KOMPAS.com - Sebuah video yang diunggah di media sosial diklaim menampilkan anak dari pemimpin Partai Komunis Indonesia (PKI) Dipa Nusantara Aidit yang bernama Ilham Aidit sedang memprovokasi sejumlah orang.
Dalam video, ia menyebut beberapa orang yang dituduh sebagai dalang kerusuhan.
Namun, setelah ditelusuri narasi dalam video tersebut tidak benar. Pria yang ada di dalam video bukan Ilham Aidit dan tidak terkait dengan PKI.
Video yang diklaim menampilkan Ilham Aidit memprovokasi sejumlah orang salah satunya dibagikan akun Facebook ini.
Akun tersebut membagikan video yang menampilkan seorang pria sedang menyampaikan soal dalang di balik peristiwa kerusuhan. Salah satu yang disebut yakni kubu Presiden Prabowo Subianto.
Video diberi keterangan sebagai berikut:
SEJAK 98 ILHAM AIDIT SELALU PROVOKASI DI FASILITASI OLEH REJIM BERKUASA..ERA 2014 DIA DUET DGN JOKOWI CS MERUBAH TAP MPRS NOMER XXV/MPRS/1966 TENTANG PEMBUBARAN PKI
Akun Facebook Tangkapan layar Facebook video yang mengeklaim Ilham Aidit sedang melakukan provokasi
(GFD-2025-29001) [HOAKS] Video Ilham Aidit Memprovokasi Sejumlah Orang
Sumber:Tanggal publish: 11/09/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Ketika dicermati, wajah pria yang ada di dalam video tersebut tidak mirip dengan Ilham Aidit.
Tim Cek Fakta Kompas.com mencari sumber video tersebut menggunakan Google Lens. Hasilnya, video identik dengan unggahan kanal YouTube ini pada 29 Mei 2019.
Keterangan dalam video menyebut bahwa pria yang ada di dalam video yakni Benny Rhamdani yang sebelumnya pernah menjabat Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).
Dalam video aslinya, Benny yang saat itu menjadi relawan Joko Widodo di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 berkomentar terkait beberapa pihak yang dianggap sebagai dalang kerusuhan pada 21 dan 22 Mei 2019.
Diberitakan Kompas.com sebelumnya, pada 21 dan 22 Mei 2019 terjadi kerusuhan di sekitar Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) hingga ke Markas Brimob Petamburan dan kawasan Slipi, Jakarta.
Unjuk rasa penolakan hasil Pemilu 2019 yang awalnya berlangsung damai itu menjadi ricuh setelah sebagian besar pengunjuk rasa pulang dan datang kelompok warga lain. Kericuhan mengakibatkan 9 orang tewas.
Sebagai informasi, ini bukan kali pertama Benny Rhamdani dinarasikan sebagai anak DN Aidit. Ada sejumlah narasi hoaks yang menyebut Benny sebagai anak Aidit, misalnya ini dan ini.
Tim Cek Fakta Kompas.com mencari sumber video tersebut menggunakan Google Lens. Hasilnya, video identik dengan unggahan kanal YouTube ini pada 29 Mei 2019.
Keterangan dalam video menyebut bahwa pria yang ada di dalam video yakni Benny Rhamdani yang sebelumnya pernah menjabat Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).
Dalam video aslinya, Benny yang saat itu menjadi relawan Joko Widodo di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 berkomentar terkait beberapa pihak yang dianggap sebagai dalang kerusuhan pada 21 dan 22 Mei 2019.
Diberitakan Kompas.com sebelumnya, pada 21 dan 22 Mei 2019 terjadi kerusuhan di sekitar Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) hingga ke Markas Brimob Petamburan dan kawasan Slipi, Jakarta.
Unjuk rasa penolakan hasil Pemilu 2019 yang awalnya berlangsung damai itu menjadi ricuh setelah sebagian besar pengunjuk rasa pulang dan datang kelompok warga lain. Kericuhan mengakibatkan 9 orang tewas.
Sebagai informasi, ini bukan kali pertama Benny Rhamdani dinarasikan sebagai anak DN Aidit. Ada sejumlah narasi hoaks yang menyebut Benny sebagai anak Aidit, misalnya ini dan ini.
Kesimpulan
Video yang diklaim menampilkan Ilham Aidit sedang memprovokasi sejumlah orang merupakan konten hoaks. Informasi dalam unggahan itu tidak benar.
Pria yang ada di dalam video bukan Ilham Aidit, melainkan mantan Kepala BP2MI Benny Rhamdani.
Video aslinya diambil pada 2019. Saat itu, Benny berkomentar terkait beberapa pihak yang dianggap sebagai dalang kerusuhan pada 21 dan 22 Mei 2019.
Pria yang ada di dalam video bukan Ilham Aidit, melainkan mantan Kepala BP2MI Benny Rhamdani.
Video aslinya diambil pada 2019. Saat itu, Benny berkomentar terkait beberapa pihak yang dianggap sebagai dalang kerusuhan pada 21 dan 22 Mei 2019.
Rujukan
- https://www.facebook.com/share/v/16AzwfUYKw/
- https://www.youtube.com/watch?v=LLGMX3svLFQ&ab_channel=sayedjunaidirizaldi
- https://www.kompas.com/tren/read/2021/05/22/085000065/hari-ini-dalam-sejarah--kerusuhan-jakarta-pasca-pengumuman-hasil-pemilu?page=all
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2025/06/18/111100482/-hoaks-anak-dn-aidit-provokasi-jokowi-untuk-habisi-umat-islam
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2025/06/18/111100482/-hoaks-anak-dn-aidit-provokasi-jokowi-untuk-habisi-umat-islam
- https://app.kompas.com/download?source=Kompas.com&medium=Referral&campaign=belowarticle
(GFD-2025-28950) [SALAH] Rumah Roy Suryo Dijarah dan Dibakar
Sumber: TiktokTanggal publish: 10/09/2025
Berita
Akun tiktok “jackyjack084” pada Senin (08/09/2025) mengunggah video [arsip] yang menampilkan kerumunan massa dan pembakaran disertai takarir:
“Giliran Rumah Roy Panci yang Dijarah dan Dibakar”
“ketika rakyat sudah muak dengan fitnahan Roy Suryo dan kelompoknya yang semakin kurang ajar terhadap pak Jokowi, kini masa beramai-ramai membakar rumah Roy Suryo hingga tak bersisa, inilah resiko memfitnah orang baik ya guys”
“Giliran Rumah Roy Panci yang Dijarah dan Dibakar”
“ketika rakyat sudah muak dengan fitnahan Roy Suryo dan kelompoknya yang semakin kurang ajar terhadap pak Jokowi, kini masa beramai-ramai membakar rumah Roy Suryo hingga tak bersisa, inilah resiko memfitnah orang baik ya guys”
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “rumah Roy Suryo dijarah dan dibakar” ke mesin pencarian Google. Hasilnya tidak ditemukan pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim.
Selanjutnya, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran dengan memasukkan hasil tangkapan layar dari video ke dalam Google lens. Hasilnya ditemukan artikel dari jabarekspres.com berjudul “Jadi Sasaran Empuk, Aset MPR RI di Depan Gedung DPRD Jabar Dibakar Oknum Massa!” yang menggunakan gambar serupa dengan video klaim.
Dalam artikel yang tayang Jumat (29/08/2025) tersebut dijelaskan bahwa yang dibakar merupakan sebuah rumah aset milik MPR RI yang terletak di depan gedung DPRD Jabar di Jalan Diponegoro, Bandung.
Selanjutnya, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran dengan memasukkan hasil tangkapan layar dari video ke dalam Google lens. Hasilnya ditemukan artikel dari jabarekspres.com berjudul “Jadi Sasaran Empuk, Aset MPR RI di Depan Gedung DPRD Jabar Dibakar Oknum Massa!” yang menggunakan gambar serupa dengan video klaim.
Dalam artikel yang tayang Jumat (29/08/2025) tersebut dijelaskan bahwa yang dibakar merupakan sebuah rumah aset milik MPR RI yang terletak di depan gedung DPRD Jabar di Jalan Diponegoro, Bandung.
Kesimpulan
Unggahan berisi klaim “rumah Roy Suryo dijarah dan dibakar” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).
Rujukan
- http[Google] Rumah Roy Suryo Dijarah dan Dibakar [jabarekspres.com] Jadi Sasaran Empuk, Aset MPR RI di Depan Gedung DPRD Jabar Dibakar Oknum Massa!
- https://jabarekspres.com/berita/2025/08/29/jadi-sasaran-empuk-aset-mpr-ri-di-depan-gedung-dprd-jabar-dibakar-oknum-massa/#google_vignette
- https://vt.tiktok.com/ZSAKVF89m/ (Tautan unggahan akun Tiktok “jackyjack084”)
- https://archive.ph/WHntu (Arsip unggahan unggahan akun Tiktok “jackyjack084”)
(GFD-2025-28951) [SALAH] Mahasiswa Melakukan Demo di Mako Brimob pada 7 September 2025
Sumber: TIKTOK.COMTanggal publish: 10/09/2025
Berita
Akun Tiktok “alongsigli” pada Senin (1/9/2025) mengunggah video [arsip] yang dengan narasi:
UPDATE TERKINI GERAKAN TERBARU DEMONSTRASI MAHASISWA DAN RAKYAT DEMO BESAR-BESARAN MAKO BRIMOB 7 SEPTEMBER 2025
Per Rabu (10/9/2025) video itu sudah dilihat lebih dari 149 ribu kali, disukai 3359 kali, dibagikan ulang 645 kali dan menuai 271 komentar.
UPDATE TERKINI GERAKAN TERBARU DEMONSTRASI MAHASISWA DAN RAKYAT DEMO BESAR-BESARAN MAKO BRIMOB 7 SEPTEMBER 2025
Per Rabu (10/9/2025) video itu sudah dilihat lebih dari 149 ribu kali, disukai 3359 kali, dibagikan ulang 645 kali dan menuai 271 komentar.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “Mahasiswa Melakukan Demo di Mako Brimob pada 7 September 2025” ke mesin pencari Google. Tidak ditemukan informasi dari laman berita kredibel atau akun resmi pemerintahan yang membenarkan klaim tersebut.
Setelah melakukan penelusuran lebih lanjut, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) coba melakukan penelusuran informasi tersebut melalui mesin pencarian Google dengan reverse image search. Hasilnya, video merupakan demo Aliansi Mahasiswa Makassar yang terjadi di Makassar pada Senin (1/9/ 2025).
Selain itu, ditemukan video serupa pada kanal Youtube dengan nama pengguna Unhas TV dengan judul video “Gabungan mahasiswa dari berbagai kampus di Makassar berkumpul berdemo di bawah Fly Over” yang diunggah pada pada Senin (1/9/ 2025).
Setelah melakukan penelusuran lebih lanjut, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) coba melakukan penelusuran informasi tersebut melalui mesin pencarian Google dengan reverse image search. Hasilnya, video merupakan demo Aliansi Mahasiswa Makassar yang terjadi di Makassar pada Senin (1/9/ 2025).
Selain itu, ditemukan video serupa pada kanal Youtube dengan nama pengguna Unhas TV dengan judul video “Gabungan mahasiswa dari berbagai kampus di Makassar berkumpul berdemo di bawah Fly Over” yang diunggah pada pada Senin (1/9/ 2025).
Kesimpulan
Unggahan berisi narasi “Mahasiswa Melakukan Demo di Mako Brimob pada 7 September 2025” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).
(Ditulis oleh Yudho Ardi)
(Ditulis oleh Yudho Ardi)
(GFD-2025-28952) Keliru: Video Jokowi Perintahkan Penembakan di KM 50
Sumber:Tanggal publish: 10/09/2025
Berita
SEBUAH video di TikTok [arsip] yang menarasikan Presiden RI ke-7, Joko Widodo, berada di balik peristiwa KM 50. Kasus Kilometer 50 adalah kejadian tewasnya enam anggota laskar FPI. Dalam video itu, pengunggah menuliskan, “Inilah arahan Jokowi pada kepolisian pembunuhan sadis 6 syuhada di KM 50.”
Benarkah Jokowi memerintahkan polisi menembak enam anggota laskar FPI dalam peristiwa KM 50?
Benarkah Jokowi memerintahkan polisi menembak enam anggota laskar FPI dalam peristiwa KM 50?
Hasil Cek Fakta
Tempo memverifikasi konten itu dengan pencarian gambar terbalik Google dan penelusuran pemberitaan media kredibel. Hasilnya, video tersebut merupakan gabungan beberapa foto yang sebagian telah diubah dari aslinya. Investigasi dan liputan Tempo tentang KM 50 juga tidak menemukan bukti keterlibatan Jokowi dalam penembakan empat laskar FPI.
Verifikasi Video
Potongan video di awal konten yang beredar itu diambil dari pidato Jokowi pada Puncak Peringatan Hari Anti Narkotika Nasional di Taman Sari, Jakarta Barat, 26 Juni 2016. Video lengkapnya diunggah akun YouTube resmi Kementerian Sekretariat Negara dengan judul Presiden Jokowi: Kejar Pengedar Narkoba! Tangkap! atau Bahkan di Dor Saja!
Pada menit 09:05–09:41, Jokowi berkata, “Tegaskan sekali lagi kepada seluruh Kapolda jajaran Polda kepada seluruh Kapolres jajaran Polres Polsek semuanya. Kejar mereka, tangkap mereka, hajar mereka, hantam mereka. Kalau undang-undang memperbolehkan, dor mereka.”
Sementara cuplikan video kedua berasal dari pidato Jokowi pada peringatan Hari HAM Sedunia di Istana Negara, 10 Desember 2021. Versi lengkapnya diunggah akun YouTube resmi Sekretariat Presiden.
Pada menit 07:25–07:40, Jokowi berkata, “Pemerintah berkomitmen untuk menegakkan, menuntaskan, dan menyelesaikan pelanggaran HAM berat dengan mengedepankan prinsip-prinsip keadilan bagi korban dan keadilan bagi yang diduga menjadi pelaku HAM berat.” Ucapan itu tidak menyinggung peristiwa penembakan enam laskar FPI di KM 50.
Sedangkan gambar yang menampilkan Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengenakan baju tahanan oranye adalah hasil edit. Foto aslinya memperlihatkan Bobby Joseph, selebritas yang ditangkap karena dugaan penyalahgunaan narkoba. Jurnalis Kompas.com, Firda Janati, memotret Bobby saat keluar dari Polres Tangerang Selatan pada Senin, 13 Desember 2021, dengan tangan diborgol dan didampingi aparat.
Peristiwa KM 50
Peristiwa KM 50 bermula saat rombongan imam besar FPI, Rizieq Syihab, meninggalkan Sentul menuju Jakarta dengan delapan mobil. Empat berisi keluarga, empat lainnya anggota laskar. Polisi yang membuntuti rombongan terlibat kejar-kejaran. Mobil Avanza lolos, sementara Chevrolet Spin yang ditumpangi enam laskar dihalau dan terjadi baku tembak di Rest Area KM 50 Tol Jakarta–Cikampek.
Menurut versi polisi, penembakan terjadi setelah salah satu laskar berusaha merebut senjata dan tiga lainnya ikut membantu. Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, menyebut keterangan itu hanya bersumber dari polisi karena seluruh saksi korban sudah meninggal. Kapolda Metro Jaya saat itu, Inspektur Jenderal Fadil Imran, membela tindakan anak buahnya dengan alasan laskar menodongkan senjata api dan senjata tajam.
FPI membantah tudingan itu. Munarman menyebut tidak ada pembicaraan soal senjata api. Dua polisi, Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M. Yusmin Ohorella, sempat jadi tersangka unlawful killing, tapi keduanya divonis lepas oleh pengadilan pada Maret 2022.
Verifikasi Video
Potongan video di awal konten yang beredar itu diambil dari pidato Jokowi pada Puncak Peringatan Hari Anti Narkotika Nasional di Taman Sari, Jakarta Barat, 26 Juni 2016. Video lengkapnya diunggah akun YouTube resmi Kementerian Sekretariat Negara dengan judul Presiden Jokowi: Kejar Pengedar Narkoba! Tangkap! atau Bahkan di Dor Saja!
Pada menit 09:05–09:41, Jokowi berkata, “Tegaskan sekali lagi kepada seluruh Kapolda jajaran Polda kepada seluruh Kapolres jajaran Polres Polsek semuanya. Kejar mereka, tangkap mereka, hajar mereka, hantam mereka. Kalau undang-undang memperbolehkan, dor mereka.”
Sementara cuplikan video kedua berasal dari pidato Jokowi pada peringatan Hari HAM Sedunia di Istana Negara, 10 Desember 2021. Versi lengkapnya diunggah akun YouTube resmi Sekretariat Presiden.
Pada menit 07:25–07:40, Jokowi berkata, “Pemerintah berkomitmen untuk menegakkan, menuntaskan, dan menyelesaikan pelanggaran HAM berat dengan mengedepankan prinsip-prinsip keadilan bagi korban dan keadilan bagi yang diduga menjadi pelaku HAM berat.” Ucapan itu tidak menyinggung peristiwa penembakan enam laskar FPI di KM 50.
Sedangkan gambar yang menampilkan Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengenakan baju tahanan oranye adalah hasil edit. Foto aslinya memperlihatkan Bobby Joseph, selebritas yang ditangkap karena dugaan penyalahgunaan narkoba. Jurnalis Kompas.com, Firda Janati, memotret Bobby saat keluar dari Polres Tangerang Selatan pada Senin, 13 Desember 2021, dengan tangan diborgol dan didampingi aparat.
Peristiwa KM 50
Peristiwa KM 50 bermula saat rombongan imam besar FPI, Rizieq Syihab, meninggalkan Sentul menuju Jakarta dengan delapan mobil. Empat berisi keluarga, empat lainnya anggota laskar. Polisi yang membuntuti rombongan terlibat kejar-kejaran. Mobil Avanza lolos, sementara Chevrolet Spin yang ditumpangi enam laskar dihalau dan terjadi baku tembak di Rest Area KM 50 Tol Jakarta–Cikampek.
Menurut versi polisi, penembakan terjadi setelah salah satu laskar berusaha merebut senjata dan tiga lainnya ikut membantu. Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, menyebut keterangan itu hanya bersumber dari polisi karena seluruh saksi korban sudah meninggal. Kapolda Metro Jaya saat itu, Inspektur Jenderal Fadil Imran, membela tindakan anak buahnya dengan alasan laskar menodongkan senjata api dan senjata tajam.
FPI membantah tudingan itu. Munarman menyebut tidak ada pembicaraan soal senjata api. Dua polisi, Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M. Yusmin Ohorella, sempat jadi tersangka unlawful killing, tapi keduanya divonis lepas oleh pengadilan pada Maret 2022.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelusuran Tempo, klaim bahwa Jokowi yang memerintahkan penembakan polisi terhadap enam orang laskar FPI pada saat peristiwa KM 50 adalah keliru.
Rujukan
- https://www.tiktok.com/@tarmiziagus/video/7547545563034619143
- https://mvau.lt/media/3b572df4-c966-4a62-8287-96317a0d1bb7
- https://www.youtube.com/watch?v=quXrsXK5nMQ
- https://www.youtube.com/watch?v=OIyrT0swGiE
- http://kompas.com
- https://www.tempo.co/hukum/lika-liku-kronologi-peristiwa-km-50-kejar-kejaran-hingga-vonis-bebas-terdakwa-289657
- https://interaktif.tempo.co/proyek/dokumenter-km-50/longform/index.html /cdn-cgi/l/email-protection#2447414f42454f504564504149544b0a474b0a4d40
Halaman: 1355/7963



