/2025
Berita
tirto.id - Sosok Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, belakangan bermunculan di media sosial dengan narasi miring. Bahkan beredar video yang mengklaim Dasco menyatakan bahwa dirinya menyesal sudah menjadi relawan Presiden Prabowo Subianto.
ADVERTISEMENT
Narasi ini salah satunya disebarkan akun Facebook bernama "Her Can J" (arsip) pada Jumat (22/8/2025). Dalam bentuk video, akun itu menunjukkan Dasco sedang mengenakan batik dan terlihat tengah memberikan keterangan.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Dasco tak sendiri dan diiringi beberapa orang lain. Alih-alih selaras dengan audionya, mimik Dasco tampak tidak sesuai. Selain ada pernyataan soal penyesalan menjadi relawan, narasi klip itu juga menyinggung perihal aturan Prabowo yang tidak pro terhadap rakyat.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
"Saya sangat menyesal sekali karena sudah menjadi relawan Prabowo Subianto, bukan malah memperhatikan rakyat yang sekarang lagi menjerit tertindas karena peraturan yang semakin tidak jelas. Ada anak sekolah yang mendapatkan uang prestasi, rekeningnya diblokir," begitu bunyi potongan audionya.
#inline4 {margin:1.5em 0}
#inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Narasi yang diklaim berasal dari Dasco itu juga menyebut kalau Prabowo tidak bisa memimpin negeri ini, alangkah baiknya mundur dari kursi kerpresidenan. Para pejabat disebut pekerjaannya hanya jalan-jalan ke luar negeri.
“Rakyat meminta RUU Perampasan harta para koruptor untuk disahkan, justru malah presiden membebaskan para koruptor. Inilah bangsa kita, para petani menjerit, orang jualan menjerit,” bunyi lanjutan narasi di bagian akhir video.
ADVERTISEMENT
PERIKSA FAKTA Apa Benar Video Dasco Nyatakan Menyesal Jadi Relawan Prabowo?.
Per Kamis (11/9/2025), unggahan ini sudah mengumpulkan 17 ribu tanda suka dan 1.400 komentar, serta telah dibagikan sebanyak dua ribu kali. Komentar warganet beragam, dari mulai mengucap syukur sampai mengatakan kalau “nasi sudah menjadi bubur”.
Selain akun Her Can J, akun Facebook “Ade Kurniawan” (arsip) dan akun TikTok “mama_ara_23” (arsip) menyebarluaskan video dengan klaim serupa.
Lantas, bagaimana kebenarannya?
ADVERTISEMENT
Narasi ini salah satunya disebarkan akun Facebook bernama "Her Can J" (arsip) pada Jumat (22/8/2025). Dalam bentuk video, akun itu menunjukkan Dasco sedang mengenakan batik dan terlihat tengah memberikan keterangan.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Dasco tak sendiri dan diiringi beberapa orang lain. Alih-alih selaras dengan audionya, mimik Dasco tampak tidak sesuai. Selain ada pernyataan soal penyesalan menjadi relawan, narasi klip itu juga menyinggung perihal aturan Prabowo yang tidak pro terhadap rakyat.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
"Saya sangat menyesal sekali karena sudah menjadi relawan Prabowo Subianto, bukan malah memperhatikan rakyat yang sekarang lagi menjerit tertindas karena peraturan yang semakin tidak jelas. Ada anak sekolah yang mendapatkan uang prestasi, rekeningnya diblokir," begitu bunyi potongan audionya.
#inline4 {margin:1.5em 0}
#inline4 img{max-width:300px !important;margin:auto;display:block;}
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Narasi yang diklaim berasal dari Dasco itu juga menyebut kalau Prabowo tidak bisa memimpin negeri ini, alangkah baiknya mundur dari kursi kerpresidenan. Para pejabat disebut pekerjaannya hanya jalan-jalan ke luar negeri.
“Rakyat meminta RUU Perampasan harta para koruptor untuk disahkan, justru malah presiden membebaskan para koruptor. Inilah bangsa kita, para petani menjerit, orang jualan menjerit,” bunyi lanjutan narasi di bagian akhir video.
ADVERTISEMENT
PERIKSA FAKTA Apa Benar Video Dasco Nyatakan Menyesal Jadi Relawan Prabowo?.
Per Kamis (11/9/2025), unggahan ini sudah mengumpulkan 17 ribu tanda suka dan 1.400 komentar, serta telah dibagikan sebanyak dua ribu kali. Komentar warganet beragam, dari mulai mengucap syukur sampai mengatakan kalau “nasi sudah menjadi bubur”.
Selain akun Her Can J, akun Facebook “Ade Kurniawan” (arsip) dan akun TikTok “mama_ara_23” (arsip) menyebarluaskan video dengan klaim serupa.
Lantas, bagaimana kebenarannya?
Hasil Cek Fakta
Setelah menyimak video selama kurang lebih satu menit dan mengamati detailnya, Tim Riset Tirto menemukan adanya logo Liputan 6 dalam video, yang mengindikasikan sebagai sumber rekamannya. Di tengah-tengah video juga terdapat teks di bagian bawah yang berbunyi “Pemerintah dan DPR setuju berikan abolisi untuk Tom Lembong dan amnesti kepada Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto”.
Dengan keterangan itu, kami akhrinya mengunjungi kanal YouTube resmi “Liputan 6” dan mengetik kata kunci seperti keterangan video di bagian kanal pencarian. Tirto menemukan klip yang sama persis, yang disiarkan Liputan 6 pada 31 Juli 2025.
Sebagaimana tajuk yang tertera, dokumentasi itu memuat pernyataan tentang persetujuan DPR atas abolisi Tom Lembong dan amnesti kepada 1.116 orang narapidana, termasuk terdakwa kasus korupsi PAW DPR RI 2019-2024 dan perintangan penyidikan, Hasto. Dalam video utuhnya, tidak ada pernyataan Dasco yang menyebut ia menyesal menjadi relawan Prabowo.
Selain Dasco, Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, pun menjelaskan bahwa pemberian amnesti kepada ribuan napi berdasarkan hasil verifikasi dan uji publik.
"Khusus kepada yang disebut tadi kepada bapak Hasto juga Kementerian Hukum yang mengusulkan kepada bapak Presiden bersama 1.116 dengan berbagai macam pertimbangan yang kami sampaikan kepada presiden," jelas dia dalam video asli.
Untuk diketahui, Tom Lembong sebelumnya divonis 4,5 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi impor gula. Sementara, Hasto divonis 3,5 tahun penjara dalam kasus suap eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan.
Saat mencoba menelusuri klaim yang beredar lewat pencarian Google, Tirto juga tidak menemukan adanya pemberitaan atau dokumentasi Dasco yang menyampaikan penyesalannya menjadi relawan Prabowo. Artinya, audio dalam klip yang berseliweran telah dimanipulasi.
Dasco bahkan Rabu (10/9/2025) lalu menemui Prabowo di Istana Negara. Menurut Sekretariat Kabinet, Prabowo bersama Dasco membahas sejumlah isu yang sedang berkembang di Indonesia serta sejumlah program prioritas dan kebijakan Pemerintah Pusat.
Dengan keterangan itu, kami akhrinya mengunjungi kanal YouTube resmi “Liputan 6” dan mengetik kata kunci seperti keterangan video di bagian kanal pencarian. Tirto menemukan klip yang sama persis, yang disiarkan Liputan 6 pada 31 Juli 2025.
Sebagaimana tajuk yang tertera, dokumentasi itu memuat pernyataan tentang persetujuan DPR atas abolisi Tom Lembong dan amnesti kepada 1.116 orang narapidana, termasuk terdakwa kasus korupsi PAW DPR RI 2019-2024 dan perintangan penyidikan, Hasto. Dalam video utuhnya, tidak ada pernyataan Dasco yang menyebut ia menyesal menjadi relawan Prabowo.
Selain Dasco, Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, pun menjelaskan bahwa pemberian amnesti kepada ribuan napi berdasarkan hasil verifikasi dan uji publik.
"Khusus kepada yang disebut tadi kepada bapak Hasto juga Kementerian Hukum yang mengusulkan kepada bapak Presiden bersama 1.116 dengan berbagai macam pertimbangan yang kami sampaikan kepada presiden," jelas dia dalam video asli.
Untuk diketahui, Tom Lembong sebelumnya divonis 4,5 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi impor gula. Sementara, Hasto divonis 3,5 tahun penjara dalam kasus suap eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan.
Saat mencoba menelusuri klaim yang beredar lewat pencarian Google, Tirto juga tidak menemukan adanya pemberitaan atau dokumentasi Dasco yang menyampaikan penyesalannya menjadi relawan Prabowo. Artinya, audio dalam klip yang berseliweran telah dimanipulasi.
Dasco bahkan Rabu (10/9/2025) lalu menemui Prabowo di Istana Negara. Menurut Sekretariat Kabinet, Prabowo bersama Dasco membahas sejumlah isu yang sedang berkembang di Indonesia serta sejumlah program prioritas dan kebijakan Pemerintah Pusat.
Kesimpulan
Hasil penelusuran fakta menunjukkan bahwa klip Dasco dengan klaim ia mengatakan menyesal menjadi relawan Prabowo bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).
Video itu berasal dari tayangan YouTube Liputan 6 berjudul “Pemerintah - DPR Setujui Abolisi Untuk Tom Lembong dan Amnesti Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto”. Sebagaimana tajuk yang tertera, dokumentasi itu memuat pernyataan tentang persetujuan DPR atas abolisi Tom Lembong dan amnesti kepada 1.116 orang narapidana, termasuk terdakwa kasus korupsi PAW DPR RI 2019-2024 dan perintangan penyidikan, Hasto.
Dalam video utuhnya, tidak ada pernyataan Dasco yang menyebut ia menyesal menjadi relawan Prabowo. Artinya, audio dalam klip yang berseliweran telah dimanipulasi. Tirto juga tidak menemukan adanya pemberitaan atau dokumentasi Dasco yang menyampaikan penyesalannya menjadi relawan Prabowo.
Video itu berasal dari tayangan YouTube Liputan 6 berjudul “Pemerintah - DPR Setujui Abolisi Untuk Tom Lembong dan Amnesti Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto”. Sebagaimana tajuk yang tertera, dokumentasi itu memuat pernyataan tentang persetujuan DPR atas abolisi Tom Lembong dan amnesti kepada 1.116 orang narapidana, termasuk terdakwa kasus korupsi PAW DPR RI 2019-2024 dan perintangan penyidikan, Hasto.
Dalam video utuhnya, tidak ada pernyataan Dasco yang menyebut ia menyesal menjadi relawan Prabowo. Artinya, audio dalam klip yang berseliweran telah dimanipulasi. Tirto juga tidak menemukan adanya pemberitaan atau dokumentasi Dasco yang menyampaikan penyesalannya menjadi relawan Prabowo.
Rujukan
- https://web.facebook.com/reel/1170343338444564
- https://archive.ph/N4vCj
- https://web.facebook.com/reel/764354925950328
- https://archive.ph/lIh1U
- https://www.tiktok.com/@mama_ara_23/video/7534352290078002488?q=dasco%20menyesal%20jadi%20relawan%20prabowo&t=1757556897416
- https://archive.ph/N2J9d
- https://www.youtube.com/watch?v=WA-lZcyoD9o
- https://tirto.id/prabowo-beri-amnesti-untuk-hasto-dan-abolisi-ke-tom-lembong-hfbW?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook
- https://tirto.id/dasco-temui-prabowo-di-istana-ini-yang-dibahas-hhyV
Halaman: 1352/7963



