• (GFD-2022-10148) [SALAH] Mahasiswa Zambia Dipukuli Warga Cina Karena Berpacaran dengan Gadis Cina

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 23/07/2022

    Berita

    Akun Twitter @mosayanni (edet did not live in calabar) mengunggah video yang memperlihatkan seorang pria kulit hitam dipukuli oleh warga. @mosayami memberikan keterangan bahwa kejadian tersebut merupakan WNA Cina yang memukuli mahasiswa Zambia karena berpacaran dengan gadis Cina. Terlebih lagi, para pengeroyok itu juga diklaim mengejek negara asal pria tersebut dan mengatakan bahwa orang Afrika tidak boleh ada di Cina.

    Video yang diunggah pada 9 Juli lalu tersebut telah disukai sebanyak 550 kali, dan telah dibagikan serta dikutip ulang sebanyak hampir 600 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, pria yang dipukuli tersebut merupakan pencuri yang gagal melakukan perampokan, bukan seorang mahasiswa Zambia yang dipukul karena berpacaran dengan gadis Cina.

    Video yang sama persis sudah beredar di media sosial sejak 2016 lalu. Salah satu akun berita Mandarin bernama JB情報网 (JBReport) mengunggah video pemukulan itu dan menulis keterangan bahwa pria tersebut merupakan “perompak”. Terlebih lagi, laman lainnya bernama World of Buzz telah menulis artikel berita tersebut dengan judul “Thief with Parang Beaten into a Bloody Mess After a Failed Robbery in Sarawak”.

    Informasi serupa juga pernah dibahas oleh turnbackhoax.id dengan judul “A Zambian student in China was beaten to death” dan mengkategorikannya sebagai disinformation.

    Dengan demikian, informasi yang disebarluaskan oleh @mosayanni (edet did not live in calabar) merupakan konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Evarizma Zahra.

    Hoaks berulang. Pria yang dipukuli di video tersebut merupakan pencuri yang gagal melakukan perampokan, bukan mahasiswa Zambia. Selain itu, kejadian tersebut ada di Malaysia, bukan Cina.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10149) [SALAH] Dua Orang Ini Sudah 100 Tahun Meninggal, Tetapi Mereka Bisa Hidup Kembali.

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 23/07/2022

    Berita

    Beredar sebuah postingan di Facebook oleh akun Ani Alestari dengan narasi ” Subhanallah, Dua Orang Ini Sudah 100 Tahun Meninggal, Tetapi Mereka Bisa Hidup Kembali”. Postingan tersebut memuat tautan berisi foto yang diklaim sebagai dua oang yang hidup kembali setelah meninggal selama 100 tahun.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran Tim Periksa Fakta AFP, adanya klaim dua orang yang sudah 100 tahun meninggal tetapi mereka bisa hidup kembali merupakan klaim yang menyesatkan.

    Pencarian gambar terbalik di Google menemukan bahwa foto itu pernah dimuat di artikel yang diterbitkan di sebuah situs blog wisata pada tanggal 26 Agustus 2014. Artikel blog itu berjudul: “Wisata Horror di Toraja”.

    Artikel blog wisata itu menjelaskan tentang ritual Ma’nene di Tana Toraja, yaitu upacara tradisional di mana masyarakat Toraja membersihkan jenazah keluarga mereka yang telah diawetkan. Dalam ritual Ma’nene, yang biasanya dilakukan sebelum atau sesudah panen di bulan Agustus, masyarakat Toraja mengeluarkan jenazah keluarga yang diawetkan dari kuburan, membersihkan dan mendandani mereka dengan pakaian favorit untuk menghormati roh mereka.

    Amos Sumbung, yang menulis artikel blog tahun 2014 itu, mengatakan kepada AFP bahwa dia adalah asli Toraja dan foto-foto yang diunggah di blognya diambil saat acara ritual Ma’nene di Toraja di bulan Agustus 2014.

    “Fotonya diambil oleh penduduk sekitar tempat Ma’nene di kampung saya. Kebetulan mereka adalah sepupu saya,” kata Amos pada tanggal 19 Juli 2022.

    Kesimpulan

    Faktanya, BUKAN hidup kembali. Foto itu menunjukkan Ma’nene, ritual tradisional membersihkan mayat yang diawetkan di Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10412) Menyesatkan, Video Jokowi Dikejar Direktur IMF dan Dipersilakan Isi Cek Berapapun Jumlahnya

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 23/07/2022

    Berita


    Sebuah video yang mengklaim presiden Jokowi dikejar Direktur Pelaksana International Monetary Fund (IMF), Kristalina Georgieva dan dipersilakan mengisi cek berapapun jumlahnya, beredar di Facebook. 
    Video ini diunggah sebuah akun pada 20 Juli 2022 pukul 14.00 dengan judul utama “Bos IMF kejar-kejar Pak Jokowi, Disuruh ngisi cek berapa saja pasti dikasih”. 
    Dalam video berdurasi 6.16 menit itu diberitakan Jokowi dikejar-kejar IMF dan disuruh menulis cek berapapun jumlahnya. Ia juga menambahkan narasi dalam video sebagai berikut:
    “Genius Pak Jokowi dikejar-kejar IMF dan disuruh menulis cek berapapun jumlahnya. Di tengah berbagai peristiwa global, IMF menyiratkan Indonesia menjadi salah satu negara yang bakal aman dari jurang resesi pada tahun 2022 Indonesia bahkan bisa mencatat pertumbuhan pada tahun 2023. 
    Direktur pelaksana IMF Kristalina Georgieva saat ditemui awak media di Sarinah Jakarta Pusat Minggu (17/7) mengatakan kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih baik dengan pertumbuhan ekonomi yang baik pada kuartal I 2012. Kondisi inflasi cenderung lebih rendah daripada negara-negara lain. Selain itu rasio utang Indonesia terhadap produk domestik bruto PDB juga dinilai cenderung lebih rendah dari negara-negara lain.
    Hingga artikel ini ditulis video tersebut telah ditonton 7 ribu kali online dan disukai 3,2 ribu kali.
    Lantas, benarkah Presiden Jokowi dikejar-kejar Direktur IMF dan dipersilakan menandatangani cek berapapun jumlahnya? 

    Hasil Cek Fakta


    Dari hasil pemeriksaan, diketahui video yang dibagikan di atas merupakan gabungan beberapa foto dari peristiwa dengan waktu yang berbeda. TEMPO mula-mula menonton secara keseluruhan video tersebut, lalu memfragmentasinya menjadi beberapa foto dengan menggunakan tools InVID. Kemudian foto itu diverifikasi menggunakan tools Yandex Image dan Google Image.
    Pada awal detik 01-09, video yang digunakan merupakan foto Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull saat bertemu Presiden Jokowi pada acara Outstanding Youth for The World (OYTW) di Exhibition Hall, International Convention Centre di Sydney, Australia pada sabtu 17 Maret 2018. Foto tersebut merupakan dokumentasi Biro Pers, Media dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden.
     Pemeriksaan fakta foto 1
    Untuk gambar video pada detik 12-24, merupakan kumpulan foto peristiwa saat Presiden Jokowi menerima delegasi Dana Moneter Internasional pada 17 Juli 2022 di Istana Bogor, Jawa Barat. Saat pertemuan itu delegasi yang hadir yaitu Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva, Direktur Departemen Asia dan Pasifik IMF Krishna Srinivasan, dan Representatif Senior IMF untuk Indonesia James Walsh. 
    Presiden Jokowi sendiri didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto ini merupakan dokumentasi Biro Pers, Media dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden bidikan fotografer Muchlis Jr.
    Pemeriksaan fakta foto 2
    Sementara gambar video pada detik 25 hingga menit 01.03 merupakan kumpulan foto saat Direktur Pelaksana melihat ragam produk-produk ekonomi kreatif Indonesia di pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta, Minggu 17 Juli 2022.
    Pemeriksaan fakta foto 4
    Foto itu merupakan dokumentasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, namun dengan posisi foto yang sudah direfleksikan (mirrored). Foto tersebut dipublikasikan pula oleh media Detik.com pada Senin, 18 Juli 2022. 
    Pemeriksaan fakta foto 3
    Gambar video pada menit 01.14-01.28 merupakan foto saat presiden Jokowi membuka acara Indonesia Science Expo (ISE) pada 1 November 2018 di Convention Exhibition BSD, Serpong. Foto tersebut merupakan dokumentasi Kementerian Riset dan Perguruan Tinggi Republik Indonesia dan ikut dipublikasikan kembali oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional
    Pemeriksaan fakta foto 5
    Dikutip dari Laman Sekretariat Presiden, kunjungan Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva dalam rangka membahas kepemimpinan Indonesia dalam presidensi G20 dan meminta Indonesia untuk ikut  para pemimpin negara G20 guna mendukung dan membantu negara-negara yang sedang menghadapi krisis.
    Menurut Sri Mulyani, Menteri Keuangan, pada pertemuan dengan presiden Jokowi IMF menyampaikan bahwa situasi inflasi yang melanda berbagai negara telah menyebabkan bank-bank sentral mengeluarkan kebijakan menaikan suku bunga.
    Maka, kemungkinan berbagai negara miskin yang sekarang sudah dalam kondisi sangat rawan akan berada dalam kondisi yang makin sulit, terkena krisis pangan, dan terkena juga kemungkinan krisis keuangan.
    Seperti yang terjadi di berbagai negara Afrika dan Srilanka. Kondisi ini akan menjadi sangat penting karena jangan sampai kemudian kemampuan dunia internasional untuk mencegah krisis menjadi semakin lemah dan menyebabkan risiko semakin tinggi. 
    Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pada pertemuan presiden Jokowi dengan Direktur Pelaksana International Monetary Fund (IMF) juga dibahas tentang debt relief alias pengurangan atau refinancing utang di sejumlah negara berkembang. Ada beberapa hal catatan yang diberikan IMF pada Presiden Jokowi yaitu meminta agar Jokowi dapat ikut mendorong kesepakatan bersama terkait utang ini sebelum dimulainya acara puncak KTT G20.
    Tahun ini, Indonesia menjadi tuan rumah G20 dan pertemuan puncak yang melibatkan pemimpin negara anggota dihelat November nanti di Bali. Para pemimpin negara G20 tidak ingin isu (utang) tersebut mendominasi percakapan, hanya karena kita membuat progres. 
    Peringatan disampaikan Georgiva karena IMF melihat saat ini hampir sepertiga dari negara-negara berkembang dan dua kali lipat dari proporsi negara berpendapatan rendah  berada dalam kesulitan utang.
    Situasi kian memburuk dengan kenaikan suku bunga di negara berkembang. Arus modal keluar dari negara berkembang juga terus berlanjut dan hampir satu dari tiga negara memiliki suku bunga 10 persen atau lebih. Termasuk negara berpendapatan menengah, seperti Sri Lanka dan Malawi, yang tengah mencari bantuan dana.
    Selain bertemu Jokowi, Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva juga mengunjungi pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta, pada Minggu sore 17 Juli 2022. Georgieva berkunjung dan berkeliling ke pameran kain batik dan instalasi seni, tur department store, serta melihat relief patung peninggalan era Presiden Soekarno.
    Kristalina Georgieva bahkan diagendakan mengikuti pertemuan gabungan para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20. Ia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia atas keramahan atas pengelolaan pertemuan G20 yang bijaksana di tengah latar belakang global yang semakin menantang. 

    Kesimpulan


    Dari pemeriksaan cekfakta TEMPO, video yang mengklaim presiden Jokowi dikejar Direktur Pelaksana International Monetary Fund (IMF) dan dipersilahkan mengisi cek berapapun jumlahnya, menyesatkan.
    Video tersebut diketahui merupakan gabungan beberapa foto dari peristiwa dengan waktu yang berbeda-beda. 
    Selama di Indonesia, Direktur Pelaksana International Monetary Fund (IMF) Kristalina Georgieva, diketahui memiliki agenda seperti melakukan pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, mengunjungi pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta, pada Minggu sore 17 Juli 2022.
    Kristalina bahkan mengikuti pertemuan gabungan para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 di Bali.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10413) Menyesatkan, Radiasi HP Menyebabkan Kematian

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 23/07/2022

    Berita


    Sebuah video beredar di media sosial Facebook dengan klaim radiasi HP (handphone) yang dapat menyebabkan kematian. 
    Dalam video terlihat sejumlah warga dan dua orang petugas berseragam polisi berkerumun di luar sebuah kamar bangunan berlantai dua. Mereka ingin melihat dan mengetahui seorang pria yang diduga sudah tidak bernyawa terbaring miring di tempat tidur. 
    Tampak dua unit handphone di dekat kepala korban. Salah satunya menyentuh kening korban.
    Tangkapan layar sebuah video di Facebook yang mengklaim radiasi handphone sebabkan kematian
    Hingga artikel ini diturunkan, video diunggah yang pada 19 Juli 2022 tersebut sudah diputar atau ditonton lebih dari 126 ribu kali.

    Hasil Cek Fakta


    Tim Cek Fata Tempo berusaha mencari tahu siapa korban dalam video yang diunggah tersebut. Dari komentar beberapa orang di Facebook itu, diketahui bahwa korban adalah seorang tokoh agama di Larantuka. 
    Hasil penelusuran Tempo menggunakan mesin pencarian Google, Portal Berita Katolik Indonesia, dan sesawi.net memberitakan kematian Imam Diosesan Keuskupan Larantuka, Flores Timur, NTT. 
    Dikutip media lokal Sesawi.net, imam itu bernama Romo Bernadus “Edu” Bara Kerans Pr yang meninggal dalam usia 63 tahun, Kamis pagi, 14 Juli 2022 di kamarnya.  
    Menurut keterangan seorang suster, Kamis pagi, Romo Edu Kerans dijadwalkan datang ke sebuah Biara untuk Perayaan Ekaristi. Namun hingga sampai waktunya misa, ia tak kunjung datang.
    “Kami telepon berkali-kali handphone-nya, tidak merespon.Tahu-tahu siang hari kami terkejut mendapat kabar dia sudah meninggal dunia. Pintu kamarnya sampai dibuka paksa,” kata suster itu.
    Romo Edu diketahui memiliki riwayat penyakit jantung. Ia pernah berobat di Jakarta untuk pemasangan ring, namun urung dilakukan.
    Tim Cek Fakta Tempo mengkonfirmasi langsung informasi ini kepada Kapolres Flores Timur AKBP I Gede Ngurah Joni Mahardika, Jumat, 22 Juli 2022. Ia membenarkan jenazah yang ditemukan meninggal dunia di kamar tersebut adalah Romo Bernadus Bara Kerans.
    “Beliau ditemukan meninggal di kamarnya pada Hari Kamis, 14 Juli 2022. Hasil pemeriksaan, penyebab kematiannya karena penyakit jantung. Romo Bernadus memang ada riwayat penyakit jantung sebelumnya,” jelas Kapolres dalam pesan singkatnya.
    Romo Bernadus sudah dimakamkan pada hari Jumat, 15 Juli 2022 di pemakaman khusus Romo di Larantuka, Kuburan Para Imam Paroki Katedral Renha Rosari Larantuka.
    Bahaya Radiasi Handphone
    Sementara itu, sejumlah penelitian menyebutkan tidak adanya hubungan antara radiasi ponsme dengan kesehatan, baik jangka pendek maupun panjang.
    The US Food and Drugs Administration (FDA) menyatakan bahwa tidak ada bukti ilmiah berbobot yang menghubungkan paparan energi frekuensi radio dari penggunaan ponsel dengan masalah kesehatan pada atau di bawah batas paparan frekuensi radio yang ditetapkan oleh FCC.
    Ponsel dan Energi Frekuensi Radio Ponsel memancarkan radiasi non-pengion tingkat rendah saat digunakan. Jenis radiasi yang dipancarkan oleh telepon seluler disebut juga sebagai energi frekuensi radio (RF).
    Sementara itu National Cancer Institute menyebutkan bahwa saat ini tidak ada bukti yang konsisten bahwa radiasi non-pengion meningkatkan risiko kanker pada manusia. Satu-satunya efek biologis yang diakui secara konsisten dari radiasi frekuensi radio pada manusia adalah pemanasan.
    Laman Better Health Channel menjelaskan, radiasi adalah kombinasi energi listrik dan magnet yang bergerak melalui ruang dengan kecepatan cahaya. Hal ini juga disebut sebagai radiasi elektromagnetik (EMR).
    Radiasi diklasifikasikan menjadi dua kelompok besar:
    1. Radiasi pengion (IR) – yang mampu menyebabkan perubahan atom atau molekul dalam tubuh yang dapat mengakibatkan kerusakan jaringan seperti kanker. Contoh IR termasuk sinar-x dan sinar gamma
    2. Radiasi non-pengion (NIR) – yang tidak menyebabkan perubahan ini, tetapi dapat mendorong molekul untuk bergetar. Hal ini dapat menyebabkan kenaikan suhu, serta efek lainnya. Contoh NIR termasuk radiasi ultraviolet di bawah sinar matahari, cahaya tampak, bola lampu, radiasi inframerah, energi gelombang mikro dan energi frekuensi radio.
    Ada banyak penelitian di seluruh dunia tentang radiasi RF dan efeknya pada tubuh. Ada perbedaan besar antara efek biologis – efek pada tubuh – dan efek kesehatan.
    Misalnya, radiasi RF dari ponsel memiliki efek biologis menaikkan suhu di area otak yang terlokalisir sebesar sepersekian derajat. Efek biologis ini tidak secara otomatis membawa risiko kesehatan apa pun. Tubuh manusia diperlengkapi untuk menghadapi variasi suhu yang sangat luas tanpa mengalami bahaya.
    Karena radiasi RF adalah bentuk radiasi non-pengion, tidak dapat menyebabkan kanker. Tidak ada cara biologis lain yang diketahui bahwa radiasi RF dapat bersifat karsinogenik.
    Sementara penelitian terus berlanjut apakah penggunaan ponsel menyebabkan masalah kesehatan selain kanker atau tidak, belum ada implikasi kesehatan negatif yang ditemukan.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan video dan narasi yang diunggah akun Facebook di atas, Tempo menyimpulkan bahwa klaim radiasi handphone menyebabkan kematian adalah menyesatkan.
    Penelitian internasional yang intensif tidak menemukan bukti yang meyakinkan bahwa ponsel merusak kesehatan dalam jangka pendek atau panjang, apalagi menyebabkan kematian.

    Rujukan