SEBUAH akun TikTok [arsip] pada 7 Oktober 2025 mengunggah video dengan klaim bahwa kawasan Raja Ampat berwarna merah sebagai dampak pertambangan.
Video itu menampilkan air dan tanah yang berada di sebuah tebing di pinggir Pantai berwarna merah. Air merah tersebut mengalir ke laut hingga laut pun ikut tercemar dengan warna merahnya.
Namun benarkah video tersebut adalah kawasan Raja Ampat?
(GFD-2025-29580) Menyesatkan: Video Raja Ampat Berwarna Merah
Sumber:Tanggal publish: 17/10/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Tempo memverifikasi konten itu lewat pencarian gambar terbalik Google dan membandingkannya dengan sumber kredibel. Hasilnya, video yang beredar merupakan fenomena alam yang berada di Iran.
Video yang identik pernah diunggah oleh akun Instagram @elledgy_magazine pada 14 Februari 2025 dan situs CNN pada 22 Februari 2025. Menurut Badan Pariwisata Iran, penyebab warna merah karena tanahnya mengandung kadar besi oksida yang tinggi.
Situs NDTV melansir bahwa pantai di Pulau Pelangi di Selat Hormuz ini merupakan tujuan wisata populer di Iran karena tanahnya yang berwarna merah alami.
Fenomena 'merah darah' yang aneh namun unik ini menjadi daya tarik sepanjang tahun di pesisir pantai, yang disebabkan oleh tingginya kandungan oksida besi di tanah vulkanik. Mineral-mineral ini berpadu dengan pasang surut air laut yang deras sehingga garis pantai menjadi merah cerah.
Pemandangan unik itu telah memikat dan mengejutkan banyak orang di seluruh dunia. Penonton penasaran dan mungkin sedikit takut setelah melihat video pantai yang bersinar merah terang setelah hujan deras. Banyak yang menyebutnya "hujan darah", sementara yang lain terpesona oleh pemandangan yang tidak biasa ini.
Kerusakan Raja Ampat karena Tambang
Meski video tersebut bukan berasal dari Raja Ampat, namun kawasan itu memang berada di bawah bayang-bayang dampak tambang. Sebelumnya, pemerintah mencabut empat izin tambang nikel dicabut setelah mendapatkan protes dari masyarakat. Satu izin yang dimiliki PT Gag Nikel ditangguhkan.
Namun, pada September lalu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali memberikan izin operasi kepada PT Gag Nikel tersebut.
Ketua Tim Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Arie Rompas, mengkritik, keputusan itu melanggar Undang-undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil. Pertambangan di kawasan Raja Ampat akan merusak masa depan ekosistem terumbu karang di wilayah itu.
Pilihan editor: Izinkan Tambang Nikel Raja Ampat Beroperasi Lagi, Pemerintah Dinilai Serakah
Video yang identik pernah diunggah oleh akun Instagram @elledgy_magazine pada 14 Februari 2025 dan situs CNN pada 22 Februari 2025. Menurut Badan Pariwisata Iran, penyebab warna merah karena tanahnya mengandung kadar besi oksida yang tinggi.
Situs NDTV melansir bahwa pantai di Pulau Pelangi di Selat Hormuz ini merupakan tujuan wisata populer di Iran karena tanahnya yang berwarna merah alami.
Fenomena 'merah darah' yang aneh namun unik ini menjadi daya tarik sepanjang tahun di pesisir pantai, yang disebabkan oleh tingginya kandungan oksida besi di tanah vulkanik. Mineral-mineral ini berpadu dengan pasang surut air laut yang deras sehingga garis pantai menjadi merah cerah.
Pemandangan unik itu telah memikat dan mengejutkan banyak orang di seluruh dunia. Penonton penasaran dan mungkin sedikit takut setelah melihat video pantai yang bersinar merah terang setelah hujan deras. Banyak yang menyebutnya "hujan darah", sementara yang lain terpesona oleh pemandangan yang tidak biasa ini.
Kerusakan Raja Ampat karena Tambang
Meski video tersebut bukan berasal dari Raja Ampat, namun kawasan itu memang berada di bawah bayang-bayang dampak tambang. Sebelumnya, pemerintah mencabut empat izin tambang nikel dicabut setelah mendapatkan protes dari masyarakat. Satu izin yang dimiliki PT Gag Nikel ditangguhkan.
Namun, pada September lalu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali memberikan izin operasi kepada PT Gag Nikel tersebut.
Ketua Tim Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Arie Rompas, mengkritik, keputusan itu melanggar Undang-undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil. Pertambangan di kawasan Raja Ampat akan merusak masa depan ekosistem terumbu karang di wilayah itu.
Pilihan editor: Izinkan Tambang Nikel Raja Ampat Beroperasi Lagi, Pemerintah Dinilai Serakah
Kesimpulan
Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa klaim video Raja Ampat berwarna merah adalah menyesatkan.
Rujukan
- https://www.tiktok.com/@adikarta55/video/7558329720136371464?_r=1&_t=ZS-90XqgUcnQns
- https://perma.cc/DUY2-J54L
- https://www.instagram.com/reel/DGBe0GWol8g
- https://edition.cnn.com/2025/03/10/world/video/iran-red-rainwater-ldn-digvid
- https://www.ndtv.com/offbeat/watch-iran-beach-turns-bright-red-after-mysterious-blood-rain-7913268
- https://www.tempo.co/lingkungan/izinkan-tambang-nikel-raja-ampat-beroperasi-lagi-pemerintah-dinilai-serakah--2068471
(GFD-2025-29581) Cek Fakta: Hoaks Kemenkes Dukung Program Kondom Gratis Bagi Mahasiswa
Sumber:Tanggal publish: 17/10/2025
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendukung program kondom gratis bagi mahasiswa. Postingan itu beredar sejak beberapa waktu lalu.
Salah satu akun ada yang mempostingnya di Facebook. Akun itu mengunggahnya pada 28 September 2025.
Dalam postingannya terdapat foto dengan logo Kemenkes disertai narasi:
"Kemenkes Dukung Program Kondom Gratis Untuk Mahasiswa/i Semester 4 ke Atas”
Akun itu menambahkan narasi,
"Alih-alih dukung program kesehatan gratis untuk masyarakat, ini dukung kondom gratis untuk mahasiswa dan mahasiswi...”
Lalu benarkah postingan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendukung program kondom gratis bagi mahasiswa?
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan bantahan dari Kemenkes terkait klaim tersebut. Bantahan itu diunggah dalam akun Instagram resmi Kemenkes, @kemenkes_ri yang sudah bercentang biru atau terverifikasi pada 11 Oktober 2025 lalu.
“Belakangan beredar isu bahwa Kemenkes membagikan kondom gratis untuk mahasiswa.Faktanya, informasi tersebut tidak benar.
Kemenkes RI tidak pernah memiliki program tersebut. Kondom dalam program kesehatan digunakan untuk pencegahan HIV dan IMS pada kelompok berisiko tinggi, seperti pekerja seks, pasangan ODHA, dan populasi kunci lainnya.
Distribusi kondom gratis pun dilakukan secara terbatas melalui fasilitas kesehatan setelah pemeriksaan, atau lewat LSM dan komunitas yang melakukan pendampingan khusus.
Jangan mudah percaya pada kabar menyesatkan, dan pastikan selalu memeriksa kebenarannya melalui website atau akun resmi Kemenkes RI.
Mari bersama menjaga ruang informasi tetap sehat dan bebas hoaks.”
Kesimpulan
Postingan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendukung program kondom gratis bagi mahasiswa adalah hoaks.
Rujukan
(GFD-2025-29582) Hoaks! Menkeu Purbaya tarik Rp71 triliun anggaran MBG
Sumber:Tanggal publish: 17/10/2025
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di Instagram menarasikan bahwa Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menarik anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp71 triliun akibat banyaknya kasus siswa yang mengalami keracunan.
Dalam unggahan tersebut juga disebutkan bahwa dana MBG yang ditarik akan dialihkan ke program bantuan beras gratis.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“MBG AKAN SEGERA TAMAT, PURBAYA TARIK 71 T ANGGARAN MBG UNTUK BERAS
Menrti Keuangan Purbaya Alihkan Dana 71 T Anggaran MBG Ke Bantuan Beras, Istana Minta Maaf Banyak Siswa Keracunan.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana Merespon Soal Pernyataan Purbaya Menkeu Yang Menyatakan Jika Anggaran MBG 2025 Tidak Terserap Semua Akan Diambil Dan Dialihkan Pada Bantuan Beras Gratis.
Hal Ini Muncul Karena Akhir² Ini Banyak Anak Korban Keracunan MBG, Purbaya Akan Bertindak Tegas Terkait Hal Ini, Jika Kejadian Berulang Maka MBG Terancam Akan Berhenti.”
Unggahan tersebut juga disertai narasi:
“Menrti Keuangan akan rubah Program MBG
#MBG #BadanGiziNasional #Menlu #DPR #Mentri #Purbaya”
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Namun, benarkah Menkeu Purbaya tarik Rp71 triliun anggaran MBG?
Dalam unggahan tersebut juga disebutkan bahwa dana MBG yang ditarik akan dialihkan ke program bantuan beras gratis.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“MBG AKAN SEGERA TAMAT, PURBAYA TARIK 71 T ANGGARAN MBG UNTUK BERAS
Menrti Keuangan Purbaya Alihkan Dana 71 T Anggaran MBG Ke Bantuan Beras, Istana Minta Maaf Banyak Siswa Keracunan.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana Merespon Soal Pernyataan Purbaya Menkeu Yang Menyatakan Jika Anggaran MBG 2025 Tidak Terserap Semua Akan Diambil Dan Dialihkan Pada Bantuan Beras Gratis.
Hal Ini Muncul Karena Akhir² Ini Banyak Anak Korban Keracunan MBG, Purbaya Akan Bertindak Tegas Terkait Hal Ini, Jika Kejadian Berulang Maka MBG Terancam Akan Berhenti.”
Unggahan tersebut juga disertai narasi:
“Menrti Keuangan akan rubah Program MBG
#MBG #BadanGiziNasional #Menlu #DPR #Mentri #Purbaya”
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Namun, benarkah Menkeu Purbaya tarik Rp71 triliun anggaran MBG?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran, tidak ada informasi resmi mengenai Menteri Keuangan Purbaya menarik anggaran MBG sebesar Rp71 triliun untuk dialihkan menjadi bantuan beras.
Namun, Menkeu Purbaya menyatakan bahwa anggaran MBG yang tidak terserap hingga akhir Oktober 2025 dapat dialihkan ke program lain yang lebih siap.
“Tetap saya akan assess, saya akan nilai sampai akhir Oktober. Kalau akhir Oktober saya tahu, nanti sampai Desember, beberapa triliun nggak terpakai, ya, saya ambil uangnya,” kata Purbaya, dilansir dari ANTARA.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan yakin anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terserap maksimal sesuai target, sehingga pihaknya tidak khawatir dengan pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang akan menarik anggaran MBG bila tak terserap maksimal.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
"Saya enggak khawatir terkait dengan itu karena penyerapan kita, Insya Allah, akan selesai, apalagi Rp71 triliun tahun ini pasti terserap," kata Kepala BGN Dadan Hindayana, dilansir dari ANTARA.
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Namun, Menkeu Purbaya menyatakan bahwa anggaran MBG yang tidak terserap hingga akhir Oktober 2025 dapat dialihkan ke program lain yang lebih siap.
“Tetap saya akan assess, saya akan nilai sampai akhir Oktober. Kalau akhir Oktober saya tahu, nanti sampai Desember, beberapa triliun nggak terpakai, ya, saya ambil uangnya,” kata Purbaya, dilansir dari ANTARA.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan yakin anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terserap maksimal sesuai target, sehingga pihaknya tidak khawatir dengan pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang akan menarik anggaran MBG bila tak terserap maksimal.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
"Saya enggak khawatir terkait dengan itu karena penyerapan kita, Insya Allah, akan selesai, apalagi Rp71 triliun tahun ini pasti terserap," kata Kepala BGN Dadan Hindayana, dilansir dari ANTARA.
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
(GFD-2025-29583) Hoaks! Menkeu Purbaya luncurkan layanan pinjaman online bunga 0 persen
Sumber:Tanggal publish: 17/10/2025
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di Instagram memperlihatkan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, sedang berbicara di depan mikrofon dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, berdiri di belakangnya.
Dalam unggahan tersebut dinarasikan bahwa Menkeu Purbaya meluncurkan layanan pinjaman online Koperasi Merah Putih dengan bunga nol persen dan proses cepat dalam waktu 15 hingga 30 menit tanpa melalui pengecekan BI Checking.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“KOPERASI MERAH PUTIH
SUDAH RESMI MELAYANI PINJAMAN SELURUH WILAYAH INDONESIA
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
MENKEU PURBAYA YUDHI SADEWA MEMBUAT GEBRAKAN EKONOMI
MELAYANI PINJAMAN ONLINE TANPA BIAYA, TANPA BUNGA 0%
MAUPUN BI CHECKING / BCALIST PROSES CEPAT 10–30 MENIT SAJA AJUKAN SEKARANG”
Namun, benarkah Menke Purbaya luncurkan layanan pinjaman online bunga 0 persen?
Dalam unggahan tersebut dinarasikan bahwa Menkeu Purbaya meluncurkan layanan pinjaman online Koperasi Merah Putih dengan bunga nol persen dan proses cepat dalam waktu 15 hingga 30 menit tanpa melalui pengecekan BI Checking.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“KOPERASI MERAH PUTIH
SUDAH RESMI MELAYANI PINJAMAN SELURUH WILAYAH INDONESIA
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
MENKEU PURBAYA YUDHI SADEWA MEMBUAT GEBRAKAN EKONOMI
MELAYANI PINJAMAN ONLINE TANPA BIAYA, TANPA BUNGA 0%
MAUPUN BI CHECKING / BCALIST PROSES CEPAT 10–30 MENIT SAJA AJUKAN SEKARANG”
Namun, benarkah Menke Purbaya luncurkan layanan pinjaman online bunga 0 persen?
Hasil Cek Fakta
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ada Kementerian Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, maupun lembaga pemerintahan lain yang membuka layanan pinjaman online dengan bunga nol persen dan tanpa BI Checking.
Video yang digunakan dalam unggahan tersebut ternyata identik dengan video di kanal YouTube Sekretariat Presiden berjudul “LIVE: KetPers Menko Perekonomian dan Menkeu terkait Stimulus Ekonomi, Kantor Presiden, 15 September 2025”.
Video berdurasi 20 menit tersebut merupakan sesi tanya jawab dengan wartawan mengenai kebijakan penyaluran dana sebesar Rp200 triliun kepada lima bank anggota Himbara, yang dijelaskan Purbaya sebagai upaya memperkuat likuiditas perbankan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap unggahan menyesatkan dan hanya mengakses informasi resmi terkait Koperasi Desa Merah Putih melalui situs berikut: https://merahputih.kop.id/.
Klaim: Menkeu Purbaya luncurkan layanan pinjaman online bunga 0 persen
Rating: Hoaks
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ada Kementerian Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, maupun lembaga pemerintahan lain yang membuka layanan pinjaman online dengan bunga nol persen dan tanpa BI Checking.
Video yang digunakan dalam unggahan tersebut ternyata identik dengan video di kanal YouTube Sekretariat Presiden berjudul “LIVE: KetPers Menko Perekonomian dan Menkeu terkait Stimulus Ekonomi, Kantor Presiden, 15 September 2025”.
Video berdurasi 20 menit tersebut merupakan sesi tanya jawab dengan wartawan mengenai kebijakan penyaluran dana sebesar Rp200 triliun kepada lima bank anggota Himbara, yang dijelaskan Purbaya sebagai upaya memperkuat likuiditas perbankan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap unggahan menyesatkan dan hanya mengakses informasi resmi terkait Koperasi Desa Merah Putih melalui situs berikut: https://merahputih.kop.id/.
Klaim: Menkeu Purbaya luncurkan layanan pinjaman online bunga 0 persen
Rating: Hoaks
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Rujukan
Halaman: 1357/8116



