(GFD-2021-8640) Keliru, Klaim Ini Video Penampakan Bulan Raksasa di Arktik antara Rusia dan Kanada
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 31/05/2021
Berita
Video yang memperlihatkan penampakan bulan dengan jarak yang begitu dekat dengan bumi selama 30 detik beredar di media sosial. Menurut klaim yang menyertai video itu, penampakan bulan tersebut terlihat di Arktik, antara Rusia dan Kanada. Video ini menyebar di tengah terjadinya fenomena alam gerhana bulan total atau super blood moon pada 26 Mei 2021 lalu.
Di Twitter, video beserta klaim itu dibagikan salah satunya oleh akun ini pada 26 Mei. Akun tersebut menulis narasi sebagai berikut: "This is at Artic.. Between Russia n canada.. Moon appears this big and disappears in about 30 seconds.. What a sight.." (Ini di Arktik.. Antara Rusia dan Kanada.. Bulan muncul sebesar ini dan menghilang dalam waktu sekitar 30 detik.. Pemandangan yang luar biasa..)
Gambar tangkapan layar unggahan di Twitter yang berisi klaim keliru terkait video yang diunggahnya. Video ini bukan video penampakan bulan raksasa di Arktik.
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video itu menjadi sejumlah gambar dengantoolInVID. Lalu, gambar-gambar ini ditelusuri jejak digitalnya denganreverse image toolGoogle. Hasilnya, ditemukan bahwa video itu adalah hasil suntingan. Video ini merupakan karya seorang seniman animasicomputer-generated imagery(CGI) dan visualisasi 3D.
Seniman yang bernama Aleksey Patrev itu mengunggah video tersebut di akun TikTok miliknya, @aleksey__nz, pada 17 Mei 2021, lebih dari sepekan sebelum terjadinyasuper blood moonpada 26 Mei 2021 lalu. Video ini hanya diberi keterangan: "#moon #foryoupage #cosmos #2021 #Odessa #space". Selain video itu, di akun TikTok Aleksey, terdapat pula video-video lain yang juga merupakan hasil suntingan seniman asal Odessa, Ukraina ini.
Video-video tersebut juga diunggah ke akun Instagram Aleksey, @aleksey__n. Dalam profilnya, Aleksey menyebut dirinya sebagai "CG artist" yang fokus dalam produksi animasi CGI dan visualisasi 3D.
Sejumlah organisasi cek fakta juga telah memverifikasi klaim tersebut, dan menyatakannya keliru. Dilansir dari organisasi cek fakta India, Factly, video itu adalah video grafik komputer yang dibuat oleh pemilik akun TikTok @aleksey__nz. Akun itu juga memuat banyak video serupa sebelumnya.
"Video menunjukkan padang rumput yang tidak terdapat di kutub, karena kutub tertutup es. Selain itu, tidak terlihat pantulan bulan di danau yang terlihat dalam video tersebut. Semua ini membuktikan bahwa video ini memang ciptaan grafik komputer. Karena itu, klaim tersebut salah," demikian penjelasan Factly.
Menurut Factly, jarak rata-rata antara bulan dan bumi adalah 382.900 kilometer. Orbit bulan yang mengelilingi bumi berbentuk elips, dan saat perigee, kondisi di mana bulan berada pada titik terdekat dengan bumi, jarak keduanya 363.104 kilometer. Supermoon terjadi ketika bulan mengalami purnama bertepatan dengan posisinya ketika berada di titik terdekatnya dengan bumi. Namun, dalam posisi ini dan saat matahari terbit, bulan tidak tampak secerah yang terlihat dalam video tersebut.
Selain itu, bulan berputar dengan kecepatan yang sama dengan gerakan orbitnya, kasus khusus penguncian pasang-surut yang disebut rotasi sinkron. "Karena itu, kita hanya bisa melihat satu sisi bulan sepanjang waktu. Namun, dalam video tersebut, kita dapat dengan jelas melihat sisi jauh bulan saat sedang gerhana. Semua detail ini menetapkan bahwa video itu tidak lain adalah grafik komputer," demikian penjelasan Factly.
Organisasi cek fakta India lainnya, Alt News, memuat penjelasan serupa. Menurut Alt News, salah satu petunjuk bahwa video itu tidak nyata adalah bulan yang terlihat dalam video itu mengorbit dengan kecepatan tinggi, ketika seharusnya terlihat diam dari bumi. "Bulan mengorbit bumi setiap 27.322 hari sekali. Diperlukan waktu sekitar 27 hari bagi bulan untuk berputar sekali pada porosnya. Akibatnya, bulan tampak tidak berputar dan diam hampir sempurna. Ilmuwan menyebutnya rotasi sinkron."
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video tersebut adalah video penampakan bulan raksasa di Arktik antara Rusia dan Kanada, keliru. Video itu merupakan ciptaan grafik komputer karya seorang seniman animasi CGI dan visualisasi 3D. Video tersebut diunggah ke media sosial sebelum terjadinya fenomena gerhana bulan total pada 26 Mei 2021 lalu. Video ini juga menunjukkan padang rumput, yang tidak terdapat di kutub. Selain itu, tidak terlihat pantulan bulan di danau. Bulan yang terlihat dalam video tersebut pun mengorbit dengan kecepatan tinggi, yang seharusnya terlihat diam dari bumi.
TIM CEK FAKTA TEMPO
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/bulan
- https://www.tempo.co/tag/super-blood-moon
- https://twitter.com/jagat_darak/status/1397522384542781449
- https://www.tempo.co/tag/arktik
- https://www.tiktok.com/@aleksey__nz/video/6963129421117132038
- https://www.instagram.com/aleksey__n/
- https://factly.in/computer-graphic-video-passed-off-as-moon-eclipsing-the-sun-at-the-north-pole/
- https://www.tempo.co/tag/fenomena-supermoon
- https://www.altnews.in/the-massive-viral-clip-of-moon-passing-above-north-pole-is-fake-and-animated-cgi-work/
- https://www.tempo.co/tag/gerhana-bulan
(GFD-2021-8641) Sebagian Benar, Klaim Ini Foto Meteor yang Jatuh di Puncak Gunung Merapi
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 31/05/2021
Berita
Sebuah foto yang memperlihatkan kilatan cahaya vertikal yang berada tepat di puncak sebuah gunung beredar di media sosial. Foto tersebut dibagikan dengan klaim bahwa meteor jatuh di puncak Gunung Merapi.
Di Facebook, foto tersebut dibagikan oleh akun ini pada 28 Mei 2021. Akun itu menulis narasi berupa kalimat pertanyaan, “Meteor Jatuh di Puncak Gunung Merapi ? Kali Adem, Cangkringan, Yogyakarta (27 Mei 2021) pkl. 23.07 WIB. Gunarto_song | @merapi_uncover."
Hingga artikel ini dimuat pada 31 Mei 2021, foto unggahan akun tersebut telah mendapatkan lebih dari 1.300 reaksi dan 320 komentar serta dibagikan lebih dari 800 kali.
Gambar tangkapan layar unggahan di Facebook yang memuat foto kilatan cahaya vertikal yang diklaim jatuh di puncak Gunung Merapi.
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo menelusuri jejak digital foto tersebut denganreverse image toolGoogle dan Yandex. Hasilnya, ditemukan artikel berita yang memuat foto itu, yang menjelaskan bahwa kilatan cahaya kehijauan ini diduga kuat berasal dari aktivitas hujan meteor. Namun, lokasinya bukan di puncak Gunung Merapi.
Foto tersebut pertama kali diunggah ke Instagram oleh akun @gunarto_song pada 28 Mei 2021. Pemilik akun itu, Gunarto, merupakan fotografer yang mengabadikan momen tersebut. Di Instagram, Gunarto menulis narasi seperti yang beredar. “Meteor Jatuh di Puncak Gunung Merapi ??, Kali Adem, Cangkringan, Yogyakarta(27 Mei 2021, Jam 23.07 WIB),” kata Gunarto.
Di Twitter, tiga foto yang identik diunggah oleh akun @merapi_uncover pada tanggal yang sama, dengan narasi yang sama pula. Peristiwa ini pun terekam oleh kamera CCTV milik Megadata, perusahaan penyedia layanan internet, pada 27 Mei 2021. Video tersebut diunggah ke Twitter oleh akun @JogjaUpdate pada 28 Mei 2021. "Meteor terlihat (pada detik ke 21) dari CCTV Megadata, di Merapi yang berlokasi di Kalitengah Kidul."
CCTV milik Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga menangkap kilatan cahaya tersebut pada waktu yang sama. Dalam akun Instagram-nya, BPPTKG menulis, "Kamera CCTV yang berada di Deles (sisi timur Gunung Merapi) sempat merekam kilatan cahaya pada tanggal 27 Mei 2021 pukul 23.08.10 WIB."
Dilansir dari Kompas.com, Gunarto mengungkapkan bahwa foto itu diambilnya ketika berada di Kali Adem, Cangkringan, Yogyakarta, pada 27 Mei 2021. Namun, ia tidak yakin apakah benda bercahaya itu merupakan meteor atau bukan. "Saya enggak berani pastikan, yang pasti sangat cepat dan terang. Lokasinya di Kali Adem, Cangkringan, malam hari tanggal 27 Mei 2021," ujarnya.
Menurut dia, saat melakukan pembidikan obyek, terdapat ambience pada awan. Hal ini menunjukkan kemungkinan bahwa cahaya misterius itu tidak jatuh di puncak Gunung Merapi, tapi perspektifnya seolah-olah cahaya tersebut jatuh di puncak Gunung Merapi.
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menjelaskan cahaya hijau yang muncul di dekat Gunung Merapi kemungkinan berkaitan dengan hujan meteor. Dilansir dari dari situs resmi LAPAN, menurut peneliti LAPAN Andi Pangerang, berdasarkan data International Meteor Organization (IMO) pada Mei 2021, setidaknya terdapat dua hujan meteor yang sedang aktif ketika cahaya tersebut diabadikan kamera pada 27 Mei 2021.
Kedua hujan meteor yang dimaksud adalah hujan meteor Eta Aquarid yang aktif pada 19 April-28 Mei 2021 dan hujan meteor Arietid yang aktif pada 14 Mei-24 Juni 2021. "Sehingga, dari dua ini, bisa diduga bahwa kilatan cahaya kehijauan yang muncul di dekat Gunung Merapi itu mungkin terkait dengan aktivitas hujan meteor,” kata Andi.
Dengan menggunakan metode paralaks sederhana, Andi menyimpulkan bahwa, jika cahaya itu memang berasal dari meteor, lokasi jatuhnya bukan berada di lereng Gunung Merapi. “Lokasi jatuhnya di sekitar puncak Gunung Merbabu. Hal ini ditandai dengan posisi kilatan cahaya yang nyaris vertikal menjulang ke langit,” tuturnya.
Selain itu, kilatan cahaya yang secara visual tidak terlalu besar, ditambah ketiadaan ledakan, membuat Andi memperkirakan bahwa meteor yang kemungkinan jatuh tersebut pun tidak terlalu besar. "Setidaknya berukuran seperti kerikil dan bisa jadi telah habis terbakar di atmosfer," ujarnya.
Analisis berbeda diungkapkan oleh anggota Astronom Amatir Indonesia, Marufin Sudibyo. Dikutip dari Kompas.com, ia mengatakan bahwa memang benar telah terdeteksi sebuah meteor-terang (fireball) yang seakan-akan menumbuk puncak Gunung Merapi pada 27 Mei 2021 sekitar pukul 23.01 WIB. Terdapat dua dokumentasi untuk fenomena ini, yakni citra atau foto bertipe long exposure (kecepatan rana sangat lambat) dan rekaman CCTV beresolusi rendah.
"Berdasarkan dua dokumentasi tersebut dan dengan memperhitungkan fitur-fitur khas di sekitar puncak Gunung Merapi, maka untuk sementara ini saya menyimpulkan meteor-terang tersebut berkedudukan di atas Laut Jawa sebelah selatan Kepulauan Karimunjawa," kata Marufin pada 29 Mei 2021. Tepatnya, berjarak 150-160 kilometer di sebelah utara-barat laut dari kedua titik yang mendokumentasikan fenomena tersebut.
Meteor-terang tersebut memang seakan-akan menumbuk puncak Gunung Merapi karena berada di dalam garis pandang di antara titik pengamatan menuju ke posisi meteor. Perhitungan menunjukkan, pada kedua lokasi tersebut, meteor-terang terekam pada altitude 16-17 derajat. "Analisis saya lebih lanjut juga memperlihatkan bahwa meteor-terang ini sama sekali tak berhubungan dengan salah satu hujan meteor sebagaimana dipaparkan LAPAN," ujarnya.
Pada saat kejadian, hujan meteor Eta Aquarid maupun Arietid belum terbit atau masih nerada di bawah horizon untuk titik lokasi di sekitar Gunung Merapi, sehingga mustahil untuk bisa menjadi sumber dari meteor-terang yang terekam di sekitar Gunung Merapi. "Meteor-terang itu tidak jatuh ke paras bumi. Maka tidak jatuh pula di puncak Gunung Merapi. Posisi meteor-terang tersebut juga sangat jauh dari Gunung Merapi," imbuhnya.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa foto itu menunjukkan meteor yang jatuh di puncak Gunung Merapi, sebagian benar. Kilatan cahaya kehijauan yang terekam muncul di dekat Gunung Merapi tersebut diduga kuat terkait dengan aktivitas hujan meteor. Namun, terkait lokasinya, LAPAN menyatakan bukan di lereng Gunung Merapi, melainkan di puncak Gunung Merbabu. Fotografer yang mengabadikan peristiwa tersebut juga mengatakan cahaya misterius itu tidak jatuh di puncak Gunung Merapi, tapi perspektifnya memang seolah-olah kilatan tersebut jatuh di puncak Gunung Merapi.
TIM CEK FAKTA TEMPO
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/gunung-merapi
- https://www.facebook.com/photo.php?fbid=144450127707273&_rdc=1&_rdr
- https://www.instagram.com/p/CPZ6JKPD2I3/
- https://twitter.com/merapi_uncover/status/1398150341586157568
- https://mobile.twitter.com/JogjaUpdate/status/1398242606300024835
- https://www.instagram.com/p/CPasHxJH9PN/
- https://www.kompas.com/tren/read/2021/05/28/151000365/ramai-foto-diduga-meteor-jatuh-di-puncak-gunung-merapi-ini-penjelasan-lapan?page=all#page2
- http://edukasi.sains.lapan.go.id/artikel/cahaya-hijau-berkelebat-di-merapi-meteor/294
- https://www.tempo.co/tag/hujan-meteor
- https://www.tempo.co/tag/gunung-merbabu
- https://www.kompas.com/sains/read/2021/05/31/090300823/foto-meteor-jatuh-di-puncak-gunung-merapi-astronom-sebut-jenis-fireball?page=all
- https://www.tempo.co/tag/meteor
- https://www.tempo.co/tag/merapi
(GFD-2021-12772) [SALAH] Jhonny G Plate Resmi Divonis 20 Tahun Penjara dan Denda 500 M
Sumber: YoutubeTanggal publish: 31/05/2021
Berita
“GEGER MALAM INI || JHONNY G PLATE RESMI DIVONIS 20 TAHUN PENJARA & DENDA 500 MILYAR”
Hasil Cek Fakta
Akun youtube dengan nama Kabar News (https://www.youtube.com/@kabarnews672) pada 23 Mei 2023 mengunggah sebuah video dengan klaim bahwa Jhonny G Plate tersangka kasus penggelapan dana pembangunan BTS 4G resmi divonis 20 tahun penjara serta denda 500 milyar.
Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, faktanya apa yang disampaikan di dalam video tersebut bukanlah perihal vonis resmi yang diberikan oleh pengadilan terhadap Jhonny G Plate melainkan reaksi dari para politi terkait kasus mafia BTS 4G ini. Pengunggah pun juga tidak sama sekali menyampaikan terkait vonis resmi yang diberikan kepada Jhonny G Plate.
Tak hanya itu, dalam unggahan tersebut pengunggah pun justru menggunakan potongan-potongan video yang tidak mendukung dari klaim yang disampaikan pada judul, contohnya saja seperti pengunggah yang menggunakan cuplikan video dari unggahan milik CNN Indonesia pada 17 Mei 2023 lalu yang berisikan wawancara CNN Indonesia dengan Ketut Sumedana selaku Kapuspenkum Kejagung.
Selain itu, pengunggah juga menggunakan cuplikan video milik Official iNews yang berisikan penyelidikan Kejagung terhadap adik Jhonny G Plate yang diduga juga memiliki keterkaitan dalam kasis korupsi tersebut.
Oleh sebab itu, video dengan klaim bahwa Jhonny G Plate telah resmi divonis selama 20 tahun dan denda 500 milyar adalah konten tidak benar karena hingga saat ini masih tidak terdapat pernyataan resmi yang disampaikan oleh pihak kepolisian.
Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, faktanya apa yang disampaikan di dalam video tersebut bukanlah perihal vonis resmi yang diberikan oleh pengadilan terhadap Jhonny G Plate melainkan reaksi dari para politi terkait kasus mafia BTS 4G ini. Pengunggah pun juga tidak sama sekali menyampaikan terkait vonis resmi yang diberikan kepada Jhonny G Plate.
Tak hanya itu, dalam unggahan tersebut pengunggah pun justru menggunakan potongan-potongan video yang tidak mendukung dari klaim yang disampaikan pada judul, contohnya saja seperti pengunggah yang menggunakan cuplikan video dari unggahan milik CNN Indonesia pada 17 Mei 2023 lalu yang berisikan wawancara CNN Indonesia dengan Ketut Sumedana selaku Kapuspenkum Kejagung.
Selain itu, pengunggah juga menggunakan cuplikan video milik Official iNews yang berisikan penyelidikan Kejagung terhadap adik Jhonny G Plate yang diduga juga memiliki keterkaitan dalam kasis korupsi tersebut.
Oleh sebab itu, video dengan klaim bahwa Jhonny G Plate telah resmi divonis selama 20 tahun dan denda 500 milyar adalah konten tidak benar karena hingga saat ini masih tidak terdapat pernyataan resmi yang disampaikan oleh pihak kepolisian.
Kesimpulan
Unggahan video sebuah akun youtube dengan klaim bahwa Jhonny G Plate telah resmi menjadi tersangka dan ditahan selama 20 tahun penjara dan dikenai denda 500 M merupakan informasi yang tidak benar. Unggahan tersebut tidak sesuai baik dari cover dan judul dengan isinya.
Rujukan
(GFD-2021-7012) [SALAH] Video “lagu Indonesia Raya..sudah diganti ya?”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 30/05/2021
Berita
Akun Facebook Puti GandorIyah Jambak (fb.com/iwat.aisyah) pada 25 Mei 2021 mengunggah sebuah video dengan narasi sebagai berikut:
“Serius nanya gaes? lagu Indonesia Raya..sudah diganti ya?”
Di video tersebut, menampilkan seseorang yang merekam tayangan stasiun tv Trans7 yang menayangkan video beberapa orang menyanyikan lagu Indonesia Raya.
“Serius nanya gaes? lagu Indonesia Raya..sudah diganti ya?”
Di video tersebut, menampilkan seseorang yang merekam tayangan stasiun tv Trans7 yang menayangkan video beberapa orang menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, adanya video yang diklaim bahwa lagu Indonesia Raya sudah diganti merupakan klaim yang menyesatkan.
Faktanya, bukan diganti. Lagu Indonesia Raya di video itu adalah lagu Indonesia Raya 3 stanza yang memang sesuai dengan UU 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, Serta Lagu Kebangsaan. Video itu merupakan bagian dari acara peluncuran Program Literasi Digital Nasional pada 20 Mei 2021 yang memang disiarkan langsung di 16 TV nasional dan swasta serta live streaming di kanal Youtube Kementerian Kominfo dan Siberkreasi.
Video dengan durasi lebih panjang dan lengkap, disiarkan langsung di kanal Youtube Kemkominfo TV pada 20 Mei 2021 dengan judul “Peluncuran Program Literasi Digital Nasional”.
Dilansir dari situs Kominfo, peluncuran program ini dilaksanakan secara daring melalui ruang Zoom dan streaming YouTube, serta luring di GBK dan disiarkan langsung di 16 TV nasional dan swasta. Dipandu oleh Nycta Gina dan Indra Herlambang selaku MC, acara peluncuran ini memang diawali dengan lagu Indonesia Raya tiga stanza.
Sementara itu, dilansir dari artikel berjudul “Payung Hukum Aturan Lagu Indonesia Raya” yang terbit di situs kebudayaan.kemdikbud.go.id pada 9 Maret 2017, Lagu Kebangsaan Indonesia Raya merupakan lagu kebangsaan yang dipayungi hukum dan diatur Undang-undang No. 24 tahun 2009, oleh Peraturan Pemerintah (PP) No 44 tahun 1958 tentang Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dijelaskan dalam Pasal 1 ayat 1 bahwa “Lagu Kebangsaan Republik Indonesia, selanjutnya disebut “Lagu Kebangsaan” ialah lagu Indonesia Raya”.
DIlansir dari situs dokumen UU Nomor 24 Tahun 2009 yang diunggah di situs jdih.bssn.go.id, berikut lirik lagu Indonesia Raya versi asli dengan tiga stanza:
Stanza 1:
Indonesia Tanah Airkoe Tanah Toempah Darahkoe
Di sanalah Akoe Berdiri Djadi Pandoe Iboekoe
Indonesia Kebangsaankoe Bangsa Dan Tanah Airkoe
Marilah Kita Berseroe Indonesia Bersatoe
Hidoeplah Tanahkoe Hidoeplah Negrikoe
Bangsakoe Ra’jatkoe Sem’wanja
Bangoenlah Djiwanja Bangoenlah Badannja
Oentoek Indonesia Raja
(Reff: Diulang 2 kali, red)
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Tanahkoe Negrikoe Jang Koetjinta
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Hidoeplah Indonesia Raja
Stanza 2:
Indonesia Tanah Jang Moelia Tanah Kita Jang Kaja
Di sanalah Akoe Berdiri Oentoek Slama-Lamanja
Indonesia Tanah Poesaka P’saka Kita Semoeanja
Marilah Kita Mendo’a Indonesia Bahagia
Soeboerlah Tanahnja Soeboerlah Djiwanja
Bangsanja Ra’jatnja Sem’wanja
Sadarlah Hatinja Sadarlah Boedinja
Oentoek Indonesia Raja
(Reff: Diulang 2 kali, red)
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Tanahkoe Negrikoe Jang Koetjinta
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Hidoeplah Indonesia Raja
Stanza 3:
Indonesia Tanah Jang Seotji Tanah Kita Jang Sakti
Di sanalah Akoe Berdiri ‘Njaga Iboe Sedjati
Indonesia Tanah Berseri Tanah Jang Akoe Sajangi
Marilah Kita Berdjandji Indonesia Abadi
S’lamatlah Ra’jatnja S’lamatlah Poetranja
Poelaoenja Laoetnja Sem’wanja
Madjoelah Negrinja Madjoelah Pandoenja
Oentoek Indonesia Raja
(Reff: Diulang 2 kali, red)
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Tanahkoe Negrikoe Jang Koetjinta
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Hidoeplah Indonesia Raja
Faktanya, bukan diganti. Lagu Indonesia Raya di video itu adalah lagu Indonesia Raya 3 stanza yang memang sesuai dengan UU 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, Serta Lagu Kebangsaan. Video itu merupakan bagian dari acara peluncuran Program Literasi Digital Nasional pada 20 Mei 2021 yang memang disiarkan langsung di 16 TV nasional dan swasta serta live streaming di kanal Youtube Kementerian Kominfo dan Siberkreasi.
Video dengan durasi lebih panjang dan lengkap, disiarkan langsung di kanal Youtube Kemkominfo TV pada 20 Mei 2021 dengan judul “Peluncuran Program Literasi Digital Nasional”.
Dilansir dari situs Kominfo, peluncuran program ini dilaksanakan secara daring melalui ruang Zoom dan streaming YouTube, serta luring di GBK dan disiarkan langsung di 16 TV nasional dan swasta. Dipandu oleh Nycta Gina dan Indra Herlambang selaku MC, acara peluncuran ini memang diawali dengan lagu Indonesia Raya tiga stanza.
Sementara itu, dilansir dari artikel berjudul “Payung Hukum Aturan Lagu Indonesia Raya” yang terbit di situs kebudayaan.kemdikbud.go.id pada 9 Maret 2017, Lagu Kebangsaan Indonesia Raya merupakan lagu kebangsaan yang dipayungi hukum dan diatur Undang-undang No. 24 tahun 2009, oleh Peraturan Pemerintah (PP) No 44 tahun 1958 tentang Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dijelaskan dalam Pasal 1 ayat 1 bahwa “Lagu Kebangsaan Republik Indonesia, selanjutnya disebut “Lagu Kebangsaan” ialah lagu Indonesia Raya”.
DIlansir dari situs dokumen UU Nomor 24 Tahun 2009 yang diunggah di situs jdih.bssn.go.id, berikut lirik lagu Indonesia Raya versi asli dengan tiga stanza:
Stanza 1:
Indonesia Tanah Airkoe Tanah Toempah Darahkoe
Di sanalah Akoe Berdiri Djadi Pandoe Iboekoe
Indonesia Kebangsaankoe Bangsa Dan Tanah Airkoe
Marilah Kita Berseroe Indonesia Bersatoe
Hidoeplah Tanahkoe Hidoeplah Negrikoe
Bangsakoe Ra’jatkoe Sem’wanja
Bangoenlah Djiwanja Bangoenlah Badannja
Oentoek Indonesia Raja
(Reff: Diulang 2 kali, red)
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Tanahkoe Negrikoe Jang Koetjinta
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Hidoeplah Indonesia Raja
Stanza 2:
Indonesia Tanah Jang Moelia Tanah Kita Jang Kaja
Di sanalah Akoe Berdiri Oentoek Slama-Lamanja
Indonesia Tanah Poesaka P’saka Kita Semoeanja
Marilah Kita Mendo’a Indonesia Bahagia
Soeboerlah Tanahnja Soeboerlah Djiwanja
Bangsanja Ra’jatnja Sem’wanja
Sadarlah Hatinja Sadarlah Boedinja
Oentoek Indonesia Raja
(Reff: Diulang 2 kali, red)
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Tanahkoe Negrikoe Jang Koetjinta
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Hidoeplah Indonesia Raja
Stanza 3:
Indonesia Tanah Jang Seotji Tanah Kita Jang Sakti
Di sanalah Akoe Berdiri ‘Njaga Iboe Sedjati
Indonesia Tanah Berseri Tanah Jang Akoe Sajangi
Marilah Kita Berdjandji Indonesia Abadi
S’lamatlah Ra’jatnja S’lamatlah Poetranja
Poelaoenja Laoetnja Sem’wanja
Madjoelah Negrinja Madjoelah Pandoenja
Oentoek Indonesia Raja
(Reff: Diulang 2 kali, red)
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Tanahkoe Negrikoe Jang Koetjinta
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Hidoeplah Indonesia Raja
Kesimpulan
BUKAN diganti. Lagu Indonesia Raya di video itu adalah lagu Indonesia Raya 3 stanza yang memang sesuai dengan UU 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, Serta Lagu Kebangsaan. Video itu merupakan bagian dari acara peluncuran Program Literasi Digital Nasional pada 20 Mei 2021 yang memang disiarkan langsung di 16 TV nasional dan swasta serta live streaming di kanal Youtube Kementerian Kominfo dan Siberkreasi.
Rujukan
- https://www.youtube.com/watch?v=nalTxaBJspM
- https://balitbangsdm.kominfo.go.id/berita-peluncuran-program-literasi-digital-nasional-44-777
- https://www.kompas.com/tren/read/2021/05/21/080600465/mengenal-program-literasi-digital-nasional-dan-cara-mengaksesnya-
- https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/payung-aturan-lagu-indonesia-raya/
- https://jdih.bssn.go.id/arsip-hukum/uu-nomor-24-tahun-2009
Halaman: 6782/8134



