• (GFD-2021-8501) Sebagian Benar, Judul Artikel bahwa SBY Ingin Bantu Ekonomi tapi Partainya Tidak di Dalam Pemerintahan

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 17/02/2021

    Berita


    Gambar tangkapan layar artikel dari situs Bizlaw yang mengutip pernyataan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY beredar di Facebook. Artikel itu berjudul “Ancaman Krisis Ekonomi, SBY: Saya Ingin Membantu, Tapi Partai Saya Tidak Ada dalam Pemerintahan”. Artikel ini dimuat pada 12 Agustus 2020.
    Dalam gambar tangkapan layar tersebut, terdapat foto SBY yang mengenakan jaket berwarna biru. Salah satu akun membagikan gambar itu pada 13 Februari 2021. Akun tersebut menulis narasi, "Apa maksud UCAPANNYA yach? Apa ingin anaknya dipanggil untuk dijadikan MENbaperan?" Hingga artikel ini dimuat, unggahan itu telah mendapatkan 64 reaksi dan 111 komentar.
    Gambar tangkapan layar sebuah unggahan di Facebook yang memuat artikel terkait pernyataan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono.

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo memeriksa artikel Bizlaw yang berjudul “Ancaman Krisis Ekonomi, SBY: Saya Ingin Membantu, Tapi Partai Saya Tidak Ada dalam Pemerintahan” tersebut. Hasilnya, ditemukan bahwa Bizlaw memang pernah memuat artikel dengan judul yang tersebut pada 12 Desember 2020.
    Pernyataan yang terdapat dalam judul ditemukan pada akhir artikel. Pernyataan itu berbunyi: "Bola di tangan pemerintah, istilahnyawe have given everything to this government, tinggal tolong ini semua digunakan dengan baik, rakyat membantu, saya pribadi ingin membantu meskipun tidak secara tidak langsung karena partai yang dulu saya pimpin tidak di pemerintahan," ujar SBY.
    Kutipan tersebut memang sedikit berbeda dengan yang digunakan dalam judul artikel. Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu menyebut “karena partai yang dulu saya pimpin tidak di pemerintahan”. Sementara dalam judul, pernyataan tersebut diubah menjadi “tapi partai saya tidak ada dalam pemerintahan”. Perubahan “karena” menjadi “tapi” menimbulkan persepsi yang berbeda.
    Tempo pun membandingkan isi artikel itu dengan pemberitaan yang dimuat oleh media lain. Pernyataan SBY tersebut pernah dimuat oleh beberapa media. Pernyataan itu dilontarkan dalam peluncuran buku "Monograf" di Cikeas, Bogor, pada 11 Agustus 2020.
    Kompas.com misalnya, mempublikasikan pernyataan SBY tersebut dalam beritanya yang berjudul "Ancaman Krisis Ekonomi, SBY: Jangan Salahkan Presiden Jokowi". Dalam berita ini, terdapat pernyataan SBY yang berbunyi sebagai berikut:
    "Bola di tangan pemerintah, istilahnyawe have given everything to this government, tinggal tolong ini semua digunakan dengan baik, rakyat membantu. Saya pribadi ingin membantu meskipun tidak secara tidak langsung karena partai yang dulu saya pimpin tidak di pemerintahan," ujar SBY.
    Kontan juga pernah memuat berita serupa dalam artikelnya yang berjudul "Ada ancaman krisis ekonomi, SBY: Jangan salahkan Presiden Jokowi". Dalam artikel tersebut, terdapat pula pernyataan SBY di bagian akhir berita, yang sama dengan yang dimuat oleh Kompas.com.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, judul artikel “Ancaman Krisis Ekonomi, SBY: Saya Ingin Membantu, Tapi Partai Saya Tidak Ada dalam Pemerintahan” sebagian benar. Judul ini memang berasal dari pernyataan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY. Namun, terdapat sedikit perbedaan dengan pernyataan asli SBY yang dilontarkan pada 11 Agustus 2020 itu, yakni "Saya pribadi ingin membantu meskipun tidak secara tidak langsung karena partai yang dulu saya pimpin tidak di pemerintahan”. Perubahan “karena” menjadi “tapi” menimbulkan kesalahan persepsi.
    TIM CEK FAKTA TEMPO
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

  • (GFD-2021-8502) Keliru, Kisah Mantan PM Jepang Yoshiro Mori yang Salah Ucap Bahasa Inggris saat Bertemu Obama

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 17/02/2021

    Berita


    Gambar yang berisi kisah tentang mantan Perdana Menteri Jepang Yoshiro Mori saat bertemu mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama beredar di Facebook. Kisah berjudul "English is difficult language for some" itu menyebut bahwa Mori melakukan kesalahan pengucapan dalam bahasa Inggris saat bercakap-cakap dengan Obama ketika bertemu di Washington DC, AS.
    Menurut kisah tersebut, sebelum bertemu Obama, Mori diberi pelatihan dasar percakapan dalam bahasa Inggris. Instruktur menyarankan Mori untuk bertanya "how are you?" atau "apa kabar?" ketika bersalaman dengan Obama. Dia bakal menjawab "I am fine, and you?" atau "saya baik-baik saja, dan kamu?". Mori pun diminta untuk mengatakan "me too" atau "saya juga".
    Namun, dalam pertemuannya dengan Obama, Mori melakukan kesalahan dengan melontarkan pertanyaan "who are you?" atau "siapa kamu?". Obama pun terkejut, tapi kemudian meresponsnya dengan gurauan, "Well, I'm Michelle's husband(Saya suami Michelle), ha-ha." Mori tetap menjawab "me too". Seketika, ruang pertemuan hening.
    Gambar itu dilengkapi dengan dua foto Mori, yang diambil pada 2008 dan pada 2018. Terdapat pula satu foto yang memperlihatkan seorang pria sedang bersalaman dengan Obama. Salah satu akun membagikan gambar tersebut pada 11 Februari 2021, di tengah kecaman publik terhadap Mori, Ketua Olimpiade Tokyo 2020, yang baru saja mengundurkan diri dari jabatannya ini.
    Gambar yang berisi klaim keliru terkait percakapan antara mantan Perdana Menteri Jepang Yoshiro Mori dan mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo melakukan penelusuran ke mesin pencari Google dengan menggunakan kata kunci “English is a difficult language for some”. Hasilnya, ditemukan informasi bahwa percakapan antara Mori dan Obama dalam gambar tersebut bukanlah kisah nyata, melainkan humor politik atau anekdot. Anekdot ini pun merupakan hasil daur ulang.
    Dilansir dari organisasi cek fakta AS Snopes, terdapat kejanggalan dalam kisah itu, bahwa Yoshiro Mori melakukan perjalanan ke Washington DC untuk bertemu dengan Barack Obama. Masa jabatan Mori sebagai PM Jepang berakhir pada April 2001, hampir delapan tahun sebelum Obama menjadi Presiden AS. Ini menjadi petunjuk bahwa kisah di atas adalah hasil daur ulang.
    Menurut Snopes, kisah itu adalah daur ulang dari kisah yang pernah beredar pada pertengahan 2000, selama tahun terakhir Bill Clinton menjabat sebagai Presiden AS. Anekdot tersebut beredar dengan judul yang berbeda, yakni “This is a true story from the Japanese Embassy in US”. Anekdot ini menceritakan percakapan yang melibatkan Mori dan Clinton.
    Pada pertengahan 2009, ketika Obama menjabat sebagai Presiden AS, tokoh Clinton dalam kisah itu diubah menjadi Obama. Anekdot itu pun kembali beredar baru-baru ini, ketika Mori yang merupakan Ketua Olimpiade Tokyo 2020 menjadi pembicaraan publik setelah melontarkan pernyataan seksis dalam sebuah pertemuan komite Olimpiade bahwa wanita terlalu banyak bicara.
    Menurut Snopes, pada 2009, lelucon yang sama juga muncul di AS, namun dikaitkan dengan Kim Young-sam, yang menjabat sebagai Presiden Korea Selatan selama lima tahun pada 1993-1998. Kisah apokrif yang sama juga telah menyasar sejumlah politikus dari berbagai negara yang dalam tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utamanya.
    Situs cek fakta Hoax or Fact juga telah menyatakan bahwa kisah itu tipuan. Pesan tersebut beredar setelah Yoshiro Mori bertemu dengan Bill Clinton pada 2000. Pada 2009, kisah itu kembali beredar, di era pemerintahan Barack Obama. "Kedengarannya lucu, tapi kejadian seperti itu tidak terjadi. Cerita tersebut adalah tipuan," demikian penjelasan Hoax or Fact.
    Menurut Hoax or Fact, Mori menjabat sebagai PM Jepang pada 2000-2001, sementara Obama menjabat sebagai Presiden AS sejak 2009. "Jadi, tidak ada kemungkinan bagi mereka untuk bertemu secara resmi, dan mengarah pada pembicaraan semacam itu."
    Clinton menjabat sebagai Presiden AS pada 1993-2001, dan Mori bertemu dengannya pada 5 Mei 2000, selama kunjungannya ke negara-negara G8. Pertemuan dan percakapan mereka didokumentasikan di situs American Presidency Project. Namun, di situ, tidak disebutkan kejadian semacam itu.
    Ketika ditanya apakah Mori bisa berbicara dalam bahasa Inggris, jawabannya adalah: "Perdana Menteri tidak bisa berbahasa Inggris dengan baik." Jadi, percakapan dilakukan melalui penerjemah. "Karena itu, hal ini menunjukkan bahwa percakapan lucu antara Clinton (atau Obama) dan Mori tidak pernah benar-benar terjadi," demikian penjelasan Hoax or Fact.
    Terkait foto seorang pria yang sedang bersalaman dengan Obama, pria tersebut bukanlah Yoshiro Mori. Foto itu pernah dimuat dalam sebuah laporan yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Jepang pada 2008. Foto ini memperlihatkan momen ketika Wakil PM Jepang Taro Aso bertemu dengan Presiden AS Barack Obama pada 24 Februari 2009 di Washington DC.
    Tempo kemudian mencari berita maupun foto tentang pertemuan antara Yoshiro Mori dan Barack Obama. Namun, tidak ditemukan berita bahwa Mori dan Obama pernah bertemu atau pun foto yang memperlihatkan keduanya dalam satuframedi sebuah pertemuan.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, kisah mantan PM Jepang Yoshiro Mori yang salah ucap bahasa Inggris saat bertemu mantan Presiden AS Barack Obama itu, keliru. Kisah tersebut hanyalah humor politik atau anekdot, yang merupakan hasil daur ulang dari kisah serupa yang beredar pada 2000. Ketika itu, tokoh dalam kisah tersebut adalah Mori dan mantan Presiden AS lainnya, Bill Clinton. Namun, dalam dokumentasi yang ada, tidak pernah disebutkan bahwa terjadi percakapan semacam itu antara Mori dan Clinton.
    TIM CEK FAKTA TEMPO
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

  • (GFD-2021-6357) [SALAH] Nama Bayi Unik “CRAZY KILLERS”

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 17/02/2021

    Berita

    “BAYI BERNAMA UNIK ” CRAZY KILLERS”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar di Twitter postingan sebuah gambar tangkapan layar tayangan berita CNN Indonesia. Pada gambar tersebut menampilkan seorang perempuan dan satu orang bayi yang bernama unik yaitu Crazy Killers. Postingan tersebut diunggah pada 13 Februari 2021.

    Setelah ditelusuri menggunakan google image, ditemukan bayi dan seorang perempuan yang sama pada video di Channel REDAKSI TRANS7 OFFICIAL. Pada video tersebut ditemukan informasi nama bayi tersebut adalah “Alhamdulillah Rejeki Hari Ini”.

    Melansir dari kompas.com, Alhamdulillah Rejeki Hari Ini adalah anak dari pasangan Didit Saputro dan Meidiana. Menurut Didit, perjalanan hidupnya melatarbelakangi dirinya menamai anaknya dengan nama unik itu. Keluarga ini merupakan warga di Perumahan Bukit Asri di kawasan Gunungsempu, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

    Dengan demikan, informasi bahwa nama bayi tersebut adalah Crazy Killers salah. Nama bayi tersebut adalah Alhamdulillah Rejeki Hari Ini yang merupakan anak dari pasangan Didit Saputro dan Meidiana sehingga masuk dalam kategori konten yang salah.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Luthfiyah Oktari Jasmien (Institut Agama Islam Negeri Surakarta).

    Informasi tersebut salah. Faktanya, nama bayi tersebut adalah Alhamdulillah Rejeki Hari Ini yang merupakan anak dari pasangan Didit Saputro dan Meidiana.

    Rujukan

  • (GFD-2021-6358) [SALAH] “Projek tunnel cisumdawu sumedang belum di pakai sudah banjir”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 17/02/2021

    Berita

    Akun Facebook Khadijah (fb.com/alya.choirunnisa.39) pada 10 Februari 2021 mengunggah sebuah video dengan narasi sebagai berikut:

    “Innalillahi… Projek tunnel cisumdawu sumedang belum di pakai sudah banjir….”

    Dalam video itu terlihat air banjir turun dari atas terowongan hingga meluber dan membanjiri jalanan di sekitar terowongan.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, adanya video banjir di Terowongan Tol Cisumdawu adalah klaim yang salah.

    Faktanya, bukan Terowongan Tol Cisumdawu. Lokasi dari video tersebut adalah di terowongan Wadi Al Helo, Uni Emirat Arab (UEA).

    Dilansir dari Kompas, Tim Cek Fakta Kompas melakukan penulusuran dari sumber video tersebut. Terlihat, ada logo aplikasi berbagi video, yakni TikTok disertai nama pemilik video tersebut, @anteclike di tampilan video yang beredar.

    Kemudian, Tim Cek Fakta Kompas juga melakukan penelusuran di laman TikTok dan mengetikkan nama @anteclike, benar saja video tersebut memang bersumber akun tersebut. Akan tetapi, akun TikTok @anteclicke tidak memberikan narasi apa pun di video yang diunggahnya tersebut, termasuk lokasi terowongan yang tampak banjir itu.

    Muncul satu petunjuk ketika ada akun TikTok lain yang berkomentar bahwa lokasi dalam video tersebut berada di wadi hello. Dari penelusuran kata kunci “wadi hello” di laman Google memunculkan sejumlah informasi yang menyatakan kata kunci yang dimaksud adalah Wadi Al Helo Tunnel yang terletak di Uni Emirat Arab.

    Berdasarkan hasil penelusuran lebih lanjut menggunakan Google Map, tampilan Wadi Al Helo Tunnel di Google Map identik dengan tampilan terowongan yang ada di video yang diunggah oleh sumber klaim. Wadi Al Helo Tunnel memiliki satu terowongan, sementara itu, Terowongan Tol Cisumdawu sendiri terdiri dari dua terowongan.

    Hingga saat proses verifikasi informasi dilakukan oleh tim Cek Fakta Kompas, detil waktu kejadian banjir yang tampak pada foto itu masih belum terkonfirmasi.

    Kesimpulan

    BUKAN Terowongan Tol Cisumdawu. Lokasi dari video tersebut adalah di terowongan Wadi Al Helo, Uni Emirat Arab (UEA).

    Rujukan