• (GFD-2022-10191) [SALAH] Video Minyak Goreng Dibuang ke Laut

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 05/08/2022

    Berita

    Akun Facebook dengan nama pengguna “Zhee Bee” (https://www.facebook.com/profile.php?id=100083257688430) mengunggah sebuah video yang menunjukkan beberapa kemasan minyak goreng mengapung di laut. Video tersebut juga disertai dengan narasi yang menyatakan bahwa video tersebut merupakan video minyak goreng yang dibuang ke laut.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, kemasan minyak goreng dalam video tersebut tidak dibuang ke laut. Faktanya, video tersebut merupakan video evakuasi kemasan minyak goreng yang mengapung di laut oleh beberapa awak kapal. Lebih lanjut, dalam video tersebut, pihak yang merekam video menyatakan bahwa krunya tengah melakukan evakuasi kemasan minyak goreng dari tengah laut.

    Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh akun Facebook dengan nama pengguna “Zhee Bee” (https://www.facebook.com/profile.php?id=100083257688430) tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Khairunnisa A.

    Bukan dibuang ke laut. Faktanya, video tersebut merupakan video evakuasi kemasan minyak goreng yang mengapung di laut oleh beberapa awak kapal.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10427) Keliru, Amerika Serikat Menyebarkan Virus Cacar Monyet ke Asia Melalui Burung

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 04/08/2022

    Berita


    Postingan yang mengklaim Amerika Serikat menyebarkan virus cacar monyet ke Asia dari burung yang tidak bisa terbang beredar di Facebook. Postingan ini diunggah sebuah akun pada 30 Juli 2022 dengan narasi lengkap sebagai berikut: 
    Hai teman-teman. Dimanapun Anda berada, jika Anda melihat burung yang tidak bisa terbang, tidak bisa berjalan atau berjuang di tanah, jangan pernah menangkapnya, karena takut tertular cacar monyet. Komunitas terkait telah memberitahu Anda, mohon diperhatikan. Ingat!
    Amerika Serikat dan negara-negara Barat menggunakan burung untuk membawa virus cacar monyet untuk menyebar ke wilayah Asia!
    Kakak saya mengirimnya dari Jerman dan meminta saya untuk segera memberitahu keluarga dan teman-teman. Suruh saudara dan teman dalam pemberitahuan, jangan karena belas kasihan, terinfeksi tanpa sadar . AS memang jahat.. apalg thd asia
    Sebuah akun Facebook menyebarkan misinformasi tentang cacar monyet yang disebarkan oleh burung oleh negara-negara Barat

    Hasil Cek Fakta


    Untuk membuktikan klaim diatas, TEMPO mula-mula menelusuri virus cacar monyet dan penyebarannya dari sumber kredibel. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), virus cacar monyet (monkeypox) adalah virus zoonosis atau virus yang ditularkan ke manusia dari hewan dengan gejala yang mirip dengan yang terlihat di masa lalu pada pasien cacar, meskipun secara klinis tidak terlalu parah. 
    Virus cacar monyet sendiri merupakan virus DNA untai ganda berselubung yang termasuk dalam genus Orthopoxvirus dari famili Poxviridae. Ada dua clade genetik yang berbeda dari virus monkeypox: clade Afrika tengah (Congo Basin) dan clade Afrika barat. 
    Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sendiri telah memasukan cacar monyet sebagai salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus human monkeypox (MPXV) orthopoxvirus dari famili poxviridae yang bersifat highly pathogenic atau zoonosis. 
    Virus Ini pertama kali ditemukan pada monyet di tahun 1958, sedangkan kasus pertama pada manusia (anak-anak) terjadi pada tahun 1970. 
    Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat menemukan penyebaran virus cacar monyet bisa melalui beberapa cara seperti melalui kontak dekat atau kontak langsung dengan penderita cacar monyet atau  atau cairan tubuh dari penderita monkeypox. Kontak langsung ini juga dapat terjadi selama kontak intim. Pada ibu hamil virus ini dapat menyebarkan ke janinnya melalui plasenta.
    Orang juga mungkin terkena cacar monyet dari hewan yang terinfeksi, baik dengan dicakar atau digigit hewan tersebut atau dengan menyiapkan atau memakan daging atau menggunakan produk dari hewan yang terinfeksi. Penyakit ini biasanya berlangsung 2-4 minggu.
    Pada hewan, virus cacar monyet dapat menginfeksi berbagai spesies mamalia, termasuk monyet, trenggiling, landak, anjing padang rumput, tupai, dan tikus. CDC sendiri tidak menemukan hewan reptil seperti, amfibi, atau burung bisa terkena cacar monyet, kemungkinannya kecil karena hewan-hewan ini belum ditemukan terinfeksi orthopoxvirus lainnya.
    Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga tidak menyebutkan burung sebagai salah satu hewan penyebab penyebaran virus cacar monyet. WHO baru menemukan bukti penyebaran virus tersebut melalui hewan seperti tupai tali, tupai pohon, tikus berkantung Gambia, dormice, berbagai spesies monyet dan lain-lain. 

    Kesimpulan


    Dari hasil pemeriksaan fakta, klaim Amerika Serikat menyebarkan virus cacar monyet dari burung yang tidak bisa terbang adalah keliru. 
    Hingga kini virus cacar monyet belum pernah ditemukan terjadi pada burung.
    Badan Kesehatan Dunia (WHO) bahkan tidak menyebutkan burung sebagai salah satu hewan penyebab penyebaran virus cacar monyet. WHO baru menemukan bukti penyebaran virus tersebut melalui hewan seperti tupai tali, tupai pohon, tikus berkantung Gambia, dormice, berbagai spesies monyet dan lain-lain. 
    Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat menemukan penyebaran virus cacar monyet bisa melalui beberapa cara seperti melalui kontak dekat atau kontak langsung dengan penderita cacar monyet atau  atau cairan tubuh dari penderita monkeypox. 

    Rujukan

  • (GFD-2022-10428) Keliru, Klaim Foto Cacar Monyet Dibawa WNA ke Indonesia

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 04/08/2022

    Berita


    Beredar sebuah foto di media social Facebook yang mengklaim bahwa orang dalam foto tersebut terserang cacar monyet. Pemilik akun mengunggahnya pada 3 Juni 2022.
    Narasi yang ditulis pada foto itu, ”Salah satu contoh yang terserang cacar monyet. Ini bukan jerawat ya, ini disebabkan oleh virus yang dibawa Warga Negara Asing (WNA) ke Indonesia.”
    Tangkapan layar unggahan foto dengan klaim Cacar Monyet Dibawa WNA ke Indonesia.

    Hasil Cek Fakta


    Tim Cek Fakta Tempo menelusuri foto tersebut dengan menggunakan bantuan Yandex Image, Google Image dan Google Lens untuk mencari kebenaran klaim pada foto tersebut.
    Foto tersebut sebelumnya sudah pernah dimuat akun Youtube Amy Adila, pada 18 Oktober 2017 dengan judul “Live Stream 24/7 Worst Blackhead Treatment - Acne Treatment by all the World 2017 of Chow Stephen.” Namun stream video tersebut sudah tidak bisa diakses. Video tersebut memperlihatkan salah satu kasus buruknya perawatan kulit yang pernah ditangani oleh salah satu dokter di Hongkong.
    Situs Reddit pernah menggunggah foto yang sama 5 tahun lalu dengan keterangan “ A little acne ”.
    Terkait klaim foto bahwa virus cacar monyet dibawa WNA ke Indonesia, Pemerintah Indonesia menyatakan belum ada kasus cacar monyet hingga 27 Juli 2022. Sebelumnya, ada 9 kasus yang diduga terinfeksi cacar monyet, namun setelah diperiksa melalui tes PCR, seluruhnya dinyatakan negatif. 
    Juru Bicara COVID-19 Kemenkes, Moh. Syahril dalam keterangan pers, mengatakan Indonesia sedang memperkuat pemeriksaan surveilans di pintu masuk negara baik melalui jalur darat, laut dan udara. Selain itu Kemenkes juga meminta seluruh dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota, kantor kesehatan pelabuhan (KKP), laboratorium, rumah sakit, puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) lainnya. 
    Kemenkes juga telah menyiapkan dua laboratorium rujukan pemeriksa monkeypox yaitu Pusat Studi Satwa Primata LPPM IPB dan Laboratorium Penelitian Penyakit Infeksi Prof. Sri Oemiyati BKPK.
    Pada 3 Agustus, terdapat pasien terduga cacar monyet di Jawa Tengah. Tapi kepastian atas kasus ini masih diselidiki. 
    Gejala cacar monyet
    Gejala cacar monyet mirip dengan cacar pada umumnya, namun biasanya lebih ringan. Setelah tertular virus ini, gejala pertama dapat muncul setelah lima hingga 21 hari. Berikut gejala cacar monyet seperti dilansir Tempo dari situs healthline antara lain demam, sakit kepala, nyeri otot, sakit punggung, kelelahan, panas dingin, pembengkakan kelenjar getah bening atau limfadenopati.
    Setelah demam berkembang, ruam biasanya muncul sehari hingga tiga hari kemudian. Ruam biasanya terdapat pada wajah, telapak tangan, telapak kaki, mulut, alat kelamin dan mata, termasuk konjungtiva dan kornea.
    Ruam pada cacar monyet menyebabkan lesi atau perubahan kulit yang tak normal. Dimulai dari perubahan warnah kulit, selanjutnya tampak benjolan bening dengan cairan bening. Lalu tampak benjolan dengan cairan kekuningan. Terakhir, ruam-ruam tersebut berubah menjadi keropeng.

    Kesimpulan


    Dari pemeriksaan fakta di atas, foto yang diklaim sebagai pasien cacar monyet yang dibawa warga negara asing ke Indonesia adalah keliru. 
    Foto tersebut adalah foto yang mungkin terkait dengan masalah kulit, tapi tidak terkait dengan cacar monyet. Foto tersebut pertama kali beredar di internet pada 2017. Sedangkan hingga 27 Juli 2022, Indonesia belum mengkonfirmasi kasus cacar monyet.  

    Rujukan

  • (GFD-2022-10425) Keliru, Video TNI Tingkatkan Serangan Jarak Jauh Hingga Malaysia

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 03/08/2022

    Berita


    Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) melakukan serangan berupa roket dan rudal ke kota-kota di Malaysia, beredar di media sosial. Video berdurasi 7 menit 49 detik tersebut dibagikan dengan narasi TNI tingkatkan serangan jarak jauh hingga Malaysia.
    Di Facebook, video tersebut dibagikan akun ini pada 31 Juli 2022. Narator dalam video itu mengatakan, serangan tersebut telah menewaskan puluhan orang dalam beberapa hari terakhir. Roket dilaporkan menghantam kota-kota di wilayah ini pada senin 26 Juli 2022 pagi. Gubernur Malaysia melaporkan tiga orang tewas termasuk wanita 70 tahun dan tiga orang lainnya terluka
    Tangkapan layar video di Facebook soal TNI luncurkan rudal hingga ke Malaysia
    Hingga artikel ini dimuat, video tersebut telah disaksikan lebih dari 591.000 kali dan mendapat lebih dari 3.100 komentar.
    Apa benar ini video TNI tingkatkan serangan jarak jauh hingga Malaysia?

    Hasil Cek Fakta


    Video di atas merupakan hasil suntingan yang menggabungkan beberapa video latihan TNI. Naskah yang dibacakan pengisi suara juga merupakan hasil suntingan dari teks berita yang menjelaskan tentang situasi perang Rusia dengan Ukraina.
    Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut dengan menggunakan tool InVid. Selanjutnya dilakukan penelusuran dengan menggunakan reverse image tool Google dan Yandex. Berikut beberapa fakta atas video tersebut:
    Video 1
    Gambar kiri adalah tangkapan layar dari video diklaim serangan ke Malaysia. Faktanya video tersebut adalah bagian dari uji coba roket Vampire oleh TNI AL pada Agustus 2016, seperti tampak dalam tangkapan layar dari kanal YouTube CNN Indonesia.
    Faktanya, video yang identik pernah diunggah ke YouTube oleh kanal CNN Indonesia pada 3 Agustus 2016 dengan judul, “TNI Angkatan Laut Uji Coba Roket Vampire.”  
    Dalam video ini, TNI angkatan laut menguji coba alutsista baru dari Ceko berupa roket Vampire kaliber 122 mm di Situbondo. Senjata ini jauh lebih canggih dari jenis sebelumnya  karena bisa dioperasikan secara digital. Uji coba roket ini disaksikan langsung KSAL Laksamana Ade Supandi.
    Video 2
    Pemeriksaan video kedua
    Bagian video yang menampakkan penembakan rudal tersebut, sebenarnya adalah bagian dari latihan menembak TNI AD dengan menggunakan rudal Mistral dan Starstreak. Videonya diunggah ke Youtube oleh kanal Kantor Berita Antara pada 11 September 2020 dengan judul, “TNI AD gelar latihan menembak senjata berat di Pandanwangi.”
    Menurut Antaranews.com, sebanyak 400 personel TNI AD mengikuti latihan menembak menggunakan rudal Mistral dan Strastreak, di Air Weapon Range, Desa Pandanwangi, Lumajang, Jawa Timur, Kamis (10/9). Latihan diselenggarakan guna menunjukkan kesiapan personel TNI, dalam setiap situasi untuk mempertahankan wilayah udara Indonesia dari ancaman musuh.
    Video 3
    Pemeriksaan video ketiga
    Video lainnya yakni latihan menembak dengan senjata berat pada malam hari. Video ini pernah diunggah ke Youtube oleh kanal dari situs berita iNews id pada 4 Juni 2021 dengan judul, “Hadapi Ancaman Perang Masa Depan, Pussenarhanud Kodiklatad Gelar Latihan Menembak Senjata Berat.”
    Narasi video terkait invasi Rusia ke Ukraina
    Penelusuran Tempo juga menemukan bahwa naskah yang dibacakan pengisi suara dalam video di atas identik dengan teks pada artikel berita yang dimuat situs berita  Tribunews.com pada Selasa, 2 Agustus 2022 dengan judul, “Mulai Tingkatkan Serangan Jarak Jauh, Rusia Tembakkan Rudal dan Roket ke Kiev.”
    Perbedaannya, naskah yang dibacakan pengisi suara pada video di atas mengubah kata “Rusia” menjadi “RI dan TNI”. Sementara “Kiev” diubah menjadi “Malaysia”. 
    Berikut narasinya:
    Rusia mengatakan pada Sabtu (15/7/2022) kemarin, pasukannya akan meningkatkan operasi militer di Ukraina. Rusia meningkatkan serangan jarak jauh ke kota-kota Ukraina. Roket dan Rudal Rusia telah menghantam kota-kota di Ukraina, dan menurut Kiev serangan tersebut telah menewaskan puluhan orang dalam beberapa hari terakhir. Roket Rusia dilaporkan menghantam kota Chuhuiv di wilayah Kharkiv pada Sabtu (16/7/2022) malam. Gubernur Kharkiv, Oleh Synyehubov melaporkan tiga orang tewas, termasuk wanita berusia 70 tahun dan tiga orang lainnya terluka…”

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, video dengan klaim TNI tingkatkan serangan jarak jauh hingga Malaysia, keliru. 
    Video di atas sama sekali bukanlah serangan TNI atas Malaysia, melainkan video suntingan yang menggabungkan beberapa video latihan TNI.
    Naskah yang dibacakan pengisi suara juga merupakan hasil suntingan dari teks berita yang menjelaskan tentang situasi perang Rusia dengan Ukraina.

    Rujukan