• (GFD-2021-6526) [SALAH] Tautan Alfamart Bagikan Gift Card Senilai Rp800.000

    Sumber: Blog
    Tanggal publish: 14/03/2021

    Berita

    “Selamat! ANDA TELAH DIPILIH UNTUK MEMILIKI KESEMPATAN MENANGKAN KARTU HADIAH ALFAMART GRATIS BERHARGA Rp 800.000

    Batas waktu acara: 31 Maret 2021”

    Hasil Cek Fakta

    Telah beredar tautan mengatasnamakan Alfamart yang membagikan kartu hadiah gratis sebesar Rp800.000 sampai 31 Maret 2021. Untuk mendapatkan hadiah tersebut, calon pemenang diminta untuk mengisi beberapa pertanyaan.

    Berdasarkan hasil penelusuran, tautan tersebut merupakan hoaks lama yang telah dimodifikasi dengan klaim yang berbeda. Mengutip dari Kompas, Corporate Communication GM Alfamart Nur Rachman membantah adanya kuis atau kegiatan survei dengan imbalan hadiah berupa voucher belanja yang diadakan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk sebagai pemilik jaringan toko Alfamart.

    “Kami mohon masyarakat waspada terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan Alfamart dengan memberi iming-iming hadiah ataupun voucher belanja, karena situs tersebut tidak benar dan bukan dari situs resmi kami,” kata Nur kepada Kompas.com, Sabtu (5/12/2020).

    Ia juga menginformasikan, semua yang berkaitan dengan pemberian voucher atau promo oleh Alfamart hanya melalui situs resmi www.alfamartku.co.id, akun media sosial Facebook www.facebook.com/alfamartku, Instagram www.instagram.com/afamart, dan Twitter www.twitter.com/alfamart.

    Informasi serupa terkait pembagian hadiah yang dilakukan Alfamart sebelumnya pernah dibahas dalam artikel Turn Back Hoax berjudul [SALAH] “Perayaan ulang tahun, Alfamart menawarkan Voucher Rp 800.000 untuk semua orang”.

    Dari berbagai fakta yang telah dijabarkan, tautan Alfamart bagikan kartu hadiah dapat dikategorikan sebagai Konten Tiruan.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)

    Faktanya, tautan tersebut merupakan hoaks lama yang kembali beredar dan telah dikonfirmasi oleh pihak Alfamart.

    Rujukan

  • (GFD-2021-6527) [SALAH] Tautan Subsidi Kuota Internet dan Pulsa Kemendikbud

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 14/03/2021

    Berita

    “http://kuotasekolah[dot]online/?gokuota
    Daftar Segera!! Subsidi kuota kemendikbud lagi diperpanjang”

    Internet subsidi
    Subsidi Kuota
    Subsidi internet

    Hasil Cek Fakta

    Telah beredar pesan berantai melalui WhatsApp berisi informasi dan tautan terkait perpanjangan subsidi kuota Kemendikbud. Setelah tautan tersebut dibuka, terdapat klaim bahwa voucher internet Indosat tersedia di aplikasi yang dapat diunduh melalui Google Play. Selain itu, calon penerima subsidi diminta untuk memasukkan nomor telepon aktif.

    Berdasarkan hasil penelusuran, pesan berantai tersebut merupakan hoaks lama yang telah dimodifikasi dengan klaim yang berbeda dan bukan tautan resmi subsidi kuota dari Kemendikbud. Mengutip dari Kompas, Plt Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemendikbud Hasan Chabibie yang diwawancarai pada 10 Februari 2021 menegaskan, berbagai informasi yang beredar dan menyebut Kemendikbud memberikan subsidi pulsa dan kuota internet itu adalah kabar bohong.

    “Informasi itu jelas hoaks,” tegas Hasan.

    Adapun informasi resmi terkait subsidi kuota internet Kemendikbud 2021 dapat diakses melalui https://kuota-belajar.kemdikbud.go.id/.

    Selain itu, pihak Indosat Oredoo yang namanya dicatut dalam situs palsu subsidi kuota itu juga membantah informasi serupa. VP Head of Strategic Communications Indosat Ooredoo Adrian Prasanto menegaskan, informasi tersebut hoaks.

    “Itu phishing,” ujarnya kepada Kompas.com, Senin (21/12/2020).

    Informasi serupa terkait subsidi kuota internet dan pulsa sebelumnya pernah dibahas oleh Turn Back Hoax pada artikel berjudul [SALAH] Bantuan Pulsa Sebesar Rp200 Ribu untuk Guru, Dosen, dan Pelajar dan [SALAH] Link Program Bantuan Pulsa 200 Ribu dan Kuota 75 GB.

    Dari berbagai fakta yang telah dipaparkan, pesan berantai terkait subsidi kuota internet dan pulsa Kemendikbud dapat dikategorikan sebagai konten palsu.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)

    Faktanya, tautan tersebut merupakan hoaks lama yang kembali beredar dan telah dikonfirmasi oleh pihak Kemendikbud.

    Rujukan

  • (GFD-2021-6514) [SALAH] “Vaksin Sinovac, Vaksin yg sebenarnya di peruntukkan untuk ayam”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 13/03/2021

    Berita

    Akun Facebook Lois Lois (fb.com/100060624750848) pada 9 Maret 2021 mengunggah sebuah tangkapan layar artikel berjudul “Guru di Kota Tegal Meninggal Usai Divaksin Sinovac” dengan narasi sebagai berikut:

    “Kode barcode vaksin asli di tukar oleh Farmasi sbg Vaksin Plasebo utk menipu KIPI. Oleh KIPI.. Akan di bantah bhw kematian bukan akibat Vaksin.

    Bukankah Indonesia di jadikan kelinci percobaan Vaksin Sinovac? Makanya belum setahun Vaksin sudah di temukan. Vaksin yg sebenarnya di peruntukkan untuk ayam. Soalnya dr.Dirga Lambe mengatakan bhw Virus hewan bisa bermutasi kepada manusia.

    Dan juru Vaksin-dr.Nadia Tarmizi adalah Ahli penyakit menular pada hewan . Vaksin sudah terlanjur di suntikkan dan WHO akhirnya melaporkan bhw Tidak di temukan bukti sumber penularan Hewan di Wuhan.

    Kata Dokter2 Hewan: Ayam2 yg di suntikan Vaksin Sinovac ini banyak yg mati setelah 2 Minggu. Selamat ya buat IDI Anda tertipu ilmu sampah. Tapi mau di bantu.. Justru saya di gosipkan Gila gangguan jiwa berat!! IDI menolak di bantu Kemenkes menolak di bantu Kalau masih minta bukti Ini lhoooo: Pandemi berlarut2!!”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Tempo, adanya klaim bahwa vaksin Sinovac merupakan vaksin yang diperuntukkan bagi ayam, lalu ayam-ayam yang disuntik vaksin Sinovac ini banyak yang mati setelah 2 minggu, dan Indonesia dijadikan kelinci percobaan vaksin Sinovac serta klaim kode barcode vaksin asli di tukar oleh Farmasi sebagai vaksin plasebo adalah klaim yang menyesatkan.

    Faktanya, vaksin Sinovac ditujukan untuk memberi perlindungan terhadap manusia dari infeksi Covid-19. Tidak ada penggunaan ayam dalam pengembangan vaksin Sinovac. Untuk vaksin Sinovac, pengujian telah dilakukan terhadap tikus. Demikian juga, tidak ada publikasi yang menyebutkan bahwa ayam-ayam mati setelah divaksin Sinovac.

    DIlansir dari Tempo, untuk memeriksa klaim tersebut, Tempo mewawancarai Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) Hindra Irawan Satari pada 12 Maret 2021 dan menelusuri berbagai literatur terkait.

    Berikut ini pemeriksaan fakta atas klaim-klaim tersebut:

    Klaim 1: Barcode vaksin asli ditukar sebagai vaksin plasebo untuk menipu KIPI

    Fakta:
    Hindra menjelaskan bahwa barcode vaksin melalui satu sistem yang sama sejak selesai diproduksi di Cina hingga disuntikkan kepada penerima vaksin. Sistem satu pintu ini diterapkan untuk memudahkan pelacakan dan distribusi serta mencegah pemalsuan terhadap sebuah vaksin. “Tidak sesederhana itu (untuk menukar kode vaksin Sinovac),” kata Hindra.

    Beberapa orang penerima vaksin Covid-19 memang mengalami KIPI. Dikutip dari Tempo, jumlah KIPI hanya sebanyak lima kasus per 10 ribu suntikan. Itu pun hanya berupa gejala yang ringan, seperti mual, kesulitan bernapas, kesemutan, lemas, atau jantung berdebar.

    ==================
    Klaim 2: Indonesia menjadi kelinci percobaan vaksin Sinovac

    Fakta:
    Indonesia bukan satu-satunya pengguna vaksin Sinovac. Dikutip dari Kompas.com, tiga negara lainnya yang menggunakan vaksin Sinovac adalah Chili, Brazil, dan Turki.

    Produksi vaksin sendiri membutuhkan proses yang panjang. Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) menjelaskan ada enam tahap yang biasanya diperlukan dalam pengembangan vaksin , yakni eksplorasi, pra-klinis, pengembangan klinis, tinjauan peraturan dan persetujuan, produksi, dan kontrol kualitas.

    Sebelum diujicobakan ke luar Cina, vaksin Sinovac telah terlebih dahulu menjalani uji coba fase I dan fase II yang melibatkan sejumlah warga Cina. Sinovac memulai pengembangan kandidat vaksin dari virus yang tidak aktif, yang disebut CoronaVac tersebut, pada 28 Januari 2020.

    Pada 13 April 2020, Administrasi Produk Medis Nasional Cina (NMPA) memberikan persetujuan untuk uji klinis fase I dan fase II di Cina, yang dimulai pada 16 April di Provinsi Jiangsu. Uji klinis fase I dan fase II itu melibatkan orang dewasa yang sehat dan berusia 18-59 tahun. Mereka diberi vaksin selama 14 hari.

    ==================
    Klaim 3: Vaksin yang sebenarnya diperuntukkan bagi ayam. Ayam banyak yang mati setelah disuntik vaksin Sinovac.

    Fakta:
    Menurut Hindra, vaksin Sinovac ditujukan bagi manusia, sesuai tahap uji klinis yang dilakukan terhadap manusia meskipun, sebelum uji klinis tersebut, dilakukan uji coba terhadap binatang. Untuk vaksin Sinovac, pengujian telah dilakukan terhadap tikus. Tidak ada penggunaan ayam dalam pengembangan vaksin Sinovac. Demikian juga, tidak ada publikasi yang menyebutkan bahwa ayam-ayam mati setelah divaksin Sinovac.

    Sementara itu, artikel berjudul “Guru di Kota Tegal Meninggal Usai Divaksin Sinovac” sendiri berisi pernyataan Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal Sri Primawati Indraswari yang menyebut penyebab seorang guru SD di Kota Tegal yang meninggal bukan karena vaksin.

    “Dia punya penyakit gula (diabetes), yang jelas bukan KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi),” kata Prima saat dikonfirmasi, Senin (8/3/2021) dikutip dari artikel yang tayang di situs jateng.suara.com pada Senin, 08 Maret 2021 pukul 17:25 WIB tersebut.

    Rujukan

  • (GFD-2021-6515) [SALAH] Akun Facebook Wali Kota Kendari Mengarahkan ke Link Whatsapp

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 13/03/2021

    Berita

    Beredar akun Facebook dengan nama “Sulkarnain Kadir”. Akun tersebut memakai foto profil Wali Kota Kendari memakai topi dan kaos hijau. Akun tersebut mengirimkan sejumlah pesan melalui messanger kepada pengguna Facebook lainnya. Setelah meminta nomor Whatsapp untuk dibuatkan grup info Covid-19 dan meminta kode yang masuk lewat SMS lalu dikirim melalui Whatsapp yang tersedia.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, melansir dari lentera sultra, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengonfirmasi bahwa akun tersebut bukan miliknya. Ia mengimbau untuk tidak menanggapi akun tersebut sampai melakukan tindakan berupa pemberian uang, dan segera melaporkan ke pihak yang berwajib.

    “Jadi saya sudah melihat dan saya dapat dipastikan akun facebook tersebut adalah akun palsu,” tegas Sulkarnain Kadir pada 5 Maret 2021.

    Kepala Dinas Kominfo Kota Kendari menyampaikan kepada masyarakat yang mendapat pesan demikian untuk tidak memberikan nomor atau identitas apapun seperti yang diminta.

    Dengan demikian, akun Facebook bernama Sulkarnain Kadir adalah palsu, sehingga hal tersebut masuk dalam kategori konten tiruan.

    Rujukan