(GFD-2021-6994) [SALAH] Video dan Foto Jet Tempur FPI
Sumber: facebook.comTanggal publish: 26/05/2021
Berita
“INI BAHAYA, ENGINERING FPI BERHASIL MEMBUAT PESAWAT JET TEMPUR DAN PEMBOM DI YAMAN…BUARAKAKAKKK…CUKUP YG MENGERTI AJA.”
Hasil Cek Fakta
Beredar beberapa tangkapan layar yang memperlihatkan sebuah pesawat bertuliskan FPI yang beredar di media sosial. Postingan tersebut diposting oleh akun Facebook Lavia DeeDee, dikaitkan dengan narasi FPI berhasil membuat jet temput dan pembom di Yaman.
“INI BAHAYA, ENGINERING FPI BERHASIL MEMBUAT PESAWAT JET TEMPUR DAN PEMBOM DI YAMAN… BUARAKAKAKKK…CUKUP YG MENGERTI AJA.”
Unggahan ini mendapat tanggapan dari warganet sebanyak 27 suka, 18 komentar, dan 2 kali dibagikan.
Berdasarkan hasil penelusuran, melansir dari medcom.com, video dalam tangkapan layar diunggah oleh kanal Youtube AMF channel. Channel Youtube tersebut juga mengunggah video yang sempat beredar di media sosial dan telah dilakukan periksa fakta bahwa video tersebut adalah karya animasi.
Sedangkan foto yang kedua, setelah dilakukan pencarian gambar ditemukan gambar serupa dalam artikel “China Reveals Hong-20, New-gen Stealth Bomber Program”, diunggah pada Oktober 2018, merupakan pesawat tempur baru Cina yang dijuluki bomber siluman H-20 yang diperkirakan dapat mengudara di langit Asia tahun depan dan diproduksi massal pada 2025, dilansir dari Tempo.com.
Dengan demikian, beberapa tangkapan layar tersebut adalah salah dan dapat dikategorikan sebagai Konten parodi.
“INI BAHAYA, ENGINERING FPI BERHASIL MEMBUAT PESAWAT JET TEMPUR DAN PEMBOM DI YAMAN… BUARAKAKAKKK…CUKUP YG MENGERTI AJA.”
Unggahan ini mendapat tanggapan dari warganet sebanyak 27 suka, 18 komentar, dan 2 kali dibagikan.
Berdasarkan hasil penelusuran, melansir dari medcom.com, video dalam tangkapan layar diunggah oleh kanal Youtube AMF channel. Channel Youtube tersebut juga mengunggah video yang sempat beredar di media sosial dan telah dilakukan periksa fakta bahwa video tersebut adalah karya animasi.
Sedangkan foto yang kedua, setelah dilakukan pencarian gambar ditemukan gambar serupa dalam artikel “China Reveals Hong-20, New-gen Stealth Bomber Program”, diunggah pada Oktober 2018, merupakan pesawat tempur baru Cina yang dijuluki bomber siluman H-20 yang diperkirakan dapat mengudara di langit Asia tahun depan dan diproduksi massal pada 2025, dilansir dari Tempo.com.
Dengan demikian, beberapa tangkapan layar tersebut adalah salah dan dapat dikategorikan sebagai Konten parodi.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Rahmah an nisaa (Uin Sunan Ampel Surabaya).
Informasi yang salah. Faktanya, video tersebut merupakan video animasi yang sudah beredar sejak tahun 2018 yang lalu dan foto tersebut merupakan pesawat tempur Cina bomber siluman H-20.
Informasi yang salah. Faktanya, video tersebut merupakan video animasi yang sudah beredar sejak tahun 2018 yang lalu dan foto tersebut merupakan pesawat tempur Cina bomber siluman H-20.
Rujukan
(GFD-2021-6995) [SALAH] Akun Facebook Bupati Lamongan “Yuhronur Efendi”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 26/05/2021
Berita
“ASSALAMUALAIKUM Wr. Wb. Saya dari bupati lamongan, akan memberikan bantuan kepada orang yang ingin meminjam dana, dan insyaallah saya akan memudahkannya, hanya untuk orang yang membutuhkannya saja, info selanjutnya WA 089628419114”.
Hasil Cek Fakta
Beredar akun Facebook Bupati Lamongan Yuhronur Efendi Akun tersebut membagikan postingan terkait bantuan modal dana untuk usaha dan mencantumkan nomor telepon sang Bupati agar dapat dihubungi.
Berdasarkan hasil penelusuran, melansir dari suaraindonesia.co.id, Yuhronur mengonfirmasi melalui suaraindonesia.co.id, bahwa akun tersebut bukan miliknya, sehingga informasi yang dibagikan dalam akun tersebut adalah tidak benar.
“Akun tersebut bukan milik saya, keluarga ataupun tim Pemkab Lamongan, alias palsu. Informasi yang diberikan juga tidak benar atau hoax,” ujar Yuhronur melalui suaraindonesia.co.id.
Selain itu, Yuhronur mengajak masyarakat untuk jeli dan cerdas dalam menyaring informasi yang diperoleh dan semoga tidak ada yang menjadi korban penipuan.
Dengan demikian, akun Facebook Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dapat dikategorikan sebagai Konten Tiruan/Imposter Content.
Berdasarkan hasil penelusuran, melansir dari suaraindonesia.co.id, Yuhronur mengonfirmasi melalui suaraindonesia.co.id, bahwa akun tersebut bukan miliknya, sehingga informasi yang dibagikan dalam akun tersebut adalah tidak benar.
“Akun tersebut bukan milik saya, keluarga ataupun tim Pemkab Lamongan, alias palsu. Informasi yang diberikan juga tidak benar atau hoax,” ujar Yuhronur melalui suaraindonesia.co.id.
Selain itu, Yuhronur mengajak masyarakat untuk jeli dan cerdas dalam menyaring informasi yang diperoleh dan semoga tidak ada yang menjadi korban penipuan.
Dengan demikian, akun Facebook Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dapat dikategorikan sebagai Konten Tiruan/Imposter Content.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Rahmah an nisaa (Uin Sunan Ampel Surabaya).
Bupati Yuhronur mengonfirmasi melalui suaraindonesia.co.id bahwa akun terebut palsu, bukan miliknya dan informasi yang dibagikan akun tersebut adalah hoaks.
Bupati Yuhronur mengonfirmasi melalui suaraindonesia.co.id bahwa akun terebut palsu, bukan miliknya dan informasi yang dibagikan akun tersebut adalah hoaks.
Rujukan
(GFD-2021-6996) [SALAH] WhatsApp Mengubah Pengaturan Privasi Tanpa Pemberitahuan pada Mei 2021
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 26/05/2021
Berita
Beredar pesan berantai di WhatsApp yang menyatakan bahwa pada bulan Mei 2021, WhatsApp telah melakukan perubahan pengaturan privasi tanpa pemberitahuan. Perubahan ini menyebabkan setelan privasi grup berubah menjadi “Everyone” atau “Semua Orang”.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, WhatsApp pertama kali memperkenalkan fitur pengaturan privasi untuk grup melalui situs resminya pada tahun 2019 yang lalu. Lebih lanjut, melansir dari Forbes, pihak WhatsApp juga telah menjelaskan bahwa pengaturan privasi grup WhatsApp “Semua Orang” sudah ada sejak fitur tersebut diluncurkan di tahun 2019, bukan merupakan perubahan yang dilakukan oleh WhatsApp pada bulan Mei 2021.
Artikel dengan topik serupa juga telah dimuat dalam situs Snopes, dengan judul artikel “Did WhatsApp Secretly Change Privacy Settings?”.
Dengan demikian, pesan berantai yang beredar melalui WhatsApp tersebut dapat dikategorikan sebagai Konteks yang Salah/False Context.
Artikel dengan topik serupa juga telah dimuat dalam situs Snopes, dengan judul artikel “Did WhatsApp Secretly Change Privacy Settings?”.
Dengan demikian, pesan berantai yang beredar melalui WhatsApp tersebut dapat dikategorikan sebagai Konteks yang Salah/False Context.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini (Universitas Diponegoro).
Pengaturan privasi grup WhatsApp “Semua Orang” sudah ada sejak fitur tersebut diluncurkan di tahun 2019, bukan merupakan perubahan yang dilakukan oleh WhatsApp pada bulan Mei 2021.
Pengaturan privasi grup WhatsApp “Semua Orang” sudah ada sejak fitur tersebut diluncurkan di tahun 2019, bukan merupakan perubahan yang dilakukan oleh WhatsApp pada bulan Mei 2021.
Rujukan
(GFD-2021-6984) [SALAH] Menara Moshe Israel Meledak Akibat Rudal Hamas
Sumber: facebook.comTanggal publish: 25/05/2021
Berita
“Menara Moshe di Tel Aviv dihantam rudal Hamas.
Menara Moshe adalah gedung tertinggi kedua di IsraHell.
Janji Hamas terpenuhi.. Allahu Akbar ✊”
Menara Moshe adalah gedung tertinggi kedua di IsraHell.
Janji Hamas terpenuhi.. Allahu Akbar ✊”
Hasil Cek Fakta
Akhir-akhir ini pemberitaan mengenai konflik Palestina dan Israel tengah menarik banyak perhatian masyarakat dunia. Media dan masyarakat kemudian aktif memberitakan kondisi terkini dari kedua negara. Namun dari sekian banyak informasi yang beredar, beberapa di antaranya ternyata merupakan informasi hoaks.
Salah satu yang kemudian beredar adalah narasi dan gambar yang mengklaim bahwa menara Moshe di Tel Aviv Israel, hancur karena dihantam oleh rudal Hamas. Informasi ini diunggah melalui media sosial Facebook oleh akun bernama Herlan Verry. Dari gambar tampak sebuah menara dengan kondisi yang setengah terbakar. Kemudian ada gambar lain yang menunjukkan kondisi menara tersebut sebelum terbakar.
Namun setelah melakukan penelusuran, ternyata gambar Menara Moshe yang terbakar adalah hasil suntingan. Melalui pencarian gambar Google, gambar menara yang diunggan oleh akun Facebook ini merupakan gambar yang pernah diunggah oleh situs phoenicia-ltd.
Jika dilihat dengan lebih teliti, banyak kesamaan antara kedua gambar yang tidak mungkin terjadi di keadaan yang berbeda. Di gambar menara yang terbakar, terlihat bayangan gedung yang sama bentuk dan besarnya dengan gambar menara yang tidak terbakar. Padahal jika terjadi kebakaran besar, asap hasil kebakaran itu akan menutupi cahaya, dan menghasilkan bayangan yang lebih gelap di sekitar bangunan. Selain itu letak awan yang juga masih persis sama di antara keduanya.
Sampai saat ini pun belum ada informasi yang menyatakan bahwa menara tertinggi di Israel ini mengalami kebakaran akibat ledakan rudal. Jadi dapat disimpulkan bahwa informasi yang mengklaim adanya serangan rudal Hamas yang mengakibatkan Menara Moshe Tel Aviv terbakar adalah informasi hoaks kategori manipulated content atau konten manipulasi.
Salah satu yang kemudian beredar adalah narasi dan gambar yang mengklaim bahwa menara Moshe di Tel Aviv Israel, hancur karena dihantam oleh rudal Hamas. Informasi ini diunggah melalui media sosial Facebook oleh akun bernama Herlan Verry. Dari gambar tampak sebuah menara dengan kondisi yang setengah terbakar. Kemudian ada gambar lain yang menunjukkan kondisi menara tersebut sebelum terbakar.
Namun setelah melakukan penelusuran, ternyata gambar Menara Moshe yang terbakar adalah hasil suntingan. Melalui pencarian gambar Google, gambar menara yang diunggan oleh akun Facebook ini merupakan gambar yang pernah diunggah oleh situs phoenicia-ltd.
Jika dilihat dengan lebih teliti, banyak kesamaan antara kedua gambar yang tidak mungkin terjadi di keadaan yang berbeda. Di gambar menara yang terbakar, terlihat bayangan gedung yang sama bentuk dan besarnya dengan gambar menara yang tidak terbakar. Padahal jika terjadi kebakaran besar, asap hasil kebakaran itu akan menutupi cahaya, dan menghasilkan bayangan yang lebih gelap di sekitar bangunan. Selain itu letak awan yang juga masih persis sama di antara keduanya.
Sampai saat ini pun belum ada informasi yang menyatakan bahwa menara tertinggi di Israel ini mengalami kebakaran akibat ledakan rudal. Jadi dapat disimpulkan bahwa informasi yang mengklaim adanya serangan rudal Hamas yang mengakibatkan Menara Moshe Tel Aviv terbakar adalah informasi hoaks kategori manipulated content atau konten manipulasi.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara)
Faktanya gambar yang beredar tersebut merupakan gambar menara Moshe yang telah diedit. Sampai saat ini belum ada informasi yang menyatakan bahwa Menara Moshe telah meledak akibat rudal Hamas.
Faktanya gambar yang beredar tersebut merupakan gambar menara Moshe yang telah diedit. Sampai saat ini belum ada informasi yang menyatakan bahwa Menara Moshe telah meledak akibat rudal Hamas.
Rujukan
Halaman: 6788/8133



