• (GFD-2022-9416) [SALAH] Masjid Meledak di kota Narayanganj, Bangladesh Memakan korban 50 Jamaah

    Sumber: artikel online
    Tanggal publish: 12/03/2022

    Berita

    Sebuah artikel dengan judul “Innalillahi,Kejadian Tadi Siang, Masjid Meledak Saat Waktu Sholat, Sebanyak 50 Jamaah Meninggal Dunia, Semoga Husnol Khotimah Aminn 😥😥…” yang diposting oleh pasti-oke[dot]my[dot]id menjelaskan bahwa telah terjadi kebakaran masjid di Bangladesh dengan jumlah korban 50 orang meninggal. Dalam artikel juga dijelaskan bahwa korban luka dilarikan di Sheikh Hasina National Institute
    of Burn and Plastic Surgery di Ibu Kota Dhaka.

    NARASI:
    Innalillahi,Kejadian Tadi Siang, Masjid Meledak Saat Waktu Sholat , Sebanyak 50 Jamaah Meninggal Dunia, Semoga Husnol Khotimah Aminn 😥😥…

    Sebuah masjid di kota Narayanganj, Bangladesh, meledak di waktu sholat berjamaah pada Rabu 9 Maret
    malam hari. Peristiwa diduga terjadi akibat ledakan AC masjid.
    Sedikitnya 50 orang meninggal dunia, termasuk muazin,
    imam masjid, serta bocah berusia tujuh tahun. Sedangkan para korban luka-luka
    dirawat di Sheikh Hasina National Institute
    of Burn and Plastic Surgery di Ibu Kota Dhaka.

    Menurut kantor berita Anadolu, petugas Dinas Pemadam Kebakaran
    dan Pertahanan Sipil Bangladesh, Ershad Hossain, mengonfirmasi jumlah korban tewas.

    Hasil Cek Fakta

    Faktanya foto yang dicantumkan adalah foto kebakaran yang terjadi di rumah dan Masjid Nurul Mujtahidin di RT 08 Kelurahan Tambak Sari, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi.

    Dalam kejadian itu IPTU Sunaji mengungkapkan, kebakaran bermula saat A membakar sampah, api kemudian membesar membakar rumah dan menjalar membakar masjid yang berada dibelakang Mapolda Jambi.

    Terkait kebakaran masjid di Bangladesh, klaim ini pernah dibahas di Turnbackhoax.id dengan judul “[SALAH] Foto “Masjid Meledak Saat Waktu Sholat Jumat, Sebanyak 50 Jamaah Meninggal Dunia””. Dalam artikel tersebut menjelaskan bahwa sedikitnya 50 orang mengalami luka bakar akibat ledakan AC saat salat di sebuah masjid di Narayanganj, September 2020. Ledakan itu terjadi sekitar jam 9 malam pada hari Jumat di sebuah masjid di lingkungan Fatullah Sadar upazila. Menurut polisi setempat, ledakan terjadi saat salat Isya akan berakhir.

    Beberapa korban telah dibawa ke Institut Nasional Luka Bakar dan Bedah Plastik Sheikh Hasina di Dhaka. Koordinator institut, Dr Samanta Lal Sen mengatakan kepada Dhaka Tribune bahwa 38 korban telah dirawat.

    Berdasarkan penjelasan di atas, informasi dalam artikel tersebut salah dan masuk dalam kategori konten yang salah.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Riza Dwi (Anggota Tim Kalimasada)

    Informasi tentang kebakaran masjid di Bangladesh salah. Faktanya foto tersebut adalah foto rumah dan Masjid Nurul Mujtahidin di RT 08 Kelurahan Tambak Sari, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi.

    Rujukan

  • (GFD-2022-9417) [SALAH] Video “Jangan membiasakan anak Anda bermain HP, sangat berbahaya bisa terinfeksi radiasi HP dan bisa membutakan”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 12/03/2022

    Berita

    Akun Facebook Andre Khenyot (fb.com/andre.khenyot) pada 9 Maret 2022 mengunggah sebuah video yang memperlihatkan seorang anak yang menangis dengan kondisi mata melotot dengan narasi sebagai berikut:

    “Bagi orang tua yang sayang anaknya batasi anak anda main HP, Jangan membiasakan anak Anda bermain HP, sangat berbahaya bisa terinfeksi radiasi HP dan bisa membutakan inilah akibatnya”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, adanya video yang memperlihatkan seorang anak yang menangis dengan kondisi mata melotot yang diklaim sebagai akibat dari infeksi radiasi handphone merupakan konten yang menyesatkan.

    Faktanya bukan karena bermain handphone. Anak di video itu adalah Margarette Perez, anak asal Filipina yang penderita sindrom Crouzon atau Crouzon syndrome.

    Potongan video yang identik, diunggah di kanal Youtube GMA Public Affairs pada 22 Februari 2022 dengan judul “Brigada: Ang panaghoy ni Marga” atau yang jika diterjemahkan: “Brigada: Ratapan Marga”

    Dikutip dari deskripsinya, beberapa bulan setelah Marga lahir, keluarga mereka dilaporkan memperhatikan pertumbuhan salah satu matanya. Marga ternyata menderita sindrom Crouzon.

    Sindrom Crouzon atau Crouzon syndrome adalah cacat genetik langka yang ditandai dengan menyatunya sutura (sendi fibrosa) tulang tengkorak sebelum waktunya. Penyatuan yang prematur (disebut dengan craniosynostosis) ini membuat tengkorak anak tumbuh dengan tidak normal sehingga memengaruhi bentuk kepala dan wajah anak. Anak yang menderita Crouzon syndrome juga bisa mengalami gangguan penglihatan akibat rongga mata yang dangkal, masalah pada fungsi gigi, dan gangguan pendengaran.

    Kesimpulan

    BUKAN karena bermain handphone. Anak di video itu adalah Margarette Perez, anak asal Filipina yang penderita sindrom Crouzon atau Crouzon syndrome.

    Rujukan

  • (GFD-2022-9401) [SALAH] Indro Warkop Meninggal Dunia

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 11/03/2022

    Berita

    Beberapa waktu lalu akun Facebook bernama Agus Saputra membagikan sebuah artikel dari situs ODUHH.BLOGSPOT.COM pada grup Facebook bernama Ceramah Ustaz Syamsul Debat 2021 terkait informasi salah satu komedian senior Indonesia yang dikenal dengan nama Indro Warkop yang dikatakan telah meninggal dunia.

    Narasi:
    “innalilahi wa Inna ilaihi Raji’un ,lagi” Indro Warkop Dikabarkan Meninggal Dunia, Berikut Faktanya”.

    Hasil Cek Fakta

    Namun melansir dari kompas.com, Pihak Indro Warkop Management membantah kabar meninggalnya Indro Warkop. Pihak manajemen juga menegaskan bahwa pada saat ini Indro dalam keadaan sehat.

    Melansir dari akun Instagram pribadi Indro Warkop, yaitu @indrowarkop_asli pada tanggal 17 Februari 2022 Indro juga masih mengunggah sebuah foto dengan caption mendoakan semua orang yang sedang sakit agar bisa sembuh dan bagi yang sehat semoga akan tetap sehat selalu. Serta pada tanggal 28 Februari 2022 ia juga masih mengunggah sebuah video pada Instagram story-nya dengan keadaan yang sehat.

    Selain itu, apabila artikel yang dibagikan oleh Agus Saputra dari situs tersebut dibuka, isi artikel dalam situs tersebut menjelaskan bahwa bukanlah Indro Warkop yang telah meninggal dunia, melainkan kakak iparnya.

    Berdasarkan pada seluruh referensi, informasi Indro Warkop meninggal dunia ialah informasi salah dan masuk ke dalam kategori koneksi yang salah.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Novita Kusuma Wardhani. Informasi tersebut salah. Faktanya, Pihak Indro Warkop Management membantah kabar meninggalnya Indro Warkop. Pihak manajemen juga menegaskan bahwa pada saat ini Indro dalam keadaan sehat.

    Rujukan

  • (GFD-2022-9402) [SALAH] Video Bocah Suku Baduy Kebal Ditusuk Jarum Suntik

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 11/03/2022

    Berita

    Sebuah video yang diklaim bocah suku Baduy kebal ditusuk jarum suntik beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan oleh salah satu akun Facebook pada 6 Maret 2022.

    Dalam video berdurasi 28 detik itu, tampak seorang bocah yang mengenakan seragam sekolah dasar (SD) sedang duduk, bersiap untuk disuntik vaksin.

    Namun ketika petugas hendak menyuntikan vaksin, jarum suntik tidak bisa menembus kulit lengan si bocah. Video itu kemudian dikaitkan bahwa bocah yang kebal ditusuk jarum suntik berasal dari suku Baduy.

    "Ilmu dari orang tuanya. Anak Baduy kebal dari jarum suntik," tulis salah satu akun Facebook.

    Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 135 kali ditonton dan mendapat beragam respons dari warganet.

    Hasil Cek Fakta

    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri video yang diklaim anak suku Baduy kebal ditusuk jarum suntik. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "anak suku baduy kebal jarum suntik" di kolom pencarian situs berbagi video YouTube.

    Hasilnya terdapat beberapa video yang membantah bahwa bocah dalam video itu adalah anak suku Baduy. Satu di antaranya video berjudul "Viral! Video Bocah SD Suku Baduy Kebal Jarum Suntik, Begini Tanggapan Tetua Adat Baduy | Liputan 6" yang diunggah channel YouTube Liputan 6 SCTV pada 9 Maret 2022.

    Dalam video itu terdapat pernyataan dari Tokoh Adat Suku Baduy, Jaro Saija. Ia menegaskan, anak yang kebal jarum suntik itu bukan berasal dari suku Baduy.

    "Yang divaksin kan bukan orang Baduy. Saya lihat diberita, itu katanya orang Baduy. Dipastikan itu bukan orang Baduy, kalau itu orang Baduy, saya sudah pasti tahu," kata Jaro Sija.

    Hal yang sama juga disampaikan Kepala Puskesmas Cisimeut, Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, Dede Herdiansyah.

    "Video anak sekolah kebal disuntik, dengan narasi bahwa itu adalah anak suku Baduy, dapat kami sampaikan dari hasil laporan tim vaksinasi Puskesmas Cisimeut, tidak pernah menemukan kejadian seperti yang ada dalam video tersebut," ungkap Dede.

    Kesimpulan

    Video yang diklaim anak suku Baduy kebal ditusuk jarum suntik ternyata tidak benar. Faktanya, bocah yang ada dalam video itu bukan berasal dari suku Baduy.

    Rujukan