• (GFD-2025-30263) [SALAH] Konfirmasi Tahun Kelulusan Jokowi pada 1985 dan 1980

    Sumber: Instagram
    Tanggal publish: 24/11/2025

    Berita

    Pada Sabtu (18/10/2025), beredar sebuah video (arsip cadangan) di Instagram oleh akun “Arif Muslim” (@arif_muslim02) dengan narasi: 

    “Prof. Ova Emilia adalah Rektor UGM yang mengonfirmasi bahwa Joko Widodo adalah alumni Fakultas Kehutanan UGM,
    Video ke 1 : Joko Widodo tahun kelulusan 1985...
    Video ke 2 : Jokowi Widodo tahun kelulusan 1980...
    Prof ini NGIBUL nya ngak konsisten...pret...
    #jokowi #ugm #reelsinstagram”

    Per tangkapan layar dibuat unggahan tersebut  sudah disukai oleh 28.442 pengguna Instagram lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta MAFINDO (TurnBackHoax) memeriksa video yang disebarkan menggunakan Google Lens, hasilnya ditemukan sumber-sumber otoritatif dengan video yang mirip yang dapat digunakan untuk sumber referensi. 

    Sumber video pertama adalah dari akun YouTube “Liputan6” (@liputan6_news) yang diunggah pada Jumat (22/08/2025) berjudul “Penjelasan Rektor UGM Jamin Keaslian Ijazah Jokowi Lulusan November 1985 | Liputan6”, dan sumber video kedua dari akun YouTube “KOMPASTV” (@kompastv) yang diunggah pada Jumat (17/10/2025) berjudul “Rektor UGM Depan Jokowi: Selamat Datang Alumni, Kebanggaan Fakultas Kehutanan”. 

    Untuk mengkoroborasi mendukung unggahan-unggahan di atas, pencarian di Google News dengan kata kunci “rektor ugm jamin keaslian ijazah jokowi 1985” dan “rektor ugm jokowi kebanggaan fakultas kehutanan 1980” menghasilkan artikel dari situs-situs berita yang meliput topik-topik tersebut, artikel-artikel ini mengonfirmasi bahwa tahun 1985 adalah tahun kelulusan dan tahun 1980 adalah tahun angkatan.

    Kesimpulan

    Unggahan yang berisi video rektor UGM mengonfirmasi tahun kelulusan Jokowi pada 1985 dan 1980 merupakan kategori konten yang menyesatkan (misleading content), faktanya yang disebutkan di kolase video yang disebarkan adalah tahun kelulusan pada 1985 dan tahun angkatan pada 1980.

    Rujukan

  • (GFD-2025-30264) Cek Fakta: Hoaks Penampakan Uang Baru Resmi Dikeluarkan BI Tanpa Tiga Nol Dibelakang

    Sumber:
    Tanggal publish: 24/11/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim penampakan uang baru Resmi dikeluarkan Bank Indonesia (BI) tanpa tiga nol dibelakang, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 15 November 2025.
    Klaim penampakan uang baru resmi dikeluarkan BI tanpa tiga nol dibelakang berupa video reels yang menampilkan tiga gambar dalam bentu persegi panjang yang dirangkai dalam satu halaman.
    Gambar pertama menampilkan sebuah bangunan berwarna putih dan terdapat tulisan "SATU RUPIAH", kemudian gambar kedua berupa bangunan dan terdapat tulisan "Dua Rupiah" dan gambar ketiga juga menampilkan bangunan dan terdapat tulisan "LIMA RUPIAH".
    Dalam video tersebut juga terdapat tulisan sebagai berikut.
    "Viral uang baru Indonesia resmi dikeluarkan hari ini. WOW!
    Bank Indonesia resmi mengeluarkan uang baru atau rupiah kerta nominal rupiah kertas ini dari nominal yang paling kecil yaitu Rp 1.000 hingga Rp 100.000 Namun ada yang berbeda dan baru ditampilan rupiah kerta ini yaitu tidak adanya tiga angka 0 paling belakang."
    Unggahan video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
    "Uang baru resmi dikeluarkan Bi dan siap beredar"
    Benarkah klaim penampakan uang baru resmi dikeluarkan BI tanpa tiga nol dibelakang? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim penampakan uang baru resmi dikeluarkan BI tanpa tiga nol dibelakang, dengan menghubungi pihak BI yaitu, Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso.
    Ramdan menyatakan, klaim tampilan uang baru yang dikeluarkan BI tersebut hoaks."Hoaks," tegas Ramdan, saat berbincang dengan Liputan6.com, dikutip 24 November 2025.
    Tim Cek Fakta Liputan6.com pernah menanyakan konfirmasinya pada Head of Corporate Secretary PERURI, Adi Sunardi beberapa waktu lalu.
    "Hingga saat ini uang Rupiah pecahan terbaru yaitu Tahun Emisi 2022. Selain itu, uang rupiah resmi pasti bertuliskan Bank Indonesia selaku pihak resmi yang mengeluarkan uang rupiah," ujar Adi.
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim penampakan uang baru resmi dikeluarkan BI tanpa tiga nol dibelakang tidak benar.
     Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyatakan klaim tampilan uang baru resmi dikeluarkan BI tersebut hoaks.
     
  • (GFD-2025-30265) [SALAH] Mensesneg Umumkan Pencopotan Purbaya sebagai Menteri Keuangan

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 24/11/2025

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun Facebook “Hendra Benteng Irwandi-Nova” pada Selasa (11/11/2025) yang mengklaim Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan pencopotan Purbaya sebagai Menteri Keuangan. Berikut narasi lengkapnya:

    TOLONG JELASKAN YANG PAHAM kalaw benar pak Purbaya di ganti, presiden juga harus kita Lengserkan gimana besti

    Mohon penjelasannya yang paham. Apakah benar menteri keuangan diganti....?

    Hingga Senin (24/11/2025), unggahan tersebut telah menuai lebih dari 6.800 komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 623 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Disadur dari Cek Fakta kompas.com.

    Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri kebenaran klaim dengan mengunjungi laman resmi Sekretariat Kabinet. Dalam laman tersebut Purbaya masih tercatat sebagai Menteri Keuangan. 

    Purbaya dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Senin (8/9/2025) menggantikan Sri Mulyani. Hingga kini tidak ada informasi valid Purbaya telah di-reshuffle. 

    Kemudian Tim Cek Fakta Kompas.com melakukan pencarian lebih lanjut sumber video menggunakan teknik reverse image search. Hasil peneluran menunjukkan bahwa video itu serupa dengan unggahan di kanal YouTube Kompas.com berjudul "Prabowo Reshuffle Kabinet, Ini Daftar Menteri yang Dirombak" yang tayang Senin (8/9/2025).

    Video itu merupakan momen Prasetyo Hadi mengumumkan reshuffle di Kabinet Merah Putih pada Senin (8/9/2025). Saat itu ada lima posisi yang dirombak, salah satunya Menteri Keuangan yang sebelumnya dijabat Sri Mulyani digantikan oleh Purbaya. Sehingga, dapat dipastikan bahwa video itu bukanlah pencopotan Purbaya sebagai Menteri Keuangan.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi klaim “Mensesneg umumkan pencabutan Purbaya sebagai Menteri Keuangan” adalah konten yang menyesatkan (misleading content).
    (Ditulis oleh Pekik Jalu Utomo)

    Rujukan

  • (GFD-2025-30267) Keliru: Eropa Kacau setelah Indonesia Stop Ekspor Bahan Makanan

    Sumber:
    Tanggal publish: 24/11/2025

    Berita

    VIDEO yang mengklaim Eropa mengalami kekacauan setelah Indonesia menghentikan ekspor bahan makanan ke benua itu beredar di TikTok [arsip]. Dalam video, tampak deretan toko di Paris yang kosong karena disebut kehabisan pasokan serta gambar aktivitas di pelabuhan peti kemas. Indonesia disebut menghentikan ekspor ke Eropa dan mengalihkan pengiriman ke Timur Tengah dan Afrika.



    Artikel ini akan memeriksa dua klaim utama. Pertama, apakah Indonesia menghentikan ekspor ke Eropa? Kedua, apakah video tersebut memperlihatkan kekacauan di Eropa karena kekosongan stok makanan?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo menelusuri video itu dengan membandingkan kontennya pada informasi dari sumber kredibel serta menganalisis visualnya memakai alat deteksi akal imitasi. Hasilnya, Indonesia tetap mengekspor berbagai komoditas ke Eropa meski tidak seluruhnya bahan makanan. Bagian visual yang diklaim menggambarkan kekacauan di Eropa ternyata sebagian dibuat dengan akal imitasi.

    Ekonom Universitas Airlangga (Unair) Prof. Rossanto Dwi Handoyo, SE., M.Si., Ph.D, mengatakan, tidak ada penghentian ekspor bahan makanan Indonesia ke Eropa kecuali nikel dan minyak kelapa sawit (CPO).

    Namun pembatasan itu tidak membuat Eropa mengalami krisis atau kerusuhan karena kebutuhan minyak sawit dapat digantikan jenis minyak lain, seperti minyak biji bunga matahari, minyak jagung, dan minyak zaitun atau olive oil. 

    “Tidak ada kekacauan di Eropa meski harga CPO Indonesia jauh lebih murah” kata Rossanto pada Tempo, Jumat, 21 November 2025.

    Pada 2018, Uni Eropa memberlakukan kebijakan RED II yang melarang penggunaan minyak sawit sebagai bahan biofuel. Kebijakan Uni Eropa itu dinilai dapat menurunkan ekspor minyak sawit Indonesia ke pasar Uni Eropa. 

    Kemudian pada 2022, Uni Eropa menyetujui undang-undang baru untuk mencegah perusahaan menjual kopi, minyak sawit, kedelai dan komoditas lain yang terkait dengan deforestasi ke pasar mereka. Indonesia termasuk negara yang terkena dampak aturan baru itu bersama Brasil dan Kolombia.

    Dampak kebijakan itu, ekspor minyak sawit mentah dan olahan Indonesia ke Uni Eropa (UE) terus mengalami penurunan sejak tahun 2018. Pada 2018, ekspor minyak sawit Indonesia ke UE mencapai 5,7 juta ton. Ekspor kembali turun pada tahun 2023 dan 2024, masing-masing 4,1 juta ton dan 3,3 juta ton saja.

    Menurut ekonom dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM UI) Teuku Riefky, hubungan dagang Indonesia-Uni Eropa saat ini akan semakin terbuka.

    Sebab setelah hampir 10 tahun negosiasi, Indonesia dan Uni Eropa (UE) akhirnya sepakat menandatangani Indonesia–EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) alias perdagangan bebas pada 23 September 2025 di Bali. Perjanjian yang berlaku efektif pada 2027 ini membuat 95 persen produk ekspor Indonesia mendapat bebas tarif masuk ke negara-negara Uni Eropa.

    “Perjanjian tersebut justru akan membuka keran perdagangan lebih luas dengan Eropa,” kata Riefky pada Tempo, Kamis, 20 November 2025.

    Perdagangan Indonesia dengan EU tercatat surplus pada beberapa tahun terakhir, sebagaimana ditulis Tempo. Dalam empat bulan pertama tahun 2025, surplus mencapai 2,33 miliar dollar Amerika. Nilia itu lebih besar dari periode yang sama tahun 2024 sebesar 1,75 miliar dollar Amerika. 

    Berdasarkan nilai transaksi ekspor, Uni Eropa menjadi mitra dagang terbesar kelima untuk Indonesia. Sementara bagi Uni Eropa, Indonesia sebagai mitra dagang global di urutan ke-33. Meski tren ekspor minyak sawit turun, namun masih mencatatkan sebagai salah satu komoditas unggulan Indonesia ke Uni Eropa.  



    Video yang beredar pada menit ke-2:20, memperlihatkan sebuah botol di dalam toko yang dibandrol dengan 1.5 dolar Amerika. Padahal, mata uang resmi di 20 negara anggota Uni Eropa adalah Euro, termasuk di Prancis, sebagaimana foto dari Flickr.com.

    Sementara pada detik ke-27, video memperlihatkan rak toko dengan latar belakang Menara Eiffel. Gambar rak toko tersebut memiliki kejanggalan karena tak memiliki atap sehingga menara di belakangnya terlihat.



    Pemindaian menggunakan Was It AI dan AI or NOT menyatakan bahwa bagian tersebut menggunakan AI dengan kemungkinan sebesar 79 persen.

    Sementara, pada menit ke-4:10, video yang menampilkan suasana rapat. Namun, Was It AI juga melabelinya sebagai konten AI. Demikian juga AI or NOT dengan skor probabilitas mencapai 99 persen.



    Kemudian pada menit ke-4:52, menunjukkan gambar pengibaran bendera merah putih. Dua alat deteksi,  Was It AI dan AI or NOT mendapatkan 98 persen kemungkinan gambar itu mengandung komponen AI.

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa klaim Eropa mengalami kekacauan setelah Indonesia menghentikan ekspor bahan makanan ke benua itu adalah klaim keliru.

    Rujukan