• (GFD-2022-10420) Keliru, Video UFO Sudah Satu Jam Lebih Berada di Langit Tanah Abang

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 01/08/2022

    Berita


    Sebuah video yang memperlihatkan beberapa jet tempur tengah mengitari sebuah benda benda asing. Beberapa personil Brimob bersenjata lengkap tengah berjaga. Video berdurasi 16 detik tersebut beredar di media sosial dengan klaim bahwa Unidentified Flying Object (UFO) berada di Tanah Abang.
    Di Facebook, video tersebut dibagikan akun ini pada 26 Juli 2022. “UFO sudah satu jam lebih berada di atas daerah Tanah Abang,” tulis pemilik akun.     
    Hingga artikel ini dimuat, video tersebut telah disaksikan lebih dari 401.000 kali dan mendapat 853 komentar.
    Tangkapan Layar Unggahan video dengan klaim Ufo sudah satu jam berada di langit Tanah Abang.

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut. Selanjutnya dilakukan penelusuran dengan menggunakan reverse image Google dan Yandex. Tempo juga menghubungi pemilik akun yang pertama kali menggunggah video tersebut.
    Hasilnya, video tersebut merupakan hasil suntingan seorang video kreator asal Bandung bernama Kaufik Anril. Video aslinya merupakan pengamanan perisitiwa kebakaran di jalan Kelenteng, Bandung, pada 5 Februari 2019. 
    Menurut Kaufik,  video suntingan di atas merupakan contoh kreasi digital Computer-generated imagery (CGI).
    “Untuk mengedukasi bahwa video seperti di atas bisa dilakukan hanya dengan komputer rumahan. Jadi, jangan mudah tertipu apalagi di jaman hoaks seperti sekarang,” jelas Kaufik kepada Tempo, Jumat, 29 Juli 2022.
    Kaufik mengaku sengaja menambahkan elemen pesawat F18 dan UFO yang diambil dari cuplikan sebuah film produksi Holywood. “Di mixing pake software After Efek dengan teknik Camera Traking dan Overlay,” pungkasnya.   
    Video yang identik pernah diunggah ke Instagram oleh Kaufikanril pada 26 Februari 2019 dengan judul, “Benda asing mirip UFO melayang hampir sejam di bandung.”
    Berikut narasinya:
    “Sore hari tiba tiba masyarakat kota bandung dikejutkan oleh benda asing mirip UFO yang melayang diatas langit kota Bandung. Tak lama setelah kemunculan benda asing tersebut terlihat beberapa jet tempur TNI bermanuver mengelilingi benda asing tersebut. Kurang lebih setengah jam kejadian ini berlangsung, entah kenapa tiba tiba benda asing itu pun bergerak meninggi dan hilang bak ditelan awan. Masyarakat yg sempat panik pun akhirnya membubarkan diri dan keadaan kembali normal.”
    Pada bagian akhir narasinya, Kaufikanril mencatumkan disclaimer yang menjelaskan bahwa video tersebut merupakan hasil suntingan dan narasinya merupakan fiksi belaka. 
    “Cerita diatas adalah FIKSI belaka buat membuka mata kalian, betapa canggihnya teknologi komputer saat ini. Bahkan orang rumahan pun bisa merekayasa video seperti ini. Video aja bisa, apalagi cuma foto, apalagi cuma KTP yg siapapun bisa ngeditnya. Jadi jangan mudah tertipu yaaaa.... apqlagi jaman hoax seperti sekarang. Cuma modal #smartphone #samsung dan software pengolah video, jadi deh,” tulis akun Kaufikanril.
    Di Youtube, video yang identik diunggah Kauik Anril pada 26 Februari 2022 dengan judul dan keterangan yang sama.
    Sumber Video
    Kepada Tempo, Kaufik mengungkapkan bahwa video aslinya merupakan dokumentasi peristiwa kebakaran di Jalan Kelenteng, Kota Bandung, pada 5 Februari 2019.
    Untuk memverifikasi lokasi, Tim Cekakta Tempo menggunakan tool maps Google dan Google Street View. Hasilnya didapatkan lokasi yang identik dengan jalan Kelenteng, Kota Bandung.
    Dikutip dari Detik.com, Vihara Samudra Bhakti Jalan Kelenteng terbakar saat Umat Budha tengah sembahyang merayakan Tahun Baru Imlek 2019, Selasa (5/2/2019). Diduga api berasal dari gudang penyimpanan lilin.
    Api mulai terlihat sekitar pukul 10.41 WIB. Salah seorang jemaat, Himawan, mengatakan saat ia tengah sembahyang melihat api muncul asap dari belakang.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, video dengan klaim UFO yang sudah satu jam lebih berada di langit Tanah Abang, merupakan hasil suntingan seorang video kreator asa Bandung bernama Kaufik Anril.
    Video aslinya merupakan dokumentasi pengamanan saat terjadi kebakaran di Jalan kelenteng, Bandung pada 5 Februari 2019. Dalam video suntingan itu, Kaufik sengaja menambahkan elemen pesawat tempur F18 dan UFO.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10421) Keliru, Awan Jatuh di Kampar Riau

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 01/08/2022

    Berita


    Beredar sejumlah video awan jatuh di Kampar, Riau. Salah satunya diunggah di Facebook pada 21 Juli 2022 lalu.
    Lokasi video tersebut terlihat berada di sebuah perkebunan kelapa sawit. Terlihat gumpalan menyerupai awan bertebaran di jalanan dan pepohonan kelapa sawit. Tidak hanya di pinggir jalan, gumpalan berwarna putih itu juga ada di tengah jalanan tanah.
    Tangkapan layar unggahan hoaks soal awan jatuh di Riau yang beredar di Facebook, 21 Juli 2022.
    Benarkah gumpalan putih itu adalah awan yang jatuh dari langit?

    Hasil Cek Fakta


    Hasil pemeriksaan fakta Tempo menunjukkan bahwa gumpalan putih tersebut bukan awan, melainkan limbah dari sawit.
    Untuk menelusuri video tersebut dengan mesin pencarian google. Video identik pernah diunggah oleh beberapa akun di Tiktok pada 2021. Salah satunya oleh akun Pamuud, @whyjiii yang mengunggah pada 27 Mei 2021. 
    Akun Pamuud memberikan keterangan, “Bentuknya kayak awan tapi ini bukan awan jatuh ya gaesss.”
    Pada video kedua yang diunggah pada Mei 2021, akun Pamuud memberikan keterangan, bahwa gumpalan putih tersebut bukan awan, melainkan busa yang terbentuk dari bekas pembuangan limbah pabrik sawit. 
    Untuk mencari petunjuk lain, Tempo membaca komentar netizen di kolom komentar video tiktok tersebut. Seseorang menyebut itu busa limbah yang kemudian dibenarkan oleh pengunggah. Dia juga menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi di kampungnya, di Simpang Kawat, Kabupaten Asahan.
    Tempo kemudian mengirim pesan langsung (DM) ke pemilik akun @whyjiii. Berdasarkan keterangannya, video tersebut milik temannya bernama Ariie Aruan. 
    Saat dihubungi melalui aplikasi perpesanan (messenger), Ariie membenarkan video tersebut miliknya. Ia telah mengunggah video itu di akun Facebook miliknya pada 26 Mei 2021 lalu.
    “Iya benar, video tersebut hasil rekaman saya. Benda berwarna putih seperti awan itu adalah buih dari limbah PT Sintong Abadi,” katanya kepada Tempo, Minggu 31 Juli 2022.
    Menurut Ariie, jalan yang ia rekam itu, merupakan jalan yang menghubungkan desanya dengan jalan lintas atau jalan utama. Pabrik kelapa sawit berada tidak jauh dari Simpang Kawat tersebut. 
    “Video tersebut saya ambil saat saya berangkat kerja, sebelum jalan itu diaspal. Lokasinya di Desa Perkebunan Hessa, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan,” katanya.
    Awan tetap berada di langit
    Dikutip dari Tempo, Peneliti klimatologi pada Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin menjelaskan awan adalah sekumpulan titik-titik air yang melayang-layang di atmosfer. Asalnya dari proses pengembunan atau kondensasi udara hangat yang menguap dari permukaan bumi.
    Awan tetap di langit walaupun ada gravitasi atau gaya tarik bumi. “Karena awan berasal dari sekumpulan udara yang naik dan densitas atau massa jenisnya lebih ringan dibandingkan udara sekitarnya,” kata dia.
    Menurut Erma, fenomena awan jatuh sebagai istilah dalam meteorologi atau ilmu tentang cuaca, dikenal sebagai microburst atau downburst. Fenomena itu terlihat sebagai awan badai yang tebal berwarna kelabu, namun memiliki gumpalan yang menggelayut di bawahnya. “Seakan-akan awan tersebut hendak jatuh menuju permukaan tanah,” ujarnya.
    Kejadian seperti diakibatkan oleh arus angin yang sangat kuat dari atas menuju ke bawah atau disebut dengan istilah downdraft. Arus angin itu disebutnya efek dari turbulensi juga pusaran vorteks atau pusaran angin dalam skala luas di dalam sebuah awan badai yang besar dan kuat.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan video dan narasi yang diunggah akun Facebook di atas, Tempo menyimpulkan bahwa awan jatuh di Kampar Riau adalah keliru.
    Pemilik video, Ariie Aruan menyebut, bahwa benda putih seperti awan di video itu adalah buih limbah pabrik. Lokasinya berada di Desa Perkebunan Hessa, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10182) [SALAH] “Penyelundupan Wanita Tuna Susila dari Cina”

    Sumber: Twitter.com
    Tanggal publish: 01/08/2022

    Berita

    “Penyelundupan sebanyak 36 orang WTS (Wanita Tuna Susila) dari Cina …… baru turun dari Kontainer di Medan Maimun, SUMUT. ……. Benar-benar menjadi KENYATAAN bahwa di REZIM JOKOWI DHOLIM skrg ini Indonesia udh dikuasai oleh CINA, Astaghfirulloh l-‘azhiim !. 🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨😭😭 😡”.

    Hasil Cek Fakta

    SUMBER membagikan video orang-orang yang sedang turun dari Kontainer untuk mengikuti acara “Medan Automotive Festival 2022” dengan narasi yang TIDAK sesuai dengan fakta, sehingga menyebabkan kesimpulan SALAH. Salah satu foto truk dengan ciri-ciri yang identik dengan truk yang berada di video, gambar dan tulisan “TACINTO SAYANGNYO URANG” milik perusahaan ACC Logistik.

    Gambar logo di samping truk yang identik dengan gambar di kaos salah satu personil yang melintas di video. Salah satu video berkaitan dengan acara yang sedang diikuti, deskripsi video: “Medan automotive festival 2022”

    Kesimpulan

    BUKAN penyelundupan dan TIDAK berkaitan dengan Tiongkok. FAKTANYA, video yang dibagikan memperlihatkan orang-orang yang sedang turun dari Kontainer untuk mengikuti acara “Medan Automotive Festival 2022”.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10183) [SALAH] Dewan Majelis Negara Bagian Lagos, Nigeria, Mengesahkan Hukum Syariah Demi Kepentingan Pemilu

    Sumber: Artikel
    Tanggal publish: 01/08/2022

    Berita

    (Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia):

    “Dewan Majelis Negara Bagian Lagos Diam-diam Mengesahkan Hukum Syariah dalam Kesepakatan Untuk Mendapatkan Dukungan Untuk Tinubu”q

    Hasil Cek Fakta

    Situs Fabulous International menulis artikel tentang dewan majelis negara bagian Lagos, Nigeria, yang secara diam-diam mengesahkan hukum syariah demi mendapatkan dukungan untuk Bola Tinubu, gubernur Lagos yang mencalonkan diri kembali. Artikel tersebut juga menjelaskan bahwa hukum syariah tersebut telah ditandatangani dan resmi menjadi undang-undang oleh gubernur Lagos saat ini.

    Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut tidak terbukti. Salah satu channel tv Nigeria melalui laman resminya channeltv.com telah menulis artikel mengenai berita tersebut dan menyertakan wawancara langsung dengan ketua komite Dewan Majelis Negara Bagian Lagos, Hon. Setonji David.

    Berikut adalah hasil wawancara channeltv.com dengan Hon.Setonji David yang diterjemahkan ke Bahasa Indonesia:

    “Kami tidak akan menghargai penulis pidato kebencian ini, tetapi untuk meluruskan: ini hanyalah isapan jempol dari imajinasi penulis dan kebohongan total. Selain itu, proses pembuatan undang-undang bersifat universal dan sangat terbuka. Anda tidak dapat mengesahkan undang-undang (di Nigeria) tanpa membawanya ke audiensi publik”.

    Hingga saat ini, Nigeria masih menggunakan sistem politik republik federal dan tidak ada bukti tertulis mengenai hukum syariah yang disahkan oleh negara bagian Lagos.

    Dengan demikian, artikel yang ditulis oleh Fabulous International mengenai hukum Syariah yang disahkan oleh Nigeria merupakan konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Evarizma Zahra.

    Informasi yang menyesatkan. Hingga saat ini, tidak ada bukti bahwa negara bagian Lagos, Nigeria, telah mengesahkan hukum syariah.

    Rujukan