(GFD-2021-6365) [SALAH] “Akibat kecanduan Game online”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 18/02/2021
Berita
Beredar sebuah postingan video pada akun Facebook “Harmin X-one”. Sudah dibagikan 75 ribu kali per tangkapan layar dibuat. Dalam vide tersebut dijelaskan seorang pria yang mengalami kecanduan game online.
Hasil Cek Fakta
TIDAK berkaitan dengan kecanduan permainan daring (game online). Modus pelintiran daur ulang, video yang dibagikan adalah hasil suntingan menggunakan filter “Crazy Eyes”.
Rujukan
- http[1] firstdraftnews.org: “Berita palsu. Ini rumit.”
- http://bit.ly/2MxVN7S (Google Translate),
- http://bit.ly/2rhTadC. [2] effectlist.com: “Instagram Crazy Eyes filter”
- https://archive.md/coDTH (arsip cadangan). Chris-Price-Instagram-Filters-on-Instagram_-New-bae-cant-keep-his-crazy-eyes-?-off-me-?-Show-me-your-love-with-the-crazy-eyes-filter-?-.-.-.-.-.-crazyeyes-beautifuleyes-Lenses…Download [3] Chris Prince @ instagram.com: “Chris Prince Instagram Filter on Instagram”
- https://bit.ly/3dltS7m / cetak PDF untuk cadangan, tidak bisa diarsip menggunakan situs arsip. [4] turnbackhoax.id: “[SALAH] Video “Mata juling Akibat main game ular” yg lgi trending skrang, hati” Gaeeees””
- http://bit.ly/2HoEr8m /
- https://archive.md/kGo23 (arsip cadangan).
(GFD-2021-6366) [SALAH] “Seseorang Hacker Menggemparkan Setelah Menyatakan Jika Dirinya Akan Meretas Website Milik Indonesia”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 18/02/2021
Berita
Akun Facebook Aris Suhartanto mengunggah gambar hasil tangkapan layar artikel Kompas.com berjudul “Seseorang Hacker Menggemparkan Setelah Menyatakan Jika Dirinya Akan Meretas Website Milik Indonesia” diunggah pada Sabtu, 30 Januari 2021, pukul 07.08 WIB. Unggahan itu juga disertai narasi bahwa seorang hacker beinisial J akan meretas duit sebanyak 11 triliyun di bank Swiss.
Hacker Indonesia
Hacker Indonesia
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ditemukan artikel Kompas.com dengan judul seperti pada unggahan gambar tersebut. Namun ditemukan artikel Kompas.com dengan tanggal dan waktu unggahan yang sama, yakni pada artikel yang berjudul “Murfi Sembako Meninggal Dunia karena Sakit Jantung hingga Ucapan Duka Sahabat” diunggah pada 30 Januari 2021, pukul 07.08 WIB.
Pada indeks berita Kompas.com, artikel yang dimuat pada waktu itu terkait berita duka cita. Artikel itu satu-satunya yang dimuat pada 07.08 WIB.
Dengan demikian, hasil tangkapan layar artikel Kompas.com yang diunggah oleh akun Facebook Aris Suhartanto adalah tidak benar dan termasuk dalam konten yang dimanipulasi.
Pada indeks berita Kompas.com, artikel yang dimuat pada waktu itu terkait berita duka cita. Artikel itu satu-satunya yang dimuat pada 07.08 WIB.
Dengan demikian, hasil tangkapan layar artikel Kompas.com yang diunggah oleh akun Facebook Aris Suhartanto adalah tidak benar dan termasuk dalam konten yang dimanipulasi.
Rujukan
(GFD-2021-6367) [SALAH] Akun Facebook Bupati Sintang Jarot Winarno
Sumber: facebook.comTanggal publish: 18/02/2021
Berita
Beredar akun Facebook mengatasnamakan Bupati Sintang Jarot Winarno dengan alamat tautan (facebook.com/iwan.setiawab.180). Pada akun tersebut terdapat foto Jarot mengenakan jersey klub sepakbola, Manchester United.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa akun tersebut bukan milik Bupati Sintang, Jarot Winarno. Dilansir dari kumparan.com dan ponitanak.tribunnews.com, diketahui bahwa akun tersebut membagikan informasi terkait rekrutmen tenaga honorer, hingga program CPNS tanpa tes langsung lulus di grup media sosial Facebook, serta digunakan menipu calon korbannya dengan modusmeminta bantuan transfer pulsa.
Bupati Jarot mengaku kesal dan menyayangkan adanya akun palsu mengatasnamakan dirinya.
“Saya sangat menyayangkan munculnya akun palsu atas nama saya. Lalu minta-minta duit, bahkan membuat postingan yang seolah-olah saya bisa mengatur penerimaan CPNS,” kata Jarot, Selasa, 16 Februari 2021 dilansir dari kumparan.com.
Jarot memohon bantuan kepada Polres Sintang untuk memproses akun palsu yang dimaksud. Sebelumnya jarot telah melaporkan dua pelaku yang membuat kaun mengatasnamakan dirinya dan sudah diproses. Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan percaya atas postingan ataupun permintaan dari akun Facebook itu.
“Kepada masyarakat jangan percaya dengan akun palsu itu. Masyarakat sudah mengenal saya. Ndak pernah lah, bupati minta uang dengan masyarakat, yang ada malah kita banyak membantu masyarakat dalam keadaan susah. Saya tidak punya facebook, saya cuma punya dua akun Medsos. Instagram dan Twiter. Saya tidak punya akun facebook sama sekali,” jelas Jarot.
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka konten tersebut masuk ke dalam kategori Imposter Content atau Konten Tiruan.
Bupati Jarot mengaku kesal dan menyayangkan adanya akun palsu mengatasnamakan dirinya.
“Saya sangat menyayangkan munculnya akun palsu atas nama saya. Lalu minta-minta duit, bahkan membuat postingan yang seolah-olah saya bisa mengatur penerimaan CPNS,” kata Jarot, Selasa, 16 Februari 2021 dilansir dari kumparan.com.
Jarot memohon bantuan kepada Polres Sintang untuk memproses akun palsu yang dimaksud. Sebelumnya jarot telah melaporkan dua pelaku yang membuat kaun mengatasnamakan dirinya dan sudah diproses. Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan percaya atas postingan ataupun permintaan dari akun Facebook itu.
“Kepada masyarakat jangan percaya dengan akun palsu itu. Masyarakat sudah mengenal saya. Ndak pernah lah, bupati minta uang dengan masyarakat, yang ada malah kita banyak membantu masyarakat dalam keadaan susah. Saya tidak punya facebook, saya cuma punya dua akun Medsos. Instagram dan Twiter. Saya tidak punya akun facebook sama sekali,” jelas Jarot.
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka konten tersebut masuk ke dalam kategori Imposter Content atau Konten Tiruan.
Kesimpulan
Akun Facebook tersebut palsu. Jarot sendiri tidak memiliki akun Facebook. Ia hanya memiliki dua akun media sosial yaitu Instagram (@winarnojarot) dan Twitter.
Rujukan
(GFD-2021-6368) [SALAH] Komnas HAM Temukan Pelanggaran HAM dalam Kematian Ustadz Maaher
Sumber: Youtube.comTanggal publish: 18/02/2021
Berita
Akun YouTube OFFICIAL NEWS UPDATE mengunggah sebuah video yang menginformasikan bahwa Komnas HAM temukan pelanggaran HAM dalam kematian Ustadz Maaher. Video yang diunggah pada 10 Februari 2021 itu telah ditonton sebanyak 78,613 kali dengan 734 like.
Narasi:
“#BERITATERKINI #BERITAVIRALHARIINI #VIRALHARIINI
BERITA TERKINI~ GAWAAATT.!! KOMNAS HAM TEMUKAN PEL4NGG4R4N HAM DALAM KEM4T14N USTD MAHER |VIRAL NEWS”
Narasi:
“#BERITATERKINI #BERITAVIRALHARIINI #VIRALHARIINI
BERITA TERKINI~ GAWAAATT.!! KOMNAS HAM TEMUKAN PEL4NGG4R4N HAM DALAM KEM4T14N USTD MAHER |VIRAL NEWS”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ditemukan pernyataan Komnas HAM terkait adanya pelanggaran HAM dalam kematian Ustadz Maaher. Mengutip dari Tempo, Komnas HAM mengirimkan surat kepada Polri untuk meminta keterangan terkait kematian Ustadz Maaher pada Rabu, 10 Februari 2021. Menurut keterangan Komisioner Komnas HAM Choirul Anam, secara spesifik, surat tersebut ditujukan kepada unit yang menangani Ustadz Maaher selama mendekam di Rumah Tahanan Badan Reserse Kriminal Polri.
“Meminta informasi mengapa dan bagaimana proses meninggalnya kepada unit yang menangani,” ujar Anam pada Tempo.
Mengutip dari Kompas, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik beserta pihaknya belum mengambil keputusan atas meninggalnya Ustadz Maaher. Menurutnya, tim Komnas HAM sedang meminta keterangan dari sejumlah pihak terkait peristiwa tersebut.
Adapun salah satu potongan video pernyataan Ketua Komnas HAM yang digunakan dalam video unggahan akun YouTube tersebut merupakan video pernyataan Ketua Komnas HAM terkait insiden tewasnya enam anggota FPI pada 14 Desember 2020 dan tidak ada kaitannya dengan meninggalnya Ustadz Maaher.
Dari berbagai fakta yang telah dijelaskan, unggahan akun Youtube OFFICIAL NEWS UPDATE itu dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan.
“Meminta informasi mengapa dan bagaimana proses meninggalnya kepada unit yang menangani,” ujar Anam pada Tempo.
Mengutip dari Kompas, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik beserta pihaknya belum mengambil keputusan atas meninggalnya Ustadz Maaher. Menurutnya, tim Komnas HAM sedang meminta keterangan dari sejumlah pihak terkait peristiwa tersebut.
Adapun salah satu potongan video pernyataan Ketua Komnas HAM yang digunakan dalam video unggahan akun YouTube tersebut merupakan video pernyataan Ketua Komnas HAM terkait insiden tewasnya enam anggota FPI pada 14 Desember 2020 dan tidak ada kaitannya dengan meninggalnya Ustadz Maaher.
Dari berbagai fakta yang telah dijelaskan, unggahan akun Youtube OFFICIAL NEWS UPDATE itu dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan.
Rujukan
- https://nasional.tempo.co/read/1431535/komnas-ham-kirim-surat-minta-penjelasan-polri-soal-kematian-maaher-at-thuwailibi
- https://nasional.kompas.com/read/2021/02/10/18461591/soal-tewasnya-maaher-at-thuwailibi-komnas-ham-akan-minta-keterangan
- https://nasional.kompas.com/read/2020/12/14/16382101/komnas-ham-masih-enggan-beberkan-temuan-kasus-penembakan-6-laskar-fpi?page=all
Halaman: 6785/7945



