(GFD-2022-10667) [SALAH] Keributan antara camat dan warga pemilik tanah
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 12/10/2022
Berita
Beredar sebuah video reels oleh akun Facebook “Cerita Misteri” yang memperlihatkan dua orang yang merupakan seorang warga dan Camat sedang bersitegang dan nyaris baku hantam. Video tersebut diklaim terjadi karena warga yang merupakan pemilik resmi tanah tersebut tidak terima jika tanahnya digunakan sebagai akses keluar masuk proyek PLTU.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, warga yang ada pada video tersebut bukan merupakan pemilik tanah asli. Insiden tersebut terjadi pada 27 September 2022, saat petugas gabungan tengah melakukan penertiban bangunan yang berada di tanah aset milik Pemerintah Kabupaten Jepara.
Dilansir dari detik.com, pria berinisial AH tersebut telah mendirikan bangunan di atas tanah milik Pemkab Jepara hak pakai 14 di Desa Tubanan, Kecamatan Kembang. Dia menyebut bangunan itu tidak memiliki surat izin persetujuan bangunan gedung (PBG) dari Pemkab Jepara.
“Dalam hal ini AH sudah menduduki aset Pemkab berupa fasilitas jalan umum dengan cara memblokade berupa material batu belah yang tentu saja mengganggu ketertiban umum yang ada di wilayah Kecamatan Kembang,” ungkap Anwar yang merupakan seorang Camat Kembang.
Dengan demikian, klaim warga tersebut merupakan pemilik resmi tanah adalah salah, sehingga masuk ke dalam konteks yang salah.
Dilansir dari detik.com, pria berinisial AH tersebut telah mendirikan bangunan di atas tanah milik Pemkab Jepara hak pakai 14 di Desa Tubanan, Kecamatan Kembang. Dia menyebut bangunan itu tidak memiliki surat izin persetujuan bangunan gedung (PBG) dari Pemkab Jepara.
“Dalam hal ini AH sudah menduduki aset Pemkab berupa fasilitas jalan umum dengan cara memblokade berupa material batu belah yang tentu saja mengganggu ketertiban umum yang ada di wilayah Kecamatan Kembang,” ungkap Anwar yang merupakan seorang Camat Kembang.
Dengan demikian, klaim warga tersebut merupakan pemilik resmi tanah adalah salah, sehingga masuk ke dalam konteks yang salah.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Arief Putra Ramadhan
Warga tersebut bukan merupakan pemilik tanah resmi. Tanah tersebut merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Jepara.
Warga tersebut bukan merupakan pemilik tanah resmi. Tanah tersebut merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Jepara.
Rujukan
(GFD-2022-10668) Menyesatkan, Puluhan Ribu Warga Rusia Mendadak Masuk Islam dan Jadi Penganut Terbesar di Eropa
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 12/10/2022
Berita
Sebuah video beredar di media sosial dengan narasi puluhan ribu warga Rusia mendadak masuk Islam dan menjadi penganut Islam terbesar di Eropa akibat pertemuan Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Turki Recep Tayyip Erdo?an serta Presiden Palestina Mahmoud Abbas.
Di Facebook, video tersebut dibagikan akun ini pada 13 Maret 2022. Berikut narasi lengkapnya: “Jadi Sorotan Dunia!! Gara-Gara Ini puluhan Ribuan Warga Rus1a Mendadak Masuk Islam Dan Jadi Islam Terbesar Di Eropa || Berita Terkini.”
Hingga artikel ini dimuat video tersebut telah disaksikan lebih dari 63 riba kali dan mendapat 216 komentar.
Tangkapan layar video yang beredar di Facebook dengan narasi puluhan ribu warga Rusia mendadak memeluk Islam
Apa benar ini video puluhan ribu warga Rusia mendadak masuk Islam dan menjadi penganut Islam terbesar di Eropa?
Hasil Cek Fakta
Hasil verifikasi Tempo menunjukkan pertemuan Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Turki Recep Tayyip Erdo?an serta Presiden Palestina Mahmoud Abbas terjadi saat peresmian masjid terbesar di Moskow pada September 2015. Video di atas juga digabungkan dengan cuplikan video pelantikan Putin sebagai Presiden Rusia pada Mei 2018.
Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut dengan menggunakan tool InVid. Selanjutnya dilakukan penelusuran dengan menggunakan reverse image tools Google dan Yandex.
Video 1
video 1
Video yang identik pernah diunggah ke YouTube oleh kanal FRANC 24 English pada 23 September 2015 dengan judul, “Vladimir Putin inaugurates Moscow mosque with Turkish, Palestinian leaders Erdogan and Abbas.”
Video identik lainnya juga diunggah kanal Youtube Russia Today pada 24 September 2015 dengan judul, “Putin Grand Mosque opening ceremony.”
Menurut Russia Today, Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Presiden Turki Tayyip Erdogan, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Ketua Dewan Mufti Rusia Ravil Gainutdin menghadiri upacara pembukaan Masjid Agung Moskow. Masjid baru, yang didirikan di lokasi masjid asli kota yang dibangun pada tahun 1904 dan telah direkonstruksi sejak tahun 2005, akan mampu menampung hingga 10.000 orang secara bersamaan.
Video 2
Video 2
Video pelantikan Putin sebagai Presiden Rusia pernah diunggah ke YouTube oleh kanal TRT World pada 7 Mei 2018 dengan judul, “ Putin Inauguration: Putin sworn in for fourth term in office.”
Vladimir Putin telah dilantik sebagai presiden Rusia untuk keempat kalinya yang bersejarah. Dia mengambil sumpah dalam upacara mewah di Kremlin. Putin mengatakan meningkatkan ekonomi Rusia akan menjadi tujuan utamanya dalam masa jabatan enam tahun ke depan dan berjanji untuk melayani rakyat Rusia. Nafisa Latic melaporkan.
Video mlainnya juga diungga ke YouTube oleh kanal ABC News (Australia) pada 8 Mei 2018 dengan judul, “Vladimir Putin's long, long, long walk to his inauguration (2018) | ABC News.”
Populasi Muslim Rusia
Dilansir dari cnnindonesia.com, yang mengutip penelitian Pew Research Center, jumlah penduduk Muslim di Eropa meningkat. Pada pertengahan 2010 hingga pertengahan 2016 saja, jumlah Muslim di Eropa dari 3,8 persen menjadi 4,9 persen atau dari 19,5 juta menjadi 25,8 juta jiwa.
Peningkatan tersebut diduga karena muslim di Benua Biru itu jauh lebih muda dan memiliki lebih banyak anak di banding warga Eropa lain. Menurut data, sekitar 50 persen dari muslim di kawasan tersebut berusia di bawah 30 tahun.
Selain itu, dari 2010 hingga 2016, tercatat 2,9 juta lebih banyak angka kelahiran daripada kematian di antara muslim Eropa.
Pergeseran demografis itu telah menyebabkan pergolakan politik dan sosial di banyak negara Eropa, terutama setelah kedatangan jutaan pencari suaka, yang kebanyakan orang-orang Islam.
Rusia berada di posisi tertinggi negara Eropa dengan jumlah populasi umat Islam. Berdasarkan catatan situs World Population Review, jumlah muslim di Rusia mencapai 20 juta hingga 2022.
Persentase umat Islam di Rusia sekitar 13,50 persen dari jumlah total populasi Rusia yang mencapai 145.805.947. Muslim di negara itu tersebar di wilayah seperti Dagestan hingga Chechnya.
Dikutip dari themoscowtimes.com, wilayah mayoritas Muslim Rusia meliputi republik di Kaukasus Utara dan republik Tatarstan. Keduanya diketahui memiliki tingkat kelahiran tertinggi yang mencerminkan tren serupa di seluruh dunia.
Berbagai perkiraan menempatkan populasi Muslim di Rusia saat ini antara 14 juta dan 20 juta orang, atau antara 10 hingga 14 persen dari total populasi Rusia 146,8 juta pada 2018.
Dilansir dari kantor berita Antara, terdapat delapan republik Muslim yang diakui di Federasi Rusia, yaitu Tatarstan, Bashkortostan, Chechnya, Ingushetia, Dagestan, Kabardino-Balkaria, Karachay-Cherkessia dan Adygeya.
Tatarstan dan Bashkortostan adalah bagian dari Volga-Ural, sedangkan republik Muslim lainnya milik Kaukasus Utara. Sebagian besar Muslim Rusia tinggal di Republik Kaukasus Utara dan masing-masing telah mengadopsi kebijakannya sendiri terhadap Islam.
Cepatnya pertumbuhan populasi Muslim di Rusia setidaknya disebabkan oleh dua faktor utama, yakni tingkat kelahiran yang tinggi di antara keluarga Muslim Rusia dan juga banyaknya kedatangan orang-orang dari Asia Tengah.
Agama Islam datang ke Rusia diperkirakan pada abad ketujuh. Saat itu, pengikut Nabi Muhammad SAW datang ke Rusia 22 tahun setelah Rasulullah wafat. Mereka datang ke kota yang saat ini dikenal sebagai Derbent, di Dagestan Selatan.
Dilansir dari katadata.com, yang mengutip hasil survei Levada Center, mayoritas penduduk Rusia beragama Kristen Ortodoks. Dari sekitar 1.600 warga Rusia yang disurvei Levada Center pada Februari 2020, sebanyak 68% mengaku menganut Kristen Ortodoks.
Kemudian 7% responden warga Rusia beragama Islam dan sekitar 3% beragama lain-lain seperti Kristen Katolik, Kristen Protestan, Buddha, Hindu, dan Yahudi.
Penduduk beragama Islam di Rusia tercatat mengalami peningkatan dari 4% pada 2010 menjadi 7% pada 2020. Di samping itu, ada pula 22% responden yang mengaku tidak beragama atau ateis pada 2020.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, video dengan klaim puluhan ribu warga Rusia mendadak masuk Islam dan menjadi penganut Islam terbesar di Eropa, adalah menyesatkan.
Rusia memang menempati posisi teratas sebagai negara Eropa dengan jumlah populasi umat Islam tertinggi. Namun, penyebabnya bukan karena pertemuan Putin, Erdogan dan Abbas dalam video di atas.
Menurut hasil penelitian Pew Research Center penyumbang meningkatnya populasi muslim di Rusia disebabkan tingginya angka kelahiran daripada kematian pada beberapa wilayah mayoritas muslim di Rusia seperti Tatarstan, Bashkortostan, Chechnya, Ingushetia, Dagestan, Kabardino-Balkaria, Karachay-Cherkessia dan Adygeya. Penyebab lainnya adalah kedatangan imigran dari Asia Tengah.
Rujukan
- https://www.facebook.com/watch/?v=4768032413246722&_rdc=1&_rdr
- https://www.youtube.com/watch?v=w0m9E8wKPO8&t=27s
- https://www.youtube.com/watch?v=0S3OwbkDVPY
- https://www.youtube.com/watch?v=mFfWDH3OXnQ
- https://www.youtube.com/watch?v=bo7KldU9kAo
- https://www.cnnindonesia.com/internasional/20220430052053-134-791581/7-besar-populasi-umat-islam-di-eropa-terbanyak-dari-negara-mana/2.
- https://www.themoscowtimes.com/2019/03/05/putin-wants-what-chinas-xi-already-has-his-own-internet-a64707
- https://jambi.antaranews.com/berita/517113/peradaban-islam-sebagai-agama-terbesar-kedua-di-rusia
- https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/03/14/mayoritas-warga-rusia-dan-ukraina-beragama-kristen-ortodoks
- https://databoks.katadata.co.id/tags/rusia
- https://wa.me/6281315777057 mailto:cekfakta@tempo.co.id
(GFD-2022-10715) Cek Fakta: Tidak Benar dalam Video ini Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Rusia
Sumber: liputan6.comTanggal publish: 12/10/2022
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video yang diklaim perayaan maulid Nabi Muhammad SAW di Rusia beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 2 Oktober 2022.
Video berdurasi 2 menit 45 detik itu memperlihatkan kerumunan orang memadati lapangan terbuka. Dalam video itu juga terlihat masjid berwarna putih dengan 6 tiang menjulang ke atas.
Terdengar juga kalimat selawat yang dikumandangkan dalam acara tersebut. Video itu kemudian disebut-sebut sebagai perayaan maulid Nabi Muhammad SAW di Rusia.
"Negara RUSIA mengadakan maulud nabi MUHAMMAD SAW" demikian narasi dalam video tersebut.
"perayaan maulid Nabi di Rusia," tulis salah satu akun Facebook.
Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 320 kali ditonton dan mendapat 4 komentar dari warganet.
Benarkah dalam video itu merupakan perayaan maulid Nabi Muhammad SAW di Rusia? Berikut penelusurannya.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri video yang diklaim perayaan maulid Nabi Muhammad SAW di Rusia. Penelusuran mengarah ke sebuah video berjudul "Thousands of Yemenis celebrate birthday of Prophet Muhammad" yang diunggah channel YouTube TRT World Now pada Desember 2021 lalu.
Berikut gambar tangkapan layarnya:
"Yemen's ongoing war has cost thousands of lives and the Arab country continues to reel under a humanitarian crisis. Yet the population still finds time to celebrate one of the holiest days of Islam – the birthday of the Prophet Muhammad," tulis channel YouTube TRT World Now.
Kesimpulan
Video yang diklaim perayaan maulid Nabi Muhammad SAW di Rusia ternyata tidak benar. Faktanya, video tersebut merupakan rekaman perayaan maulid Nabi Muhammad SAW di Yaman pada 2021 lalu.
Rujukan
(GFD-2022-10716) Cek Fakta: Klarifikasi Qatar Keluarkan Aturan Bagi Fans dan Pengunjung Piala Dunia 2022
Sumber: liputan6.comTanggal publish: 12/10/2022
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan poster yang diklaim aturan dari Pemerintah Qatar untuk fans Piala Dunia 2022 mendatang. Postingan itu beredar sejak awal Oktober lalu.
Salah satu akun ada yang mempostingnya di Facebook. Akun itu mengunggahnya pada 7 Oktober 2022.
Dalam postingannya terdapat poster dengan judul: "Qatar Welcomes You!"
Di dalam poster itu terdapat sejumlah gambar aktivitas yang dilarang di Qatar seperti meminum alkohol, berkencan, mendengarkan musik dengan keras, hingga mengambil foto orang lain tanpa izin.
Akun itu menambahkan narasi:
"Aturan ini akan mengikuti Anda selama Piala Dunia 2022 di Qatar"
Lalu benarkah postingan poster yang diklaim aturan dari Pemerintah Qatar untuk fans Piala Dunia 2022 mendatang?
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan artikel dari website pemeriksa fakta India, The Logical Indian berjudul "Has Qatari Govt Prohibited Alcohol And Homosexuality For Visitors During Fifa World Cup? No, Viral Claim Is False!" yang tayang 10 Oktober 2022.
Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa poster yang banyak dibagikan di media sosial bukan berasal dari Pemerintah Qatar.
Poster itu sudah beredar sejak 20 Juni 2014 oleh sejumlah aktivis perempuan Qatar di akun Twitter bernama "Reflect Your Respect". Dilansir dari Huffpost, kampanye itu dilakukan untuk merespons yang disebut sebagai "invasi budaya" dalam berpakaian oleh warganegara asing.
Selain itu akun resmi Piala Dunia 2022 Qatar di Twitter, @roadto2022en yang sudah bercentang biru atau terverifikasi juga sudah memberikan penjelasannya:
"Poster grafis "Qatar Welcomes You" yang beredar di media sosial bukan dari sumber resmi dan mengandung informasi yang tidak faktual.
Kami mengimbau pengunjung atau fans untuk mengandalkan informasi dari penyelenggara yang resmi untuk Piala Dunia 2022 Qatar. Komite Tertinggi untuk Warisan dan Informasi serta FIFA akan segera mengeluarkan panduan bagi fans yang ekstensif untuk membantah informasi yang beredar viral," bunyi pernyataan di akun itu.
"Penyelenggara turnamen sangat jelas akan menyambut semua orang untuk datang ke Qatar dan menikmati Piala Dunia 2022. Qatar selalu terbuka, toleransi, dan menyambut dengan tangan terbuka negara lain. Fans internasional dan pengunjung Piala Dunia akan merasakan pengalaman langsung."
Kesimpulan
Postingan poster yang diklaim aturan dari Pemerintah Qatar untuk fans Piala Dunia 2022 mendatang telah diklarifikasi. Faktanya hingga saat ini penyelenggara belum mengeluarkan panduan resmi bagi fans dan pengunjung Piala Dunia 2022.
Rujukan
- https://thelogicalindian.com/fact-check/no-the-qatari-govt-did- not-prohibit-alcohol-profanity-and-homosexuality-during-fifa- world-cup-37944
- https://twitter.com/roadto2022en/status/1578056238914478081
- https://empowertitans.com/fact-check-no-alcohol-homosexuality- conservative-guidelines-for-fifa-world-cup-not-issued-by-qatar- govt/
- https://www.reuters.com/article/factcheck-worldcup-qatar/fact- check-poster-listing-behaviours-to-avoid-at-the-2022-fifa-world- cup-is-not-an-official-release-idUSL1N3171PO
Halaman: 6015/8123



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4188643/original/070433600_1665545705-Maulid1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4188644/original/096132000_1665545886-YtYaman1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4189399/original/004010700_1665572334-cek_fakta_qatar.jpg)