• (GFD-2025-29712) Salah, Klaim Bantuan Tunai Rp300 Ribu untuk Pemilik LPG 3 Kg

    Sumber:
    Tanggal publish: 21/10/2025

    Berita

    tirto.id - Sebuah unggahan di media sosial mengklaim, pemilik tabung gas LPG 3 kilogram dapat menerima bantuan sebesar Rp300 ribu dengan mengisi formulir dalam sebuah tautan.

    ADVERTISEMENT

    Klaim tersebut disebarkan oleh akun bernama “Berita terbaru 2025” (arsip) di media sosial Facebook, pada 30 September 2025.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Untuk pemilik ELPIJI 3 kg yang belum dapat bantuan 300 ribu silahkan daftar kan diri melalui link di bawah ini,” tulis pengunggah.
    #inline3 {margin:1.5em auto}
    #inline3 img{margin: 0 auto;max-width:300px !important;}

    ins.adsbygoogle[data-ad-status="unfilled"] {
    display: none !important;
    }






    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Periksa Fakta Bansos LPG 3 kg.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Unggahan tersebut disertai gambar tabung gas bersubsidi dengan tulisan "Hanya untuk masyarakat miskin" dan ajakan untuk mendaftar lewat tautan daftarsekarang25.registrasi.web.id.

    Hingga artikel ini ditulis, unggahan tersebut telah memperoleh tanda suka sebanyak 39 kali dan lima komentar.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    ADVERTISEMENT

    Hasil Cek Fakta

    Tirto membuka tautan daftarsekarang25.registrasi.web.id untuk menelusuri kebenaran klaim. Ketika memasuki situs, kami diminta untuk mengisi data pribadi yang terdiri dari nama lengkap sesuai dengan e-KTP dan mengisi nomor telepon Telegram aktif.

    Untuk menelusuri asal-usul situs tersebut, Tirto menggunakan situs WHOIS untuk mencari informasi kepemilikan domain, termasuk siapa yang mendaftarkan domain tersebut, kapan domain dibuat, serta di mana domain tersebut terdaftar.

    Namun, hasil pencarian menunjukkan bahwa tidak ditemukan data WHOIS untuk domain tersebut. Menurut keterangan dari WHOIS, terdapat beberapa hal yang menjadi penyebab. Antara lain domain tersebut tidak benar-benar ada atau penyedia domain tidak membuka akses data.

    Ketidakjelasan informasi ini menimbulkan kecurigaan terhadap kredibilitas situs, apalagi situs tersebut meminta data pribadi seperti nama lengkap dan nomor telepon, tanpa kejelasan instansi yang bertanggung jawab.

    Penelusuran di URLscan.io juga tidak membuahkan hasil, yang artinya sumber domainnya juga tidak definitif berhubungan dengan Kementerian Sosial.

    Selain itu, perlu diketahui, melansir Antara, hingga saat ini, subsidi untuk LPG 3 kilogram tidak diberikan dalam bentuk uang tunai. Menurut penjelasan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, subsidi tersebut diberikan dalam bentuk selisih harga jual. Harga asli satu tabung LPG 3 kg sebenarnya mencapai Rp42.750, namun masyarakat hanya perlu membayar Rp12.750 per tabung.

    Dengan demikian, pemerintah menanggung selisih sebesar Rp30.000 per tabung, atau sekitar 70 persen dari harga aslinya. Skema subsidi ini tercatat menghabiskan dana sebesar Rp80,2 triliun dalam APBN 2024, dan dinikmati oleh kurang lebih 41,5 juta pengguna.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim bahwa pemilik tabung gas LPG 3 kilogram bisa mendapatkan bantuan uang tunai sebesar Rp300 ribu dengan mengisi tautan tertentu adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa tautan yang dibagikan dalam unggahan tersebut tidak memiliki informasi kepemilikan yang jelas. Situs tersebut juga meminta data pribadi seperti nama lengkap dan nomor telepon tanpa mencantumkan instansi resmi yang bertanggung jawab, yang dapat menimbulkan risiko penyalahgunaan data.

    Selain itu, subsidi untuk LPG 3 kg hingga saat ini tidak pernah diberikan dalam bentuk uang tunai langsung kepada masyarakat. Berdasarkan keterangan resmi dari Menteri Keuangan, subsidi LPG disalurkan melalui mekanisme selisih harga jual, bukan dalam bentuk transfer dana.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    closeAdvertisementsgeneral_URL_gpt_produc

    Rujukan

  • (GFD-2025-29610) [SALAH] Perdana Menteri Israel Netanyahu Ditangkap

    Sumber: Tiktok
    Tanggal publish: 21/10/2025

    Berita

    Beredar video [arsip] dari akun tiktok “shabilaipyawani01real0” pada Minggu (19/10/2025) disertai takarir:

    “ALHAMDULILLAH Netanyahu di tangkat, puas rasa hati kita semoga Palestine menang sesungguhnya"

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “Perdana Menteri Israel Netanyahu ditangkap” ke mesin pencarian Google. Hasilnya tidak ditemukan informasi kredibel terkait klaim.

    Selanjutnya Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri aktivitas Perdana Menteri Israel tersebut di Google. Hasilnya ditemukan Netanyahu masih hadir di Pengadilan Distrik Tel Aviv pada Rabu (15/10/2025) untuk bersaksi dalam persidangan kasus korupsinya.

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) kemudian menelusuri lebih dalam dengan memasukkan tangkapan layar dalam video klaim ke hivemoderation.com. hasilnya ditemukan bahwa video tersebut merupakan hasil Generate AI dengan Aggregate Score 99,9%. Selain itu, dalam video terdapat watermark Sora yang merupakan tools AI untuk generate video dari OpenAI sehingga dipastikan artikel tersebut buatan AI.

    Hingga artikel ini terbit, tidak ditemukan berita penangkapan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi klaim “Perdana Menteri Israel Netanyahu ditangkap” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-29611) Keliru: Pendukung Timnas UEA Lempar Iphone 17 Pro Saat Ricuh Melawan Qatar

    Sumber:
    Tanggal publish: 21/10/2025

    Berita

    SEJUMLAH konten di Facebook dan TikTok [arsip] pada 16 Oktober 2025 mengklaim Tim Nasional Uni Emirat Arab (UEA) melempar iPhone 17 Pro Max saat pertandingan melawan Qatar berakhir ricuh.

    Konten itu menampilkan foto dua unit iPhone, termasuk tipe 17 Pro Max, tergeletak di lapangan bersama barang-barang lain yang disebut hasil lemparan suporter. Foto tersebut viral setelah kericuhan antara pendukung Timnas Qatar dan UEA dalam laga Grup A Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada 14 Oktober 2025.



    Namun, benarkah pendukung Timnas UEA melempar iPhone dan benda lain ke lapangan dalam insiden itu?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi klaim tersebut melalui aplikasi pencarian gambar terbalik dan penelusuran di sejumlah situs berita kredibel. Hasilnya, foto yang menampilkan iPhone 17 Pro ternyata hasil suntingan.

    Foto aslinya lebih dulu dipublikasikan di platform penyedia foto Getty Images, pada 29 Januari 2019. Karya fotografer Zhizhao Wu itu merekam kericuhan penonton saat pertandingan semifinal Piala Asia AFC antara Qatar dan UEA di Stadion Mohammed Bin Zayed, Abu Dhabi, pada 29 Januari 2019.



    Dalam foto asli, fotografer memotret sepatu, sandal, dan botol minuman yang dilempar penonton. Tidak ada iPhone atau jenis ponsel lain dalam gambar tersebut.

    Tempo juga menonton video yang dirilis Doha News, saat terjadi kericuhan antara pendukung Timnas Qatar dan UEA pada 14 Oktober 2025. Hingga kericuhan berakhir, tak ada sepatu maupun iPhone yang dilempar penonton. Penonton hanya melemparkan botol minuman ke dalam lapangan.

    Dikutip dari Bisnis.com, kericuhan terjadi setelah Qatar memenangi laga itu dengan skor 2-1. Dengan kemenangan itu, Qatar menuju ke puncak klasemen play-off tiga tim. Padahal UEA telah menanti 35 tahun dapat melaju ke Piala Dunia

    Tak berselang lama, para pendukung UEA marah dan mulai melemparkan sandal, botol plastik, dan gelas ke lapangan sebagai ungkapan kekecewaan.

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang beredar adalah klaim keliru.

    Rujukan

  • (GFD-2025-29612) Keliru: Menkeu Purbaya Sebut Harga Asli Pertalite Rp 4 Ribu per Liter

    Sumber:
    Tanggal publish: 21/10/2025

    Berita

    SEBUAH konten dengan klaim Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut harga asli Pertalite hanya Rp4.000 per liter, beredar di X [arsip] dan Facebook [akun 1, akun 2] pada 17 Oktober 2025.

    Konten itu berupa teks yang diklaim pernyataan dari Menkeu Purbaya: “Pertalite hanya 4.000 mereka jual 10.000, padahal dijual 4.000 sudah untung besar, udah gitu dioplos lagi”.



    Namun, benarkah Menkeu Purbaya mengeluarkan pernyataan mengenai harga asli Pertalite sebesar Rp 4 ribu per liter?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi konten tersebut dengan menelusuri pemberitaan dari media kredibel. Hasilnya, Menteri Keuangan Purbaya tidak pernah menyatakan harga asli Pertalite hanya Rp4.000 per liter.

    Konten itu mengubah pernyataan Purbaya saat rapat dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat, Selasa, 30 September 2025. Rapat tersebut ditayangkan utuh di kanal Kompas TV dan Tribunnews. Salah satu materi rapat tersebut adalah membahas harga bahan bakar minyak.   

    Pada menit ke-06:15 tayangan YouTube Tribunnews, Purbaya menjelaskan bagaimana harga BBM, LPG, listrik, dan pupuk yang beredar di masyarakat merupakan harga yang telah disubsidi oleh pemerintah. Berikut pernyataan lengkap Purbaya:

    Selama ini pemerintah menanggung selisih antara harga keekonomian, next, dan harga yang dibayar masyarakat melalui pemberian subsidi dan kompensasi baik energi dan nonenergi. Misalnya untuk Pertalite masyarakat hanya membayar Rp10.000 per liter dari harga keekonomian Rp11.700 per liter. Sehingga APBN harus menanggung Rp1.700 per liter atau 15% melalui kompensasi.

    Untuk solar masyarakat hanya membayar Rp6.800 per liter dari harga keekonomian sebesar Rp11.950 per liter. Sehingga APBN menanggung Rp5.150 per liter atau sekitar 43%. Untuk LPG 3 kg subsidi mencapai 70% dari harga keekonomian. Pola serupa terjadi pada listrik, solar, dan minyak tanah. Ini adalah bentuk keberpihakan fiskal yang akan terus dievaluasi agar lebih tepat sasaran dan berkeadilan.

    Menurut artikel Tempo, Purbaya menyatakan realisasi subsidi dan kompensasi dari anggaran negara hingga 31 Agustus 2025, telah mencapai Rp 218 triliun atau 43,7 persen dari target. Sedangkan pagu subsidi dan kompensasi untuk tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp 498,8 triliun. 

    Realisasi subsidi dan kompensasi, kata dia, dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak mentah, depresiasi nilai tukar rupiah, serta peningkatan volume barang bersubsidi. Meski harga BBM dan tarif listrik telah disesuaikan sejak 2022, Bekas Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu menyatakan bahwa sebagian besar harga jual produk itu belum mencapai tingkat keekonomian. 

    Melalui situs resmi, PPID Kementerian Keuangan mengumumkan bahwa konten dengan narasi harga asli Pertalite sebesar Rp4.000 adalah hoaks.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran Tempo, pernyataan Menteri Keuangan Purbaya harga asli Pertalite sebesar Rp4.000 per liter adalah keliru.

    Rujukan