“KABAR VIRAL HARI INI ~ BIADAB !! 2 INTELEJEN MALAYSIA SERANG MARKAS TNI AL. JOKOWI PERINTAHKAN TEMBAK DI TEMPAT
SUMBER: PORTAL DUNIA”
(GFD-2022-10157) [SALAH] Kabar Viral Hari ini, 2 intelejen Malaysia Serang Markas TNI AL Jokowi Perintahkan Tembak Di Tempat
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 27/07/2022
Berita
Hasil Cek Fakta
Sebuah akun Facebook mengunggah video berdurasi 8 menit dengan judul “KABAR VIRAL HARI INI ~ BIADAB !! 2 INTELEJEN MALAYSIA SERANG MARKAS TNI AL. JOKOWI PERINTAHKAN TEMBAK DI TEMPAT”, pada 24 Juli 2022.
Diketahui bahwa TNI Angkatan Laut menangkap enam orang yang diduga intelijen asing setelah kedapatan memfoto secara sembunyi-sembunyi aset militer Indonesia di wilayah Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara pada 20 Juli 2022.
Keenamnya terdiri dari tiga warga negara Indonesia (WNI) berinisial EW (23), TR (40), dan YY (40), sedangkan tiga warga negara asing (WNA) berinisial LS (40), HK (40), dan BJ (45). Tiga WNA sendiri diketahui berasal dari Malaysia dan China.
Berdasarkan penelusuran, narasi pada judul yang mengklaim bahwa Presiden Jokowi memerintahkan tembak di tempat 2 orang berkewarganegaraan Malaysia adalah salah. Setelah ditelusuri klip video tersebut identik dengan video Kompas TV pada 26 April 2021 berjudul “Jokowi Naikkan Pangkat Kabinda Papua yang Ditembak Mati KKB, Minta TNI dan Polri Usut Tuntas”.
Video itu tidak terkait dengan penangkapan enam orang yang diduga intelijen. Dalam video Kompas TV itu, Jokowi memerintahkan Panglima TNI dan Kapolri untuk mengejar dan menangkap anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Perintah itu disampaikan Jokowi setelah tewasnya Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha gugur yang merupakan Kepala BIN Daerah (Kabinda) Papua.
Berdasarkan hasil penelusuran tersebut, hingga kini tidak ada perintah atau pernyataan dari Jokowi untuk melakukan penembakan terhadap para penyusup itu.
Diketahui bahwa TNI Angkatan Laut menangkap enam orang yang diduga intelijen asing setelah kedapatan memfoto secara sembunyi-sembunyi aset militer Indonesia di wilayah Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara pada 20 Juli 2022.
Keenamnya terdiri dari tiga warga negara Indonesia (WNI) berinisial EW (23), TR (40), dan YY (40), sedangkan tiga warga negara asing (WNA) berinisial LS (40), HK (40), dan BJ (45). Tiga WNA sendiri diketahui berasal dari Malaysia dan China.
Berdasarkan penelusuran, narasi pada judul yang mengklaim bahwa Presiden Jokowi memerintahkan tembak di tempat 2 orang berkewarganegaraan Malaysia adalah salah. Setelah ditelusuri klip video tersebut identik dengan video Kompas TV pada 26 April 2021 berjudul “Jokowi Naikkan Pangkat Kabinda Papua yang Ditembak Mati KKB, Minta TNI dan Polri Usut Tuntas”.
Video itu tidak terkait dengan penangkapan enam orang yang diduga intelijen. Dalam video Kompas TV itu, Jokowi memerintahkan Panglima TNI dan Kapolri untuk mengejar dan menangkap anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Perintah itu disampaikan Jokowi setelah tewasnya Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha gugur yang merupakan Kepala BIN Daerah (Kabinda) Papua.
Berdasarkan hasil penelusuran tersebut, hingga kini tidak ada perintah atau pernyataan dari Jokowi untuk melakukan penembakan terhadap para penyusup itu.
Kesimpulan
Informasi menyesatkan. Dalam video berdurasi 8 Menit tersebut tidak ada pernyataan dari Presiden Jokowi yang memerintahkan tembak di tempat 2 intelejen berkewarganegaraan Malaysia yang ditangkap setelah kedapatan memfoto secara sembunyi-sembunyi aset militer di Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Rabu (20/7/2022).
Rujukan
(GFD-2022-10418) Keliru, Video Presiden Putin Serahkan Bukti Nyata Kejahatan Australia Mendukung KKB Papua
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 27/07/2022
Berita
Video berjudul, Kabar Hari Ini!! Putin Serahkan Bukti Nyata Kejahatan Australia Mendukung KKB Papua pada Indonesia, beredar di Facebook pada 26 Juli 2022.
Video berdurasi 9 menit 41 detik itu di antaranya memperlihatkan cuplikan peluncuran roket dan kapal selam juga kegiatan Presiden Cina Xi Jinping.
Video tersebut dibagikan pasca aksi yang diduga dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan menewaskan 13 warga sipil di Nduga, Papua pada Sabtu, 16 Juli 2022.
Tangkapan layar video yang beredar di Facebook tentang Presiden Putin
Hingga artikel ini dimuat, video tersebut telah disaksikan lebih dari 119.000 kali dan mendapat 189 komentar.
Benarkah ini video Presiden Putin menyerahkan bukti kejahatan Australia mendukung KKB Papua pada Indonesia?
Hasil Cek Fakta
Hasil verifikasi Tempo menunjukkan, video di Facebook tersebut sama sekali tidak memperlihatkan Presiden Rusia Vladimir Putin saat menyerahkan dokumen berisi bukti dukungan Australia terhadap KKB di Papua. Bahkan video tersebut sama sekali tidak membahas isu keamanan di Papua.
Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim Cek Fakta Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut dengan menggunakan tool InVid. Selanjutnya penelusuran dilakukan dengan menggunakan reverse image Google dan Yandex.
Berikut ini adalah fakta-fakta atas video tersebut:
Bagian 1
Pemeriksaan fakta bagian 1
Video pada menit 1:12, menit 3:50. menit 4:05, dan 6:37 adalah pernah dimuat di kanal China Global Television Network Youtube pada 8 April 2022 dengan judul, China honors outstanding Beijing 2022 individuals and organizations. Dalam acara yang digelar di Aula Besar Rakyat di Beijing, Xi Jinping memberikan penghargaan atas kontribusi para atlit Olimpiade Musim Dingin dan Paralimpiade Beijing.
Bagian 2
Pemeriksaan fakta bagian 2
Video berikutnya yakni peluncuran roket, identik dengan video yang pernah diunggah ke Youtube oleh kanal United Launch Alliance pada 26 Mei 2022 dengan judul, ULA 150th Launch. “150 rockets. 150 missions. 100% mission success,” bunyi keterangan video.
Bagian 3
Pemeriksaan fakta bagian 3
Video lainnya memperlihatkan tembakan roket artileri udara. Video ini identik dengan video yang pernah diunggah ke Youtube oleh kanal Bridget Bosch pada 22 Juni 2017 dengan judul, “Aerial Artillery Rocket Fire”.
Pada keterangan videonya dijelaskan bahwa awak peluncur yang ditugaskan ke Batalyon 3, Resimen Artileri Lapangan 197, Garda Nasional NH, menembakkan roket dari peluncur Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi pada 12 Juni di Gagetown, Kanada selama pelatihan tahunan.
Bagian 4
Pemeriksaan fakta bagian 4
Sementara bagian video yang memperlihatkan kapal selam, identik dengan yang pernah diunggah ke Youtube oleh kanal HBB Defense Military pada 11 Desember 2020 dengan judul Royal Navy’s latest Astute Class attack submarine.
HMS Anson, kapal selam serang Kelas Astute terbaru Angkatan Laut Kerajaan Inggris, telah resmi dinamai dalam upacara virtual di galangan kapal Barrow-in-Furness BAE Systems. Kapal selam ini diklaim sebagai kapal selam serang terbesar, tercanggih, dan paling kuat yang pernah dioperasikan oleh Angkatan Laut Kerajaan Inggris.
Tidak ada laporan Presiden Putin Serahkan Kejahatan Australia
Dengan menggunakan berbagai kata kunci, Tempo tidak menemukan pemberitaan terkait Presiden Putin serahkan bukti kejahatan Australia mendukung KKB Papua. Sejauh ini tidak ada bukti bahwa Australia mendukung aksi KKB di Papua.
Video tersebut sama sekali tidak berisi penjelasan Presiden Putin serahkan kejahatan Australia. Narasi dari pengisi suara pada bagian awal video identik dengan artikel yang pernah dimuat situs berita cnbcindonesia.com pada 23 November 2021 dengan judul, Ngeri! RI Dikepung Senjata Nuklir 'Tetangga', Ini Buktinya.
Selanjutnya, pengisi suara membacakan narasi yang identik dengan artikel berita yang pernah diunggah situs berita yang sama pada 9 Oktober 2021 dengan judul, Dikepung Senjata Nuklir, RI & Negara ASEAN Panik & Terancam.
Pada bagian akhir, narasi dalam video tersebut identik dengan teks berita yang pernah dimuat kantor berita Antara pada 4 Januari 2022 dengan judul, Perjanjian anti nuklir disepakati, China dorong Indonesia bersuara.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, video dengan klaim Presiden Putin menyerahkan bukti kejahatan Australia mendukung KKB Papua pada Indonesia, keliru.
Video di atas sama sekali tidak memperlihatkan Presiden Rusia Vladimir Putin menyerahkan dokumen berisi bukti dukungan Australia terhadap KKB di Papua. Bahkan video tersebut sama sekali tidak membahas isu keamanan di Papua.
Melainkan munculnya kemitraan baru di Indo Pasifik yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Inggris dan Australia (AUKUS) sekaligus menandai dimulainya kerjasama kapal selam nuklir antara ketiga negara.
Kerjasama itu menimbulkan kekhawatiran negara-negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan Malaysia.
Rujukan
- https://www.facebook.com/105764972103691/videos/1700625350301922
- https://www.youtube.com/watch?v=bQG5kdrdrh4
- https://www.youtube.com/watch?v=2kLH15-6jWk
- https://www.youtube.com/watch?v=ezE61BEyzLw
- https://www.youtube.com/watch?v=9eZ6pi13LZk
- http://cnbcindonesia.com/
- https://www.cnbcindonesia.com/news/20211123065256-4-293578/ngeri-ri-dikepung-senjata-nuklir-tetangga-ini-buktinya
- https://www.cnbcindonesia.com/news/20211009112147-4-282620/dikepung-senjata-nuklir-ri-negara-asean-panik-terancam
- https://www.antaranews.com/berita/2623193/perjanjian-anti-nuklir-disepakati-china-dorong-indonesia-bersuara
- https://wa.me/6281315777057
(GFD-2022-10419) Keliru, Rutin Konsumsi Spirulina Dapat Cegah Cacar Monyet
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 27/07/2022
Berita
Sebuah akun Facebook membuat status dengan mengunggah sebuah video bernarasi manfaat mengkonsumsi Spirulina untuk mencegah penularan cacar monyet.
Cegah cacar monyet dengan rutin konsumsi spirulina, hanya spirulina atomy yang 100%pure spirulina....isi 120 kapsul cukup 2 kapsul sudah memenuhi kebutuhan harian kita....hanya dijual di web shopping Atomy produk asli buatan korea..
Video yang dicantumkan pada status Facebook tanggal 25 Juli 2022 ini, memperlihatkan kemasan bertuliskan ‘Atomy 100% Pure Spirulina, 100% Pure Spirulina Containing natural chlorophyll’. Pada bagian lain kemasan tertulis ‘obat tradisional dan komposisi yang terkandung di dalamnya’.
Tangkapan layar video yang beredar di Facebook yang mengatakan bahwa Spirulina dapat mencegah tertular cacar monyet
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Tempo menemukan tidak ada pengobatan dan obat yang disetujui secara khusus untuk mencegah infeksi virus cacar monyet.
Berdasarkan Cek Produk BPOM, Atomy 100% Pure Spirulina, terdaftar dengan kode TI214305341, tertanggal 21 Januari 2021. Berdasarkan registrasi online tersebut, produk Pure Spirulina dikategorikan sebagai obat tradisional.
Obat tradisional ini diimpor oleh PT Atomy Indonesia INC, DKI Jakarta dari Kolmar BHN CO., LTD. Eumseong Factory, Korea Selatan. Dalam laman resminya, KOLMAR BNH adalah produsen kosmetik yang sejak didirikan pada tahun 1990. Perusahaan ini menyediakan layanan kosmetik, farmasi, dan makanan kesehatan.
Peneliti Pusat Riset Kesehatan Masyarakat Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr. Masdalina Pane, mengatakan bahwa produk berbahan spirulina atau ganggang bukan sebagai antivirus maupun untuk terapi cacar monyet. Beberapa riset menunjukkan spirulina lebih berfungsi meningkatkan sistem imun. Juga menunjukkan efek signifikan suplementasi spirulina dalam mengurangi konsentrasi plasma kolesterol.
“Jadi Spirulina lebih cocok untuk nutrisi, bukan untuk terapi apalagi dalam kasus cacar monyet,” kata Masdalina saat dihubungi Tempo, Rabu 27 Juli 2022.
Masdalina, yang juga peneliti di Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia, menegaskan bahwa antivirus spesifik untuk cacar monyet belum ditemukan. Pengobatan monkeypox masih bersifat symptomatic, yaitu pengobatan yang bertujuan mengurangi keluhan atau gejala tanpa melihat penyakit utama yang menyebabkan keluhan tersebut.
“Dalam kasus monkeypox, symptomatic sesuai gejala yang muncul. Kalau demam diberi antipiretik, kalau nyeri dikasih antipiretik. Dan sebenarnya penyakit ini bisa sembuh sendiri tanpa bantuan obat virus,” ujarnya.
Dilansir laman Departemen Kesehatan & Layanan Kemanusiaan AS (CDC) tentang Penanggulangan Medis untuk Pengobatan Cacar Monyet, disebutkan bahwa saat ini tidak ada pengobatan yang disetujui secara khusus untuk infeksi virus monkeypox.
Akan tetapi berdasarkan rekomendasi Badan Pengawas Obat dan Makanan AS, antivirus yang dikembangkan untuk digunakan pada pasien cacar terbukti bermanfaat melawan cacar monyet. Strategic National Stockpile (SNS) AS pun menyarankan penggunaan antivirus oleh tenaga medis, seperti Tecovirimat, VIGIV, Cidofovir, dan Brincidofovir.
Sementara menurut Badan Kesehatan Dunia ( WHO ), dalam penelitian observasional vaksinasi cacar 85% efektif mencegah cacar monyet (monkeypox). Vaksinasi cacar yang diterima seseorang dapat membantu meringankan gejala.
Pencegahan cacar monyet
Dilansir Kementerian Kesehatan RI, cacar monyet dapat dicegah dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti cuci tangan dengan air dan sabun maupun pembersih tangan berbahan dasar alkohol. Kemudian menghindari kontak langsung dengan tikus atau primata serta tidak mengkonsumsi daging yang tidak dimasak dengan matang.
Beberapa tips pencegahan dan penanganan cacar monyet menurut WHO :
1. Membatasi kontak dekat dengan orang yang diduga atau dikonfirmasi cacar monyet, atau dengan hewan yang dapat terinfeksi.
2. Bersihkan dan disinfeksi lingkungan yang bisa saja terkontaminasi virus dari seseorang yang menularkan secara teratur.
3. Tetap beri tahu diri Anda tentang cacar monyet di daerah Anda dan lakukan percakapan terbuka dengan orang-orang yang melakukan kontak dekat (terutama kontak seksual) tentang gejala apa pun yang Anda atau mereka miliki.
Berikut ini langkah yang bisa dilakukan jika terinfeksi cacar monyet:
1. Jika Anda merasa menderita cacar monyet, Anda dapat bertindak untuk melindungi orang lain dengan mencari nasihat medis dan mengisolasi diri dari orang lain sampai dievaluasi dan diuji.
2. Jika Anda menderita cacar monyet atau terkonfirmasi, Anda harus mengisolasi diri dari orang lain sampai semua lesi Anda mengeras, keropeng telah terlepas dan lapisan kulit baru telah terbentuk di bawahnya. Ini akan menghentikan Anda dari menularkan virus ke orang lain.
3. Dapatkan saran dari petugas kesehatan Anda tentang apakah Anda harus mengisolasi di rumah atau di fasilitas kesehatan.
4. Gunakan kondom sebagai tindakan pencegahan saat melakukan kontak seksual selama 12 minggu setelah Anda pulih.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta, Tim Cek Fakta Tempo menyimpulkan klaim cacar monyet dapat dicegah dengan rutin konsumsi spirulina, adalah Keliru.
Saat ini, tidak ada pengobatan dan obat yang disetujui secara khusus untuk infeksi virus cacar monyet. Berdasarkan penelitian, vaksinasi cacar terbukti 85% efektif mencegah cacar monyet.
Rujukan
- https://www.facebook.com/opheria.opheria/videos/1267318830742743?_rdc=1&_rdr
- https://cekbpom.pom.go.id//home/produk/2nnp7kqaaksavn4q8sa065969u/all/row/10/page/0/order/4/DESC/search/0/TI214305341
- http://kolmarbnh.co.kr/eng/bbs/content.php?co_id=intro2
- https://www.cdc.gov/poxvirus/monkeypox/clinicians/treatment.html
- https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/monkeypox
- https://covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/frequently-asked-questions-faq-monkeypox
- https://www.who.int/news-room/questions-and-answers/item/monkeypox
- https://wa.me/6281315777057
(GFD-2022-10152) [SALAH] “Di Negara Arab Saudi tidak ada pajak”
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 26/07/2022
Berita
Beredar sebuah postingan di Facebook oleh Fery Hermawan yang terdapat narasi “Ya akhi, apakah anda tau Negara Arab Saudi? Di sana tidak ada pajak, semua pembiayaan negara diambil dari sumber daya alam mereka.”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa di Arab Saudi tidak ada pajak merupakan klaim yang menyesatkan.
Faktanya, Kerajaan Arab Saudi juga menggunakan istilah dharibah untuk pajak, pajak yang termasuk dalam istilah ini meliputi PPh, PPN, dan Pajak komoditas selektif (cukai). Umumnya otoritas pajak menggunakan istilah revenue yaitu penerimaan negara, seperti IRS, dan IRAS.
Revenue memang mirip artinya dengan income. Kerajaan Arab Saudi menggunakan income tax dengan dharibah ad-dukhul. Dan otoritas penerimaan juga menggunakan istilah ad-dukhul dan diterjemahkan sebagai tax (General Authority Of Zakat and Tax).
Dilansir dari MetroTV News.com pada artikel yang berjudul “Arab Saudi Naikkan Pajak, Pemerintah Berusaha Tekan ONH 2022” yang terbit pada tanggal 13 April 2022, tertulis “Nilai ongkos naik haji (ONH) 2022 diperkirakan sebesar Rp 42 juta, lebih tinggi dibandingkan musim akhir terakhir pada 2019 yang Rp36 juta.
Kenaikan ini berasal dari komponen protokol kesehatan dan pajak yang baru saja ditetapkan oleh Kerajaan Arab Saudi”. Secara eksplisit, hal ini menunjukkan bahwa Arab Saudi menarik pajak dari pemanfaatan barang dan jasa di Arab Saudi.
Faktanya, Kerajaan Arab Saudi juga menggunakan istilah dharibah untuk pajak, pajak yang termasuk dalam istilah ini meliputi PPh, PPN, dan Pajak komoditas selektif (cukai). Umumnya otoritas pajak menggunakan istilah revenue yaitu penerimaan negara, seperti IRS, dan IRAS.
Revenue memang mirip artinya dengan income. Kerajaan Arab Saudi menggunakan income tax dengan dharibah ad-dukhul. Dan otoritas penerimaan juga menggunakan istilah ad-dukhul dan diterjemahkan sebagai tax (General Authority Of Zakat and Tax).
Dilansir dari MetroTV News.com pada artikel yang berjudul “Arab Saudi Naikkan Pajak, Pemerintah Berusaha Tekan ONH 2022” yang terbit pada tanggal 13 April 2022, tertulis “Nilai ongkos naik haji (ONH) 2022 diperkirakan sebesar Rp 42 juta, lebih tinggi dibandingkan musim akhir terakhir pada 2019 yang Rp36 juta.
Kenaikan ini berasal dari komponen protokol kesehatan dan pajak yang baru saja ditetapkan oleh Kerajaan Arab Saudi”. Secara eksplisit, hal ini menunjukkan bahwa Arab Saudi menarik pajak dari pemanfaatan barang dan jasa di Arab Saudi.
Kesimpulan
Faktanya, Kerajaan Arab Saudi menggunakan istilah dharibah untuk pajak. Pajak yang termasuk dalam istilah ini meliputi PPh, PPN, dan Pajak komoditas selektif (cukai).
Rujukan
Halaman: 6122/8117




