“This couple decided to abort their baby and mummify it. Then they put it in a capsule to show everyone. They did this as a protest, so that abortion can be legalized throughout the world.
What a crazy world we live in. Jesus Christ, please save our souls.”
(GFD-2022-10150) [SALAH] Foto Pasangan Memumifikasi Janinnya
Sumber: Twitter.comTanggal publish: 25/07/2022
Berita
Hasil Cek Fakta
Beredar sebuah postingan foto oleh akun Twitter @LoveHoney732 pada 10 Juli 2022. Postingan tersebut menunjukan foto pasangan yang memumifikasi bayi mereka. Dalam gambar tersebut dijelaskan bahwa bayi mereka yang sudah diaborsi kemudian ditaruh ke dalam kapsul untuk ditunjukkan kepada orang-orang mengenai dukungan pasangan tersebut terhadap legalisasi aborsi di seluruh dunia.
Berdasarkan hasil penelusuran, foto tersebut merupakan desainer video game Hideo Kojima dan aktris Ashley Johnson. Mereka berpose dengan memegang replika karakter dari game Death Stranding yang berbentuk janin bernama “Bridge Baby”. Game ini sendiri merupakan game buatan Hideo Kojima. Diketahui Kojima memposting foto dirinya dan Johnson memegang properti dari gamenya tersebut ke akun Twitter-nya pada Juli 2019 selama konvensi Comic-Con International di San Diego.
Dengan demikian, unggahan akun Twitter @LoveHoney732 adalah salah, sehingga masuk ke dalam kategori konten yang menyesatkan.
Berdasarkan hasil penelusuran, foto tersebut merupakan desainer video game Hideo Kojima dan aktris Ashley Johnson. Mereka berpose dengan memegang replika karakter dari game Death Stranding yang berbentuk janin bernama “Bridge Baby”. Game ini sendiri merupakan game buatan Hideo Kojima. Diketahui Kojima memposting foto dirinya dan Johnson memegang properti dari gamenya tersebut ke akun Twitter-nya pada Juli 2019 selama konvensi Comic-Con International di San Diego.
Dengan demikian, unggahan akun Twitter @LoveHoney732 adalah salah, sehingga masuk ke dalam kategori konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Ari Dwi Prasetyo.
Bukan foto pasangan yang memumifikasi bayinya sebagai bentuk dukungan legalisasi aborsi, melainkan foto desainer video game Hideo Kojima bersama aktris Ashley Johnson yang sedang memegang properti yang bernama “Bridge baby” dari game Kojima Death Stranding.
Bukan foto pasangan yang memumifikasi bayinya sebagai bentuk dukungan legalisasi aborsi, melainkan foto desainer video game Hideo Kojima bersama aktris Ashley Johnson yang sedang memegang properti yang bernama “Bridge baby” dari game Kojima Death Stranding.
Rujukan
(GFD-2022-10151) [SALAH] Menahan Tangis Bisa Menyebabkan Kanker
Sumber: Youtube.comTanggal publish: 25/07/2022
Berita
“Bahaya Menahan Nangis Bisa Menyebabkan Kanker – Menangislah bila harus menangis”.
Hasil Cek Fakta
Akun YouTube dengan nama “Pecinta dr Aisah Dahlan, CHt” mengunggah cuplikan video dari dr. Aisyah Dahlan yang menjelaskan bahwa menahan tangis bisa menyebabkan seseorang menderita kanker.
dr. Aisah Dahlan di video tersebut menjelaskan bahwa jika seseorang yang memiliki jenis genetik yang cepat berpoliferasi atau genetik tumor, akan berpotensi menderita kanker karena menahan tangis.
Video yang diunggah pada 2 Agustus 2021 tersebut telah disukai 4,200 orang dan telah ditonton sebanyak 129,404 kali.
Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut kurang tepat. Harvard Health Publishing, yang merupakan media yang diterbitkan oleh Harvard Medical School, telah menjelaskan bahwa menahan tangis memang dapat menyebabkan sistem imun menurun, stress, depresi dan gangguan kecemasan.
Di sisi lain, jurnal yang diterbitkan di PubMed.gov yang secara spesifik meneliti tentang hubungan depresi dan kecemasan terhadap resiko kanker, menjelaskan bahwa perkiraan peningkatan resiko absolut (ARI) yang terkait dengan depresi dan kecemasan terhadap resiko kanker adalah 34,3 kejadian per 100,000 orang/tahun (15,8 – 50,2) Sementara itu, ARI serupa untuk kematian spesifik kanker merupakan 28,2 kejadian per 100,000 orang/tahun (21,5 – 34,9).
Analisis yang telah dilakukan pada dua subkelompok tersebut menunjukkan bahwa depresi dan kecemasan yang didiagnosis secara klinis terkait dengan kelangsungan hidup kanker yang lebih buruk dan kematian spesifik kanker yang lebih tinggi. Namun, depresi dan kecemasan tidak memiliki hubungan sebab-akibat dengan peningkatan kejadian kanker.
Dengan demikian, informasi yang diberikan dr. Aisah Dahlan di video yang diunggah oleh channel “Pecinta dr Aisah Dahlan, CHt” merupakan konten yang menyesatkan, karena tidak ada hubungan kausal antara menahan tangis dengan kejadian kanker.
dr. Aisah Dahlan di video tersebut menjelaskan bahwa jika seseorang yang memiliki jenis genetik yang cepat berpoliferasi atau genetik tumor, akan berpotensi menderita kanker karena menahan tangis.
Video yang diunggah pada 2 Agustus 2021 tersebut telah disukai 4,200 orang dan telah ditonton sebanyak 129,404 kali.
Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut kurang tepat. Harvard Health Publishing, yang merupakan media yang diterbitkan oleh Harvard Medical School, telah menjelaskan bahwa menahan tangis memang dapat menyebabkan sistem imun menurun, stress, depresi dan gangguan kecemasan.
Di sisi lain, jurnal yang diterbitkan di PubMed.gov yang secara spesifik meneliti tentang hubungan depresi dan kecemasan terhadap resiko kanker, menjelaskan bahwa perkiraan peningkatan resiko absolut (ARI) yang terkait dengan depresi dan kecemasan terhadap resiko kanker adalah 34,3 kejadian per 100,000 orang/tahun (15,8 – 50,2) Sementara itu, ARI serupa untuk kematian spesifik kanker merupakan 28,2 kejadian per 100,000 orang/tahun (21,5 – 34,9).
Analisis yang telah dilakukan pada dua subkelompok tersebut menunjukkan bahwa depresi dan kecemasan yang didiagnosis secara klinis terkait dengan kelangsungan hidup kanker yang lebih buruk dan kematian spesifik kanker yang lebih tinggi. Namun, depresi dan kecemasan tidak memiliki hubungan sebab-akibat dengan peningkatan kejadian kanker.
Dengan demikian, informasi yang diberikan dr. Aisah Dahlan di video yang diunggah oleh channel “Pecinta dr Aisah Dahlan, CHt” merupakan konten yang menyesatkan, karena tidak ada hubungan kausal antara menahan tangis dengan kejadian kanker.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Evarizma Zahra.
Informasi yang menyesatkan. Menahan tangis memang bisa berujung pada gejala depresi dan kecemasan, di mana dua hal tersebut berbahaya bagi pasien yang memang sudah menderita kanker. Gejala depresi dan kecemasan berhubungan dengan kematian kanker yang lebih tinggi dan kualitas hidup pasien kanker yang lebih buruk, tetapi bukan merupakan penyebab seseorang menderita kanker.
Informasi yang menyesatkan. Menahan tangis memang bisa berujung pada gejala depresi dan kecemasan, di mana dua hal tersebut berbahaya bagi pasien yang memang sudah menderita kanker. Gejala depresi dan kecemasan berhubungan dengan kematian kanker yang lebih tinggi dan kualitas hidup pasien kanker yang lebih buruk, tetapi bukan merupakan penyebab seseorang menderita kanker.
Rujukan
(GFD-2022-10414) Sebagian Benar, Penculikan Anak di Desa Noreh, Sampang, Madura
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 25/07/2022
Berita
Sebuah akun Facebook membuat status dengan beberapa video dan foto yang menginformasikan peristiwa penculikan anak di Pulau Madura, Jawa Timur.
Hati hati ada penculikan anak di desa Noreh, Sreseh Madura Sampang. Pelaku sedang di kejar. Alhamdulillah baru saja, si korban sudah di ketemukan di persawahan, dia lompat dari sepedanya penculik itu..kejadianya sore hari ini ( senin tgl 18-7-2022 ).
Salah satu foto tangkap layar diberi keterangan “Telah terjadi penculikan anak usia 10 tahun di Desa Noreh. Satu anak berhasil kabur dengan melompat dari motor pelaku. Satu anak lainnya di bawa kabur”.
Tangkapan layar video yang beredar di Facebook pada 18 Juli 2022 tentang upaya penculikan anak di Kabupaten Sampang, Jatim.
Akun ini mengunggah empat video yang menunjukkan kepanikan warga dan anak yang sedang menangis. Turut diunggah pula tangkap layar status WhatsApp, berupa foto dan video.
Sampai tulisan ini dibuat, status Facebook yang ditulis tanggal 18 Juli 2022 ini telah dibagikan 891 kali dan 63 komentar dari pengguna Facebook.
Hasil Cek Fakta
Hasil pemeriksaan fakta Tim Cek Fakta Tempo, memang benar terjadi upaya penculikan anak di Dusun Penarokan, Desa Noreh, Sreseh, Kabupaten Sampang Madura pada 18 Juli 2022. Namun seluruh anak yang sempat dibawa oleh orang tak dikenal tersebut selamat.
Untuk memeriksa klaim ini, Tempo menonton video ini sampai selesai dan menelusuri lokasi dalam fragmen-fragmen di video tersebut. Serta meminta penjelasan dari saksi dan aparat Kepolisian.
Keempat video yang diunggah menggunakan bahasa Madura. Plat nomor kendaraan yang terekam dalam video juga semuanya dimulai dengan huruf M. Dilansir KataData, M merupakan plat nomor kendaraan untuk wilayah Bangkalan, Sampang, Sumenep, dan Pamekasan.
Perangkat Desa Noreh, Juli, kepada Tempo membenarkan kejadian ini.
Kejadian bermula ketika seseorang yang mengendarai sepeda motor Jupiter mendekati tiga orang anak yang sedang bermain. Ketiga anak perempuan berusia sekolah dasar tersebut diiming-imingi uang.
“Ada tiga orang anak. Satu anak yang berusia 12 tahun dibawa sedangkan dua anak lainnya melaporkan kepada Ibunya” kata Juli saat dihubungi Tempo, Senin, 25 Juli 2022. Ibu kedua anak ini kemudian minta tolong kepada warga sekitar.
Tangkapan layar video yang beredar di Facebook menangkap suasana kerumunan warga saat mendengar upaya penculikan anak di Kabupaten Sampang, Jatim.
Juli menuturkan, warga sontak berteriak dan mengejar pelaku hingga nyaris tertangkap. Pelaku pun melepaskan anak tersebut dekat pertigaan jalan Dusun Penarokan dan Jalan Raya Noreh.
“Kondisi anak-anak sampai saat ini sehat, dalam pendampingan keluarga. Semuanya sudah kembali bersekolah,” jelas Juli. Keluarga dan perangkat desa sudah melaporkan peristiwa ini ke Polsek Sreseh.
Juli menyayangkan peristiwa ini terjadi lagi di lingkungannya. Sebab pada Agustus tahun 2021 silam, insiden dengan modus yang sama juga terjadi. "Tahun lalu juga modusnya sama, iming-iming, dibawa, kemudian dilepas lagi. Saya harap polisi segera mengungkap pelakunya," ujarnya.
Sementara itu melalui pesan singkat kepada Tempo, Kapolsek Sreseh, Iptu Edi Eko Purnomo, S.H. membenarkan kejadian tersebut.
“Benar adanya kejadian anak dibawa orang tidak dikenal, pada hari Senin (18 Juli 2022) sore hari. Anak tersebut bisa turun dari motor. Untuk kondisi fisik, sejauh pengamatan tidak terjadi hal-hal yang serius” kata Edi.
Edi menambahkan, kasus ini sedang diselidiki Polsek Sreseh dan berkoordinasi dengan Polres Sampang.
“Kami menghimbau, agar warga masyarakat agar selalu mengawasi anaknya ketika bermain di luar rumah. Waspada serta mendidik anak untuk tidak menerima pemberian orang yang tidak tidak dikenal," tegas Edi.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta terhadap postingan status Facebook tentang penculikan anak di desa Noreh, Sreseh, Sampang, Madura, dapat disimpulkan sebagian benar.
Ada tiga anak yang diimingi-imingi uang oleh terduga penculik, satu anak berusia 12 tahun berhasil dibawa sedangkan dua lainnya melapor kepada Ibunya.
Anak yang dibawa kemudian dilepas terduga penculik lantaran dikejar warga. Kasus ini sedang dalam penyidikan kepolisian.
Rujukan
(GFD-2022-10139) [SALAH] Minum Kopi Dicampur Lemon dapat Mengecilkan Perut
Sumber: facebook.comTanggal publish: 23/07/2022
Berita
Beredar postingan melalui media sosial Facebook tentang kopi dicampur perasan air lemon yang bisa mengecilkan perut. Postingan tersebut diunggah pada bulan Januari 2022 dan sudah disukai oleh 29 orang.
lemon hangat bikin kurus
Minum Lemon bikin kurus
lemon hangat bikin kurus
Minum Lemon bikin kurus
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri ternyata klaim tersebut sudah tersebar sejak tahun 2021. Turnbackhoax.id juga pernah membahas klaim tersebut dengan judul “[SALAH] Kopi Lemon Bermanfaat untuk Diet” pada 23 Oktober 2021. Artikel klarifikasi tersebut menjelaskan bahwa menurut ahli nutrisi dan fisiologi Mayur Ranchordas dari Sheffield Hallam University mengatakan kopi dan lemon tidak berhubungan dengan penurunan berat badan.
Dikutip dari hellosehat.com, kopi dan lemon juga mengandung pH asam, bahkan ketika kedua bahan tersebut dicampur, maka pH yang dihasilkan akan tetap asam, sehingga campuran kedua bahan tersebut dilarang untuk dikonsumsi oleh penderita penyakit asam lambung, karena kopi yang dicampur dengan lemon bisa menyebabkan penyakit asam lambung semakin parah.
Dilansir dari Kompas.com menurut Pierre Dechelotte, presiden Society for Clinical and Metabolic Nutrition (SFNCM) mencampur dua bahan itu dalam minuman bisa menyebabkan gangguan pencernaan, serta secara signifikan mencegah rasa lapar sehingga berpotensi membahayakan.
“Konsumsi kopi yang berlebihan dapat menyebabkan insomnia dan bahkan masalah jantung. Lemon mengandung banyak vitamin C dan merupakan antioksidan, tetapi juga tidak pernah menyebabkan penurunan berat badan,” Jelas Dechelotte.
Berdasarkan penjelasan di atas, klaim mengenai kopi dan perasan air lemon dapat mengecilkan perut adalah salah dan termasuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
Dikutip dari hellosehat.com, kopi dan lemon juga mengandung pH asam, bahkan ketika kedua bahan tersebut dicampur, maka pH yang dihasilkan akan tetap asam, sehingga campuran kedua bahan tersebut dilarang untuk dikonsumsi oleh penderita penyakit asam lambung, karena kopi yang dicampur dengan lemon bisa menyebabkan penyakit asam lambung semakin parah.
Dilansir dari Kompas.com menurut Pierre Dechelotte, presiden Society for Clinical and Metabolic Nutrition (SFNCM) mencampur dua bahan itu dalam minuman bisa menyebabkan gangguan pencernaan, serta secara signifikan mencegah rasa lapar sehingga berpotensi membahayakan.
“Konsumsi kopi yang berlebihan dapat menyebabkan insomnia dan bahkan masalah jantung. Lemon mengandung banyak vitamin C dan merupakan antioksidan, tetapi juga tidak pernah menyebabkan penurunan berat badan,” Jelas Dechelotte.
Berdasarkan penjelasan di atas, klaim mengenai kopi dan perasan air lemon dapat mengecilkan perut adalah salah dan termasuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Riza Dwi (Anggota Tim Kalimasada)
Menurut Pierre Dechelotte, presiden Society for Clinical and Metabolic Nutrition (SFNCM) mencampur dua bahan itu dalam minuman bisa menyebabkan gangguan pencernaan, serta secara signifikan mencegah rasa lapar sehingga berpotensi membahayakan.
Menurut Pierre Dechelotte, presiden Society for Clinical and Metabolic Nutrition (SFNCM) mencampur dua bahan itu dalam minuman bisa menyebabkan gangguan pencernaan, serta secara signifikan mencegah rasa lapar sehingga berpotensi membahayakan.
Rujukan
Halaman: 6124/8116




