• (GFD-2021-6509) [SALAH] Kasir Minimarket Salah Input Voucher Game dan Meminta Kode OTP

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 12/03/2021

    Berita

    Beredar pesan Whatsapp yang mengaku sebagai kasir Indomaret dan juga Alfamart yang meminta untuk dikirimkan kode OTP karena salah input voucher game. Adapun kode OTP yang dikirimkan ke Whatsapp diketahui menggunakan Bahasa Thailand.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah dilakukan penelusuran, pesan Whatsapp yang meminta untuk mengirimkan kode OTP adalah PENIPUAN. Modus ini dilakukan untuk membajak akun Whatsapp si penerima pesan. Jika kode OTP diberitahukan atau dikirimkan, maka korban tidak bisa membuka akun Whatsapp-nya, karena akun telah diambil alih oleh penipu.

    Modus serupa sebenarnya sudah beberapa kali terjadi, artikel mengenai modus penipuan ini pernah diunggah di turnbackhoax.id dengan judul “[SALAH] Whatsapp Kasir Indomaret Salah Input Voucher Games”, dengan bujuk yang sama, penipu tersebut mengaku salah mengirimkan voucher games dan meminta korbannya untuk mengirimkan kode OTP yang berbahasa Thailand. Selain itu ada juga yang mengirimkan kode OTP dengan berbahasa India.

    Dittipidsiber Bareskrim Polri melalui akun resmi Twitter @CCICPolri mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap maraknya modus penipuan tersebut. Adapun caranya yakni dengan tidak mengirimkan kode OTP kepada akun Whatsapp yang tidak dikenal.

    Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa pesan Whatsapp yang mengaku sebagai kasir Indomaret/Alfamart yang meminta untuk dikirimkan kode OTP adalah MODU PENIPUAN, dan termasuk kategori hoax Konten Tiruan.

    Rujukan

  • (GFD-2021-6510) [SALAH] “3 Juta Orang Inggris Masuk Islam Secara Serentak”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 12/03/2021

    Berita

    Beredar postingan hasil screenshot sebuah link menuju website berita dengan alamat BUKUNEWSCHECK.ONLINE. Judul pada tautan tersebut adalah “3 Juta Orang Inggris Masuk Islam Secara Serentak Subhanallah”. Arief Delta yang membagikan postingan tersebut mengklaim judul berita beserta narasinya adalah benar, yang kemudian ia sebarkan di grup “Jokowi 3 Periode”.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah dilakukan pencarian fakta terkait, alamat website BUKUNEWSCHECK.ONLINE pada postingan tersebut adalah rekayasa/palsu.

    Informasi bahwa ada 3 juta orang Inggris masuk Islam juga tidak benar. Dilansir dari kompas.com, 3 juta orang Islam di Inggris merupakan hasil kalkulasi penduduk menurut agama dari tahun-tahun sebelumnya, sehingga bukan serentak.

    OSN atau Badan Statistik Nasional setempat, mencatat pada tahun 2016 jumlah penduduk Islam di Inggris mencapai 3 juta orang atau setara dengan 5,4 persen dari total populasi. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibanding tahun 1991, yang mana jumlah orang Islam hanya 950.000 atau 1,9 persen dari total penduduk.

    Menurut Pew Research Centre, peningkatan penduduk Muslim dari tahun ke tahun dikarenakan faktor tingkat kelahiran penduduk dan juga imigrasi orang Islam dari negara konflik seperti Suriah dan Irak. Inggris dipilih oleh para pencari suaka tersebut karena dinilai memiliki tingkat toleransi yang baik, dibanding negara-negara Eropa lainnya seperti Perancis, Spanyol, dan Polandia.

    Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa postingan Arief Delta adalah HOAX dan termasuk kategori Konten yang Menyesatkan.

    Rujukan

  • (GFD-2021-6511) [SALAH] Sentra Vaksinasi Covid-19 Istora Senayan Terbuka untuk Semua Pemegang KTP

    Sumber: WhatsApp
    Tanggal publish: 12/03/2021

    Berita

    Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi Sentra Vaksinasi Covid-19 Istora Senayan terbuka untuk semua pemegang KTP.

    Informasi tersebut beredar melalui aplikasi percakapan WhatsApp, berikut informasi Sentra Vaksinasi Covid-19 Istora Senayan terbuka untuk semua pemegang KTP tersebut:

    Kementerian BUMN bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Pemda DKI, dan Indonesia Healthcare Corporation menyulap arena olahraga bersejarah di ibu kota, Istora Senayan menjadi Sentra Vaksinasi Covid-19 Bersama.

    Kegiatan yang dimulai pada hari ini, Senin (8/3/2021), ditujukan untuk mendorong percepatan program vaksinasi nasional.

    Setiap hari, Sentra Vaksinasi Covid-19 Bersama ini menargetkan tak kurang dari 5 ribu pendaftar akan divaksin, dan akan dilakukan secara berturut-turut selama sekitar 4 bulan.

    Kementerian BUMN menjadi lokomotif hadirnya Sentra Vaksinasi Bersama, demi mempermudah akses bagi publik. Serta mempercepat dan memperluas cakupan vaksinasi program pemerintah.

    "Ini momen krusial, agar kita semua mempercepat program Indonesia Sehat demi mendukung Indonesia Bekerja. Lansia sebagai yang paling rentan, harus didahulukan," ujar Menteri BUMN, Erick Thohir di Jakarta, Selasa (8/3/2021).

    Sentra Vaksinasi Covid-19 Bersama juga akan digelar di kota-kota lain yang membutuhkan percepatan.

    Wah… Indonesia benar-benar bergerak cepat nih... agar program vaksinasi ini mencapai target yang direncanakan.

    #VaksinUntukKIta
    *Terbuka untuk semua pemegang KTP*.
    Kuota hanya 5000 orang/hari

    Lansia pagi hari, yg dibawah 60 tahun siang hari
    Ktp NON DKI juga bisa
    Go show, tanpa daftar2
    Setiap hari termsk hari Sabtu dan Minggu
    Pukul : 8.00 SD 16.00
    vaksin nasional istora
    vaksin gbk
    Vaksin di GBK
    Halo, apakah berita vaksin di GBK bisa untuk masyarakat luas walaupun bukan warga DKI Jakarta?
    Vaksin covid gratis di istora
    Vaksin di istora
    Istora Senayan GBK

    Vaksin utk 3 golongan:

    PINTU A. Diatas 60.

    PINTU B. Antara 40 sd 60.

    PINTU C. Dibawah 40.

    Semoga Berguna 👍🏽👍🏽👍🏽
    Cepat kok ......

    Kita datang minta No,
    Bawa KTP Asli,
    Isi form ,
    Serahkan ,
    Kita duduk tunggu,
    Ntar di panggil nama,
    Cek tensi ,
    Berapa pertanyaan hal Diabets, dll....

    Kita balik tunggu di panggil,
    Setelah di suntik ,
    Hrs tunggu 30 Menit,
    Ambil sertifikat ,
    Pulang ......Beres......
    Kementerian BUMN bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Pemda DKI, dan Indonesia Healthcare Corporation menyulap arena olahraga bersejarah di ibu kota, Istora Senayan menjadi Sentra Vaksinasi Covid-19 Bersama.

    Kegiatan yang dimulai pada hari ini, Senin (8/3/2021), ditujukan untuk mendorong percepatan program vaksinasi nasional.

    Setiap hari, Sentra Vaksinasi Covid-19 Bersama ini menargetkan tak kurang dari 5 ribu pendaftar akan divaksin, dan akan dilakukan secara berturut-turut selama sekitar 4 bulan.

    Kementerian BUMN menjadi lokomotif hadirnya Sentra Vaksinasi Bersama, demi mempermudah akses bagi publik. Serta mempercepat dan memperluas cakupan vaksinasi program pemerintah.

    "Ini momen krusial, agar kita semua mempercepat program Indonesia Sehat demi mendukung Indonesia Bekerja. Lansia sebagai yang paling rentan, harus didahulukan," ujar Menteri BUMN, Erick Thohir di Jakarta, Selasa (8/3/2021).

    Sentra Vaksinasi Covid-19 Bersama juga akan digelar di kota-kota lain yang membutuhkan percepatan.

    Wah… Indonesia benar-benar bergerak cepat nih... agar program vaksinasi ini mencapai target yang direncanakan.

    #VaksinUntukKIta
    Terbuka untuk semua pemegang KTP.
    Kuota hanya 5000 orang/hari
    Lansia pagi hari*,

    yg dibawah 60 tahun siang hari

    * Ktp NON DKI juga bisa*
    *Go show, *

    tanpa daftar2
    Setiap hari termsk hari Sabtu dan Minggu

    Pukul : 8.00 SD 16.00
    vaksin gratis di Istora Senayan

    Hasil Cek Fakta

    Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi Sentra Vaksinasi Covid-19 terbuka untuk semua pemegang KTP, dengan mendapati penjelasan dari Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga.

    Arya mengatakan, informasi tentang Sentra Vanksinasi Covid-19 terbuka untuk semua pemegang KTP yang beredar dijejaring sosial tidak benar.

    "Jadi ini adalah hoaks yang tersebar dan perlu diluruskan," kata Arya dalam pesan suara.

    Menurutnya, Sentra Vanksinasi Covid-19 hanya melayani pegawai publik dan lansia yang terdata sebagai warga DKI Jakarta.

    "Jadi bukan untuk yang bukan pegawai publik dan bukan lansia," tutur Arya.

    Penelusuran juga mengarah pada artikel berjudul "Sentra Vaksin Bersama BUMN di Istora Senayan Bukan untuk Masyarakat Umum" yang dimuat situs Liputan6.com, pada 10 Maret 2021.

    Artikel situs Liputan6.com menyebutkan, sejak pergelaran perdananya, muncul informasi di ranah media sosial yang menyebutkan Sentra Vaksinasi Covid-19 terbuka untuk semua pemegang KTP. Salah satu informasi menyebutkan, kegiatan vaksinasi ini bisa diikuti tanpa harus mendaftar dan terbuka selama 7 hari, termasuk Sabtu dan Minggu.

    Menanggapi kabar tersebut, Koordinator Program Management Office (PMO) Komunikasi Publik Komite Penanganan Covid-19 am Pemulihan Ekonomi Nasional (KCPPEN), Arya Sinulingga, meluruskan bahwa Sentra Vaksinasi Covid-19 hanya melayani lansia dan pelayan publik (frontliner BUMN).

    Kedua kelompok itu pun hanya bisa mendaftar vaksinasi di Istora Senayan jika memiliki KTP DKI Jakarta.

    "Ini untuk meluruskan, bahwa Sentra Vaksinasi yang dilakukan oleh Kementerian BUMN itu adalah untuk pegawai publik dan lansia yang terdata di DKI Jakarta," ujar Arya, Rabu (10/3/2021).

    Staf Khusus Menteri BUMN ini pun menegaskan, Sentra Vaksinasi Covid-19 tidak diperuntukkan untuk yang bukan pegawai publik dan non-lansia.

    "Jadi ini adalah hoax yang tersebar dan perlu diluruskan supaya jangan sampai ada yang mencoba membuat cara-cara yang tidak benar, membuat (program) vaksinasi kita menjadi berantakan," ucap Arya.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, informasi Sentra Vanksinasi Covid-19 Istora Senayan terbuka untuk semua pemegang KTP tidak benar.

    Sentra Vanksinasi Covid-19 Istora Senayan hanya melayani pegawai publik dan lansia yang terdata sebagai warga DKI Jakarta.

    Rujukan

  • (GFD-2021-6512) [SALAH] Rebusan Daun Jambu Biji Dicampur Cuka Bisa Bunuh Virus Covid-19

    Sumber: Twitter
    Tanggal publish: 12/03/2021

    Berita

    Cek Fakta Liputan6.com menemukan klaim soal ramuan yang mampu mengobati seseorang dari virus covid-19. Ramuan itu terdiri dari daun jambu biji, jahe, lemon, bawang bombai, hingga bawang putih.

    Klaim ramuan untuk mengobati virus covid-19 ditemukan di akun Twitter @TirivaviTinashe. Begini narasi yang dia buat dalam Bahasa Inggris:

    "Guava leaves, Ginger, Lemon, Vinegar, Onion, Garlic. Mix in Hot water. Do steaming 3 times a day until you sweat. It keeps your air channels open and your lungs clean. Now it's self help, Hospital Zero. Lets fight Covid 19 together..."

    Bila diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi:

    "Daun jambu biji,jahe,bawang putih,lemon,bawang merah dan cuka.Campur dengan air panas.Hirup uap panas hasil rebusan bahan-bahan tersebut 3 kali sehari hingga anda berkeringat.Uap itu akan membuat saluran pernapasan anda tetap lancar dan paru-paru anda bersih.Lakukan untuk diri anda sendiri.Mari lawan Covid19 bersama-sama…"

    Hasil Cek Fakta

    Untuk membuktikan klaim tersebut, Cek Fakta Liputan6.com menghubungi edukator kesehatan, dr. Muhammad Fajri Adda’I. Dia pun memastikan ramuan itu salah.

    "Itu (ramuan herbal) hoaks bercampur. Saya sering bahas di seminar," katanya melalui WhatsApp, Selasa (9/3/2021).

    Dokter Fajri mengatakan, jambu biji yang dicampur jahe, bawang putih, lemon, dan bawang merah, memang punya kemungkinan meningkatkan imun. Namun, itu masih membutuhkan pembuktian.

    "Secara umum, bila dikonsumsi dengan takaran yang cukup, lemon mengandung vitamin C yang dibutuhkan selama sehari, sebanyak 150 miligram. Buat maintenance sistem imun memang bagus," ujarnya.

    "Namun untuk spesifik membunuh Covid-19 itu hoaks. Karena sejauh ini belum yang terbukti bisa bunuh virus Covid-19," kata dr. Fajri menambahkan.

    Lebih lanjut, dr. Fajri malah bingung dengan klaim ramuan itu yang ditambahkan cuka. Menurutnya, cuka bisa membuat ramuan menjadi asem dan berbahaya untuk penderita penyakit kronis.

    "Lalu, dicampur cuka, bagaimana? Ya, asem. Ketika Ph-nya rendah, ini hati-hati untuk penderita maag, bisa kambuh. Ini sudah jelas hoaks. Hati-hati mencerna informasi," ujarnya memberikan penjelasan.

    Kesimpulan

    Klaim daun jambu biji yang dicampur jahe, bawang putih, bawang merah, cuka, dan lemon bisa menyembuhkan seseorang dari virus covid-19 merupakan informasi hoaks. Sebab, hingga saat ini belum ada ramuan yang direkomendasikan bisa membunuh covid-19.

    Rujukan