“Bpak juga ada perlu sedikit. Semoga bisa bantu bpak dlu hari ini sementara”.
“Iya gmana pak. Bapak dmana sekarang?. Apa yg bisa saya bantu”.
“Smenenta ada diluar ada kegiatan”.
“Luar rumah pak. Apa luar kantor”.
“Dilura kantor Kira2 ada dana yang bisa dipakai dlu”.
“Ada pak”.
“Ada sekitar rp 15 juta”.
“Ada. Gmana pak”.
(GFD-2022-9435) [SALAH] Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Lebak Meminta Uang Rp15 Juta Melalui WhatsApp Dengan Nomor 081237862386
Sumber: Whatsapp.comTanggal publish: 15/03/2022
Berita
Hasil Cek Fakta
Beberapa waktu lalu sempat beredar informasi terkait dengan munculnya akun WhatsApp bernomor 081237862386 dengan mengatasnamakan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Lebak, yaitu Dartim yang meminta bantuan dana sejumlah Rp15 juta kepada beberapa pihak untuk keperluan tertentu.
Namun melansir dari banten.suara.com, Dartim menegaskan bahwa ia baru mengatahui informasi terkait dengan pencatutan namanya dalam hal meminta sejumlah dana kepada beberapa pihak yang dilakukan oleh oknum tertentu.
Selain itu, melansir dari satelitnews.id, ia juga menegaskan bahwa nomor WhatsApp yang mengatasnamakan dirinya bukanlah nomor WhatsApp pribadinya. Serta ia juga menambahkan bahwa kejadian pencatutan namanya untuk meminta sejumlah dana seperti itu bukanlah kejadian pertama, tetapi pencatutan namanya dengan meminta sejumlah dana yang belum lama ini terjadi merupakan kejadian yang ketiga kalinya.
Atas dasar tersebut, maka Dartim mengimbau kepada semua masyarakat jika menerima pesan singkat atau telepon yang mengatasnamakan dirinya dengan meminta sesuatu agar segera melakukan koordinasi ataupun mencari tahu terlebih dahulu kebenaran dari nomor telepon yang mengatasnamakan dirinya, apakah nomor tersebut merupakan nomor telepon pribadinya atau bukan.
Berdasarkan pada seluruh referensi, informasi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Lebak meminta uang Rp15 juta melalui WhatsApp dengan nomor 081237862386 ialah informasi salah dan masuk ke dalam kategori konten palsu.
Namun melansir dari banten.suara.com, Dartim menegaskan bahwa ia baru mengatahui informasi terkait dengan pencatutan namanya dalam hal meminta sejumlah dana kepada beberapa pihak yang dilakukan oleh oknum tertentu.
Selain itu, melansir dari satelitnews.id, ia juga menegaskan bahwa nomor WhatsApp yang mengatasnamakan dirinya bukanlah nomor WhatsApp pribadinya. Serta ia juga menambahkan bahwa kejadian pencatutan namanya untuk meminta sejumlah dana seperti itu bukanlah kejadian pertama, tetapi pencatutan namanya dengan meminta sejumlah dana yang belum lama ini terjadi merupakan kejadian yang ketiga kalinya.
Atas dasar tersebut, maka Dartim mengimbau kepada semua masyarakat jika menerima pesan singkat atau telepon yang mengatasnamakan dirinya dengan meminta sesuatu agar segera melakukan koordinasi ataupun mencari tahu terlebih dahulu kebenaran dari nomor telepon yang mengatasnamakan dirinya, apakah nomor tersebut merupakan nomor telepon pribadinya atau bukan.
Berdasarkan pada seluruh referensi, informasi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Lebak meminta uang Rp15 juta melalui WhatsApp dengan nomor 081237862386 ialah informasi salah dan masuk ke dalam kategori konten palsu.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Novita Kusuma Wardhani. Informasi tersebut salah. Faktanya, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Lebak, yaitu Dartim menegaskan bahwa nomor WhatsApp yang mengatasnamakan dirinya meminta sejumlah dana bukanlah nomor WhatsApp pribadinya.
Rujukan
- https://banten.suara.com/read/2022/02/26/075705/viral-chat-kasatpol-pp-lebak-minta-uang-rp15-juta-beredar-faktanya
- https://www.satelitnews.id/64922/waspada-wa-penipu-catut-nama-kasatpol-pp-lebak-minta-uang-rp-15-juta/
- https://kabar6.com/pakai-foto-kasatpol-pp-lebak-nomor-wa-ini-minta-uang-belasan-juta-ke-pengusaha-tambak-udang/
(GFD-2022-9422) [SALAH] Informasi Surat Panggilan Seleksi Calon Karyawan BNI
Sumber: WhatsAppTanggal publish: 14/03/2022
Berita
Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi surat pemanggilan seleksi calon karyawan BNI. Informasi tersebut beredar lewat aplikasi percakapan.
Surat pemanggilan seleksi calon karyawan BNI terdiri dari tiga lembar, pada lembar pertama terdapat kop surat berupa logo BNI di bawahnya terdapat alamat dan nomor telepon. Pada lembar tersebut menyebutkan prihal pemanggilan seleksi calon karyawan BNI di tujukan untuk peserta tes seleksi.
Masih dalam halaman tersebut juga tercantum waktu dan tempat seleksi, serta identitas dan perlengkapan untuk mengikuti seleksi.
Pada lembar kedua terdapat daftar nama peserta seleksi dan mengarahkan untuk menghubung pihak travel unutk mengurusi akomodasi selama seleksi. Berikutnya, pada lembar ketiga memuat ketentuan akomodasi dan transportasi, prosedur penggantian dana transportasi, tahap seleksi dan ketentuan bagi peserta.
Surat pemanggilan seleksi calon karyawan BNI terdiri dari tiga lembar, pada lembar pertama terdapat kop surat berupa logo BNI di bawahnya terdapat alamat dan nomor telepon. Pada lembar tersebut menyebutkan prihal pemanggilan seleksi calon karyawan BNI di tujukan untuk peserta tes seleksi.
Masih dalam halaman tersebut juga tercantum waktu dan tempat seleksi, serta identitas dan perlengkapan untuk mengikuti seleksi.
Pada lembar kedua terdapat daftar nama peserta seleksi dan mengarahkan untuk menghubung pihak travel unutk mengurusi akomodasi selama seleksi. Berikutnya, pada lembar ketiga memuat ketentuan akomodasi dan transportasi, prosedur penggantian dana transportasi, tahap seleksi dan ketentuan bagi peserta.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri informasi surat pemanggilan seleksi calon karyawan BNI, dalam artikel berjudul "Cek Fakta: Waspada Penipuan Panggilan Interview Kerja Catut Nama Bank BNI" yang dimuat Liputan6.com, pada 12 Desember 2021.
Corporate Secretary BNI, Mucharom menyatakan informasi yang beredar itu hoaks.
"BNI tidak pernah memungut biaya apapun dari pelamar atau menunjuk agen perjalanan manapun dalam proses seleksi pegawa. Pelamar yang sedang menjalani proses seleksi karyawan BNI dan lolos ke tahap berikutnya akan dihubungi serta diundang secara resmi melalui email talentsearch@bni.co.id," ujar Mucharom.
"Kami meminta masyarakat agar waspada dan tidak tertipu dengan sistem rekrutmen dengan modus serupa," ujarnya menambahkan.
Dalam akun Instagram resminya, @bni46, terdapat postingan terkait surat pemanggilan seleksi calin kartawan BNI tersebut.
Mohon waspada dengan segala penipuan rekrutmen yang mengatasnamakan BNI. Seluruh proses rekrutmen di BNI tidak dipungut biaya kepada pihak pelamar.
Informasi rekrutmen BNI dapat diakses melalui ww.recruitment.bni.co.id. Selain itu bisa juga dilihat melalui Instagram @bni46, Facebook: BNI, Twitter: @BNI, dan BNI Call 1500046"
Corporate Secretary BNI, Mucharom menyatakan informasi yang beredar itu hoaks.
"BNI tidak pernah memungut biaya apapun dari pelamar atau menunjuk agen perjalanan manapun dalam proses seleksi pegawa. Pelamar yang sedang menjalani proses seleksi karyawan BNI dan lolos ke tahap berikutnya akan dihubungi serta diundang secara resmi melalui email talentsearch@bni.co.id," ujar Mucharom.
"Kami meminta masyarakat agar waspada dan tidak tertipu dengan sistem rekrutmen dengan modus serupa," ujarnya menambahkan.
Dalam akun Instagram resminya, @bni46, terdapat postingan terkait surat pemanggilan seleksi calin kartawan BNI tersebut.
Mohon waspada dengan segala penipuan rekrutmen yang mengatasnamakan BNI. Seluruh proses rekrutmen di BNI tidak dipungut biaya kepada pihak pelamar.
Informasi rekrutmen BNI dapat diakses melalui ww.recruitment.bni.co.id. Selain itu bisa juga dilihat melalui Instagram @bni46, Facebook: BNI, Twitter: @BNI, dan BNI Call 1500046"
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com informasi surat pemanggilan seleksi calon karyawan BNI tidak benar.
Informasi rekrutmen BNI dapat diakses melalui ww.recruitment.bni.co.id. Selain itu bisa juga dilihat melalui Instagram @bni46, Facebook: BNI, Twitter: @BNI, dan BNI Call 1500046.
Informasi rekrutmen BNI dapat diakses melalui ww.recruitment.bni.co.id. Selain itu bisa juga dilihat melalui Instagram @bni46, Facebook: BNI, Twitter: @BNI, dan BNI Call 1500046.
Rujukan
(GFD-2022-9423) [SALAH] Vladimir Putin Ancam FIFA karena Rusia Dilarang Tampil di Piala Dunia
Sumber: FacebookTanggal publish: 14/03/2022
Berita
Kabar tentang Vladimir Putin mengancam FIFA karena Rusia dilarang tampil di Piala Dunia beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 5 Maret 2022.
Akun Facebook tersebut mengunggah video berisi klaim Putin mengancam FIFA karena melarang Rusia tampil di Piala Dunia.
"Ancaman Presiden Rusia, Vladimir Putin kepada FIFA setelah Rusia diskros dari Piala Dunia.
Jangan berani-berani mencapuri urusan militer, sepakbola tetap sepak bola (jangaan disangkutpautkan dengan politik). Rusia akan tetap bermain di Piala Dunia FIFA 2022 Qatar. Jika berani menghalangi kami, maka tidak akan ada Piala Dunia untuk dibicarakan"
Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 200 ribu kali ditonton dan mendapat 918 komentar warganet.
Akun Facebook tersebut mengunggah video berisi klaim Putin mengancam FIFA karena melarang Rusia tampil di Piala Dunia.
"Ancaman Presiden Rusia, Vladimir Putin kepada FIFA setelah Rusia diskros dari Piala Dunia.
Jangan berani-berani mencapuri urusan militer, sepakbola tetap sepak bola (jangaan disangkutpautkan dengan politik). Rusia akan tetap bermain di Piala Dunia FIFA 2022 Qatar. Jika berani menghalangi kami, maka tidak akan ada Piala Dunia untuk dibicarakan"
Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 200 ribu kali ditonton dan mendapat 918 komentar warganet.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim Vladimir Putin mengancam FIFA karena Rusia dilarang tampil di Piala Dunia. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "vladimir putin fifa" di kolom pencarian Google Search.
Hasilnya terdapat beberapa artikel yang membantah klaim tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "Fact Check: No, Putin didn't threaten FIFA to lift Russia's suspension from Qatar World Cup" yang dimuat situs indiatoday.in pada 5 Maret 2022.
Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa tidak ada bukti valid tentang klaim Putin membuat ancaman kepada FIFA sebagai tanggapan atas penangguhan tim sepak bola Rusia dari acara global tersebut.
Dilansir dari Marca, Persatuan Sepak Bola Rusia (RFU) telah memutuskan untuk mengajukan banding terhadap keputusan FIFA di Pengadilan Arbitrase Olahraga. Namun, tidak disebutkan Putin mengancam FIFA. Sebuah artikel Fox Sports yang diterbitkan pada 4 Maret 2022 juga melaporkan hal yang sama.
Di Twitter, juga menemukan siaran pers Persatuan Sepak Bola Rusia yang menyatakan bahwa mereka akan mengajukan banding ke CAS (Pengadilan Arbitrase Olahraga) terhadap keputusan FIFA dan UEFA. Di sini juga tidak ada pernyataan dari Vladimir Putin terkait sanksi dari FIFA dan UEFA.
Hasilnya terdapat beberapa artikel yang membantah klaim tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "Fact Check: No, Putin didn't threaten FIFA to lift Russia's suspension from Qatar World Cup" yang dimuat situs indiatoday.in pada 5 Maret 2022.
Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa tidak ada bukti valid tentang klaim Putin membuat ancaman kepada FIFA sebagai tanggapan atas penangguhan tim sepak bola Rusia dari acara global tersebut.
Dilansir dari Marca, Persatuan Sepak Bola Rusia (RFU) telah memutuskan untuk mengajukan banding terhadap keputusan FIFA di Pengadilan Arbitrase Olahraga. Namun, tidak disebutkan Putin mengancam FIFA. Sebuah artikel Fox Sports yang diterbitkan pada 4 Maret 2022 juga melaporkan hal yang sama.
Di Twitter, juga menemukan siaran pers Persatuan Sepak Bola Rusia yang menyatakan bahwa mereka akan mengajukan banding ke CAS (Pengadilan Arbitrase Olahraga) terhadap keputusan FIFA dan UEFA. Di sini juga tidak ada pernyataan dari Vladimir Putin terkait sanksi dari FIFA dan UEFA.
Kesimpulan
Kabar tentang Vladimir Putin mengancam FIFA karena Rusia dilarang tampil di Piala Dunia ternyata tidak benar. Faktanya, tidak ada informasi valid yang mendukung klaim tersebut.
Sementara, Persatuan Sepak Bola Rusia (RFU) telah memutuskan untuk mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga terhadap sanksi FIFA yang melarang mereka tampil di Piala Dunia.
Sementara, Persatuan Sepak Bola Rusia (RFU) telah memutuskan untuk mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga terhadap sanksi FIFA yang melarang mereka tampil di Piala Dunia.
Rujukan
(GFD-2022-9424) [SALAH]: Pria Asal Solo Meninggal Dunia Akibat Memakan Kangkung Berisi Lintah
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 14/03/2022
Berita
🔴
🔴
INFO PENTING
🔴
🔴
KANGKUNG YANG MEMATIKAN
HATI2 MEMASAK KANGKUNG”
Diharuskan bila Anda memasak Kangkung, harap belah Batangnya !!
Di Klinik yg terkenal di Yogya, semua Dokter kebingungan karena ada seorang Pemuda asal SOLO bernama Rifai yang menderita sakit Perut. Pemuda itu dbawa ke Klinik oleh Ortunya setelah 2 hari menderita DIARE. Sudah bermacam Obat sakit perut yg diberikan kepada Pemuda itu, namun DIARE tidak kunjung sembuh.
Kemudian Ortu pemuda tersebut ditanya oleh Dokter, “Makanan apa yg di makan oleh pemuda tsb selama 2 hari ini?” Ortu anak itu kebingungan, krn sejak anaknya DIARE, pemuda tsb tak mau makan, dia hanya minum susu putih, itu pun muntah.
Setelah diperiksa, ternyata sebelum menderita DIARE, Pemuda itu makan Kangkung Tumis di Restoran bersama Ortunya. Dokter segera melakukan Rongent, ternyata dlm Usus Rifai telah berkembang Biak LINTAH dgn Anaknya yg Kecil2.
Dokter menyerah dan Menyatakan tdk sanggup mengambil tindakan Medis apapun. Akhirnya pemuda malang itu pun MENINGGAL DUNIA. Setelah diteliti, ternyata Lintah berada di Dlm Batang Kangkung yg Besar.
Memang, utk penggemar Kangkung Tumis yg paling enak adalah BATANGNYA.
KANGKUNG YANG MEMATIKAN
HATI2 MEMASAK KANGKUNG
🔴
INFO PENTING
🔴
🔴
KANGKUNG YANG MEMATIKAN
HATI2 MEMASAK KANGKUNG”
Diharuskan bila Anda memasak Kangkung, harap belah Batangnya !!
Di Klinik yg terkenal di Yogya, semua Dokter kebingungan karena ada seorang Pemuda asal SOLO bernama Rifai yang menderita sakit Perut. Pemuda itu dbawa ke Klinik oleh Ortunya setelah 2 hari menderita DIARE. Sudah bermacam Obat sakit perut yg diberikan kepada Pemuda itu, namun DIARE tidak kunjung sembuh.
Kemudian Ortu pemuda tersebut ditanya oleh Dokter, “Makanan apa yg di makan oleh pemuda tsb selama 2 hari ini?” Ortu anak itu kebingungan, krn sejak anaknya DIARE, pemuda tsb tak mau makan, dia hanya minum susu putih, itu pun muntah.
Setelah diperiksa, ternyata sebelum menderita DIARE, Pemuda itu makan Kangkung Tumis di Restoran bersama Ortunya. Dokter segera melakukan Rongent, ternyata dlm Usus Rifai telah berkembang Biak LINTAH dgn Anaknya yg Kecil2.
Dokter menyerah dan Menyatakan tdk sanggup mengambil tindakan Medis apapun. Akhirnya pemuda malang itu pun MENINGGAL DUNIA. Setelah diteliti, ternyata Lintah berada di Dlm Batang Kangkung yg Besar.
Memang, utk penggemar Kangkung Tumis yg paling enak adalah BATANGNYA.
KANGKUNG YANG MEMATIKAN
HATI2 MEMASAK KANGKUNG
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook bernama Muslimah Cakep mengunggah sebuah foto sayuran kangkung yang terdapat lintah pada bagian batang yang dibelah. Dalam unggahannya, terdapat narasi klaim bahwa seorang pria asal Solo meninggal dunia setelah memakan kangkung yang berisi lintah.
Berdasarkan penelusuran, klaim bahwa seorang pria asal Solo meninggal dunia akibat memakan kangkung berisi lintah merupakan hoaks yang sudah beredar sejak 2019 lalu. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, dari Divisi Gastroenterologi, Departemen Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia – Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengatakan belum pernah mendapati kasus semacam itu. Selama ini parasit yang ditemukan di dalam pencernaan manusia adalah cacing.
“Kalau lintah sepertinya nggak bisa ya. Kena asam lambung pasti mati. Parasit di tubuh manusia memang ada. Umumnya telur cacing yang masuk ke tubuh, bermanifestasi di usus halus,” terang dr Ari dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Rabu (28/10/2015).
Cacing, sambung dr Ari, bisa masuk ke dalam pencernaan manusia melalui makanan yang tidak matang. Karena umumnya telur cacing bisa menempel di sayuran mentah. Karena itu dr Ari mengingatkan untuk memasak sayuran hingga matang. Jikapun memakan sayuran mentah sebagai lalapan pastikan telah benar-benar dicuci sampai bersih. Selain itu ada baiknya minum obat cacing secara teratur, yakni enam bulan sekali.
“Selain cacing, bakteri dan jamur kadang bisa terbawa ke pencernaan,” sambung dr Ari.
Mungkin kabar lintah bersemayam di usus adalah kabar palsu. Namun setidaknya dari situ ada hal baik yang bisa diambil yakni menjaga kebersihan makanan yang diasup.
Berdasarkan penelusuran, klaim bahwa seorang pria asal Solo meninggal dunia akibat memakan kangkung berisi lintah merupakan hoaks yang sudah beredar sejak 2019 lalu. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, dari Divisi Gastroenterologi, Departemen Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia – Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengatakan belum pernah mendapati kasus semacam itu. Selama ini parasit yang ditemukan di dalam pencernaan manusia adalah cacing.
“Kalau lintah sepertinya nggak bisa ya. Kena asam lambung pasti mati. Parasit di tubuh manusia memang ada. Umumnya telur cacing yang masuk ke tubuh, bermanifestasi di usus halus,” terang dr Ari dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Rabu (28/10/2015).
Cacing, sambung dr Ari, bisa masuk ke dalam pencernaan manusia melalui makanan yang tidak matang. Karena umumnya telur cacing bisa menempel di sayuran mentah. Karena itu dr Ari mengingatkan untuk memasak sayuran hingga matang. Jikapun memakan sayuran mentah sebagai lalapan pastikan telah benar-benar dicuci sampai bersih. Selain itu ada baiknya minum obat cacing secara teratur, yakni enam bulan sekali.
“Selain cacing, bakteri dan jamur kadang bisa terbawa ke pencernaan,” sambung dr Ari.
Mungkin kabar lintah bersemayam di usus adalah kabar palsu. Namun setidaknya dari situ ada hal baik yang bisa diambil yakni menjaga kebersihan makanan yang diasup.
Kesimpulan
Hoaks yang berulang. Informasi terkait seorang pria asal Solo meninggal dunia akibat memakan kangkung berisi lintah sudah beredar sejak 2019 lalu. Dokter spesialis penyakit dalam menjelaskan bahwa sejenis lintah tidak mungkin dapat masuk dan hidup di dalam pencernaan.
Rujukan
Halaman: 6207/8004

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3958206/original/065895600_1646886546-bank_bni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3957206/original/049471400_1646810532-Fifa1.jpg)
