• (GFD-2026-31641) [SALAH] Denmark Latihan Kesiapan Tempur Lawan AS soal Greenland

    Sumber: TikTok
    Tanggal publish: 14/01/2026

    Berita

    Beredar video [arsip] dari akun TikTok “juli.adi320” pada Kamis (8/1/2025), isinya memperlihatkan pesawat jet yang berterbangan.

    Unggahan disertai narasi:

    “Denmark melakukan latihan kesiapan tempur untuk melawan AS bila ambil Greenland”

    Hingga Rabu (14/1/2026), konten itu mendapat lebih dari 8.366 tanda suka, 486 interaksi komentar, serta dibagikan ulang 146 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan pencarian gambar terbalik dengan memanfaatkan Google Lens. Hasilnya, ditemukan video serupa dari  platform komunitas daring reddit.com “antonioshamoun” yang diunggah pada Selasa (24/1/2023).

    Diketahui, konteks asli dokumentasi adalah momen pesawat F16 yang sedang latihan serangan berkecepatan tinggi di Denmark pada 2023. Sama sekali tidak ada hubungannya dengan persiapan tempur melawan AS jika AS mengambil Greenland.

    Untuk diketahui, Trump memang sedang membahas berbagai opsi untuk menguasai Greenland, pulau terbesar di dunia yang saat ini dikendalikan Denmark.

    “Presiden Trump telah menyatakan dengan jelas bahwa akuisisi Greenland merupakan prioritas keamanan nasional Amerika Serikat dan hal ini penting untuk mencegah para pesaing kami di kawasan Arktik,” kata juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt dalam tanggapannya atas pertanyaan Anadolu, Selasa (6/1/2026), dikutip dari inilah.com.

    TurnBackHoax kemudian memasukkan kata kunci “Denmark melakukan persiapan tempur untuk melawan AS jika ambil Greenland”. Hasilnya, tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan klaim.

    Kesimpulan

    Konteks asli video adalah dokumentasi latihan terbang pesawat F16 pada tahun 2023. Jadi, unggahan video berisi klaim “Denmark latihan kesiapan tempur lawan AS soal Greenland” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-31897) Hoaks Purbaya Bongkar Transaksi Jahat Jokowi Rp984 Triliun

    Sumber:
    Tanggal publish: 14/01/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar unggahan di media sosial yang mengklaim Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, berhasil membongkar transaksi jahat senilai hampir Rp1.000 triliun yang dilakukan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di era pemerintahannya.

    ADVERTISEMENT

    Klaim tersebut dibagikan oleh akun Facebook @Ikhsan Kamil (arsip) pada Selasa (13/01/2026). Unggahan itu menampilkan layar gambar jalanan tanpa visual pendukung lain, dan hanya disertai rekaman suara dengan transkrip narasi.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Dalam rekaman suara di video disebutkan bahwa pada tahun terakhir masa pemerintahan Jokowi, 2024, publik dihebohkan dengan temuan transaksi senilai Rp984 triliun. Transaksi tersebut diklaim bukan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun investasi resmi, melainkan transaksi keuangan mencurigakan yang diduga terkait praktik korupsi dan disebut-sebut tercatat oleh PPATK sepanjang tahun 2024.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    “Menkeu Purbaya bongkar transaksi jahat Jokowi di Bank Pembangunan China,” tulis pengunggah di keterangan video.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Selain itu, narasi juga menyebut adanya hubungan langsung antara Jokowi dan Bank Pembangunan Cina dalam transaksi bernilai besar tersebut. Karena temuan ini, Purbaya diklaim akan berhadapan langsung dengan Jokowi.

    Periksa Fakta Purbawa Bongkar Transaksi Jahat Jokowi. foto/Hotline periksa fakta tirto

    ADVERTISEMENT

    Hingga Rabu (14/1/2026), unggahan tersebut telah ditonton sekitar 28,6 ribu kali, memperoleh sekitar 1,4 ribu tanda reaksi, 289 komentar, serta dibagikan sebanyak 566 kali.

    Klaim ini memicu perhatian publik karena menuding adanya transaksi keuangan berskala sangat besar yang melibatkan pejabat tinggi negara dan lembaga keuangan asing. Namun, benarkah Menteri Keuangan Purbaya membongkar transaksi mencurigakan senilai Rp984 triliun di era Jokowi?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto memulai penelusuran dengan menelusuri isi narasi rekaman suara yang digunakan dalam video unggahan tersebut. Pencarian dilakukan melalui mesin pencari dengan kata kunci yang relevan dengan klaim, seperti “Purbaya bongkar transaksi jahat Jokowi”. Hasilnya, ditemukan sebuah video di Youtube dengan narasi suara yang identik dengan audio dalam unggahan Facebook yang viral.

    Video tersebut berasal dari akun YouTube @Ruang Baru dengan judul “Purbaya Bongkar Transaksi Jahat Jokowi Ribuan Triliun di Bank China! Selama 2 Dekade Rakyat Sengsara!!” yang diunggah pada 7 Januari 2026. Rekaman suara yang sama dengan unggahan di Facebook dapat ditemukan pada bagian awal video, yakni sekitar detik 0:05 hingga 1:21.

    Namun, di awal unggahan video tersebut, pengunggah mencantumkan keterangan bahwa konten yang disajikan dibuat untuk edukasi dan pendidikan. Secara implisit narasi yang disampaikan merupakan interpretasi atau opini, bukan laporan resmi atau pernyataan institusional dari pemerintah.

    Untuk memahami konteks secara utuh, Tirto menonton keseluruhan video. Diketahui bahwa video tersebut memuat potongan pernyataan Gede Sandra, seorang Analis dari Lingkar Studi Perjuangan, yang diambil dari siniar @Forum Keadilan TV di YouTube pada 21 Oktober 2025.

    Dalam siniar tersebut, Gede Sandra membahas dugaan maraknya praktik miss invoicing selama dua periode pemerintahan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Ia menyampaikan analisis bahwa praktik tersebut berpotensi menyebabkan kehilangan penerimaan negara dalam jumlah besar. Namun, pernyataan tersebut disampaikan sebagai analisis dan pendapat pribadi, bukan sebagai temuan resmi negara atau hasil investigasi lembaga berwenang.

    Terkait nominal Rp984 triliun yang disampaikan dalam video tersebut, pernah disampaikan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) pada April 2025. Angka tersebut merupakan total transaksi aliran dana pada kasus dugaan korupsi selama 2024. Pernyataan ini disampaikan Ketua PPATK, Ivan Yustiavandana, pada Selasa, 22 April 2025, seperti pada tautan ini, sehingga menunjukkan nominal Rp984 triliun bukan terkait transaksi jahat seperti yang disampaikan dalam narasi pengunggah video.

    Berdasarkan rangkaian penelusuran, klaim yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya membongkar transaksi mencurigakan senilai Rp984 triliun tidak memiliki dasar yang kuat. Tidak ditemukan bukti bahwa Purbaya secara resmi mengungkap atau menangani kasus transaksi tersebut, apalagi yang dikaitkan langsung dengan Bank Pembangunan Cina dan Jokowi.

    Selain itu, informasi yang disampaikan dalam video juga tidak menunjukkan bahwa transaksi tersebut dilakukan oleh Jokowi, melainkan hanya disebut terjadi pada masa pemerintahannya. Penyebutan ini kemudian dipelintir menjadi tudingan personal yang tidak didukung fakta.

    Penelusuran melalui mesin pencari juga tidak menemukan pemberitaan dari media nasional kredibel maupun pernyataan resmi pemerintah yang membenarkan klaim bahwa Menteri Keuangan Purbaya membongkar transaksi keuangan mencurigakan senilai ratusan triliun rupiah sebagaimana narasi yang beredar.

    Kesimpulan

    Unggahan yang mengklaim Menteri Keuangan Purbaya membongkar transaksi keuangan mencurigakan senilai Rp984 triliun pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo di Bank Pembangunan China adalah tidak benar dan menyesatkan (false and misleading).

    Faktanya, klaim tersebut hanya berasal dari potongan pendapat seorang analis yang dipelintir dari konteks aslinya. Tidak ada bukti maupun pernyataan resmi yang menunjukkan Purbaya pernah membongkar transaksi tersebut, serta tidak ada dasar yang membenarkan tudingan keterlibatan langsung Jokowi sebagaimana narasi yang beredar.

    ===========

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-31642) [PENIPUAN] Tautan Pendaftaran “Lowongan Kerja Pegadaian 2026"

    Sumber: TikTok
    Tanggal publish: 14/01/2026

    Berita

    Beredar foto [arsip] dari akun TikTok “infoterkini_78” pada Senin (12/01/2026) berisi narasi:

    PT PEGADAIAN MEMBUKA LOWONGAN KERJA TAHUN 2026 UNTUK BEBERAPA POSISI

    PENDAFTARAN RESMI DIBUKA MULAI

    TANGGAL 3 JANUARI - 7 FEBRUARI 2026

    Unggahan disertai takarir:

    RESMI DIBUKA LOWONGAN KERJA PT PEGADAIAN PERSERO DI BUKA MULAI HARI INI BUAT TEMAN-TEMAN YANG INGIN MELAMAR SILAHKAN CEK LINK PENDAFTARAN YANG ADA DI BIO

    Hingga Rabu (14/1/2026), konten tersebut telah mendapat 9 tanda suka serta dibagikan ulang sekitar 11 kali. 

    Hasil Cek Fakta

    TurnBackHoax memasukkan kata kunci “pendaftaran PT Pegadaian 2026” ke mesin pencari Google. Hasil teratas mengarah ke pemberitaan kompas.com “Lowongan Kerja PT Pegadaian Minimal D3 Semua Jurusan, Ini Kualifikasinya”.

    Berita yang tayang pada Senin (5/01/2025) tersebut menjelaskan PT Pegadaian (Persero) membuka lowongan kerja sebagai Administrator Contact Center, pendaftaran dibuka secara online mulai 5—7 Januari 2026 melalui laman resmi www.pegadaian.co.id/karir.

    TurnBackHoax kemudian mengakses tautan di bio akun TikTok “infoterkini_78”. Diketahui, tautan tidak mengarah ke laman resmi, tetapi ke laman yang meminta pengisian data pribadi berupa nama, asal provinsi, serta nomor Telegram.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi tautan “pendaftaran lowongan kerja Pegadaian 2026” yang mengarah ke laman tak resmi itu merupakan konten tiruan (impostor content).
  • (GFD-2026-31643) Keliru: Laut Natuna Utara Jadi Jaminan Utang Kereta Cepat Whoosh

    Sumber:
    Tanggal publish: 14/01/2026

    Berita

    SEKITAR 20 konten dengan klaim Laut Natuna Utara menjadi jaminan utang untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, beredar di media sosial di antaranya di Instagram [arsip], Facebook, dan X.

    Konten itu memuat narasi bahwa jaminan utang tersebut tertuang  dalam perjanjian kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Cina yang ditandatangani Jokowi. Presiden Prabowo Subianto disebut baru mengetahui isi perjanjian tersebut.

    “Prabowo sampai kaget melihat perjanjian Jokowi dan Presiden Cina. Cina akan ambil kekuasaan sita Natuna Utara jika indonesia tidak bisa membayar kereta cepat,” tulis akun-akun tersebut.



    Namun, benarkah Laut Natuna Utara menjadi jaminan utang biaya pembangunan Whoosh?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi konten itu dengan wawancara, situs-situs kredibel, dan menggunakan pencarian gambar terbalik. Hasilnya, pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung Whoosh memang berutang ke China Development Bank, namun Laut Natuna Utara bukan sebagai jaminan proyek tersebut.  

    Meski begitu, Cina diduga memiliki kepentingan besar untuk menguasai sumber daya alam di Laut Natuna Utara atau yang dikenal dengan Laut Cina Selatan. Laut Natuna Utara termasuk kawasan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia sesuai United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) tahun 1982. Namun Cina mengklaim bahwa wilayah batas tersebut tumpang tindih. Dampaknya sengketa Laut Cina Selatan antara Indonesia dan Cina beberapa kali terjadi. 

    Setelah Presiden Prabowo dilantik, ia justru membuat pernyataan bersama dengan Presiden Cina Xi Jinping dalam kerja sama di Laut Natuna Utara yang dinilai dapat merugikan Indonesia dan menguntungkan Cina. Sebab salah satu butir kesepakatan berbunyi Indonesia dan Cina akan menjalani pengembangan bersama (joint development) di wilayah-wilayah tumpang-tindih. Padahal Indonesia sebelumnya tidak pernah mengakui wilayah tumpang tindih yang diklaim Cina.

    Penjaminan Utang Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

    Pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung dimulai dengan membentuk PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) pada 2015. Kerjasama ini dilakukan melalui anak usaha BUMN, PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan China Railway International Co. Ltd. 

    PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) adalah perusahaan patungan konsorsium BUMN Indonesia terdiri dari PT Wijaya Karya, PT Kereta Api Indonesia, PT Jasa Marga dan PT Perkebunan Nusantara VIII.

    Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung beroperasi pada Oktober 2023, dengan skema kepemilikan 60 persen oleh konsorsium Indonesia dan 40 persen oleh Cina. Biaya proyek awal ini tercatat sebesar US$5,5 miliar (Rp 89,6 triliun) kemudian membengkak menjadi US$7,27 miliar (Rp 118,4 triliun) akibat cost overrun. Untuk menutup pembengkakan biaya tersebut, Jokowi meneken Perpres Nomor 93 Tahun 2021. Perpres menyebutkan pemerintah dapat mendukung proyek kereta cepat melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) maupun melalui penjaminan.

    Total Penyertaan Modal Negara (PMN) yang digelontorkan untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung mencapai Rp 7,3 triliun untuk menutup pembengkakan biaya. PMN disalurkan melalui PT KAI untuk porsi kepemilikan Indonesia di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Sedangkan 75 persen sisanya, ditutup melalui pinjaman baru dari China Development Bank dengan total utang mencapai 5,415 miliar dolar AS atau setara Rp 81,2 triliun.  

    Selain nilai pinjaman pokok, bunga tahunan utang tersebut mencapai 2 persen dan bunga untuk cost overrun 3,4 persen per tahun, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) harus membayar US$ 120,9 juta per tahun untuk bunganya.

    Direktur China-Indonesia Desk di Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Muhammad Zulfikar Rakhmat, dalam skema proyek kereta cepat tersebut, aset negara tidak bisa dijadikan jaminan. Selain itu, tidak ada bukti bahwa Laut Natuna Utara atau wilayah kedaulatan lain menjadi jaminan utang.

    Pemerintah, kata dia, memberikan penjaminan yang bersifat kontinjensi karena kondisi di masa depan yang tak pasti. “Bukan dengan menjaminkan aset tertentu,” kata Zulfikar kepada Tempo, Jumat, 9 Januari 2025. 

    Dia juga mengatakan kerjasama pembangunan Whoosh merupakan jenis kerjasama Business to Business (B to B), bukan antara dua negara alias Government to Government (G to G). Maka utang yang digunakan membiayai proyek tersebut, tidak bisa menggunakan jaminan wilayah kedaulatan manapun.

    Berita Tempo pada 22 September 2023 melaporkan, APBN menjadi penjamin pinjaman ke China Development Bank melalui Peraturan Menteri Keuangan atau PMK Nomor 89 Tahun 2023. Beleid itu mengatur pelaksanaan pemberian penjaminan pemerintah untuk percepatan penyelenggaraan prasarana dan sarana Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

    Sengketa Indonesia dan Cina di Laut Natuna Utara 

    Meski Laut Natuna Utara bukan sebagai jaminan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, namun Cina diduga ingin menguasai kawasan yang juga dikenal sebagai Laut Cina Selatan. Laut Natuna Utara termasuk kawasan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia sesuai United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) tahun 1982. 

    Namun Cina mengklaim perairan tersebut masuk wilayahnya. Mereka mengklaim lewat peta yang dikenal sebagai Nine Dash Line yang menyatakan 90 persen Laut Cina Selatan merupakan wilayah mereka, termasuk bagian yang menjorok jauh mendekati Vietnam, Filipina, Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

    Pada 2021 misalnya, Cina juga pernah melayangkan protes ke Indonesia mengenai eksplorasi gas alam di Laut Natuna Utara. Cina mengklaim eksplorasi tersebut masuk di wilayah Cina. Padahal berdasarkan Konvensi PBB tentang Hukum Laut atau UNCLOS, wilayah yang dieksplorasi tersebut dimiliki oleh Indonesia.

    Namun setelah Presiden Prabowo dilantik, ia membuat pernyataan bersama dengan Presiden Cina Xi Jinping dalam kerja sama di Laut Cina Selatan atau Laut Natuna Utara  pada Sabtu, 9 November 2024. Senior Advisor Indonesia Ocean Justice Initiative atau IOJI (IOJI) Grace G. Binowo, menilai pernyataan bersama Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Cina Xi Jinping dalam kerja sama dapat merugikan Indonesia dan menguntungkan Cina.

    Dalam butir 9 pernyataan bersama Prabowo dan Xi itu, disebutkan Indonesia dan Cina mencapai kesepahaman penting untuk menjalani pengembangan bersama (joint development) di wilayah-wilayah tumpang-tindih (areas of overlapping claims). 

    Padahal, sebelumnya, Indonesia tak pernah mengakui itu dan berpegang teguh pada hukum internasional yang tertuang melalui Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS).



    Gambar versi pertama yang beredar di internet menunjukkan Jokowi bersalaman dengan Xi Jinping. Foto Jokowi dan Xi Jinping pernah diberitakan VOA Indonesia, yang bertanggal 17 Oktober 2023.

    Dalam pertemuan bilateral itu, Jokowi menyampaikan peningkatan investasi, seperti di bidang produksi baterai kendaraan listrik, otomotif, pabrik suku cadang, kilang petrokimia, produksi baja serta terkait Halal Center.

    Ia juga mendorong semakin dikembangkannya koridor ekonomi “Two Countries, Twin Parks, serta mengundang Cina menjadi mitra strategis dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN), di Kabupaten Penajam Paser, Kalimantan Timur.

    Sementara foto Prabowo berbaju putih dan berpeci hitam merupakan momen dirinya mengucapkan selamat Idul Fitri bagi yang merayakan pada tanggal 30 Maret 2025, sebagaimana ditampilkan di website Kantor Staf Presiden. 

    Dalam versi videonya pun, yang tersedia di saluran YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo hanya mengucapkan selamat Idul Fitri, meminta maaf dan menyampaikan beberapa harapan ke depan. Tidak ada pembahasan kerjasama kereta cepat Whoosh.

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan Laut Natuna bagian utara dijadikan jaminan utang pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung, Whoosh, adalah klaim keliru.

    Rujukan