• (GFD-2025-30539) Cek Fakta: Beredar Lagi Hoaks Artikel Nadiem Makarim Sebut Ia Menjadi Tersangka karena Ulah Jokowi dan Luhut

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/12/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan artikel Nadiem Makarim menyebut ia menjadi tersangka karena ulah Jokowi dan Luhut Binsar Pandjaitan. Postingan itu beredar sejak akhir pekan ini.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 4 Desember 2025.
    Dalam postingannya terdapat cuplikan layar artikel berjudul:
    "Nadim Makarim Saya Tersangka ini ulah Jokowi Dan Luhut Mereka Berdua Banyak Menerima Uang ada sekitar 4,5 Triliun Dari Saya"
    Akun itu menambahkan narasi:
    "Maling yang dilindungi negara"
    Lalu benarkah postingan artikel Nadiem Makarim menyebut ia menjadi tersangka karena ulah Jokowi dan Luhut Binsar Pandjaitan?

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan mengetikkan nama penulis serta tanggal artikel di mesin pencarian Google.
    Hasilnya ada artikel yang identik dengan postingan yakni dengan nama penulis dan tanggal artikel yang sama. Artikel itu diunggah oleh situs berita Viva.co.id pada 4 September 2025 pukul 18.04 WIB.
    Namun dalam artikel asli berjudul "Dibawa ke Tahanan, Nadiem Makarim Titip Pesan Belasungkawa Buat Ojol Dilindas Rantis".
    Isi artikel sama sekali tidak membahas pernyataan Nadiem yang mengklaim ia jadi tersangka karena Jokowi dan Luhut.
    Artikel asli membahas pernyataan belasungkawa Nadiem pada tewasnya pengemudi ojol Affan Kurniawan pada aksi unjuk rasa 28 Agustus 2025 lalu.

    Kesimpulan


    Postingan artikel Nadiem Makarim menyebut ia menjadi tersangka karena ulah Jokowi dan Luhut Binsar Pandjaitan adalah hoaks. Faktanya judul dalam postingan itu merupakan hasil editan.

    Rujukan

  • (GFD-2025-30540) Tidak Benar, Video Israel dan Amerika Kirim Bantuan ke Sibolga

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/12/2025

    Berita

    tirto.id - Banjir di tiga provinsi di Pulau Sumatra, salah satunya menyasara Kota Sibolga, Sumatra Utara. Di tengah ramainya pemberitaan terkait perkembangan kondisi di sana, muncul pula klaim di media sosial terkait klaim bantuan dari luar negeri untuk bencana banjir itu.

    ADVERTISEMENT

    Salah satu yang menarik perhatian adalah unggahan video yang menampilkan manuver sejumlah helikopter dengan bendera Israel. Video tersebut diklaim sebagai rekaman pengiriman bantuan dari Israel dan Amerika Serikat (AS) untuk warga Sibolga yang terdampak banjir.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Dalam unggahan tersebut, foto-foto helikopter yang membawa bendera Israel ditampilkan berdampingan dengan foto terpisah yang menunjukkan pemukiman warga yang terdampak banjir. Penggabungan gambar-gambar ini kemudian menimbulkan kesan seolah helikopter tersebut memang melintas di atas area banjir untuk mengirimkan bantuan.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Video ini beredar melalui unggahan di akun TikTok @tobat176 (arsip) pada Selasa (26/11/2025). Hingga Jumat (5/12/2025), unggahan tersebut sudah ditonton 291,4 ribu kali dan mendapatkan 5,167 tanda suka, 497 komentar, 304 disimpan serta dibagikan 280 kali.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    “America, Israel… Bantu dulu Sibolga, banyak terjebak banjir, kirimkan dulu heli (helikopter).” tulis pengunggah di videonya.

    Periksa Fakta Bantuan dari Israel dan AS untuk Korban Bencana.

    ADVERTISEMENT

    Klaim tersebut kemudian memicu berbagai reaksi masyarakat. Sebagian pengguna tampak mempercayai bahwa rekaman tersebut benar menunjukkan bantuan internasional untuk korban banjir Sibolga. Namun, tidak sedikit pula yang meragukan keaslian konteks video tersebut.

    Lalu bagaimana kebenarannya? Benarkah helikopter Israel dan AS turun tangan membantu banjir di Sibolga?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto memulai penelusuran dengan menelusuri sumber asli dari setiap gambar yang muncul dalam rangkain gambar dalam video tersebut. Kami mencoba menelusuri tiap gambar dengan metode pencarian gambar terbalik (reverse image search) menggunakan Google Lens.

    Pencarian pertama, gambar helikopter berwarna hijau yang muncul pada detik ketiga. Hasil pencarian menunjukkan itu merupakan foto helikopter angkut menengah Lockheed Martin US-101. Foto ini diambil dekat Pentagon, Washington D.C., pada 28 Januari 2005 berdasar arsip Science Photo Gallery.

    Melihat garis waktunya, foto tersebut adalah foto dari 20 tahun lalu yang sama sekali tidak berkaitan dengan pengiriman bantuan ke Sibolga. Selain itu, tidak ditemukan informasi aktivitas armada tersebut yang memiliki hubungan dengan peristiwa banjir di Sumatra pada akhir November 2025.

    Pencarian berikutnya, tekait gambar tiga helikopter yang tampak mengibarkan bendera Israel pada detik keempat. Hasil pencaian menunjukkan itu bukanlah rekaman aktivitas bantuan kemanusiaan.

    Foto tersebut merekam pertunjukan udara helikopter Blackhawk milik Israel dalam upacara kelulusan pilot Angkatan Udara Israel di Pangkalan AU Hatzerim, gurun Negev, Israel selatan, pada 22 Desember 2021, seperti yang diberitakan Antara.

    Pencarian ketiga, terhadap gambar rumah-rumah yang terendam banjir pada detik kelima. Ini adalah foto asli kondisi banjir bandang di Sumatra Utara, dipublikasikan oleh Tribun Medanpada Selasa (2/12/2025).

    Meskipun menggambarkan kondisi banjir di Sumatra Utara pada awal Desember 2025, gambar tersebut tak menunjukkan adanya bantuan dari pihak AS ataupun Israel. Foto ini tidak memiliki hubungan dengan dua gambar helikopter sebelumnya.

    Lebih lanjut, pencarian melalui mesin pencarian dengan kata kunci “Israel dan Amerika kirim bantuan ke Sibolga” juga tidak mengarahkan ke informasi resmi maupun pemberitaan yang mengkonfirmasi narasi tersebut.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim Israel dan Amerika Serikat mengirim helikopter bantuan untuk korban banjir di Sibolga adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Gambar-gambar dalam video tidak saling berkaitan. Dua foto helikopter berasal dari peristiwa lampau di luar negeri. Sementara foto banjir adalah kondisi asli di Sumatra Utara, namun tak menunjukkan adanya kiriman bantuan.

    Tidak ada laporan resmi mengenai keterlibatan helikopter Israel maupun AS dalam penanganan banjir di Sibolga. Dengan demikian, unggahan tersebut memakai konteks keliru dan membangun narasi yang menyesatkan.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    closeAdvertisementsgeneral_URL_gpt_producer-20251015-12:23CANCELNEXT VIDEOPausePlay% buffered00:0000:0000:00UnmuteMutePlayPowered by GliaStudios

    Rujukan

  • (GFD-2025-30541) [SALAH] Video Harimau Turun karena Longsor di Sibolga

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 05/12/2025

    Berita

    Pada Jumat (28/11/2025), beredar sebuah video (arsip cadangan) di Facebook oleh akun “Usman Uphe” (fb.me/usman.suhanda.2025) dengan narasi: 

    “Mungkin kemarin karena banjir Rob di padang ada ikan hiu,sekarang karena longsor di sibolga harimau turun dari hutan..
    #reelvidioviral#jangkauanluas@monetisasifyp”

    Per tangkapan layar dibuat unggahan tersebut  sudah mendapatkan 6 komentar, dibagikan 50 kali, dan disukai oleh 6 pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta MAFINDO (TurnBackHoax) memeriksa video yang disebarkan menggunakan perkakas pendeteksi konten buatan AI Hive Moderation, hasilnya video yang diperiksa terdeteksi buatan AI atau deepfake dengan skor agregat sebesar 90.9%. 

    Selain itu, pemeriksaan menggunakan perkakas pendeteksi konten buatan AI lainnya yaitu AiVidect terdeteksi palsu dengan skor tingkat kepercayaan (confidence level) sebesar 91.0%

    Kesimpulan

    Faktanya, berdasarkan pemeriksaan oleh Hive Moderation dan AiVidect video yang disebarkan terdeteksi buatan AI. Unggahan yang berisi video Harimau turun karena longsor di Sibolga merupakan kategori konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-30542) Keliru: Presiden Prabowo Tetapkan Bencana Sumatera Sebagai Bencana Nasional pada 3 Desember 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/12/2025

    Berita

    TANGKAPAN layar berita berjudul "Presiden Prabowo Tetapkan Banjir Aceh Dan Sumatera Jadi Bencana Nasional" beredar di akun Instagram [arsip], 3 Desember 2025. 

    Gambar tersebut mencantumkan atribusi media Tribun Network dan Serambinews.com. Pengunggah membubuhkan narasi bahwa perjuangan mereka memviralkan isu ini telah membuahkan hasil. Teks dalam konten itu menyerukan agar warganet terus mengawal kabar saudara mereka di Aceh Tengah.



    Lalu benarkah Prabowo sudah menetapkan bencana Sumatera jadi bencana nasional?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi konten itu menggunakan mesin pencarian gambar Google serta menyandingkannya dengan sumber tepercaya. Temuan ini memastikan bahwa tangkapan layar tersebut merupakan hasil suntingan. Pemerintah belum menetapkan banjir Sumatera sebagai bencana nasional hingga artikel ini terbit pada 5 Desember 2025.



    Konten itu memanipulasi judul artikel Serambinews.com berjudul “Aceh-Sumbar Menyerah: Yang Mulia Presiden Prabowo, Tetapkan Banjir Sumatera Jadi Bencana Nasional”. Artikel yang ditulis oleh Agus Ramadhan itu diunggah pada Selasa, 2 Desember 2025. 

    Artikel aslinya berisi pernyataan kepala daerah di Aceh yang memohon agar Presiden Prabowo meningkatkan status banjir Sumatera sebagai bencana nasional.

    Dikutip dari Serambinews.com, Bupati Nagan Raya Teuku Raja Keumangan menyatakan ketidaksanggupannya menangani bencana banjir dan longsor di wilayahnya. Ia menandatangani surat ketidaksanggupan karena anggaran yang terbatas untuk mengatasi bencana banjir yang terjadi di Aceh.

    “Kita berharap pada Yang Mulia kepada Bapak Presiden Prabowo untuk barangkali segera menetapkan Aceh sebagai bencana nasional,” kata Teuku dalam dialog Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Selasa, 2 Desember 2025.

    Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah juga menyampaikan hal serupa. Dia meminta pemerintah pusat menetapkan status darurat bencana nasional terkait peristiwa banjir dan longsor yang terjadi di Sumatra.

    Sebab, kata dia, banjir dan longsor yang terjadi sejak pekan lalu itu telah menimbulkan kerusakan secara meluas terhadap infrastruktur dan perumahan penduduk.

    Pemerintah Tidak Menetapkan Status Bencana Nasional

    Desakan agar pemerintah pusat menetapkan banjir Sumatera sebagai bencana nasional terus menguat. Koalisi masyarakat sipil Aceh menilai langkah itu krusial lantaran pemerintah daerah tak sanggup lagi menangani dampak banjir dan longsor.

    Mereka menyoroti kondisi fiskal daerah yang cekak, khususnya di Aceh, yang membuat penanganan bencana secara berkelanjutan mustahil dilakukan.

    Namun, Prabowo Subianto menganggap status darurat bencana daerah sudah memadai untuk menangani krisis di Sumatera.

    "Kami monitor terus. Saya kira kondisi yang sekarang ini sudah cukup," ujar Prabowo saat mengunjungi Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada Senin, 1 Desember 2025.

    Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto menyatakan bencana di Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat masih masuk kategori tingkat provinsi.

    Menurut dia, sejauh ini pemerintah baru menetapkan dua peristiwa sebagai bencana nasional, yakni pandemi Covid-19 dan tsunami Aceh 2004. Bencana besar lain seperti gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, gempa di Nusa Tenggara Barat, serta Cianjur tidak mendapat status serupa.

    Data BNPB per Kamis, 4 Desember 2025, mencatat korban meninggal akibat bencana Sumatera mencapai 836 orang. Sebanyak 518 jiwa dinyatakan hilang dan 2,7 ribu lainnya terluka.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta, Tim Cek Fakta Tempo menyimpulkan bahwa klaim Prabowo sudah menetapkan bencana Sumatera jadi bencana nasional adalah keliru.

    Rujukan