• (GFD-2025-30856) [SALAH] Raja Juli Antoni Mengundurkan Diri dari Jabatan Menteri Kehutanan

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 17/12/2025

    Berita

    Akun Facebook “Reni Safarina” pada Jumat (5/12/2025) membagikan video [arsip] dengan narasi:

    “Mentri Kehutanan Raja Juli Memilih M3ngunduRk4n D!r! saat Ditanya M3n94p4 Hut4n 9UnduL & K4yu 93l0nd0n94n P3ny3bab B3nc4n4 Di Sumatera”

    Per Rabu (17/12/2025), konten tersebut telah mendapat lebih dari 314 tanda suka, menuai 126 komentar dan dibagikan ulang sebanyak 5 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Raja Juli Antoni mengundurkan diri dari jabatan Menteri Kehutanan” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke sejumlah pemberitaan, antara lain:

    • Berita detik.com “Raja Juli Jawab Anggota DPR Singgung Menteri Mundur: Saya Siap Dievaluasi”, tayang Kamis (4/12/2025). Berita ini melaporkan bahwa Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menjawab pernyataan anggota Komisi IV DPR Rahmat Saleh yang mencontohkan menteri di Filipina mundur lantaran tak bisa tangani masalah banjir. Raja Juli mengatakan dirinya siap dievaluasi.

    • Berita tempo.co “Anggota DPR ke Menhut Raja Juli: Kalau Enggak Mampu, Mundur Saja”, tayang Jumat (5/12/2025). Berita ini melaporkan bahwa anggota Komisi IV DPR Usman Husin meminta Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni untuk mengundurkan diri dari jabatannya buntut bencana ekologis di Sumatera. Menurut Usman, Raja Juli tidak memiliki kompetensi di bidang kehutanan.

    Menukil laman setkab.go.id “Kabinet Pemerintahan Indonesia”, hingga saat ini Raja Juli Antoni masih tercatat sebagai Menteri Kehutanan RI.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “Raja Juli Antoni mengundurkan diri dari jabatan Menteri Kehutanan”.

    Kesimpulan

    Tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan klaim. Unggahan video berisi klaim “Raja Juli Antoni mengundurkan diri dari jabatan Menteri Kehutanan” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-30858) Cek Fakta: Hoaks Video Eks Menkes Siti Fadilah Supari Alami Kecelakaan Akibat Mobilnya Dibom

    Sumber:
    Tanggal publish: 17/12/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan video yang mengklaim mantan Menkes Siti Fadilah Supari mengalami kecelakaan karena mobilnya dibom. Postingan itu beredar sejak awal pekan ini.
    Postingan video eks Menkes Siti Fadilah Supari banyak beredar di aplikasi percakapan WhatsApp. Dalam video berdurasi 1 menit 29 detik itu terdapat informasi yang menyebut mobil Siti dibom di jalan Tol Cikampek.
    Video tersebut juga menginformasikan mobil eks Menkes tersebut mengalami ledakan dahsyat dan menghancurkannya menjadi kepingan. Namun Siti dikabarkan selamat dari peristiwa tersebut.
    Lalu benarkah postingan video yang mengklaim mantan Menkes Siti Fadilah Supari mengalami kecelakaan karena mobilnya dibom?
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan bantahan dari Kementerian Kesehatan. Bantahan itu disampaikan dalam postingan Instagram, @kemenkes_ri pada 16 Desember 2025.
    Berikut isi unggahannya:
    "#Healthies, beredar video dan narasi yang menyebut eks Menkes mengalami kecelakaan. Informasi tersebut tidak benar.
    Pihak keluarga memastikan Ibu Siti Fadhila Supari dalam kondisi sehat.
    Dengan demikian, narasi dalam video terkait mobil dibom, kecelakaan, hingga korban jiwa tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
    Yuk, selalu cek fakta sebelum percaya dan membagikan informasi. Salam sehat!"
    Penelusuran dilanjutkan dengan situs pendeteksi AI, Hive Moderation. Hasil analisa menunjukkan audio dalam postingan merupakan modifikasi AI.
    Di sisi lain redaksi iNews juga telah membantah tayangan tersebut. Hal ini disampaikan dalam artikel berjudul "HOAKS! Video Eks Menkes Siti Fadilah Supari Nyaris Tewas Terkena Ledakan di Tol Japek adalah Berita Bohong" yang tayang di iNews.id pada Selasa 16 Desember 2025.
    "iNews Media Group tidak pernah memproduksi atau menayangkan mengenai insiden bom yang disebut-sebut menargetkan Siti Fadilah Supari. Seluruh narasi dalam video tersebut palsu.
    iNews Media Group mengimbau masyarakat tidak percaya dan tidak menyebarkan hoaks. iNews juga akan mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang memanipulasi dan menyebarkan konten palsu."

    Kesimpulan


    Postingan video yang mengklaim mantan Menkes Siti Fadilah Supari mengalami kecelakaan karena mobilnya dibom adalah hoaks.

    Rujukan

  • (GFD-2025-30875) [SALAH] Video Tim Gabungan TNI AL Mengepung Kilang Minyak Ilegal milik Malaysia di Blok Ambalat

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 17/12/2025

    Berita

    Pada Senin (24/11/2025), beredar sebuah video (arsip cadangan) di Facebook oleh Page “CCTV Jalanan” (facebook.com/profile.php?id=61578637760590) dengan narasi: 

    “Tim Gabungan TNI AL

    #viral #fyp #jangkauan” 

    di unggahannya dan 

    “Berita hangat hari ini

    Sebuah kilang minyak ilegal milik Malaysia yang beroperasi di perairan blok Ambalat berhasil dikepung pasukan elit TNI

    Fasilitas tersebut sudah berkali-kali diberi peringatan namun pihak Malaysia tak pernah mengindahkannya

    Coba kalian bantu ketuk-ketuk layar agar kilang minyak Malaysia segera diledakkan” 

    di dalam video.

    Per tangkapan layar dibuat unggahan tersebut sudah disukai 33 ribu kali, mendapatkan 2.2 ribu komentar, dan dibagikan 1.1 ribu kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta MAFINDO (TurnBackHoax) memeriksa video yang disebarkan menggunakan SynthID, perkakas pendeteksi oleh Google. Hasilnya, terdeteksi video yang disebarkan dibuat menggunakan AI oleh Google. 

    Selain itu, pemeriksaan menggunakan Hive Moderation juga dijalankan dengan hasil terdeteksi video yang disebarkan adalah buatan AI dengan skor agregat 99.9%.

    Kesimpulan

    Faktanya, hasil deteksi SynthID dan Hive Moderation menyatakan bahwa video tersebut dibuat menggunakan AI. Unggahan yang berisi video Tim Gabungan TNI AL mengepung kilang minyak Ilegal milik Malaysia di Blok Ambalat merupakan kategori konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-30876) [SALAH] Kepala SMP Negeri 1 Solo Tegaskan Gibran Tidak Lulus Sekolah

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 17/12/2025

    Berita

    Beredar unggahan foto [arsip] dari akun Facebook “Arini Arini Trisno Warsidi” pada Jumat (12/12/2025) berisi narasi: 

    Kepala sekolah ini tegaskan Gibran tak lulus di SMPN 1 Solo. fix Gibran cuma lulus SD”.

    Hingga Rabu (17/12/2025) unggahan tersebut telah mendapatkan lebih dari 78.400 tanda suka, 38.400-an komentar, serta dibagikan ulang lebih dari 9.000 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “kepala sekolah sebut gibran tidak lulus sekolah di smpn 1 solo” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke pemberitaan kompas.com “Kepsek Tegaskan Wapres Gibran Lulus dari SMPN 1 Surakarta dan Punya Ijazah”.

    Dari berita yang tayang Sabtu (27/9/2025) itu, diketahui bahwa Kepala SMP Negeri 1 Solo, Wuryanti, telah membantah informasi yang beredar. Ia memastikan Gibran lulus dari sekolah tersebut.

    TurnBackHoax lalu memeriksa foto yang disertakan dalam unggahan dengan menggunakan Google Lens. Hasil penelusuran mengarah ke beberapa pemberitaan, antara lain: 

    • Berita joglosemarnews.com “SMP Negeri 1 Solo Jawab Keraguan Dokter Tifa, Soal Ijazah Wapres Gibran”.  Dari berita yang tayang Jumat (26/9/2025) itu, diketahui bahwa Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Solo, Wuryanti, menjawab keraguan Dokter Tifa tentang ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Wuryanti menegaskan Gibran lulusan dari sekolah tersebut.

    • Berita detik.com “Kepsek Pastikan Gibran Lulusan SMPN 1 Solo: Ada Ijazahnya” yang tayang Kamis (25/9/2025).

    Kesimpulan

    Faktanya, Kepala SMP Negeri 1 Solo telah membantah informasi yang beredar. Ia menegaskan Gibran lulus dari sekolah tersebut. Jadi, unggahan berisi narasi “kepala SMP Negeri 1 Solo tegaskan Gibran tidak lulus sekolah” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan