• (GFD-2026-31881) [SALAH] Roy Suryo Terjerat Kasus Narkoba

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 22/01/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun Facebook “Anita Serpihan Lestari” pada Senin (12/1/2025) yang menampilkan polisi sedang memberikan keterangan pers terkait penangkapan seorang berinisial RS. Berikut narasi lengkapnya:

    RS Terlalu Banyak Fiqiran Sehingga Terjerat Narkoba Baju Oranye Akhirnya TerPake RS

    Narkoboy Menjerat RoySuryo Hingga Masuk Jeruji Gimna pendapat kalian? Tulis Di komentar yh

    Hingga Kamis (22/1/2025), unggahan tersebut telah mendapat lebih dari 2 ribu tanda suka, menuai dari 953 komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 139 ribu kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Disadur dari artikel Cek Fakta Kompas.com.

    Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri kebenaran klaim dengan menggunakan teknik reverse image search. Hasilnya ditemukan video serupa dari kanal Youtube KompasTv Jember berjudul "Gitaris Band Ternama Inisial "RS" Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba" yang tayang Selasa (21/3/2022).

    Orang berinisial RS yang ditangkap polisi terkait kasus narkoba bukan Roy Suryo, melainkan Roby Satria, gitaris grup musik Geisha.

    Seperti yang telah dilaporkan Kompas.com, Roby ditangkap di studio musik tempat ia bekerja, di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan pada Minggu (19/3/2022). Ia ditangkap dengan barang bukti kepemilikan 8 gram ganja dan satu linting bekas pakai.

    Kesimpulan

    Faktanya orang berinisial RS yang ditangkap polisi terkait kasus narkoba bukan Roy Suryo, melainkan Roby Satria, gitaris grup musik Geisha. Unggahan berisi klaim “Roy Suryo terjerat kasus narkoba” adalah konten yang menyesatkan (misleading content).
    (Ditulis oleh Pekik Jalu Utomo)

    Rujukan

  • (GFD-2026-31882) [SALAH] Video Demo Santri Meminta Indonesia Berdamai dengan Israel

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 22/01/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun Facebook “Youth Christian” pada Sabtu (10/1/2026) yang menampilkan santri tampak membawa bendera Israel sambil mendengarkan orasi. Berikut narasi lengkapnya:

    Santri dan santriwati ikut demi meminta indonesia harus berdamai dengan israel


    Ini seriusan ?

    ada santri dan santriwati yang ikut demo untuk meminta pemerintah Indonesia berdamai dengan Israel .

    Tapi kan setau saya Israel sendiri tidak pernah mengatakan bahwa Indonesia itu musuh mereka cuma Konoha saja yang berbuat seolah-olah seperti itu kan ?

    #tuhanyesus #kristen #christianity #israel #islam #indonesia #fyp #foryoupage #viral

    Hingga Kamis (22/1/2026) unggahan tersebut telah mendapat 4,4 ribu tanda suka, menuai 918 komentar dan dibagikan ulang sebanyak 116 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan video tersebut ke alat pendeteksi AI hivemoderation.com. Diketahui konten tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) dengan probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,8 persen.

    TurnBackHoax kemudian masukkan kata kunci “demo santri meminta Indonesia berdamai dengan Israel” ke mesin pencarian Google. Sejauh penelusuran, tidak terdapat pemberitaan atau informasi kredibel terkait klaim tersebut.

    Kesimpulan

    Faktanya, video tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) dengan probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,8 persen. Unggahan video berisi klaim “demo santri meminta Indonesia berdamai dengan Israel” adalah konten palsu (fabricated content).
    (Ditulis oleh Pekik Jalu Utomo)

    Rujukan

  • (GFD-2026-31883) [SALAH] Tolak Angin Mengandung Bahan Kimia yang Dapat Merusak Lambung

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 22/01/2026

    Berita

    Akun X “DS_yantie” pada sabtu (17/1/2026) mengunggah video [arsip] dengan narasi:

    Nemu di TokTok! Hati2 yang punya GERD. 

    Ternyata Tolak Angin itu mengandung Daun Cengkeh (Eugenol) yang biasa dipake buat obat nyeri otot gosok, pemakaian luar Pantes kadang bikin lambung rasanya kayak kebakar!

    Per Kamis (20/22/2026) video itu sudah ditonton 2,7 juta kali disukai 2.083 kali, dibagikan 378 kali dan menuai komentar 1.245 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “Tolak Angin mengandung bahan kimia yang dapat merusak lambung” ke mesin pencari Google, Tidak ditemukan informasi dari laman berita kredibel atau akun resmi pemerintahan yang membenarkan klaim tersebut.


    TurnBackHoax menelusuri kebenaran lebih lanjut. Diketahui, klaim Tolak Angin mengandung daun cengkeh yang berbahaya dan dapat merusak lambung adalah tidak benar. Daun cengkeh merupakan salah satu bahan alami dalam Tolak Angin yang justru berkhasiat untuk mengatasi masalah pencernaan. 


    Melansir dari suaramerdeka.com Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul saat itu, Irwan Hidayat, memastikan produk Tolak Angin Sido Muncul tidak mengandung senyawa etilen dan glikol yang diduga sebagai penyebab gagal ginjal akut.


    Sampai saat ini BPOM memastikan produk Tolak Angin aman dikonsumsi, menegaskan bahwa produk ini adalah jamu herbal terstandar yang diproduksi dengan standar ketat (CPOTB) dan tidak mengandung zat berbahaya seperti EG/DEG.

    Kesimpulan

    Faktanya, Tolak Angin aman dikonsumsi jika sesuai dengan dosis dan aturan pakai (setelah makan). Bahan-bahan di dalamnya, termasuk daun cengkeh, justru berkhasiat mengatasi mual, kembung, dan gangguan pencernaan jadi unggahan berisi narasi “Tolak Angin mengandung bahan kimia yang dapat merusak lambung” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-31884) Hoaks Tautan Pendaftaran CPNS Kementerian Dalam Negeri 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 22/01/2026

    Berita

    tirto.id - Isu mengenai pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kembali mencuat dan menjadi perhatian publik setiap awal tahun. Kondisi ini sering dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan informasi yang belum tentu benar, terutama melalui media sosial.

    ADVERTISEMENT

    Kali ini beredar sebuah unggahan yang memuat informasi pendaftaran CPNS untuk Kementerian Dalam Negeri 2026. Unggahan ini beredar melalui akun Facebook @Lowongan kerja (arsip) pada Kamis (15/1/2026).

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Adapun pengunggah mengajak masyarakat untuk mendaftar menjadi pasukan pembina keamanan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Pendaftaran dimulai dari 11 Januari sampai dengan 7 Februari 2026. Pengunggah juga menyertakan tautan yang diklaim sebagai tautan pendaftaran.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Dalam unggahan tersebut juga terdapat gambar Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dengan teks “Pendaftaran CPNS Kementrian Dalam Negeri” serta waktu pendaftarannya yaitu "11 Januari-7 Februari 2026". Dalam gambar itu, juga disebutkan pembukaan lowongan ini diperuntukkan kepada lulusan SMA/sederajat, D3 dan S1 untuk penempatan seluruh wilayah Indonesia.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Periksa Fakta Hoaks Pendaftaran CPNS Kemendagri 2026.

    Hingga Rabu (21/1/2026), unggahan tersebut sudah mendapatkan 133 tanda reaksi, 27 komentar dan 11 kali dibagikan. Unggahan dengan klaim serupa juga ditemukan di Tiktok, yaitu ini dan ini. Hanya saja, pada kedua unggahan tersebut gambar Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, diganti menjadi video.

    ADVERTISEMENT

    Lantas, benarkah Kementerian Dalam Negeri sudah membuka pendaftaran CPNS 2026?

    Hasil Cek Fakta

    Tim Periksa Fakta Tirto melakukan penelusuran untuk memverifikasi kebenaran klaim yang beredar di media sosial terkait pembukaan pendaftaran CPNS Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tahun 2026. Penelusuran awal dilakukan dengan menggunakan mesin pencarian serta menelusuri kanal komunikasi resmi milik Kemendagri.

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim tersebut telah dibantah secara resmi oleh Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Kemendagri melalui akun Instagram resmi @birosdmkemendagri. Dalam unggahan klarifikasinya, Biro SDM Kemendagri menampilkan ulang gambar yang beredar di media sosial dengan tambahan stempel “hoaks”.

    Melalui unggahan tersebut, Biro SDM Kemendagri menegaskan bahwa informasi mengenai pembukaan pendaftaran CPNS Kemendagri periode 11 Januari hingga 7 Februari 2026 adalah tidak benar.

    Hingga saat ini, Kemendagri belum mengumumkan secara resmi adanya pembukaan seleksi CPNS untuk tahun 2026.

    Kemendagri juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Informasi resmi terkait seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk CPNS dan PPPK, hanya disampaikan melalui kanal resmi Kemendagri maupun Badan Kepegawaian Negara (BKN), salah satunya melalui laman https://infocasn.kemendagri.go.id/.

    Dalam artikel Tirto, Rabu (21/1/2026) berjudul Benarkah CPNS 2026 Dibuka untuk Fresh Graduate? Ini Infonya?, seperti pada tautan ini, disebutkan pemerintah melalui Kementerian PAN-RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) tengah mematangkan persiapan seleksi CPNS 2026. Namun, belum ada informasi resmi mengenai jadwal, formasi, dan mekanisme pendaftaran.

    Alasannnya adalah masih dilakukan koordinasi antara instansi pusat dan daerah.

    Selain itu, melansir keterangan via Antaranews, Jumat (9/1/2026), talenta muda dan lulusan baru (fresh graduate) disebut menjadi target melalui perencanaan kebutuhan pegawai jangka panjang lima tahunan yang disusun kementerian dan lembaga.

    Selain itu, Tirto turut menelusuri tautan yang diklaim sebagai link pendaftaran CPNS Kemendagri 2026 yang beredar di sosial media. Tautan tersebut mengarah ke situs https://cpnsp3k.rhbapk.com/.

    Setelah ditelusuri, situs ini bukan merupakan bagian dari domain resmi pemerintah. Di dalam situs tersebut, ditemukan tampilan gambar yang serupa dengan unggahan yang beredar di media sosial.

    Situs itu juga memuat formulir pendaftaran CPNS/PPPK yang meminta pengguna untuk mengisi sejumlah data pribadi, seperti nama lengkap sesuai KTP, jenis kelamin, serta nomor telepon yang terhubung dengan akun Telegram. Pengguna juga diminta menyetujui penerimaan pesan dari admin melalui aplikasi Telegram.

    Permintaan data pribadi melalui situs yang tidak terafiliasi dengan portal resmi pemerintah merupakan indikasi yang patut dicurigai. Selain itu, penggunaan aplikasi Telegram sebagai sarana komunikasi maupun pendaftaran tidak sesuai dengan mekanisme resmi seleksi CPNS yang selama ini dilakukan melalui portal nasional Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN).

    Baca juga:Hoaks Pendaftaran CPNS 2025/2026Mendagri Tito Lantik 3 Pejabat di Lingkungan Kemendagri

    Kesimpulan

    Dengan demikian, klaim pembukaan pendaftaran CPNS Kemendagri 2026 yang beredar di media sosial tersebut tidak benar dan bersifat menyesatkan (false and misleading).

    Pihak Kemendagri melalui Biro SDM secara tegas menyatakan bahwa informasi yang beredar tersebut adalah hoaks. Akun penyebar klaim bukan merupakan akun resmi pemerintah, sementara tautan pendaftaran yang disertakan tidak terafiliasi dengan portal resmi seleksi CPNS.

    Baca juga:DPR Dorong Percepatan Perpindahan ASN ke IKN

    ===========

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan