• (GFD-2026-31885) [SALAH] Menkeu Purbaya Bakal Audit Kekayaan Luhut

    Sumber: Mixed
    Tanggal publish: 22/01/2026

    Berita

    Akun Facebook “Rizky Andika” pada Minggu (18/1/2026) membagikan video [arsip] dengan narasi:

    “SOROTAN PUBLIK TERTUJU KEPADA MENTERI PURBAYA SETELAH IA MENYATAKAN KESIAPANNYA UNTUK MENGAUDIT KEKAYAAN LUHUT BINSAR PANJAITAN SECARA TRANSPARAN MENYUSUL DUGAAN KETERKAITAN PT TOBA DENGAN PENGGUNDULAN HUTAN DI ACEH DAN SUMATERA SEHINGGA BANYAK MASYARAKAT YANG MENUNTUT KETERBUKAAN SEKALIGUS MENGINGATKAN AGAR LANGKAH INI DIJALANKAN SECARA CERMAT DAN TIDAK MENGANDUNG KEBOHONGAN SEDIKITPUN”

    Unggahan disertai takarir:

    “purbaya nekat”

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menemukan klaim serupa pada unggahan akun TikTok “fd.farell” [arsip].

    Per Kamis (22/1/2026) konten tersebut telah mendapat lebih dari 17.800-an tanda suka, menuai 1.400-an komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 929 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “Menkeu Purbaya bakal audit kekayaan Luhut” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke sejumlah artikel dan berita, antara lain:

    • Berita metrotvnews.com “Luhut Dukung Langkah Menkeu Purbaya Guyur Rp200 Triliun ke Perbankan”, tayang Kamis (16/10/2025). Berita ini melaporkan bahwa Luhut Binsar Pandjaitan mendukung langkah Menkeu Purbaya yang mengguyur dana Rp200 triliun ke perbankan. Menurutnya, langkah ini tepat untuk menggerakkan ekonomi.

    • Artikel antaranews.com “Harta kekayaan Luhut Pandjaitan menurut data LHKPN”, tayang Senin (11/11/2024). Artikel ini menyebut Luhut sebagai salah satu pejabat dengan kekayaan mencapai Rp1.043.709.886 (Rp1,04 triliun) pada laporan 22 Maret 2024 atau pada periodik 2023.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “Menkeu Purbaya bakal audit kekayaan Luhut”.

    Kesimpulan

    Tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan klaim. Unggahan video berisi klaim “Menkeu Purbaya bakal audit kekayaan Luhut” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-31886) [SALAH] Purbaya Ungkap Hasil Korupsi Jokowi Disembunyikan di 32 Rekening Asing

    Sumber: Mixed
    Tanggal publish: 22/01/2026

    Berita

    Kanal YouTube “Ruang Baru” pada Kamis (8/1/2026) membagikan video [arsip] dengan narasi:

    “HARI INI KITA DIHADAPKAN PADA SEBUAH TUDINGAN SERIUS YANG KEMBALI MENGEMUKA KE RUANG PUBLIK TEMUAN PURBAYA DAN KETUA PROGRES 98 FAISAL ASSEGAF SECARA TERBUKA MENYATAKAN BAHWA JOKO WIDODO DAN ISTRINYA IRIANA DIDUGA MEMILIKI 32 REKENING DI BANK ASING DENGAN TOTAL NILAI MENCAPAI $8.000.000 AS YANG MENJADI PERSOALAN BUKAN SEMATA JUMLAHNYA MELAINKAN KETIADAAN LAPORAN REKENING TERSEBUT DALAM LAPORAN HARTA KEKAYAAN PENYELENGGARA NEGARA LHKPN MAUPUN DOKUMEN YANG DISAMPAIKAN KE KPU APAKAH HASIL KORUPSI?”

    Unggahan disertai takarir:

    “DIUNGKAP PURBAYA! HASIL KORUPSI JOKOWI DI SEMBUNYIKAN DI 32REKENING ASING? PERTAHUN SETOR KE PUTRA JKW”

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menemukan klaim serupa di akun Facebook “Mini Kawo” [arsip].

    Per Kamis (22/1/2026) konten tersebut telah ditonton lebih dari 90.000-an kali dan mendapat lebih dari 1.100-an tanda suka dari pengguna YouTube lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri tangkapan layar konten yang menampilkan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa itu menggunakan Yandex Image. Hasil penelusuran mengarah ke video di akun Instagram “investortrust.id”, tayang Jumat (28/3/2025). Konteks asli video adalah momen Menkeu Purbaya sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LSP) mengatakan bahwa investor masih melihat prospek ekonomi Indonesia tetap positif.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “Purbaya: hasil korupsi Jokowi disembunyikan di 32 rekening asing” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke artikel liputan6.com “[Cek Fakta] Hoaks Jokowi Miliki Rekening Gendut di Luar Negeri”, tayang Oktober 2018.

    Diketahui, narasi mengenai “32 rekening Jokowi di luar negeri yang tidak dilaporkan ke KPU dan KPK” telah dibuktikan sebagai hoaks. Berdasarkan penelusuran KPK yang berkoordinasi dengan PPATK, tidak ditemukan adanya rekening atas nama Joko Widodo di luar negeri. KPK pun menyatakan Jokowi bersih.

    Kesimpulan

    Faktanya, penelusuran KPK yang berkoordinasi dengan PPATK membuktikan tidak adanya rekening atas nama Joko Widodo di luar negeri. Jadi, unggahan video berisi klaim “Purbaya ungkap hasil korupsi Jokowi disembunyikan di 32 rekening asing” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-31888) Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Penghapusan Data Pinjol dari OJK

    Sumber:
    Tanggal publish: 22/01/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar postingan di media sosial klaim link pendaftaran penghapusan data pinjaman online (pinjol) 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 20 Januari 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "KABAR RESMI DARI OJK!! OJK telah melakukan gebrakan mulai hari ini tentang peresmian penghapusan data penjualan ilegal ataupun peresmian aplikasi jadi masyarakat Indonesia bisa merasakan keamanan bebas dari pinjol di tahun 2026 ini dari tekanan pinjaman online untuk masyarakat bisa mengikuti program ini agar terbebas dari hutang pinjol!!!
    #fyp #ojkpeduli #pinjaman #pinjolkejam #hapusdatapinjol"
    Unggahan disertai video dengan tulisan: 
    "PERESMIAN HAPUS DATA
    TATA CARA HAPUS DATA PINJOL OJK DAN PEMUTIHAN DATA PARA NASABAH GALBAY
    KONSULTASIKAN PINJOL KALIAN SEKARANG
    KABAR GEMBIRA! OJK TERBITKAN PROGRAM HAPUS DATA PINJOL SECARA ONLINE BERLAKU UNTUK SELURUH INDONESIA"
    Unggahan disertai menu daftar, jika diklik akan muncul link yang mengarah pada halaman situs dan menampilkan formulir digital. Pada formulir tersebut meminta data pribadi seperti nama sesuai KTP dan nomor Telegram.
    Lalu benarkah klaim link pendaftaran penghapusan data pinjol dari OJK? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran penghapusan data pinjol dari OJK. Penelusuran mengarah pada unggahan dari OJK melalui akun resminya @ojkindonesia.
    Dalam unggahannya, OJK meminta masyarakat waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan pihaknya. 
    "OJK tidak pernah mengeluarkan pernyataan tentang pemutihan data pinjaman online," tulis OJK dalam pernyataannya.
    OJK meminta masyarakat selalu mengecek dahulu kebenaran informasi yang diterima ke kontak OJK 157.

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran penghapusan data pinjol dari OJK, tidak benar.
  • (GFD-2026-31889) Cek Fakta: Hoaks Tautan Pendaftaran Voucer Listrik Gratis dari PLN

    Sumber:
    Tanggal publish: 22/01/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan tautan pendaftaran voucer listrik gratis dari PLN. Postingan itu beredar sejak awal pekan ini.
    Salah satu akun ada yang mempostingnya di Facebook. Akun itu mengunggahnya pada 19 Januari 2026.
    Berikut isi postingannya:
    "Mendukung Kebijakan Pemerintah terkait pembebasan biaya tarif listrik bagi konsumen rumah tangga dan pemberian keringanan tagihan kepada konsumen rumah tangga Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah menyiapkan cara mendapatkan program PLN Peduli tersebut.
    Sesuai dengan janji pemerintah, PLN Peduli akan melakukan pengisian Voucher Gratis kepada para pelanggan setia PLN.
    KLIK GAMBAR JIKA INGIN DAFTAR!!"
    Postingan itu juga disertai dengan tautan yang mengarah pada website tertentu.
    Lalu benarkah postingan tautan pendaftaran voucer listrik gratis dari PLN?
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan membuka situs resmi PLN, PLN.co.id namun kami tidak menemukan program yang dimaksud.
    Penelusuran dilanjutkan dengan membuka akun resmi PLN di Instagram, @pln_id yang sudah bercentang biru atau terverifikasi. Di sana justru terdapat peringatan agar masyarakat mewaspadai penipuan mengatasnamakan PLN.
    "Electrizen, waspadai penipuan dan informasi palsu yang menginformasikan promo listrik gratis dari PLN.
    Seluruh informasi terkait PLN dapat diperoleh secara valid dan benar melalui situs web, kanal media sosial resmi, PLN Mobile, dan contact center PLN 123," bunyi unggahan pada 22 Desember 2025.
    PLN pun pernah membantah membuat program seperti dalam postingan. Bantahan itu disampaikan dalam artikel berjudul "Viral Pembagian Token Listrik Gratis, Simak Penjelasan PLN" yang dimuat situs Liputan6.com, pada 23 September 2025.
    "PLN memastikan tidak pernah memberikan promo dimaksud," kata Gregorius, saat berbincang dengan Liputan6.com, Selasa (23/9/2025)
    Gregorius pun menegaskan, informasi promo pembagian token listrik gratis yang beredar adalah hoaks dan indikasi scam.
    PLN mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap informasi termasuk promosi yang bukan resmi bersumber dari PLN sehingga terhindar dari upaya penipuan.
    "Informasi tentang promo resmi dari PLN dapat dilihat pada aplikasi PLN Mobile," tuturnya.
    Di sisi lain sangat berbahaya untuk membuat situs yang tidak jelas asal-usulnya. Hal ini bisa membawa kita terjebak dalam pencurian data, hingga pinjaman online ilegal.

    Kesimpulan


    Postingan tautan pendaftaran voucer listrik gratis dari PLN adalah hoaks.

    Rujukan