• (GFD-2022-10409) Menyesatkan, Video Pembajakan Telkomsel yang Diunggah Pada 17 Juli 2022

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 21/07/2022

    Berita


    Sebuah akun Facebook mengunggah video mengenai pembajakan situs resmi Telkomsel. Video tersebut diberi judul Telkomsel dibajak? Kalau dibajak nanamnya kapan? dan menampilkan potongan berita dari CNN Indonesia TV berjudul Situs Resmi Telkomsel Dibajak.
    Dalam narasinya, video juga menampilkan pernyataan seseorang yang mengaku peretas situs Telkomsel. Dalam pesannya, ia mengatakan “Selamat siang teman-teman semua, saya adalah yang meretas situs Telkomsel hari ini. Dan bagi operator-operator yang lain saya ingatkan”.
    Video berdurasi 30 detik ini diunggah pada tanggal 17 Juli 2022. Sejauh ini, video tersebut sudah mendapatkan 80 komentar dan disukai 382 pengguna Facebook. 

    Hasil Cek Fakta


    Hasil pemeriksaan fakta menunjukkan bahwa potongan berita dalam video ini terkait peretasan situs Telkomsel pada tahun 2017, bukan 17 Juli 2022.
    Video yang diunggah di Facebook tersebut bersumber dari Snack Video yang diunggah tanggal 17 Juli 2022 dengan durasi  1 menit 29 detik.
    Tangkapan layar video di Snack Video yang menyatakan website Telkomsel dibajak
    Untuk memeriksa klaim ini, Tempo menonton video ini sampai selesai. Fragmen-fragmen video dianalisis dengan Yandex Image, Google Image, dan Fake News Debunker By InVID untuk mengetahui sumber asli. Juga mencari sumber pemberitaan dari media yang kredibel.
    Pada detik pertama hingga detik ke 0:15, video ini menampilkan potongan berita CNN Indonesia TV berjudul Situs Resmi Telkomsel Dibajak. Fragmen video ini identik dengan tayangan CNN Indonesia TV tanggal 28 April 2017. 
    Tangkapan layar liputan CNN Indonesia TV tentang situs resmi Telkomsel dibajak pada 28 April 2017
    Dilansir CNN, situs resmi operator komunikasi seluler, Telkomsel, sejak Jumat ( 28/04/2017) pagi hari tidak bisa diakses. Halaman muka Telkomsel.com, dibajak dan diganti dengan cacian, agar operator pelat merah itu menurunkan harga tarif internet. Kejadian ini memicu reaksi netizen dan pengguna Telkomsel.
    Dilansir Tempo, Vice President Corporate Communications Telkomsel Adita Irawati menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan Telkomsel atas diretasnya situs tersebut. 
    Saat itu, Adita mengatakan Adita mengatakan sedang menelusuri peretasan dan memperbaiki situsnya. Langkah ini dilakukan agar pelanggan dan masyarakat bisa segera mengakses situs resmi Telkomsel. 
    Dilansir Tempo, Kepala Pusat Studi Forensika Digital (Pusfid) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Yudi Prayudi menyebutkan peretasan yang dialami situs Telkomsel pada 28 April 2017 lalu disebut Hacktivist.
    Yudi menambahkan, hacktivist itu sebuah gerakan mengekspresikan kekecewaan, pesan moral, pesan politik dari seseorang atau kelompok lewat teknik hacking computer. Teknik hacking Hacktivist antara lain dengan web defacement atau melakukan akses ilegal ke dalam website untuk melakukan perubahan konten sebagai pesan yang ingin disampaikan. Ada juga virtual sabotage, yaitu pesan yang ingin disampaikan dikirimkan lewat penyebaran malware.
    Hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari Telkomsel dan kepolisian terkait siapa yang meretas situs perusahaan tersebut tanggal 28 April 2017 lalu.

    Kesimpulan


    Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta, Tempo menyimpulkan bahwa video  berjudul Telkomsel dibajak adalah menyesatkan.  
    Video pemberitaan terkait peretasan situs Telkomsel tersebut terjadi pada 28 April 2017. Membagikan ulang video itu tanpa penjelasan waktu terjadinya peristiwa, dapat menyesatkan publik.  

    Rujukan

  • (GFD-2022-10410) Keliru, Fenomena Aphelion 2022 Sebabkan Cuaca Dingin Ekstrem dan Picu Masalah Pernafasan

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 21/07/2022

    Berita


    Beberapa unggahan di Facebook menyebut cuaca dingin ekstrem pada Juli 2022 akibat fenomena Aphelion dan akan lebih dingin dari tahun sebelumnya.
    “Dikabarkan bahwasanya mulai besok cuaca akan lebih dingin dan lebih dingin dari tahun lalu. Ini disebut fenomena Alphelian. Kita tidak hanya akan melihat tetapi juga mengalami efek dari Fenomena Alphelion yang akan berlangsung sampai bulan Agustus,” tulis salah satu akun pada 19 Juli 2022.
    Selain menyebabkan cuaca dingin, Aphelion diklaim dapat berdampak pada kesehatan seseorang seperti mengalami pegal-pegal dan tenggorokan terasa kering, demam, batuk dan masalah pernapasan terjadi.
    Tangkapan layar hoaks cuaca leboh dingin akibat fenomena Alphelion, yang beredar di Facebook.
    Hingga artikel ini ditulis unggahannya telah mendapatkan respon 181 kali komentar, 475 disukai, serta 1700 kali dibagikan.

    Hasil Cek Fakta


    Hasil penelusuran Tempo menunjukkan informasi serupa hampir beredar setiap tahun di media sosial, sejak 2018. Klaim bahwa Aphelion menyebabkan suhu lebih dingin dan berdampak pada kesehatan seseorang adalah informasi yang tidak berdasarkan fakta.
    Menurut Chris Vaughan, seorang astronom amatir yang mengawasi kalender Night Sky, seperti dikutip Tempo dari situs Space, menjelaskan, peristiwa Aphelion adalah saat di mana Bumi memiliki jarak terjauh dengan matahari. Peristiwa ini terjadi pada Senin 4 Juli 2022, sekitar pukul 3 pagi EDT (0700 GMT). Di posisi Aphelion, bumi akan berjarak 94,51 juta mil (152,1 juta kilometer) dari matahari.
    Sementara bumi akan berada paling dekat dengan matahari—momen yang disebut perihelion—diperkirakan terjadi pada 4 Januari 2023. Saat itu jaraknya akan 91,4 juta mil (147,1 juta kilometer) dari matahari.
    Pada 7 Januari 2022, Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN Andi Pangerang mengatakan baik Perihelion maupun Aphelion tidak mempengaruhi suhu permukaan bumi secara langsung. Perubahan suhu juga dipengaruhi faktor klimatologis atau iklim.  
    Andi Pangerang menyampaikan bahwa intensitas matahari bervariasi antara 1321,5 W/m² (saat Aphelion) hingga 1412 W/m² (saat Perihelion) atau ±3,4% dari rata-ratanya (1366 W/m²) sehingga, suhu efektif di permukaan bumi hanya akan bervariasi ±2,4°C terhadap rata-ratanya (15°C). 
    Intensitas radiasi yang diterima di permukaan bumi juga dipengaruhi oleh sudut penyinaran yang merupakan ketinggian matahari saat tengah hari. Semakin tinggi matahari dari ufuk saat tengah hari, maka intensitas yang diterima akan semakin besar. Ketika matahari tepat  berada di Zenit (90°) atau di atas kepala kita saat tengah hari, maka intensitas matahari yang diterima akan maksimum dibandingkan dengan wilayah lainnya.
    Pesan berantai telah beredar sejak 2018
    Informasi keliru tentang Aphelion menyebabkan cuaca dingin dan mempengaruhi kesehatan seseorang, beredar pada 2018, 2021, dan 2022. 
    Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pernah menerbitkan rilis pada 2018 dan 2021 untuk menanggapi informasi yang beredar. BMKG menjelaskan fenomena aphelion adalah fenomena astronomis yang terjadi setahun sekali pada kisaran bulan Juli. 
    BMKG mengeluarkan rilis yang menjelaskan fenomena aphelion yang terjadi setahun sekali pada kisaran bulan Juli.
    Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Herizal pada 2021 mengatakan, fenomena suhu udara dingin sebetulnya merupakan fenomena alamiah yang umum terjadi di bulan-bulan puncak musim kemarau (Juli-September). 
    Pada periode tersebut, wilayah Pulau Jawa hingga NTT menuju periode puncak musim kemarau. Periode ini ditandai pergerakan angin dari arah timur, berasal dari Benua Australia yang berada dalam periode musim dingin.
    Adanya pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia tersebut, menyebabkan pergerakan massa udara dari Australia menuju Indonesia atau dikenal dengan istilah Angin Monsun Dingin Australia. 
    Selain dampak angin dari Australia, berkurangnya awan dan hujan di Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara turut berpengaruh ke suhu yang dingin di malam hari. Sebab, tidak adanya uap air dan air menyebabkan energi radiasi yang dilepaskan oleh bumi pada malam hari tidak tersimpan di atmosfer.
    Pada 2021, Tempo pernah menerbitkan artikel untuk membantah klaim tersebut. Tempo mengutip pernyataan peneliti dari Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Andi Pangerang. Menurut dia, suhu dingin ketika pagi hari saat itu, merupakan hal yang biasa terjadi pada musim kemarau. Hal itu disebabkan tutupan awan yang sedikit sehingga tidak ada panas dari permukaan bumi yang dipantulkan kembali oleh awan.

    Kesimpulan


    Dari hasil pemeriksaan Tim Cek Fakta Tempo, klaim yang mengatakan  fenomena aphelion menyebabkan cuaca lebih dingin dari tahun sebelumnya, adalah keliru. 
    Fenomena Aphelion telah berlangsung pada 4 Juli 2022. Pesan semacam ini beredar sejak 2018, meski telah dibantah beberapa kali oleh BMKG dan LAPAN.
    Aphelion tidak berdampak secara langsung pada kenaikan maupun penurunan suhu di permukaan bumi. 

    Rujukan

  • (GFD-2022-10125) [SALAH] PPATK Keluarkan Sertifikat untuk Keamanan Dana Investasi

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 20/07/2022

    Berita

    Beredar di media sosial postingan foto sertifikat mengatasnamakan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan RI (PPATK) untuk keamanan dana investasi. Postingan ini beredar sejak beberapa waktu lalu.

    Salah satu akun ada yang mempostingnya di Facebook. Akun itu mengunggahnya pada 6 April 2022.

    Dalam akun itu terdapat foto dengan tulisan:

    "Sertifikat PPATK

    Penanaman modal asing dalam negeri sudah diatur (Pasal 1 Ayat 4 UU No 25 Tahun 2007)

    Seperti yang telah tercatat dalam UU mengenai dana investasi yang masuk ke Republik Indonesia wajib memiliki Legalitas Hukum berupa surat sertifikat untuk penerima sebagai Hak Resmi untuk keamanan dana tersebut digunakan bertransaksi dalam negara kesatuan Republikepublik Indonesia."

    Hasil Cek Fakta

    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan mengunjungi akun resmi PPATK di Instagram, @ppatk_indonesia yang sudah bercentang biru atau terverifikasi.

    Di sana terdapat bantahan untuk postingan tersebut. Bantahan itu diunggah pada 5 Februari 2022 lalu.

    Berikut isinya:

    "Waspadalah FIUtizen!

    Penipuan mengatasnamakan PPATK dengan modus meminta sejumlah dana kepada masyarakat melalui whatsapp tengah marak. Pelaku mengaku dari PPATK dan menunjukkan berbagai dokumen seperti sertifikat, bilyet giro, ataupun atribut memyerupai dokumen resmi PPATK lainnya.

    Abaikan, dan jangan melakukan transaksi apapun!Jaga seluruh informasi pribadi anda seperti KTP, rekening, nomor telepon, dan dokumen pribadi lainnya."

    Kesimpulan

    Postingan yang mengklaim PPATK mengeluarkan sertifikat untuk keamanan dana investasi adalah hoaks.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10126) [SALAH] Vaksin Covid-19 menurunkan fertilitas pria

    Sumber: Twitter.com
    Tanggal publish: 20/07/2022

    Berita

    “Studi baru peer review Swiss: Vaksin Covid menurunkan fertilitas pria.
    Data resmi dari Jakarta: Kelahiran turun secara drastis setelah vaksinasi memulai.
    Kebetulan?”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar di media sosial Twitter klaim bahwa vaksin Covid-19 menurunkan kesuburan pria. Cuitan oleh @GratisTerbaik tersebut sudah diposting kembali sebanyak 312.

    Mengutip dari Suara.com laki-laki yang menerima vaksin Pfizer atau Moderna Covid-19 tidak mengalami penurunan jumlah atau kualitas sperma. Menurut peneliti di University of Miami yang mempelajari kualitas sperma dari 45 sukarelawan sehat sebelum suntikan pertama dan 70 hari setelah suntikan kedua. Mereka menemukan tidak ada “penurunan signifikan dalam parameter sperma” setelah mengambil dua dosis vaksin mRNA.

    “Karena vaksin mengandung mRNA dan bukan virus hidup, kecil kemungkinan vaksin tersebut akan mempengaruhi parameter sperma,” kata penulis studi Dr. Ranjith Ramasamy, direktur kedokteran dan bedah reproduksi pria di University of Miami Health System.

    Menurut Satgas Covid-19, WHO mengungkapkan jika vaksin tidak menimbulkan masalah kesuburan pada laki-laki maupun perempuan.Menurut penelitian yang terus dikembangkan oleh WHO, hingga kini belum ada bukti nyata yang menyebutkan vaksin Covid-19 menimbulkan masalah pada organ-organ reproduksi manusia. Di sisi lain, bukti manfaat dan khasiat vaksin untuk mencegah paparan Covid-19 justru semakin banyak.

    Berdasarkan penjelasan di atas, klaim tentang vaksin Covid-19 menurunkan kesuburan pria adalah salah dan termasuk dalam kategori konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Riza Dwi (Anggota Tim Kalimasada)

    Para peneliti di University of Miami tidak menemukan adanya “penurunan signifikan dalam parameter sperma” setelah mengambil dua dosis vaksin mRNA.

    Rujukan