Beredar di media sosial postingan terkait covid-19 varian Omicron yang merupakan senjata biologis buatan. Postingan tersebut beredar sejak tengah pekan ini.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Instagram. Akun itu mempostingnya pada 9 Maret 2022.
Berikut isi postingannya:
"Covid-19 varian omicron beneran senjata biologis ya? ini emang settingan WHO, Bill Gates, dan Paus Fransiskus ya?"
(GFD-2022-9403) [SALAH] COVID-19 Varian Omicron Adalah Senjata Biologis Buatan
Sumber: FacebookTanggal publish: 11/03/2022
Berita
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan penjelasan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). WHO menjelaskan hal itu dalam website who.int pada 26 November 2021.
Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa COVID-19 varian Omicron baru ditemukan pertama kali pada 24 November 2021 di Afrika Selatan, dan menamainya menggunakan huruf Yunani "Omicron".
Varian ini memiliki sejumlah besar mutasi, beberapa di antaranya mengkhawatirkan.
Bukti awal menunjukkan peningkatan risiko infeksi ulang dengan varian ini, dibandingkan dengan VOC lainnya. Jumlah kasus varian ini meningkat di hampir semua provinsi di Afrika Selatan.
Terkait hoaks seputar covid-19 varian Omicron juga pernah ditulis Cek Fakta Liputan6.com sebelumnya. Anda bisa melalui link berikut ini...
Khusus di Indonesia, varian Omicron ini sudah mendominasi kasus. Hal itu dijelaskan WHO dalam artikel yang sudah ditulis Liputan6.com pada 17 Februari 2022 berjudul "WHO Sebut Varian Omicron BA.1 dan BA.1.1 Paling Dominan di Indonesia". Berikut isi artikel tersebut:
"Liputan6.com, Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut varian Omicron jenis BA.1 dan BA.1.1 termasuk yang paling dominan di Indonesia. Laporan ini termaktub dalam Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) Situation Report – 87 yang terbit per 16 Februari 2022.
Garis keturunan (varian Omicron) BA.1 dan BA.1.1 adalah yang paling dominan di Indonesia, tulis WHO sebagaimana laporan yang diterima Health Liputan6.com pada Kamis, 17 Februari 2022.
Selain BA.1 dan BA.1.1, WHO juga mencatat, garis keturunan varian Omicron (dari garis keturunan induk B.1.529) telah diidentifikasi di Indonesia, yakni BA.2 dan BA.3. Artinya, sudah ada empat subvarian Omicron yang terdeteksi di Indonesia.
Berdasarkan data Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID) per 13 Februari 2022 yang dihimpun WHO, sebaran subvarian Omicron BA.1 di Indonesia hampir mencapai 90 persen, terutama rentang 17-31 Desember 2021.
Subvarian Omicron BA.1.1 bahkan yang paling mendominasi, sudah di angka 100 persen sejak ditemukan varian Omicron sejak 16 Desember 2021 sampai sekarang. Sementara itu, garis keturunan Omicron BA.2 memiliki banyak mutasi karakteristik dengan garis keturunan BA.1, menurut bukti yang tersedia saat ini."
Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa COVID-19 varian Omicron baru ditemukan pertama kali pada 24 November 2021 di Afrika Selatan, dan menamainya menggunakan huruf Yunani "Omicron".
Varian ini memiliki sejumlah besar mutasi, beberapa di antaranya mengkhawatirkan.
Bukti awal menunjukkan peningkatan risiko infeksi ulang dengan varian ini, dibandingkan dengan VOC lainnya. Jumlah kasus varian ini meningkat di hampir semua provinsi di Afrika Selatan.
Terkait hoaks seputar covid-19 varian Omicron juga pernah ditulis Cek Fakta Liputan6.com sebelumnya. Anda bisa melalui link berikut ini...
Khusus di Indonesia, varian Omicron ini sudah mendominasi kasus. Hal itu dijelaskan WHO dalam artikel yang sudah ditulis Liputan6.com pada 17 Februari 2022 berjudul "WHO Sebut Varian Omicron BA.1 dan BA.1.1 Paling Dominan di Indonesia". Berikut isi artikel tersebut:
"Liputan6.com, Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut varian Omicron jenis BA.1 dan BA.1.1 termasuk yang paling dominan di Indonesia. Laporan ini termaktub dalam Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) Situation Report – 87 yang terbit per 16 Februari 2022.
Garis keturunan (varian Omicron) BA.1 dan BA.1.1 adalah yang paling dominan di Indonesia, tulis WHO sebagaimana laporan yang diterima Health Liputan6.com pada Kamis, 17 Februari 2022.
Selain BA.1 dan BA.1.1, WHO juga mencatat, garis keturunan varian Omicron (dari garis keturunan induk B.1.529) telah diidentifikasi di Indonesia, yakni BA.2 dan BA.3. Artinya, sudah ada empat subvarian Omicron yang terdeteksi di Indonesia.
Berdasarkan data Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID) per 13 Februari 2022 yang dihimpun WHO, sebaran subvarian Omicron BA.1 di Indonesia hampir mencapai 90 persen, terutama rentang 17-31 Desember 2021.
Subvarian Omicron BA.1.1 bahkan yang paling mendominasi, sudah di angka 100 persen sejak ditemukan varian Omicron sejak 16 Desember 2021 sampai sekarang. Sementara itu, garis keturunan Omicron BA.2 memiliki banyak mutasi karakteristik dengan garis keturunan BA.1, menurut bukti yang tersedia saat ini."
Kesimpulan
Postingan yang mengklaim covid-19 varian Omicron merupakan senjata biologis buatan adalah hoaks.
Rujukan
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4907714/cek-fakta-tidak-benar-covid-19-varian-omicron-adalah-senjata-biologis-buatan
- https://www.who.int/en/activities/tracking-SARS-CoV-2-variants/?fbclid=IwAR0V1ZL-SGDEd1Qzlur9-cojqeWALBn5oiET0aTGw3Jm2eCGgohkD9G86jE
- https://www.who.int/news/item/26-11-2021-classification-of-omicron-(b.1.1.529)-sars-cov-2-variant-of-concern
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4891473/ragam-hoaks-seputar-covid-19-varian-omicron-dari-game-hingga-disebarkan-melalui-pesawat?source=search
(GFD-2022-9404) [SALAH] Video “KEMENTERIAN KESEHATAN UKRAINA: 57 MATI, 169 TERLUKA DI SELURUH UKRAINA KARENA SERANGAN RUSIA”
Sumber: twitter.comTanggal publish: 11/03/2022
Berita
NARASI: “Kita masih hidup di dunia yang indah, bukan? Bahkan orang mati tidak lagi dapat diandalkan… Beberapa memilih Macron, yang lain dibangkitkan dalam propaganda hidup penuh, terbatuk-batuk…”
Hasil Cek Fakta
SUMBER membagikan video hasil MANIPULASI yang aslinya merupakan cuplikan dari laporan OE24 tentang aktivitas protes terhadap kebijakan iklim di Wina, Austria, yang menyebabkan kesimpulan SALAH.
Video aslinya, OE24: “Wina: Demo menentang kebijakan iklim”
Sumber audio asli ditambahkan ke video hasil MANIPULASI, NBC News di YouTube: “Kementerian Kesehatan Ukraina mengatakan setidaknya 57 orang telah tewas dan 169 terluka setelah Rusia melancarkan serangannya ke Ukraina dengan ribuan orang melarikan diri dari Kyiv mencari perlindungan. Cal Perry dari NBC News melaporkan dari Lviv.” (mulai dari 0:24 hingga 0:49)
OE24.TV di YouTube: “Wina: Demo menentang kebijakan iklim”
Laporan video yang sama sebelumnya disalahgunakan untuk informasi palsu “Video “TV langsung Ukraina yang diduga merekam orang mati di TV yang terbunuh selama invasi” Video”, TurnBackHoax.ID: “TIDAK BERHUBUNGAN dengan Ukraina. FAKTA: video yang dibagikan adalah cuplikan dari laporan oe24 tentang aktivitas protes terhadap kebijakan iklim di Wina, Austria.”
dan juga informasi palsu “Korban Covid-19 yang Terlihat Berbaring di Jalanan Ternyata Hanya Perbuatan”, TurnBackHoax.ID: “Tidak ada hubungannya dengan Covid-19. Orang-orang tergeletak di jalan seolah-olah mereka mati sedang memprotes kebijakan perubahan iklim di Wina, Austria.”
Video aslinya, OE24: “Wina: Demo menentang kebijakan iklim”
Sumber audio asli ditambahkan ke video hasil MANIPULASI, NBC News di YouTube: “Kementerian Kesehatan Ukraina mengatakan setidaknya 57 orang telah tewas dan 169 terluka setelah Rusia melancarkan serangannya ke Ukraina dengan ribuan orang melarikan diri dari Kyiv mencari perlindungan. Cal Perry dari NBC News melaporkan dari Lviv.” (mulai dari 0:24 hingga 0:49)
OE24.TV di YouTube: “Wina: Demo menentang kebijakan iklim”
Laporan video yang sama sebelumnya disalahgunakan untuk informasi palsu “Video “TV langsung Ukraina yang diduga merekam orang mati di TV yang terbunuh selama invasi” Video”, TurnBackHoax.ID: “TIDAK BERHUBUNGAN dengan Ukraina. FAKTA: video yang dibagikan adalah cuplikan dari laporan oe24 tentang aktivitas protes terhadap kebijakan iklim di Wina, Austria.”
dan juga informasi palsu “Korban Covid-19 yang Terlihat Berbaring di Jalanan Ternyata Hanya Perbuatan”, TurnBackHoax.ID: “Tidak ada hubungannya dengan Covid-19. Orang-orang tergeletak di jalan seolah-olah mereka mati sedang memprotes kebijakan perubahan iklim di Wina, Austria.”
Kesimpulan
TIDAK TERKAIT dengan Ukraina dan kondisinya saat ini (2022). FAKTA: video yang dibagikan ASLINYA adalah cuplikan dari laporan OE24 tentang aktivitas protes terhadap kebijakan iklim di Wina, Austria, DIMANIPULASI dengan menindih teks asli di bagian bawah dan mengganti audio menggunakan audio dari video oleh NBC News.
Rujukan
- http[1] firstdraftnews.org: “Memahami gangguan informasi” (Google Translate),
- https://bit.ly/3wHx0lO /
- https://archive.md/nb52W (arsip cadangan dengan bahasa asli, English). [2] oe24.at,
- https://bit.ly/3pyFdpY /
- https://bit.ly/3ID1iuU (arsip cadangan, diterjemahkan oleh ekstensi Google Translate peramban Google Chrome). [3] youtube.com: “Setidaknya 57 Orang Mati dan 169 Orang Terluka Setelah Serangan Rusia ke Ukraina”,
- https://bit.ly/365hTcq /
- https://archive.ph/69psF (arsip cadangan). [4] youtube.com,
- https://bit.ly/35Le4sB /
- https://archive.ph/0k9cr (arsip cadangan, diterjemahkan oleh ekstensi Google Translate peramban Google Chrome). [5] turnbackhoax.id,
- https://bit.ly/349Vieh /
- https://archive.ph/Z6j3P (arsip cadangan). [6] turnbackhoax.id (Google Translate),
- https://bit.ly/3pzQxlz /
- https://archive.ph/ZgIIE (arsip cadangan).
(GFD-2022-9405) [SALAH] Membedong Bayi Dapat Membuat Tulang Belakang Bayi Semakin Kuat Dan Rangka Tubuh Sempurna
Sumber: facebook.comTanggal publish: 11/03/2022
Berita
Akun Facebook Hafshah Mahmudah mengunggah narasi yang mengklaim bahwa membedong bayi selain menghangatkan tubuh bayi juga dapat membuat tulang belakang bayi semakin kuat dan tumbuh dengan lebih baik dan rangka tubuh sempurna.
NARASI:
“Bedong anak sejak dini itu manfaatnya bukan untuk menghangatkan tubuh bayi saja tapi ada beberapa gerakan yg bisa membuat tulang belakang bayi semakin kuat jadi anak bisa tumbuh dengan lebih baik dan rangka tubuh sempurna”
NARASI:
“Bedong anak sejak dini itu manfaatnya bukan untuk menghangatkan tubuh bayi saja tapi ada beberapa gerakan yg bisa membuat tulang belakang bayi semakin kuat jadi anak bisa tumbuh dengan lebih baik dan rangka tubuh sempurna”
Hasil Cek Fakta
Melansir CNNIndonesia.com, dokter spesialis bedah ortopedi Faisal Miraj mengatakan bahwa membedong bayi dapat mengakibatkan dislokasi panggul. Faisal menjelaskan bayi memiliki sendi panggul yang lentur. Kebiasaan membedong membuat posisi kaki bayi lurus dan rapat. Sendi panggul yang lentur ini kemudian tertarik masuk. Namun saat bedong dilepas, sendi panggul akan kembali keluar. Kebiasaan pasang bedong dan lepas bedong berulang justru akan menyebabkan sendi panggul lama-kelamaan keluar. Selain itu Faisal menambahkan membedong dapat membuat pertumbuhan tulang anak terganggu. Panjang tungkai berbeda dan anak dapat berdiri atau berjalan miring. Faisal pun mengingatkan orang tua untuk tidak lagi membedong bayinya. Sebaiknya bayi dibiarkan pada posisi natural yakni agak mengangkang.
Kemudian melansir Alodokter.com, membedong bayi memiliki bahaya lainnya seperti sudden infant death syndrome (SIDS) atau sindom kematian bayi mendadak. Risiko terjadinya SIDS akan meningkat jika bayi yang dibedong berguling ke posisi tengkurap saat tidur. Selain itu, bedong juga bisa membuat bayi sesak dan kepanasan. Lalu dijelaskan juga masih terdapat beberapa cara agar bayi tidak rewel dan tidur pulas seperti memberikan empeng, menciptakan suasana kamar yang tenang dan nyaman, serta mengatur suhu kamar yang pas agar bayi tidak kepanasan atau kedinginan. Namun masih diperbolehkan membedong bayi dengan cara dan petunjuk dan tepat, dan bila perlu dengan petunjuk bidan atau dokter.
Dengan demikian unggahan Akun Facebook Hafshah Mahmudah merupakan misleading content atau konten yang menyesatkan.
Kemudian melansir Alodokter.com, membedong bayi memiliki bahaya lainnya seperti sudden infant death syndrome (SIDS) atau sindom kematian bayi mendadak. Risiko terjadinya SIDS akan meningkat jika bayi yang dibedong berguling ke posisi tengkurap saat tidur. Selain itu, bedong juga bisa membuat bayi sesak dan kepanasan. Lalu dijelaskan juga masih terdapat beberapa cara agar bayi tidak rewel dan tidur pulas seperti memberikan empeng, menciptakan suasana kamar yang tenang dan nyaman, serta mengatur suhu kamar yang pas agar bayi tidak kepanasan atau kedinginan. Namun masih diperbolehkan membedong bayi dengan cara dan petunjuk dan tepat, dan bila perlu dengan petunjuk bidan atau dokter.
Dengan demikian unggahan Akun Facebook Hafshah Mahmudah merupakan misleading content atau konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Ari Dwi Prasetyo.
Klaim membedong bayi dapat membuat tulang belakang bayi semakin kuat dan rangka tubuh sempurna adalah informasi yang menyesatkan. Faktanya membedong bayi dapat mengakibatkan dislokasi panggul pada bayi, selain itu membedong bayi juga dapat membuat pertumbuhan tulang anak terganggu, panjang tungkai berbeda dan anak dapat berdiri atau berjalan miring.
Klaim membedong bayi dapat membuat tulang belakang bayi semakin kuat dan rangka tubuh sempurna adalah informasi yang menyesatkan. Faktanya membedong bayi dapat mengakibatkan dislokasi panggul pada bayi, selain itu membedong bayi juga dapat membuat pertumbuhan tulang anak terganggu, panjang tungkai berbeda dan anak dapat berdiri atau berjalan miring.
Rujukan
(GFD-2022-9406) Sebagian Benar, Video yang Diklaim perang Rusia Ukraina
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 11/03/2022
Berita
Video hampir 10 menit yang diklaim perang Ukraina versus Rusia, dibagikan oleh salah satu akun Facebook, Kamis 10 Maret 2022. Video ini telah ditonton hampir 3 ribu kali hingga Jumat 11 Maret 2022.
Video ini berisi kumpulan berbagai video yang menampakkan para prajurit dengan berbagai alat sistem persenjataan di darat, laut dan udara. Medan pertempuran juga berada di sejumlah lokasi mulai padang sabana, hutan, pantai, hingga kawasan bersalju.
Video ini beredar di tengah memanasnya konflik Rusia dan Ukraina. Benarkah video tersebut adalah bagian dari peperangan Rusia dan Ukraina?
Tangkapan layar unggahan video yang diklaim video perang Rusia dan Ukraina
Hasil Cek Fakta
Hasil pemeriksaan Tempo menunjukkan bahwa sebagian besar video kompilasi di dalamnya bukan bagian dari peperangan Rusia dan Ukraina.
Satu video yang terkait dengan Rusia dan Ukraina berada di menit 8:31 hingga 8:47 yang menunjukkan iring-iringan kendaraan dari Rusia menuju perbatasan Ukraina.
Video ini dimuat di situs News Sky pada 25 Februari 2022, dengan penjelasan: puluhan kendaraan militer Rusia berbaris menghadap ke perbatasan Ukraina. Invasi telah mencapai ibukota Ukraina Kyiv, yang memasuki 'fase defensif'.
Tangkapan layar Video ini dimuat di situs News Sky pada 25 Februari 2022, dengan penjelasan: puluhan kendaraan militer Rusia berbaris menghadap ke perbatasan Ukraina. Invasi telah mencapai ibukota Ukraina Kyiv, yang memasuki 'fase defensif'.
Sedangkan beberapa video lain yang tidak terkait dengan perang Rusia-Ukraina yakni:
Video detik ke 0:27 hingga 3:15 adalah bagian dari GREEN GRIFFIN 21 adalah pelatihan tempur multinasional yang dilakukan untuk meningkatkan skala, kemampuan, dan interoperabilitas sekutu NATO dan pasukan mitra. Pelatihan tersebut melibatkan unsur-unsur dari Brigade Penerbangan Tempur ke-12 Angkatan Darat AS, Bundeswehr Jerman, Angkatan Udara Belanda, dan Brigade Mekanis Angkatan Darat Rumania. Kegiatan ini dilaksanakan pada 4 Oktober 2021, di Lehnin, Jerman. Video ini pernah dimuat oleh kanal Youtube Military Footage Archive - MFA pada 18 Oktober 2021.
Tangkapan layar Video yang dimuat oleh kanal Youtube Military Footage Archive - MFA pada 18 Oktober 2021
Video menit 3:23 hingga 4:15 adalah adalah bagian dari UNITAS LXII di Salinas, Peru, 2 Oktober 2021. UNITAS adalah latihan maritim terlama di dunia. Diselenggarakan tahun ini oleh Peru, itu menyatukan pasukan multinasional dari dua puluh negara dan mencakup 29 kapal, empat kapal selam, dan dua puluh pesawat yang melakukan operasi di lepas pantai Lima dan di hutan Iquitos. Latihan ini melatih pasukan untuk melakukan operasi maritim bersama dan berfokus pada penguatan kemitraan dan peningkatan interoperabilitas dan kemampuan antara angkatan laut dan angkatan laut yang berpartisipasi.
Tangkapan layar video yang dimuat oleh Billy Jones di kanal Ourtube pada 5 Oktober 2021
Video ini dimuat oleh Billy Jones di kanal Ourtube pada 5 Oktober 2021.
Video 4:18 hingga 5:28 pernah diunggah oleh akun berbahasa Russia Beyond Es pada 18 September 2020 dengan keterangan: Video militer Rusia menjadi lebih artistik dan sinematik.
Video ini diproduksi oleh Kementerian Pertahanan Rusia yang menunjukkan berbagai sistem persenjataan baru Rusia.
Tangkapan layar Video yang diproduksi oleh Kementerian Pertahanan Rusia yang menunjukkan berbagai sistem persenjataan baru Rusia
Video menit ke 5:29 hingga ke 7:26 adalah bagian dari Penggunaan senjata self-propelled mount "Malka" dalam latihan di Kuzbass. Video ini pernah dimuat di situs Russian RT pada 17 Desember 2019.
Tangkapan layar video Penggunaan senjata self-propelled mount "Malka" dalam latihan di Kuzbass. Video ini pernah dimuat di situs Russian RT pada 17 Desember 2019.
Dikutip dari situs Telereport, saat itu Rusia meluncurkan meriam tugas berat 2C7M Malka, versi upgrade dari meriam Peony Soviet. Ini diumumkan oleh Direktur Jenderal Uraltransmash Dmitry Semizorov. Howitzer, yang dibuat pada 1970-an, akan menerima sarana komunikasi baru, sistem panduan, perangkat perlindungan dan pengawasan anti-nuklir yang kompleks.
Kesimpulan
Dari pemeriksaan fakta di atas, video yang diklaim perang Ukraina versus Rusia adalah sebagian benar. Video ini adalah kompilasi sedikitnya lima video berbeda, di mana empat video keliru, sedangkan hanya 1 video benar yang terkait dengan Rusia-Ukraina.
Tim Cek Fakta Tempo
Rujukan
- https://perma.cc/YYH6-Y6VJ
- https://news.sky.com/video/russian-military-vehicles-line-up-in-crimea-facing-toward-ukraine-12551513
- https://www.youtube.com/watch?v=1ZMhgVVMqrM
- https://ourtube.co.uk/watch/tZqWnPF5Id2MJNk
- https://es-es.facebook.com/rusiahoy/videos/756568845191843/
- https://russian.rt.com/russia/article/699097-pion-malka-artilleriya-modernizaciya
- https://www.tellerreport.com/news/2019-12-17---reckless-%22malka%22--how-russia-is-upgrading-a-heavy-duty-cannon-during-the-cold-war-.B1MnUYqLCS.html
Halaman: 6208/8000
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3958181/original/097606700_1646885406-cek_fakta_varian_omicron.jpg)



