tirto.id - Fenomena bola cahaya terang melintas di langit Cirebon, Jawa Barat, Minggu (5/10/2025) lalu, terus menjadi sorotan publik. Cahaya tersebut ditengarai merupakan meteor yang jatuh dan memasuki atmosfer bumi.
ADVERTISEMENT
Namun, beredar informasi di media sosial (medsos) yang menarasikan batu meteor dalam kejadian itu menghantam rumah warga sampai rusak. Unggahan tersebut juga disertai foto yang menampilkan bongkahan batu dan rumah warga yang porak-poranda.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Misalnya seperti yang diunggah akun Facebook bernama "Fernando Yoga" (arsip), Jumat (10/10/2025). Lewat unggahan dalam bentuk foto tersebut, tampak sebuah batu raksasa yang diklaim sebagai meteor, menghancurkan pekarangan rumah warga.
#inline3 {margin:1.5em auto}
#inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}
ins.adsbygoogle[data-ad-status="unfilled"] {
display: none !important;
}
Temukan lebih banyakJual fashion terkiniBeli ban mobil terbaikJual mobil bekasBerita politik terbaruLowongan kerja magang BUMNpendidikanKonten berita premiumLangganan berita premiumBeli perlengkapan olahragaBeli parfum online
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Sejumlah warga beserta aparat kepolisian tampak di sekeliling rumah tersebut. “Salah satu rumah warga rusak parah terkena hujan batu meteor,” tulis akun tersebut.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Periksa Fakta Meteor Menghantam Rumah Warga. foto/hotline periksa fakt tirto
Hingga Jumat (17/10/2025) atau sepekan beredar di Facebook, unggahan tersebut sudah mendapatkan 30 tanda suka dan enam komentar. Unggahan itu juga sudah dibagikan ulang sebanyak 4 kali.
ADVERTISEMENT
Namun, benarkah ada meteor yang menghantam rumah warga dalam kejadian di Cirebon?
(GFD-2025-29589) Foto Rumah Warga Tertimpa Meteor Hasil Rekayasa AI
Sumber:Tanggal publish: 17/10/2025
Berita
Hasil Cek Fakta
Pertama-tama, Tirto mencoba mencari informasi soal dugaan adanya korban dalam kejadian meteor melintas di langit Cirebon pekan lalu. Hasil pencarian menggunakan Google, tidak ada sumber pemberitaan kredibel yang menyatakan ada warga yang terdampak peristiwa tersebut.
Selain itu, dalam artikel yang tayang di Tirto, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Cirebon pada Senin (6/10/2025) menyatakan petugas telah melakukan pemeriksaan di sejumlah titik yang disebut warga sebagai lokasi jatuh benda langit tersebut, mulai kawasan Ciperna hingga Cirebon timur.
Pengecekan dilakukan di jalur arteri dan tol, termasuk berkoordinasi dengan para kepala desa untuk memastikan tidak ada peristiwa luar biasa di wilayah masing-masing.
"Sampai saat ini kami belum mendapatkan data atau informasi yang menunjukkan adanya meteor jatuh dan sejenisnya," kata Kepala Polresta Cirebon, Kombes Sumarni.
Selanjutnya mencoba mengecek keaslian foto yang diunggah oleh akun tersebut. Hal ini didasari kecurigaan kami bahwa gambar tersebut merupakan hasil rekaan melalui teknologi kecerdasan buatan (AI).
Tirto mengecek keaslian foto tersebut dengan platform pengecek AI yakni Hive Moderation. Alhasil, ternyata Hive Moderation menilai 99,9 persen foto tersebut terindikasi merupakan hasil rekaan AI.
Sebelumnya, Profesor astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin telah menyebutkan dentuman dan visual bola api yang disaksikan warga di sekitar Cirebon, Jawa Barat, memang jatuhnya meteor besar.
Namun, Thomas menilai benda langit tersebut jatuh di Laut Jawa, dan tidak membahayakan warga.
Ia menyebutkan meteor tersebut jatuh di wilayah Laut Jawa, setelah sebelumnya melintasi wilayah Kabupaten Kuningan dan Cirebon dari arah barat daya sekitar, Minggu (5/10), pukul 18.35-18.39 WIB. Suara dentuman yang besar, ujar dia, dihasilkan oleh proses masuknya meteor ke wilayah dengan atmosfer yang lebih rendah.
"Ketika memasuki atmosfer yang lebih rendah, (maka) menimbulkan gelombang kejut berupa suara dentuman dan terdeteksi oleh BMKG Cirebon pukul 18.39.12 WIB," kata dia dalam pemberitaan Antara.
Selain itu, dalam artikel yang tayang di Tirto, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Cirebon pada Senin (6/10/2025) menyatakan petugas telah melakukan pemeriksaan di sejumlah titik yang disebut warga sebagai lokasi jatuh benda langit tersebut, mulai kawasan Ciperna hingga Cirebon timur.
Pengecekan dilakukan di jalur arteri dan tol, termasuk berkoordinasi dengan para kepala desa untuk memastikan tidak ada peristiwa luar biasa di wilayah masing-masing.
"Sampai saat ini kami belum mendapatkan data atau informasi yang menunjukkan adanya meteor jatuh dan sejenisnya," kata Kepala Polresta Cirebon, Kombes Sumarni.
Selanjutnya mencoba mengecek keaslian foto yang diunggah oleh akun tersebut. Hal ini didasari kecurigaan kami bahwa gambar tersebut merupakan hasil rekaan melalui teknologi kecerdasan buatan (AI).
Tirto mengecek keaslian foto tersebut dengan platform pengecek AI yakni Hive Moderation. Alhasil, ternyata Hive Moderation menilai 99,9 persen foto tersebut terindikasi merupakan hasil rekaan AI.
Sebelumnya, Profesor astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin telah menyebutkan dentuman dan visual bola api yang disaksikan warga di sekitar Cirebon, Jawa Barat, memang jatuhnya meteor besar.
Namun, Thomas menilai benda langit tersebut jatuh di Laut Jawa, dan tidak membahayakan warga.
Ia menyebutkan meteor tersebut jatuh di wilayah Laut Jawa, setelah sebelumnya melintasi wilayah Kabupaten Kuningan dan Cirebon dari arah barat daya sekitar, Minggu (5/10), pukul 18.35-18.39 WIB. Suara dentuman yang besar, ujar dia, dihasilkan oleh proses masuknya meteor ke wilayah dengan atmosfer yang lebih rendah.
"Ketika memasuki atmosfer yang lebih rendah, (maka) menimbulkan gelombang kejut berupa suara dentuman dan terdeteksi oleh BMKG Cirebon pukul 18.39.12 WIB," kata dia dalam pemberitaan Antara.
Kesimpulan
Hasil pemeriksaan fakta menunjukkan narasi dan foto terkait peristiwa meteor melintas dan menghantam rumah warga di Cirebon sampai hancur bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).
Foto yang diunggah tersebut merupakan hasil rekayasa AI. Selain itu, tidak ada sumber dari pemberitaan kredibel dan informasi resmi instansi pemerintah yang menyatakan peristiwa meteor melintas di langit Cirebon telah menyebabkan rumah warga hancur.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
closeAdvertisementsgeneral_URL_gpt_producer-20251015-12:23CANCELNEXT VIDEOPausePlay% buffered00:0000:0000:00UnmuteMutePlayPowered by GliaStudios
Foto yang diunggah tersebut merupakan hasil rekayasa AI. Selain itu, tidak ada sumber dari pemberitaan kredibel dan informasi resmi instansi pemerintah yang menyatakan peristiwa meteor melintas di langit Cirebon telah menyebabkan rumah warga hancur.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
closeAdvertisementsgeneral_URL_gpt_producer-20251015-12:23CANCELNEXT VIDEOPausePlay% buffered00:0000:0000:00UnmuteMutePlayPowered by GliaStudios
Rujukan
- https://tirto.id/polisi-selidiki-lokasi-dugaan-meteor-jatuh-di-cirebon-hi2F
- https://web.facebook.com/photo/?fbid=1615613363177295&set=a.105701067501873&_rdc=1&_rdr#
- https://archive.ph/d3GMp
- https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection
- https://m.antaranews.com/berita/5155421/dentuman-dan-bola-api-cirebon-brin-meteor-besar-jatuh-di-laut-jawa
(GFD-2025-29590) [SALAH] Luhut Jadi Tersangka Korupsi Batu Bara
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 17/10/2025
Berita
Akun Facebook “Lintas Berita” pada Kamis (16/10/2025) membagikan foto [arsip] berisi narasi:
“Kejagung menetapkan Luhut sebagai Tersangka Korupsi sumber daya alam Batu Bara,Luhut Binsar Pandjaitan pemilik PT Toba Bara terbukti menyalahgunakan Lahan 6000 hektar demi keuntungan Pribadi.!!!”
Per Jumat (17/10/2025), konten tersebut telah mendapat lebih dari 37 ribu tanda suka dan 11.100-an komentar.
“Kejagung menetapkan Luhut sebagai Tersangka Korupsi sumber daya alam Batu Bara,Luhut Binsar Pandjaitan pemilik PT Toba Bara terbukti menyalahgunakan Lahan 6000 hektar demi keuntungan Pribadi.!!!”
Per Jumat (17/10/2025), konten tersebut telah mendapat lebih dari 37 ribu tanda suka dan 11.100-an komentar.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Luhut korupsi batu bara” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran teratas mengarah ke sejumlah pemberitaan, antara lain:
Berita cnbcindonesia.com “Negara ‘Kecolongan’ Rp270 T Gegara Korupsi, Luhut Ungkap Penyesalannya”, tayang Selasa (30/7/2024). Berita ini melaporkan bahwa Luhut Binsar Pandjaitan yang kala itu menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), mengakui adanya keterlambatan penerapan Sistem Informasi Mineral dan Batubara (Simbara) yang menjadikan Indonesia ‘kecolongan’ kasus korupsi hingga Rp270 triliun.
Berita voaindonesia.com “Dituding Bermain di Pusaran Bisnis Batubara, Luhut Minta Laporan Tertulis”. Dalam berita yang tayang Rabu (19/12/2018) ini, dilaporkan bahwa sejumlah LSM peduli lingkungan dan anti-korupsi mengungkap dugaan pengaruh Luhut dalam pusaran bisnis batubara. Menanggapi hal tersebut, Luhut meminta mereka untuk membuktikan tudingan itu secara tertulis.
Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “Luhut jadi tersangka korupsi batu bara”.
Berita cnbcindonesia.com “Negara ‘Kecolongan’ Rp270 T Gegara Korupsi, Luhut Ungkap Penyesalannya”, tayang Selasa (30/7/2024). Berita ini melaporkan bahwa Luhut Binsar Pandjaitan yang kala itu menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), mengakui adanya keterlambatan penerapan Sistem Informasi Mineral dan Batubara (Simbara) yang menjadikan Indonesia ‘kecolongan’ kasus korupsi hingga Rp270 triliun.
Berita voaindonesia.com “Dituding Bermain di Pusaran Bisnis Batubara, Luhut Minta Laporan Tertulis”. Dalam berita yang tayang Rabu (19/12/2018) ini, dilaporkan bahwa sejumlah LSM peduli lingkungan dan anti-korupsi mengungkap dugaan pengaruh Luhut dalam pusaran bisnis batubara. Menanggapi hal tersebut, Luhut meminta mereka untuk membuktikan tudingan itu secara tertulis.
Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “Luhut jadi tersangka korupsi batu bara”.
Kesimpulan
Unggahan foto berisi klaim “Luhut jadi tersangka korupsi baru bara” adalah konten palsu (fabricated content).
Rujukan
- http[cnbcindonesia.com] Negara ‘Kecolongan’ Rp270 T Gegara Korupsi, Luhut Ungkap Penyesalannya [voaindonesia.com] Dituding Bermain di Pusaran Bisnis Batubara, Luhut Minta Laporan Tertulis
- https://www.cnbcindonesia.com/news/20240730150122-4-558882/negara-kecolongan-rp270-t-gegara-korupsi-luhut-ungkap-penyesalannya
- https://www.voaindonesia.com/a/dituding-bermain-di-pusaran-bisnis-batubara-luhut-minta-laporan-tertulis/4706888.html
- https://web.facebook.com/61550621806572/posts/122280609926020726/?rdid=3Vahj4le6sbMxAdV# (unggahan akun Facebook “Lintas Berita”)
- https://archive.ph/Yw0Bj (arsip unggahan akun Facebook “Lintas Berita”)
- https://turnbackhoax.id/2025/10/17/salah-luhut-jadi-tersangka-korupsi-batu-bara/
(GFD-2025-29561) Hoaks Program Pembagian Kondom ke Mahasiswa dari Kemenkes
Sumber:Tanggal publish: 16/10/2025
Berita
tirto.id - Di media sosial, beredar klaim yang menyebut bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendukung program pemberian alat kontrasepsi kondom gratis yang ditujukkan untuk mahasiswa semester 4 ke-atas. Narasi yang sama menyebut program ini bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit menular dan meningkatkan kesadaran akan kesehatan reproduksi.
ADVERTISEMENT
Narasi itu diunggah oleh sejumlah akun di Facebook, di antaranya “Diana Max”, “Info Kejadian Demak”, ”Rudolfus Paskalis Dhika”(arsip) dan “Nuryanti Akira Pamellia” dalam rentang waktu Kamis (9/10/2025) hingga Sabtu (11/10/2025) melalui unggahan gambar disertai teks yang mencatut logo resmi Kemenkes.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Salah satu unggahan disertai dengan narasi yang berbunyi, “Kebijakan kemenkes ini sungguh sangat disayangkan. Bagaimana tidak, membagikan kondom gratis adalah bujti bahwa pemerintah mendukung terjadinya perzinahan secara bebas. Membiarkan generasi muda semakin rusak dan bertingkah tak ubahmya seperti binatang. Belum lagi bicara soal dana pengadaannya.
#inline3 {margin:1.5em auto}
#inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}
ins.adsbygoogle[data-ad-status="unfilled"] {
display: none !important;
}
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Alangkah sangat disayangkan uang pajak rakyat, hasil keringat rakyat, digunakauntuk program maksiat. Membuang-buang anggaran pada proyek yang tidak perlu bahkan tidak patut diterapkan disaat kondisi keuangan APBN defisit dan harus berhutang pada asing. Sungguh kebijakan lucu lagi bodoh baik dilihat dari sisi agama, moral, maupun ekonomi."
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Header Periksa Fakta Pembagian Kondom. foto/hotline periksa fakta tirto
Sepanjang Jumat (10/10/2025) hingga Rabu (15/10/2025) atau selama lima hari tersebar di Facebook, unggahan ini telah memperoleh 13 reaksi dan delapan komentar. Di sejumlah unggahan tersebut, ditemukan juga banyak masyarakat yang mempertanyakan kebenaran program tersebut.
ADVERTISEMENT
Lantas, bagaimana kebenaran narasi tersebut? Benarkah Kemenkes mendukung program pemberian kondom gratis ke mahasiswa?
ADVERTISEMENT
Narasi itu diunggah oleh sejumlah akun di Facebook, di antaranya “Diana Max”, “Info Kejadian Demak”, ”Rudolfus Paskalis Dhika”(arsip) dan “Nuryanti Akira Pamellia” dalam rentang waktu Kamis (9/10/2025) hingga Sabtu (11/10/2025) melalui unggahan gambar disertai teks yang mencatut logo resmi Kemenkes.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Salah satu unggahan disertai dengan narasi yang berbunyi, “Kebijakan kemenkes ini sungguh sangat disayangkan. Bagaimana tidak, membagikan kondom gratis adalah bujti bahwa pemerintah mendukung terjadinya perzinahan secara bebas. Membiarkan generasi muda semakin rusak dan bertingkah tak ubahmya seperti binatang. Belum lagi bicara soal dana pengadaannya.
#inline3 {margin:1.5em auto}
#inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}
ins.adsbygoogle[data-ad-status="unfilled"] {
display: none !important;
}
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Alangkah sangat disayangkan uang pajak rakyat, hasil keringat rakyat, digunakauntuk program maksiat. Membuang-buang anggaran pada proyek yang tidak perlu bahkan tidak patut diterapkan disaat kondisi keuangan APBN defisit dan harus berhutang pada asing. Sungguh kebijakan lucu lagi bodoh baik dilihat dari sisi agama, moral, maupun ekonomi."
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Header Periksa Fakta Pembagian Kondom. foto/hotline periksa fakta tirto
Sepanjang Jumat (10/10/2025) hingga Rabu (15/10/2025) atau selama lima hari tersebar di Facebook, unggahan ini telah memperoleh 13 reaksi dan delapan komentar. Di sejumlah unggahan tersebut, ditemukan juga banyak masyarakat yang mempertanyakan kebenaran program tersebut.
ADVERTISEMENT
Lantas, bagaimana kebenaran narasi tersebut? Benarkah Kemenkes mendukung program pemberian kondom gratis ke mahasiswa?
Hasil Cek Fakta
Tirto menelusuri asal usul dan konteks klaim tersebut. Pertama, kami melakukan penelusuran terhadap unggahan gambar yang disertakan dalam narasi. Gambar tersebut memuat logo Kemenkes disertai keterangan teks bertuliskan “JNN Terkini Kemenkes Dukung Program Kondom Gratis Untuk Mahasiswa/i Semester 4 ke Atas”.
Hasil pencarian melalui metode reverse image search dan penelusuran kata kunci terkait mengarahkan pada unggahan dari akun Instagram bernama “jawir.news.network”.
Dalam unggahan tersebut, akun itu memang menarasikan bahwa Kemenkes mendukung program pembagian kondom gratis kepada mahasiswa. Namun demikian, narasi tersebut tampak sebagai klaim sepihak tanpa disertai kutipan resmi maupun tautan ke sumber dari Kemenkes.
Penting untuk dicatat bahwa dalam bagian bio akun “jawir.news.network” tertera bahwa akun tersebut merupakan akun parodi dan satire. Dengan demikian, konten yang dipublikasikan tidak dapat dijadikan rujukan informasi resmi.
Lebih lanjut, tidak ditemukan pernyataan ataupun keterangan resmi dari Kemenkes yang mengonfirmasi keberadaan program dimaksud. Melalui akun Instagram resminya, Kemenkes menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki program pembagian kondom gratis untuk mahasiswa.
Instansi tersebut mengatakan bahwa kondom dalam program kesehatan digunakan untuk pencegahan HIV dan Infeksi Menular Seksual (IMS), pada kelompok berisiko tinggi, seperti pekerja seks, pasangan ODHA, dan populasi kunci lainnya. Distribusi kondom gratis pun dilakukan secara terbatas melalui fasilitas kesehatan setelah pemeriksaan, atau lewat LSM dan komunitas yang melakukan pendampingan khusus.
“Jangan mudah percaya pada kabar menyesatkan, dan pastikan selalu memeriksa kebenarannya melalui website atau akun resmi Kemenkes RI,” tulis Kemenkes di akun instagram resminya, Jumat (10/10/2025).
Hasil pencarian melalui metode reverse image search dan penelusuran kata kunci terkait mengarahkan pada unggahan dari akun Instagram bernama “jawir.news.network”.
Dalam unggahan tersebut, akun itu memang menarasikan bahwa Kemenkes mendukung program pembagian kondom gratis kepada mahasiswa. Namun demikian, narasi tersebut tampak sebagai klaim sepihak tanpa disertai kutipan resmi maupun tautan ke sumber dari Kemenkes.
Penting untuk dicatat bahwa dalam bagian bio akun “jawir.news.network” tertera bahwa akun tersebut merupakan akun parodi dan satire. Dengan demikian, konten yang dipublikasikan tidak dapat dijadikan rujukan informasi resmi.
Lebih lanjut, tidak ditemukan pernyataan ataupun keterangan resmi dari Kemenkes yang mengonfirmasi keberadaan program dimaksud. Melalui akun Instagram resminya, Kemenkes menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki program pembagian kondom gratis untuk mahasiswa.
Instansi tersebut mengatakan bahwa kondom dalam program kesehatan digunakan untuk pencegahan HIV dan Infeksi Menular Seksual (IMS), pada kelompok berisiko tinggi, seperti pekerja seks, pasangan ODHA, dan populasi kunci lainnya. Distribusi kondom gratis pun dilakukan secara terbatas melalui fasilitas kesehatan setelah pemeriksaan, atau lewat LSM dan komunitas yang melakukan pendampingan khusus.
“Jangan mudah percaya pada kabar menyesatkan, dan pastikan selalu memeriksa kebenarannya melalui website atau akun resmi Kemenkes RI,” tulis Kemenkes di akun instagram resminya, Jumat (10/10/2025).
Kesimpulan
Hasil penelusuran fakta menunjukkan klaim yang menyebut bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendukung program pemberian alat kontrasepsi kondom gratis yang ditujukkan untuk mahasiswa bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Kemenkes menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki program pembagian kondom gratis untuk mahasiswa.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Kemenkes menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki program pembagian kondom gratis untuk mahasiswa.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://web.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0ww66FyncKpGFYuFjYQwr4SkKwocDepAcApGQGXHvg4dGvkcz1sc6QpcQHgovR1v3l&id=61581441937402
- https://web.facebook.com/photo/?fbid=1100936162215587&set=a.398615129114364
- https://web.facebook.com/dolfus.dhika/posts/pfbid0375JXjwmMy4gQFM6yUduQVQASxTwDHAKUp4dX2vrSeBDxxU17yNTyM8B32cBXmkUHl
- https://archive.ph/8NRiD
- https://web.facebook.com/GotoKhilafah/posts/pfbid02jgtqr3V9YbSe36SF3RhUcViMqyBqtnh5h5CRQkSiZ7PQ97BvBcXnaHjz1t3gfd6Xl
- https://www.instagram.com/p/DO1ELQriQft/?hl=en
- https://www.instagram.com/jawir.news.network/?hl=en
- https://www.instagram.com/p/DPnxfqygbaW/
(GFD-2025-29562) [SALAH] Korban Meteor Jatuh di Cirebon
Sumber: Tiktok.comTanggal publish: 16/10/2025
Berita
Akun TikTok “korban.meteor.Jat” pada Senin (7/10/2025) mengunggah video yang menampilkan suasana haru yang diklaim terjadi karena salah satu teman mereka menjadi korban jatuhnya meteor di Cirebon..
Unggahan tersebut disertai narasi :
"Kami sedih lihat teman kami jadi korban meteor yang jatuh semalam di cirebon pantas saja teman kami tidak masuk sekolah ternyata kami baru dapat kabar kalo riski ini lagi kena musibah sampai dia tiada di dunia ini sumpah gak tega lihat kondisinya ya allah kalian yg pnsrn ada dibyo aku"
Per Kamis (16/10/2025) video tersebut telah dilihat 4,3 juta kali, disukai 48 ribu, dan menuai 623 komentar.
Unggahan tersebut disertai narasi :
"Kami sedih lihat teman kami jadi korban meteor yang jatuh semalam di cirebon pantas saja teman kami tidak masuk sekolah ternyata kami baru dapat kabar kalo riski ini lagi kena musibah sampai dia tiada di dunia ini sumpah gak tega lihat kondisinya ya allah kalian yg pnsrn ada dibyo aku"
Per Kamis (16/10/2025) video tersebut telah dilihat 4,3 juta kali, disukai 48 ribu, dan menuai 623 komentar.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukan potongan video saat siswa sedang menangis menggunakan Google Lens. Ditemukan video yang mirip pada unggahan akun TikTok “smpislam_sultanfattahs13” pada September 2024.
Video tersebut menjelaskan suasana haru saat siswa diminta menuliskan cerita tentang sosok orangtua. Tidak ada kaitannya dengan jatuhnya meteor di Cirebon pada Minggu (5/10/2025).
TurnBackHoax melakukan penelusuran lebih lanjut tentang fenomena jatuhnya meteor di Cirebon. Menurut artikel Antaranews.com, meteor yang melintas di wilayah Cirebon diperkirakan jatuh di Laut Jawa, berdasarkan keterangan dari BRIN.
BRIN memastikan bahwa peristiwa ini tidak membahayakan dan tidak menimbulkan kerusakan di daratan.
Video tersebut menjelaskan suasana haru saat siswa diminta menuliskan cerita tentang sosok orangtua. Tidak ada kaitannya dengan jatuhnya meteor di Cirebon pada Minggu (5/10/2025).
TurnBackHoax melakukan penelusuran lebih lanjut tentang fenomena jatuhnya meteor di Cirebon. Menurut artikel Antaranews.com, meteor yang melintas di wilayah Cirebon diperkirakan jatuh di Laut Jawa, berdasarkan keterangan dari BRIN.
BRIN memastikan bahwa peristiwa ini tidak membahayakan dan tidak menimbulkan kerusakan di daratan.
Kesimpulan
Video aslinya adalah dokumentasi siswa SMP Islam Sultan Fattah Salatiga saat momen menuliskan sosok orangtua pada September 2024. Unggahan dengan narasi “korban meteor jatuh di Cirebon” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2025/10/16/salah-korban-meteor-jatuh-di-cirebon/
- https://www.antaranews.com/berita/5155421/dentuman-dan-bola-api-cirebon-brin-meteor-besar-jatuh-di-laut-jawa
- https://vt.tiktok.com/ZSUfwmhbd/ (Unggahan akun TikTok “smpislam_sultanfattahsl3”
- https://vt.tiktok.com/ZSUYcGDbH/ (unggahan Akun TikTok “korban.meteor.Jat”)
- https://archive.ph/wip/hG7cU (arsip unggahan Akun TikTok “korban.meteor.Jat”)
Halaman: 1359/8116






