“Tolong bantu dikasih tahu saudara² kita yg kena covid 19..
Ini obat pemberian dari TUHAN yg mudah didapat yg sangat manjur..
🥥 1 biji air kelapa muda
🍈 1 biji jeruk nipis diperas
🥄1 sendok makan garam
Semuanya diaduk dan diminum airnya… dijamin 1 jam kemudian virusnya akan hilang….
Mudah mudahan semua dalam keadaan sehat walafiat..
Info dari teman yg kakaknya di kota Bau Bau Sulawesi Tenggara.. obat herbal ini sangat manjur…..
Bisa di infokan ke saudara,teman atau keluarga kita terima kasih…..🙏Suster Klara”
Air kelapa penyembuh covid
Kelapa muda obat covid 19
Air kelapa muda, jeruk nipis, garam dan madu
Garam kelapa obat covid
Air kelapa campur garam untuk covid
Air kelapa untuk covid
Campuran air kelapa,jeruk nipis,garam obat corona
Ramuan air kelapa + jeruk nipis
1 obat ramuan tradisional
Garam corona
Air kelapa dan jeruk nipis
Air kelapa covid
Larutan garam pencegah covid
Kelapa muda menyembuhkan covid
(GFD-2021-7013) [SALAH] Campuran Air Kelapa Muda, Jeruk Nipis dan Garam dapat Menyembuhkan Covid-19
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 30/05/2021
Berita
Hasil Cek Fakta
Beredar sebuah pesan berantai melalui Whatsapp yang mengatakan bahwa campuran air kelapa, jeruk nipis dan garam dapat menyembuhkan Covid-19. Pesan tersebut juga mengatakan bahwa jika campuran tersebut diminum maka virus Covid-19 akan hilang dalam satu jam.
Setelah melakukan penelusuran, hal tersebut tidak benar. Melansir dari laman berita Liputan6, Farmakolog Universitas Gadjah Mada (UGM), yakni Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt. mengatakan bahwa hal tersebut belum terbukti secara klinis. Sehingga masyarakat diminta untuk tidak mudah menerima informasi yang belum memiliki bukti klinis. Hasil periksa fakta dengan narasi serupa juga sudah pernah diunggah pada laman turnbackhoax.id dengan judul “[SALAH] Air Kelapa Muda, Jeruk Nipis, dan Garam Obat Covid-19” dan “[SALAH] Campuran Air Kelapa Muda, Jeruk Nipis, dan Garam Dapat Mematikan Virus Corona”.
Dengan demikian, narasi yang beredar melalui Whatsapp yang mengatakan bahwa campuran air kelapa, jeruk nipis dan garam dapat menyembuhkan Covid-19 tidak sesuai fakta dan masuk ke dalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.
Setelah melakukan penelusuran, hal tersebut tidak benar. Melansir dari laman berita Liputan6, Farmakolog Universitas Gadjah Mada (UGM), yakni Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt. mengatakan bahwa hal tersebut belum terbukti secara klinis. Sehingga masyarakat diminta untuk tidak mudah menerima informasi yang belum memiliki bukti klinis. Hasil periksa fakta dengan narasi serupa juga sudah pernah diunggah pada laman turnbackhoax.id dengan judul “[SALAH] Air Kelapa Muda, Jeruk Nipis, dan Garam Obat Covid-19” dan “[SALAH] Campuran Air Kelapa Muda, Jeruk Nipis, dan Garam Dapat Mematikan Virus Corona”.
Dengan demikian, narasi yang beredar melalui Whatsapp yang mengatakan bahwa campuran air kelapa, jeruk nipis dan garam dapat menyembuhkan Covid-19 tidak sesuai fakta dan masuk ke dalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Nadine Salsabila Naura Marhaeni (Universitas Diponegoro)
Hal tersebut tidak benar. Melansir dari laman berita Liputan6, Farmakolog Universitas Gadjah Mada (UGM), yakni Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt. mengatakan bahwa hal tersebut belum terbukti secara klinis.
Hal tersebut tidak benar. Melansir dari laman berita Liputan6, Farmakolog Universitas Gadjah Mada (UGM), yakni Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt. mengatakan bahwa hal tersebut belum terbukti secara klinis.
Rujukan
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4332289/cek-fakta-tidak-ada-bukti-air-kelapa-dicampur-jeruk-nipis-dan-garam-manjur-menyembuhkan-penderita-covid-19
- https://turnbackhoax.id/2020/08/16/salah-air-kelapa-muda-jeruk-nipis-dan-garam-obat-covid-19/
- https://turnbackhoax.id/2020/09/04/salah-campuran-air-kelapa-muda-jeruk-nipis-dan-garam-dapat-mematikan-virus-corona/
(GFD-2021-7014) [SALAH] MUI Tidak Diajak Mencari Hilal
Sumber: twitter.comTanggal publish: 30/05/2021
Berita
“MUI sdh gak diajak cari Hilal
Skrg jg gak diajak urus Halal
Hilal dan Halal bukan urusan kalian lg lho”
Skrg jg gak diajak urus Halal
Hilal dan Halal bukan urusan kalian lg lho”
Hasil Cek Fakta
Beredar sebuah komentar oleh akun Twitter @Teras_Ayung yang mengatakan bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak dilibatkan dalam penentuan 1 Syawal 1442 Hijriah. Narasi pada komentar tersebut diikuti oleh pernyataan bahwa MUI tidak dilibatkan dalam pemberian label halal.
Setelah melakukan penelusuran, hal tersebut tidak benar. Melansir dari laman berita kompas, MUI merupakan salah satu pihak yang diundang oleh Kementerian Agama dalam penentuan 1 Syawal 1442 Hijriah melalui sidang isbat yang dilaksanakan pada 11 Mei 2021. Yang mana, tanggal 1 Syawal ini juga ditentukan oleh posisi hilal.
Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh akun Twitter @Teras_Ayung tidak sesuai fakta dan masuk ke dalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.
Setelah melakukan penelusuran, hal tersebut tidak benar. Melansir dari laman berita kompas, MUI merupakan salah satu pihak yang diundang oleh Kementerian Agama dalam penentuan 1 Syawal 1442 Hijriah melalui sidang isbat yang dilaksanakan pada 11 Mei 2021. Yang mana, tanggal 1 Syawal ini juga ditentukan oleh posisi hilal.
Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh akun Twitter @Teras_Ayung tidak sesuai fakta dan masuk ke dalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Nadine Salsabila Naura Marhaeni (Universitas Diponegoro)
Hal tersebut tidak benar. Melansir dari laman berita Kompas, MUI diundang oleh Kementerian Agama untuk pada sidang isbat penentuan 1 Syawal 1442.
Hal tersebut tidak benar. Melansir dari laman berita Kompas, MUI diundang oleh Kementerian Agama untuk pada sidang isbat penentuan 1 Syawal 1442.
Rujukan
(GFD-2021-7015) [SALAH] Tautan Subsidi Pulsa dan Kuota Kemendikbud Periode Lebaran
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 30/05/2021
Berita
“https://kuotabelajaronline[dot]club/?v=105GigaBytes
KEMENDIKBUD
*Program kuota belajar pulsa 200RB dan kuota 125GB untuk dosen, guru, siswa, mahasiswa selama pembelajaran jarak jauh periode lebaran!
Batas akhir *2021-6-25”
Subsidi kuota gratis Kemdikbud
KEMENDIKBUD BAGI KUOTA GRATIS
Kuota gratis Kemendikbud
KEMENDIKBUD
*Program kuota belajar pulsa 200RB dan kuota 125GB untuk dosen, guru, siswa, mahasiswa selama pembelajaran jarak jauh periode lebaran!
Batas akhir *2021-6-25”
Subsidi kuota gratis Kemdikbud
KEMENDIKBUD BAGI KUOTA GRATIS
Kuota gratis Kemendikbud
Hasil Cek Fakta
Telah beredar kembali pesan berantai melalui WhatsApp berisi informasi dan tautan program kuota kuota 125GB dan pulsa sebesar Rp200.000 untuk dosen, guru, siswa, dan mahasiswa selama pembelajaran jarak jauh periode lebaran. Program yang diklaim berasal dari Kemendikbud itu dilaksanakan sampai 25 Juni 2021. Setelah tautan dibuka, calon penerima diharuskan mengikuti petunjuk yang ada pada laman tersebut.
Berdasarkan hasil penelusuran, tautan tersebut merupakan hoaks lama yang kembali beredar dan bukan tautan resmi milik Kemendikbud. Mengutip dari Liputan6, Plt Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemendikbud Hasan Chabibie menyatakan, informasi subsidi kuota internet bagi siswa, mahasiswa, guru, dan dosen hanya dapat diakses pada situs kuota-belajar.kemdikbud.go.id.
“Informasi resmi hanya ada di kuota-belajar.kemdikbud.go.id,” pungkas Hasan.
Informasi serupa terkait bantuan kuota internet dan pulsa sebelumnya pernah dibahas oleh Turn Back Hoax pada artikel berjudul [SALAH] Bantuan Pulsa dan Kuota Belajar Kemendikbud Periode Bulan Maret dan [SALAH] Link Program Bantuan Pulsa 200 Ribu dan Kuota 75 GB.
Dari berbagai fakta yang telah dipaparkan, pesan berantai terkait program kuota internet dan pulsa Kemendikbud dapat dikategorikan sebagai konten palsu.
Berdasarkan hasil penelusuran, tautan tersebut merupakan hoaks lama yang kembali beredar dan bukan tautan resmi milik Kemendikbud. Mengutip dari Liputan6, Plt Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemendikbud Hasan Chabibie menyatakan, informasi subsidi kuota internet bagi siswa, mahasiswa, guru, dan dosen hanya dapat diakses pada situs kuota-belajar.kemdikbud.go.id.
“Informasi resmi hanya ada di kuota-belajar.kemdikbud.go.id,” pungkas Hasan.
Informasi serupa terkait bantuan kuota internet dan pulsa sebelumnya pernah dibahas oleh Turn Back Hoax pada artikel berjudul [SALAH] Bantuan Pulsa dan Kuota Belajar Kemendikbud Periode Bulan Maret dan [SALAH] Link Program Bantuan Pulsa 200 Ribu dan Kuota 75 GB.
Dari berbagai fakta yang telah dipaparkan, pesan berantai terkait program kuota internet dan pulsa Kemendikbud dapat dikategorikan sebagai konten palsu.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)
Faktanya, tautan tersebut merupakan hoaks lama yang kembali beredar dan telah dikonfirmasi oleh pihak Kemendikbud.
Faktanya, tautan tersebut merupakan hoaks lama yang kembali beredar dan telah dikonfirmasi oleh pihak Kemendikbud.
Rujukan
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4531734/cek-fakta-informasi-pendaftaran-subsidi-pulsa-200-ribu-dan-kuota-95-gb-dari-kemendikbud-ini-tidak-benar
- https://turnbackhoax.id/2021/03/30/salah-bantuan-pulsa-dan-kuota-belajar-kemendikbud-periode-bulan-maret/
- https://turnbackhoax.id/2021/03/05/salah-link-program-bantuan-pulsa-200-ribu-dan-kuota-75-gb/
(GFD-2021-7016) [SALAH] Video Gerhana Bulan 2021 di Benua Arktik
Sumber: twitter.comTanggal publish: 30/05/2021
Berita
[diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia]
“Fenomena ini terlihat di Arktik.. yang terletak di antara wilayah Rusia & Kanada. Bulan muncul sebesar ini dan menghilang selama kira-kira 30 detik. Fenomena yang menakjubkan”
“Fenomena ini terlihat di Arktik.. yang terletak di antara wilayah Rusia & Kanada. Bulan muncul sebesar ini dan menghilang selama kira-kira 30 detik. Fenomena yang menakjubkan”
Hasil Cek Fakta
Pengguna Twitter dengan nama pengguna bibik24hours mengunggah sebuah video yang menunjukkan bulan berukuran raksasa tengah melintasi langit dan kemudian menghilang. Unggahan tersebut juga disertai dengan narasi yang menyatakan bahwa fenomena tersebut terjadi di Benua Arktik, Kutub Utara, saat gerhana bulan pada 26 Mei 2021 lalu.
Berdasarkan hasil penelusuran, video tersebut merupakan hasil suntingan oleh seorang ahli CGI, bukan merupakan video gerhana bulan di Benua Arktik pada 26 Mei 2021 lalu. Video serupa pertama kali diunggah oleh akun TikTok ahli CGI tersebut, aleksey__nz, pada 17 Mei 2021.
Artikel dengan topik serupa juga pernah dimuat dalam situs Snopes dengan judul artikel “Does Video Show Giant Moon Blocking the Sun Over the Arctic?” dan mengkategorikannya sebagai ‘false’.
Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh pengguna Twitter dengan nama pengguna bibik24hours tersebut dapat dikategorikan sebagai Konteks yang Salah/False Context.
Berdasarkan hasil penelusuran, video tersebut merupakan hasil suntingan oleh seorang ahli CGI, bukan merupakan video gerhana bulan di Benua Arktik pada 26 Mei 2021 lalu. Video serupa pertama kali diunggah oleh akun TikTok ahli CGI tersebut, aleksey__nz, pada 17 Mei 2021.
Artikel dengan topik serupa juga pernah dimuat dalam situs Snopes dengan judul artikel “Does Video Show Giant Moon Blocking the Sun Over the Arctic?” dan mengkategorikannya sebagai ‘false’.
Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh pengguna Twitter dengan nama pengguna bibik24hours tersebut dapat dikategorikan sebagai Konteks yang Salah/False Context.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini (Universitas Diponegoro).
Video tersebut merupakan hasil suntingan oleh seorang ahli CGI yang pertama kali diunggah melalui akun TikTok pada 17 Mei 2021, bukan merupakan video gerhana bulan di Benua Arktik pada 26 Mei 2021 lalu.
Video tersebut merupakan hasil suntingan oleh seorang ahli CGI yang pertama kali diunggah melalui akun TikTok pada 17 Mei 2021, bukan merupakan video gerhana bulan di Benua Arktik pada 26 Mei 2021 lalu.
Rujukan
Halaman: 6783/8134



