• (GFD-2026-32686) [SALAH] Video "Wanita asal Filipina Terserang Rudal di Dubai”

    Sumber: TikTok
    Tanggal publish: 06/03/2026

    Berita

    Akun TikTok “Jabarekspres” pada Senin, (02/03/2026) mengunggah video [arsip] memperlihatkan seorang wanita yang sedang melakukan siaran langsung, lalu tiba-tiba terdengar dan terlihat ledakan di sekitarnya. Peristiwa itu diklaim sebagai seorang wanita asal Filipina yang terkena serangan rudal di Dubai. Video itu disertai dengan narasi sebagai berikut:

    Viral di media sosial, seorang wanita asal Filipina yang sedang live streaming di Dubai dikabarkan terkena hantaman rudal di tengah memanasnya situasi Perang di Timur Tengah. Video tersebut bikin ngeri dan bikin banyak orang khawatir dengan kondisi kawasan Selat Hormuz dan Arab Saudi, bahkan sampai dikaitkan dengan isu WW3 serta berbagai spekulasi lainnya. Semoga situasi segera mereda dan tidak ada lagi kabar mengerikan seperti ini


    #TimurTengah #Dubai #SelatHormuz #ArabSaudi #PerangDunia #WW3 #BeritaViral #Iran #Amerika #Trump #BOP

    Hingga artikel ini diterbitkan, unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 20 juta kali, disukai oleh lebih dari 700 ribu akun, memperoleh sekitar 11 ribu komentar, serta dibagikan ulang sebanyak 136 ribu kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri video tersebut dengan melakukan pencarian gambar serupa menggunakan fitur Search Image di TikTok pada cuplikan yang beredar. Hasil penelusuran mengarah pada video yang diunggah akun TikTok thedisastersdude pada April 2024. Dalam keterangan unggahan tersebut dijelaskan bahwa video itu merupakan rekaman peristiwa ledakan besar di Kota Beirut, Lebanon, pada tahun 2020.

    Berdasarkan pemberitaan CNBC Indonesia, ledakan di Beirut tersebut menewaskan sedikitnya 135 orang dan melukai lebih dari 4.000 orang. Insiden dahsyat yang kekuatannya setara gempa bumi itu terjadi akibat meledaknya amonium nitrat yang disimpan di salah satu gudang Pelabuhan Beirut. Fakta ini menunjukkan bahwa video yang beredar bukanlah peristiwa terbaru dan tidak memiliki keterkaitan dengan kejadian di Dubai saat ini, sehingga klaim yang menyertainya tidak sesuai dengan konteks sebenarnya.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa rekaman tersebut merupakan peristiwa ledakan di Beirut, Lebanon, pada tahun 2020. Dengan demikian, video dengan klaim “wanita asal Filipina Terserang rudal di Dubai” merupakan konteks yang salah (False Context).

    Rujukan

  • (GFD-2026-32695) Cek Fakta: Tidak Benar Jurnalis CNN Indonesia Ditahan karena Ungkap Kasus MBG

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/03/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan jurnalis CNN Indonesia, Diana Valencia ditahan karena mengungkap kasus MBG. Postingan itu beredar sejak awal pekan ini.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 5 Maret 2026.
    Dalam postingannya terdapat foto dengan narasi sebagai berikut:
    "Valencia Jurnalis CNN membongkar Keracunan MBG di Depan Presiden, Kini Di Tahan Karena Di Anggap Membuka AIB Negara"
    Akun itu menambahkan narasi:
    "Aksi nekat Valencia Jurnalis CNN membongkar  kerancunan MBG dan dalangnya.. Naas, kini dia malah ditahan oleh aparat kepolisian karena membongkar kejahatan public sama saja membongkar Aib NEGARA.."
    Lalu benarkah postingan jurnalis CNN Indonesia, Diana Valencia ditahan karena mengungkap kasus MBG?
    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan bantahan dari CNN Indonesia. Bantahan itu disampaikan dalam akun Instagram resminya, @cnnindonesia yang sudah bercentang biru atau terverifikasi pada 5 Maret 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "Kemarin sebuah cerita beredar katanya jurnalis CNN Indonesia ditangkap karena mengungkap kasus MBG. Cerita itu terdengar dramatis. Terdengar seperti sesuatu yang mungkin saja terjadi.
    Tapi satu hal: Itu tidak benar.
    Tapi ada yang lebih menarik dari itu. Cerita yang tidak nyata, tetap dipercaya, tetap dibagikan dan menyebar begitu cepat.
    Karena di era media sosial sebuah cerita sering lebih dulu dipercaya. Emosi bergerak lebih cepat daripada verifikasi.
    Di titik itulah jurnalisme, bukan saat cerita ramai, bukan saat emosi memuncak.
    Tapi saat semua orang sudah merasa yakin padahal belum ada yang benar-benar memeriksa.
    Jurnalisme ada bukan untuk ikut mempercayai, bukan untuk ikut menyebarkan. Tapi untuk bertanya: "Benarkah ini terjadi?"
    Karena kepercayaan publik tidak boleh dibangun di atas asumsi melainkan pada fakta yang sudah diuji."

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan


    Postingan jurnalis CNN Indonesia, Diana Valencia ditahan karena mengungkap kasus MBG adalah tidak benar.

    Rujukan

  • (GFD-2026-32696) Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Token dan Subsidi Listrik Gratis dari PLN

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/03/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran token dan subsidi listrik gratis dari PLN. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 2 Maret 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "TOKEN dan SUBSIDI LISTRIK GRATIS DARI PROGRAM PEMERINTAH
    Pemerintah menghadirkan program Token dan subsidi Listrik Gratis sebagai bentuk dukungan untuk masyarakat Indonesia.
    Manfaatkan kesempatan ini sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
    Segera daftarkan diri anda dan claim voucher token dan subsidi listrik GRATIS dari Pemerintah melalui PLN
    Pastikan selalu mengakses informasi dari sumber resmi
    Waspada terhadap penipuan dan hoaks
    Tidak dipungut biaya apa pun
    Silahkan daftar dan claim token dan subsidi PLN"
    Unggahan disertai menu daftar. Jika menu daftar diklik akan muncul link yang mengarah pada halaman situs tertentu. Situs ini meminta sejumlah identitas, seperti nama hingga nomor Telegram.
    Lalu benarkah klaim link pendaftaran token dan subsidi listrik gratis dari PLN? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran token dan subsidi listrik gratis dari PLN. Penelusuran mengarah pada artikel Liputan6.com berjudul "Viral Pembagian Token Listrik Gratis, Simak Penjelasan PLN" yang dimuat pada 23 September 2025.
    Pada artikel ini, PLN mengingatkan masyarakat supaya tidak mudah tergiur tawaran promo token listrik gratis. Pasalnya, ini merupakan hoaks yang menjadi modus kejahatan siber.
    Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN Gregorius Adi Trianto mengatakan, PLN tidak pernah membuat dan menyelenggarakan promo token listrik gratis seperti yang beredar di media sosial.
    "PLN memastikan tidak pernah memberikan promo dimaksud," kata Gregorius, saat berbincang dengan Liputan6.com, Selasa 23 September 2025.
    Dia menegaskan, informasi promo pembagian token listrik gratis yang beredar adalah hoaks dan indikasi scam.
    PLN mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap informasi termasuk promosi yang bukan resmi bersumber dari PLN sehingga terhindar dari upaya penipuan.
    "Informasi tentang promo resmi dari PLN dapat dilihat pada aplikasi PLN Mobile," kata Gregorius.
    Penelusuran juga mengarah pada unggahan dari PLN melalui akun Instagram resminya @pln_id. Dalam unggahannya PLN meminta masyarakat hati-hati karena sekarang lagi banyak akun-akun tidak resmi yang menyebarkan hoaks promo listrik gratis.
    "Hati-hati ya Electrizen, sekarang lagi banyak akun-akun tidak resmi yang menyebarkan HOAX promo listrik gratis. PLN hanya informasi promo resmi via media sosial korporat milik PLN atau aplikasi PLN Mobile," tulis PLN dikutip pada Jumat (6/3/2026).
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran bantuan token dan subsidi listrik gratis dari PLN, tidak benar.

    Rujukan

  • (GFD-2026-32697) Cek Fakta: Hoaks Dalam Video Ini Israel Jadi Lautan Api

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/03/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video Israel jadi lautan api, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, 3 Maret 2026.
    Klaim video Israel jadi lautan api menampilkan sejumlah mobil berhenti di jalan, terlihat langit berwarna merah dan sejumlah titik terang.
    Unggahan tersebut disertai dengan tulisan sebagai berikut.
    "Apa ini. Yang di Namakan lautan Api
    Israel jadi lautan api
    Detik-detik dimana langit Isr4el mulai memerah, terdengar jelas suara wanita histeris!
    #Lautanapi #Israel #iran perang api"
    Benarkah klaim video Israel jadi lautan api? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video Israel jadi lautan api, sebelumnya video tersebut telah ditelusuri dalam artikel berjudul "Cek Fakta: Tidak Benar Video Hujan Api di Israel" yang dimuat Liputan6.com, pada 8 Oktober 2025.
    Penelusuran dilakukan dengan menggunakan Google Image.
     
     
    Penelusuran mengarah pada sejumlah situs, salah satunya video berjudul "Algerian Mouloudia fans celebrate their club's 103rd anniversary" yang diunggah akun YouTube Ultras Mentality, pada 16 Agustus 2024.
    Video tersebut menampilkan sejumlah titik cahaya berwarna merah yang diikut dengan asap bertebaran di langit, dalam video tersebut terdapat cuplikan video yang identik dengan klaim.
     
     
     
    Penelusuran juga mengarah pada artikel berjudul "Footage from Algeria and Indonesia falsely linked to Middle East conflict" yang dimuat situs factcheck.afp.com, pada 4 Oktober 2024. 
    Artikel situs  factcheck.afp.com mengulas video yang sama dengan klaim, menggungkap video tersebut adalah perayaan hari jadi tim sepak bola Aljazair, Mouloudia Club d'Alger, ke-103 pada bulan Agustus 2024.
     
    Penelusuran dilanjutkan dengan memanfaatkan cuplikan gambar sejumlah orang menggunakan baju hitam bertuliskan "G.I.P" , dalam artikel berjudul "Videonun İsrail'e yapılan saldırıyı gösterdiği iddiası" yang dimuat situs teyit.org, pada 3 Oktober 2024.
    Situs teyit.org menyebutkan, G.I.P adalah kelompok yang melakukan aktivitas keamanan swasta di Aljazair. Dikenal dengan nama G.I.P (Groupe d'Intervention et de Protection).
     
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video Israel jadi lautan api tidak benar.
    Video tersebut adalah perayaan hari jadi tim sepak bola Aljazair, Mouloudia Club d'Alger, ke-103 pada bulan Agustus 2024.

    Rujukan