• (GFD-2022-9407) [SALAH] Akun Whatsapp Mengatasnamakan BRI Guna Melakukan Perubahan Tarif Transfer

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 11/03/2022

    Berita

    Beredar akun Whatsapp yang mengatasnamakan bank BRI. Akun tersebut pertama kali menghubungi dengan cara menelepon melalui Whatsapp guna memberikan informasi serta pengarahan kepada customer untuk melakukan perubahan tarif transfer antar bank maupun sesama bank.

    tarif BRI
    Perubahan tarif BRI
    Perubahan tarif transfer bank BRI jadi RP 150.000
    Perubahan tarif transfer bank BRI jadi Rp 150.000
    Perusahaan tarif transfer Bank BRI jadi rp. 150.000
    Perubahan tarik transfer bank BRI jadi Rp 150.000
    perubahan tarif transfer bank bri jadi 150.000

    Hasil Cek Fakta

    Setelah melakukan penelusuran dengan cara mengkonfirmasi langsung melalui Direct Message Instagramnya, akun Whatsapp bank BRI dengan nomor +1(6281)212-1112 ternyata bukanlah resmi milik bank BRI.

    Melalui akun Instagram resmi @bankbri_id, menghimbau kepada masyarakat untuk tidak langsung mempercayai akun-akun yang mengatasnamakan bank BRI, semua akun resmi bank BRI terdapat tanda centang biru (verified).

    “Hati-hati Sobat BRI, jangan sampai tergocek. Selalu ingat dan pastikan kamu hanya mengikuti akun resmi BRI yang bercentang biru, ya”.

    Selain itu, akun Whatsapp resmi milik bank BRI adalah dengan nomor +62 812-1214-017 dengan layanan chat yang terhubung dan dilayani secara langsung oleh Admin BRI tanpa menghubungi via panggilan Whatsapp.

    Dengan demikian, akun Whatsapp tersebut adalah palsu bukan resmi dari bank BRI. Sehingga masuk ke dalam kategori konten tiruan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Arief Putra Ramadhan.

    Bukan akun resmi milik BRI, semua akun resmi bank BRI terdapat tanda centang biru (verified). Dan layanan chat Whatsapp yang terhubung dilayani secara langsung oleh Admin BRI tanpa menghubungi via panggilan Whatsapp.

    Rujukan

  • (GFD-2022-9408) Keliru, Video Rusia Memulai Pertempuran dengan Ukraina

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 11/03/2022

    Berita


    Sebuah video yang memperlihatkan suasana pertempuran yang melibatkan pesawat tempur dengan artileri roket beredar di media sosial. Video tersebut dibagikan dengan klaim bahwa Rusia memulai pertempuran dengan Ukraina.
    Di Facebook, video berdurasi 33 detik tersebut dibagikan akun ini pada 10 Maret 2022. Akun inipun menuliskan narasi, “Russia opens a fight with Ukraine”.
    Video ini beredar di tengah memanasnya konflik Rusia dan Ukraina. Apa benar ini video saat Rusia memulai pertempuran dengan Ukraina?
    Tangkapan layar unggahan video yang diklaim Video Rusia Memulai Pertempuran dengan Ukraina

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim Cek Fakta Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut menggunakan tool InVid. Selanjutnya jejak digital video tersebut ditelusuri dengan menggunakan reverse image tools Google dan Yandex. Hasilnya, video tersebut merupakan simulasi video game perang bernama Arma 3.
    Video yang identik pernah dimuat ke Youtube oleh kanal Compared Comparison pada 24 Februari 2022 dengan judul “ Fighter Aircraft attack C-RAM - Phalanx CIWS - Military Simulation - ArmA 3   #Shorts ”.
    Video yang identik dengan judul yang sama juga pernah diunggah ke Youtube oleh kanal A2 MOTIVATION{ARVIND ARORA FAN} PADA 3 Maret 2022.
    Selanjutnya pada 4 Maret 2022 video yang sama juga diunggah ke Youtube oleh kanal THE VILLAGE VAZHKAI CHANNEL dengan judul, “ Fighter Aircraft attack C-RAM - Phalanx CIWS - Military ”.
    Dilansir dari Thegamer.com, Pengembang simulator mendesak agar penyebaran cuplikan video game dengan klaim sebagai konflik di Ukraina segera dihentikan.
    Lingkungan dalam video game seringkali tidak dapat dibedakan dari dunia nyata. Sebagian besar waktu, realisme dalam game adalah hal yang baik.
    Namun, ketika digunakan untuk membodohi orang agar berpikir bahwa cuplikan dari sebuah game adalah sesuatu yang nyata, itu jelas bukan tujuannya. 
    Sejumlah orang telah menggunakan klip video game untuk membodohi orang lain agar percaya bahwa itu merupakan invasi Rusia ke Ukraina.
    “Sangat penting untuk menghindari menghasilkan gambar yang dapat disalahartikan dan berpotensi membahayakan nyawa,” bunyi pernyataan dari Eagle Dynamics. “Berita palsu seperti ini terlalu serius untuk dibiarkan begitu saja dan perlu disebarluaskan oleh Anda yang tahu apa yang harus dicari.”
    Ini juga bukan pertama kalinya Arma 3 digunakan untuk hal semacam ini. Sebuah klip dari permainan itu bahkan digunakan di jaringan berita India tahun lalu dalam upaya untuk meyakinkan pemirsa bahwa tentara Pakistan membantu Taliban.
    Informasi yang salah yang berfokus pada invasi Rusia ke Ukraina membanjiri percakapan media sosial pada hari Kamis (24 Februari 2022), dari konspirasi pro-Kremlin yang menyebar di Telegram hingga video yang digambarkan sebagai serangan langsung yang berkembang di platform game Facebook.
    Dilansir dari situs berita  Bloomberg.com, video teratas di Facebook Gaming digambarkan sebagai cuplikan serangan langsung di Ukraina oleh Rusia, beberapa dilengkapi dengan spanduk “breaking news”. Tapi klip tersebut sebenarnya adalah gameplay dari video game bertema militer Arma 3.
    “Menanggapi konflik militer yang sedang berlangsung di Ukraina, kami telah membentuk Pusat Operasi Khusus untuk merespons secara real time,” Nathaniel Gleicher, kepala kebijakan keamanan Meta, mengatakan di Twitter, menambahkan bahwa pusat tersebut akan dikelola dengan penutur asli.
    Pada hari Kamis, layanan tersebut dibanjiri oleh lebih dari 90 video Arma 3 dengan judul yang merujuk pada krisis di Ukraina -- beberapa di antaranya ditayangkan langsung selama delapan jam.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, video dengan klaim Rusia memulai pertempuran dengan Ukraina,keliru. Klip tersebut merupakan simulasi peperangan yang dibuat oleh perusahaan pengembang video game militer bernama Arma 3.
    TIM CEK FAKTA TEMPO

    Rujukan

  • (GFD-2022-9409) [SALAH]: Banjir Air Mata Tentara Ukraina Peluk Pasangan Sebelum Berangkat Perang

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 11/03/2022

    Berita

    Akun Facebook bernama 1Motivasi mengunggah sebuah video yang menunjukkan beberapa tentara sedang memeluk pasangannya dan diklaim merupakan momen saat tentara Ukraina berpamitan dengan pasangannya untuk pergi berperang dengan Rusia.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, video tersebut nyatanya merupakan cuplikan adegan film dokumenter berjudul “The War of Chimeras” karya Anastasia Starozhytska dan Maria Starozhytska yang memang dibuat di Ukraina pada tahun 2017.

    Film itu mengisahkan tentang perang, cinta dan kematian yang didokumentasikan menjadi film dokumenter. Cuplikan identik bisa dilihat pada kanal youtube Geomovies yang mengunggah trailer dari film tersebut pada tahun 2018 silam, jauh sebelum invasi militer Rusia ke Ukraina yang terjadi pada Februari 2022.

    Sejak meletusnya perang antara Ukraina dengan Rusia, ada banyak video yang bertebaran di media sosial termasuk tampilan perpisahan, baik dengan pasangan maupun keluarga.

    Kesimpulan

    Bukan kejadian saat ini terkait krisis Rusia dan Ukraina. Video tersebut merupakan cuplikan dari film dokumenter berjudul The War of Chimeras yang dirilis pada tahun 2017.

    Rujukan

  • (GFD-2022-9410) [SALAH]: Menteri Pekerjaan Umum Mongolia Membakar Diri

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 11/03/2022

    Berita

    Akun Facebook bernama Auliah Mahfudz mengunggah video yang menunjukkan seseorang yang membakar dirinya saat tengah mengadakan konferensi media dan terlihat orang-orang disekitarnya berusaha memadamkan api di tubuh pria itu. Akun itu mengklaim bahwa pria yang mebakar dirinya tersebut adalah Menteri Pekerjaan Umum Mongolia karena telah mengingkari janji untuk membangun 100 ribu unit rumah bagi para buruh berpenghasilan rendah.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, pada video tersebut terdapat logo situs berita Mail Online. Nyatanya video itu memang pernah diunggah Mail Online pada 16 November 2015 namun konteksnya telah dipelintir si pengunggah ulang video tersebut. Adapun aksi itu tidak dilakukan dan tidak berkaitan dengan menteri pekerjaan umum Mongolia.

    Dalam unggahannya, Mail Online memberitakan bahwa orang dalam video tersebut merupakan seorang pemimpin serikat pekerja di Mongolia. Dia membakar diri di tengah konferensi pers, sebagai bentuk protes atas usulan penjualan industri pertambangan batu bara Mongolia ke China.

    “Pemerintah tidak lagi mendukung perusahaan kami, keluarga para pekerja dipaksa kelaparan, inilah mengapa saya akan membakar diri saya untuk rakyat Mongolia dan anak-anak kami,” ujar pemimpin serikat pekerja Mongolia itu sesaat sebelum membakar diri.

    Kesimpulan

    Bukan Menteri Pekerjaan Umum Mongolia. Pria dalam video tersebut merupakan pemimpin serikat pekerja di Mongolia. Dia membakar diri sebagai bentuk protes kebijakan industri pertambangan batu bara di negaranya.

    Rujukan