(Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia):
“Lihat bagian kiri bawah. Keadaan kita semakin kacau”.
“Kementerian Kesehatan Ukraina: 57 orang meninggal, 169 orang terluka di seluruh Ukraina akibat serangan Rusia”.
(GFD-2022-10229) [SALAH] Video Berita dengan Judul “Kementerian Kesehatan Ukraina: 57 Orang Meninggal, 169 Orang Terluka di Seluruh Ukraina Akibat Serangan Rusia”
Sumber: Twitter.comTanggal publish: 21/08/2022
Berita
Hasil Cek Fakta
Akun Twitter @Backup_fis mengunggah video yang menunjukkan seorang reporter sedang melaporkan kejadian dengan banyak korban jiwa. Berita tersebut berjudul “Kementerian Kesehatan Ukraina: 57 orang meninggal, 169 orang terluka di seluruh Ukraina akibat serangan Rusia”. Terlebih lagi, @Backup_fis mengimbau pengguna Twitter lain untuk melihat bagian kiri bawah (bagian judul) video tersebut.
Cuitan dan video yang diunggah pada 25 Juli tersebut telah disukai oleh 252 orang, serta telah dibagikan dan dikutip ulang lebih dari 200 kali.
Berdasarkan hasil penelusuran, judul video tersebut telah disunting. Berita asli telah beredar sejak Februari 2022, dan disiarkan oleh channel OE24 tentang demonstrasi menantang kebijakan perubahan iklim di Vienna. Selain itu, judul asli dari berita tersebut adalah “Wien: Demo Gegen Klimapolitik” yang berarti “Vienna: Demo Menentang Kebijakan Iklim”.
Hoaks serupa telah dibahas oleh turnbackhoax.id dengan judul “Video suntingan “KEMENTERIAN KESEHATAN UKRAINA: 57 MATI, 169 TERLUKA DI SELURUH UKRAINA KARENA SERANGAN RUSIA” dan dikategorikan sebagai konten yang dimanipulasi.
Dengan demikian, video yang disebarluaskan @Backup_fis merupakan konten yang dimanipulasi.
Cuitan dan video yang diunggah pada 25 Juli tersebut telah disukai oleh 252 orang, serta telah dibagikan dan dikutip ulang lebih dari 200 kali.
Berdasarkan hasil penelusuran, judul video tersebut telah disunting. Berita asli telah beredar sejak Februari 2022, dan disiarkan oleh channel OE24 tentang demonstrasi menantang kebijakan perubahan iklim di Vienna. Selain itu, judul asli dari berita tersebut adalah “Wien: Demo Gegen Klimapolitik” yang berarti “Vienna: Demo Menentang Kebijakan Iklim”.
Hoaks serupa telah dibahas oleh turnbackhoax.id dengan judul “Video suntingan “KEMENTERIAN KESEHATAN UKRAINA: 57 MATI, 169 TERLUKA DI SELURUH UKRAINA KARENA SERANGAN RUSIA” dan dikategorikan sebagai konten yang dimanipulasi.
Dengan demikian, video yang disebarluaskan @Backup_fis merupakan konten yang dimanipulasi.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Evarizma Zahra.
Hoaks berulang. Judul di video tersebut merupakan hasil suntingan, di mana judul yang asli berbunyi: “Vienna: Demonstrasi Menantang Kebijakan Iklim”.
Hoaks berulang. Judul di video tersebut merupakan hasil suntingan, di mana judul yang asli berbunyi: “Vienna: Demonstrasi Menantang Kebijakan Iklim”.
Rujukan
(GFD-2022-10230) [SALAH] Pidato Anies Baswedan: “Saya Merancang Grand Design Lapangan Banteng Dari Nol”
Sumber: Twitter.comTanggal publish: 21/08/2022
Berita
“Kalo anies liat ini. Dia pengen mundur sebelum Oktober aja. Dr pd dibully mulu”.
“Ketika ngaku kerja dari nol tapi masyarakat tau kalo itu bullshit”.
“Ketika ngaku kerja dari nol tapi masyarakat tau kalo itu bullshit”.
Hasil Cek Fakta
Akun Twitter @mahasiswigenz mengunggah potongan video pidato Anies Baswedan yang terlihat mengatakan bahwa beliau mengklaim dirinya yang merancang grand design Lapangan Banteng dari nol. Di video tersebut juga terdengar teriakan warga yang protes terhadap klaim tersebut.
Cuitan dan video yang diunggah pada 9 Agustus tersebut telah disukai oleh 247 orang, serta telah dibagikan dan dikutip ulang hampir 100 kali.
Berdasarkan hasil penelusuran, narasi video tersebut merupakan hoaks berulang. Pidato tersebut merupakan sambutan Gubernur Anies Baswedan saat peresmian renovasi Lapangan Banteng pada 2018. Hoaks dengan narasi dan cuplikan video serupa sudah beredar sejak 2018.
Kumparan melalui channel YouTube resmi nya telah mengunggah versi pidato yang lengkap dengan judul “Anies Sebut Yori Antar, Arsitek yang Rancang Lapangan Banteng”. Di video tersebut, dapat dilihat bahwa Anies mengapresiasi kinerja arsitek Yori Antar yang telah merancang grand design Lapangan Banteng dari nol, bukan mengklaim dirinya sebagai perancang Lapangan Banteng.
Hoaks serupa telah dibahas oleh turnbackhoax.id dengan judul “[BENAR] “Tidak Ada Klaim dari Anies Mengenai Merancang Lapangan Banteng dari 0” dan dikategorikan sebagai Klarifikasi.
Dengan demikian, narasi dan video yang disebarluaskan @mahasiswigenz merupakan konten yang menyesatkan.
Cuitan dan video yang diunggah pada 9 Agustus tersebut telah disukai oleh 247 orang, serta telah dibagikan dan dikutip ulang hampir 100 kali.
Berdasarkan hasil penelusuran, narasi video tersebut merupakan hoaks berulang. Pidato tersebut merupakan sambutan Gubernur Anies Baswedan saat peresmian renovasi Lapangan Banteng pada 2018. Hoaks dengan narasi dan cuplikan video serupa sudah beredar sejak 2018.
Kumparan melalui channel YouTube resmi nya telah mengunggah versi pidato yang lengkap dengan judul “Anies Sebut Yori Antar, Arsitek yang Rancang Lapangan Banteng”. Di video tersebut, dapat dilihat bahwa Anies mengapresiasi kinerja arsitek Yori Antar yang telah merancang grand design Lapangan Banteng dari nol, bukan mengklaim dirinya sebagai perancang Lapangan Banteng.
Hoaks serupa telah dibahas oleh turnbackhoax.id dengan judul “[BENAR] “Tidak Ada Klaim dari Anies Mengenai Merancang Lapangan Banteng dari 0” dan dikategorikan sebagai Klarifikasi.
Dengan demikian, narasi dan video yang disebarluaskan @mahasiswigenz merupakan konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Evarizma Zahra.
Hoaks berulang. Video yang terlampir merupakan video sepotong yang menyesatkan. Di video asli, Anies Baswedan mengapresiasi kinerja arsitek Yori Antar yang telah merancang grand design Lapangan Banteng dari nol, bukan mengklaim dirinya sebagai perancang Lapangan Banteng.
Hoaks berulang. Video yang terlampir merupakan video sepotong yang menyesatkan. Di video asli, Anies Baswedan mengapresiasi kinerja arsitek Yori Antar yang telah merancang grand design Lapangan Banteng dari nol, bukan mengklaim dirinya sebagai perancang Lapangan Banteng.
Rujukan
(GFD-2022-10223) [SALAH] Buntut Permasalahan TKI, Indonesia Kirim 450 Prajurit ke Perbatasan Malaysia
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 20/08/2022
Berita
“TNI kerahkan 450 prajurit tempur ke perbatasan Malaysia, buntut panjang kasus TKI”
Hasil Cek Fakta
Beredar sebuah video di media sosial Facebook yang menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia mengerahkan 450 orang prajurit TNI ke perbatasan Malaysia dan Indonesia. Di dalam video tersebut dikatakan bahwa hal ini terjadi akibat permasalahan terkait pengiriman pekerja migran atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke negara Malaysia.
Namun setelah menelusuri kebenaran klaim tersebut, didapati fakta bahwa informasi mengenai 450 orang prajurit yang dikirim TNI RI ke perbatasan Malaysia terkait permasalahan pekerja migran/TKI merupakan informasi hoaks. Sampai saat ini tidak ada informasi dari instansi atau lembaga berwenang terkait hal tersebut.
Sebelumnya, Indonesia diketahui telah melakukan penangguhan pengiriman pekerja migran ke Malaysia. Penangguhan ini dilakukan sebagai bentuk ancaman Pemerintah Indonesia kepada Malaysia agar menyetujui sistem tunggal dalam proses perekrutan tenaga kerja.
“Dalam diskusi dengan Indonesia, mereka menyarankan menggunakan Sistem Penempatan Satu Kanal atau One Channel System/OCS di Indonesia. Untuk saat ini, Kementerian Dalam Negeri menggunakan ‘Maid Online System’ (MOS) yang diklaim Indonesia tidak menyajikan informasi pekerja dari Indonesia yang masuk ke Malaysia,” jelas Menteri Sumber Daya Manusia Malaysia, M. Saravanan. Malaysia akhirnya menerima permintaan Pemerintah Indonesia, dan menandatangani Nota Kesepakatan (MoU).
Jadi dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan bahwa buntut permasalahan terkait pekerja migran Indonesia atau TKI adalah pengiriman 450 orang prajurit ke perbatasan Malaysia dengan Indonesia, merupakan informasi hoaks kategori misleading content atau konten yang dimanipulasi.
Namun setelah menelusuri kebenaran klaim tersebut, didapati fakta bahwa informasi mengenai 450 orang prajurit yang dikirim TNI RI ke perbatasan Malaysia terkait permasalahan pekerja migran/TKI merupakan informasi hoaks. Sampai saat ini tidak ada informasi dari instansi atau lembaga berwenang terkait hal tersebut.
Sebelumnya, Indonesia diketahui telah melakukan penangguhan pengiriman pekerja migran ke Malaysia. Penangguhan ini dilakukan sebagai bentuk ancaman Pemerintah Indonesia kepada Malaysia agar menyetujui sistem tunggal dalam proses perekrutan tenaga kerja.
“Dalam diskusi dengan Indonesia, mereka menyarankan menggunakan Sistem Penempatan Satu Kanal atau One Channel System/OCS di Indonesia. Untuk saat ini, Kementerian Dalam Negeri menggunakan ‘Maid Online System’ (MOS) yang diklaim Indonesia tidak menyajikan informasi pekerja dari Indonesia yang masuk ke Malaysia,” jelas Menteri Sumber Daya Manusia Malaysia, M. Saravanan. Malaysia akhirnya menerima permintaan Pemerintah Indonesia, dan menandatangani Nota Kesepakatan (MoU).
Jadi dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan bahwa buntut permasalahan terkait pekerja migran Indonesia atau TKI adalah pengiriman 450 orang prajurit ke perbatasan Malaysia dengan Indonesia, merupakan informasi hoaks kategori misleading content atau konten yang dimanipulasi.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara)
Faktanya, tidak ada informasi resmi yang menyatakan bahwa Indonesia kirim 450 orang prajurit ke perbatasan Malaysia akibat buntut permasalahan pekerja migran (TKI).
Faktanya, tidak ada informasi resmi yang menyatakan bahwa Indonesia kirim 450 orang prajurit ke perbatasan Malaysia akibat buntut permasalahan pekerja migran (TKI).
Faktanya, tidak ada informasi resmi yang menyatakan bahwa Indonesia kirim 450 orang prajurit ke perbatasan Malaysia akibat buntut permasalahan pekerja migran (TKI).
Faktanya, tidak ada informasi resmi yang menyatakan bahwa Indonesia kirim 450 orang prajurit ke perbatasan Malaysia akibat buntut permasalahan pekerja migran (TKI).
Rujukan
(GFD-2022-10224) [SALAH] Video Batu yang Dilemparkan Ke Dalam Gunung Vulkanik Menimbulkan Erupsi
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 20/08/2022
Berita
“Dapat terlihat batu yang memasuki kawah tersebut menimbulkan gejolak lava
Setelah itu dapat terlihat pula bahwa batu tersebut menimbulkan erupsi kecil
Lambat laun lubang bekas batu membesar dan erupsi menguat”
Setelah itu dapat terlihat pula bahwa batu tersebut menimbulkan erupsi kecil
Lambat laun lubang bekas batu membesar dan erupsi menguat”
Hasil Cek Fakta
Beredar sebuah video di media sosial Facebook yang memperlihatkan rekaman orang yang sedang melempar batu ke dalam kawah gunung berapi yang terdapat lava aktif. Batu yang dilemparkan itu disebutkan menimbulkan erupsi kecil yang semakin lama kian menguat.
Namun setelah menelusuri terkait kebenaran klaim yang disebutkan di dalam video ini, ditemukan fakta bahwa video tersebut adalah hoaks. Di dalam video aslinya, benda yang dilemparkan ke dalam kawah gunung vulkanik tersebut bukan batu, namun tumpukan sampah. Video serupa juga pernah diunggah oleh sebuah akun Youtube bernama What If. Akun Youtube ini merupakan akun dengan konten yang membahas terkait berbagai pengetahuan umum.
Salah satu konten dalam akun ini membahas tentang bagaimana jika sampah-sampah manusia dibuang ke dalam kawah gunung vulkanik aktif. Dalam penjelasannya disebutkan bahwa sampah-sampah yang dibuang ke dalam kawah gunung vulkanik aktif akan menimbulkan reaksi terhadap lava di dalamnya.
Di dalam video tersebut terdapat sebuah cuplikan eksperimen peneliti dari Ethiopia di tahun 2002 yang melemparkan 30kg sampah ke dalam kawah gunung vulkanik aktif. Tumpukan sampah ini kemudian menyebabkan reaksi terhadap lava, dan menimbulkan erupsi yang semakin membesar.
Jadi dapat disimpulkan bahwa video yang diklaim sebagai video batu yang dilemparkan ke dalam kawah gunung vulkanik aktif dan dapat menimbulkan erupsi kecil merupakan hoaks kategori konteks yang salah.
Namun setelah menelusuri terkait kebenaran klaim yang disebutkan di dalam video ini, ditemukan fakta bahwa video tersebut adalah hoaks. Di dalam video aslinya, benda yang dilemparkan ke dalam kawah gunung vulkanik tersebut bukan batu, namun tumpukan sampah. Video serupa juga pernah diunggah oleh sebuah akun Youtube bernama What If. Akun Youtube ini merupakan akun dengan konten yang membahas terkait berbagai pengetahuan umum.
Salah satu konten dalam akun ini membahas tentang bagaimana jika sampah-sampah manusia dibuang ke dalam kawah gunung vulkanik aktif. Dalam penjelasannya disebutkan bahwa sampah-sampah yang dibuang ke dalam kawah gunung vulkanik aktif akan menimbulkan reaksi terhadap lava di dalamnya.
Di dalam video tersebut terdapat sebuah cuplikan eksperimen peneliti dari Ethiopia di tahun 2002 yang melemparkan 30kg sampah ke dalam kawah gunung vulkanik aktif. Tumpukan sampah ini kemudian menyebabkan reaksi terhadap lava, dan menimbulkan erupsi yang semakin membesar.
Jadi dapat disimpulkan bahwa video yang diklaim sebagai video batu yang dilemparkan ke dalam kawah gunung vulkanik aktif dan dapat menimbulkan erupsi kecil merupakan hoaks kategori konteks yang salah.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara)
Faktanya, benda yang dilemparkan ke dalam kawah gunung vulkanik tersebut bukan batu, melainkan tumpukan sampah.
Faktanya, benda yang dilemparkan ke dalam kawah gunung vulkanik tersebut bukan batu, melainkan tumpukan sampah.
Faktanya, benda yang dilemparkan ke dalam kawah gunung vulkanik tersebut bukan batu, melainkan tumpukan sampah.
Faktanya, benda yang dilemparkan ke dalam kawah gunung vulkanik tersebut bukan batu, melainkan tumpukan sampah.
Rujukan
Halaman: 6089/8117



