• (GFD-2022-10685) [SALAH] Maulid Nabi di Rusia dihadiri jutaan orang

    Sumber: TikTok.com
    Tanggal publish: 13/10/2022

    Berita

    Beredar sebuah postingan oleh akun TikTok “negri_dagelan” pada 8 Oktober 2022. Video tersebut memperlihatkan jutaan orang yang sedang mengadakan Maulid Nabi dengan iringan sholawat. Dalam keterangannya momen perayaan tersebut diklaim dilakukan di Rusia.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, video tersebut memang terkait dengan perayaan Maulid Nabi, namun bukan dilakukan di Rusia melainkan di Yaman. Video tersebut pernah diunggah pada tahun 2021 lalu.

    Dilansir dari Kompas.com, dijelaskan bahwa ribuan penduduk Yaman merayakan Maulid Nabi meskipun di sana terjadi perang yang telah menelan ribuan korban jiwa. Penduduk Yaman masih sempat merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad.

    Dilansir dari media Yaman SABA.YE, saat peringatan Maulid Nabi pada 2021 lalu, Ibu kota Sana’a dan provinsi lain menyala hijau di malam hari, saat orang-orang Yaman merayakan hari suci umat Islam tersebut.

    Dengan demikian, perayaan Maulid Nabi yang dilakukan di Rusia adalah salah, sehingga masuk ke dalam kategori konteks yang salah.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Arief Putra Ramadhan.

    Bukan di Rusia melainkan perayaan Maulid Nabi di Yaman pada tahun 2021.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10686) [SALAH] Hindari Mobilisasi Militer, Seorang Pria di Rusia Bersembunyi di Dalam Kulkas

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 13/10/2022

    Berita

    Video yang berdurasi 13 detik tersebut diunggah oleh akun Twitter @A_SYEKH0VTS0V, kini sudah mencapai 1,2 juta tayangan. Narasi dalam postingan tersebut menyebutkan, pria itu bersembunyi di dalam kulkas untuk menghindari perintah mobilisasi militer yang dikeluarkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.

    Presiden Putin memang mengeluarkan perintah mobilisasi parsial pada 21 September 2022 untuk menambah kekuatan tempur negara Rusia. Namun, banyak warga Rusia yang menolak dan melakukan unjuk rasa.

    Hasil Cek Fakta

    Video dengan narasi seorang pria yang bersembunyi di dalam kulkas tidak ada hubungannya dengan mobilisasi tersebut.

    Menurut Kompas.com yang dilansir dari Reuters, versi lengkap dari video yang beredar di Twitter itu ditemukan di kanal YouTube milik saluran televisi regional Rusia, OTV.

    Video yang diunggah oleh OTV menunjukkan seorang warga Yekaterinburg, Rusia, menghindar dari petugas pengadilan dengan bersembunyi di kulkas, karena tidak ingin muncul di pengadilan. Dengan demikian, narasi yang menyebutkan seorang pria bersembunyi di dalam kulkas untuk menghindari mobilisasi militer dapat dikategorikan sebagai konteks yang salah.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Alifia Nayla.

    Klaim narasi tersebut tidak benar. Faktanya, video tersebut merupakan video pada tahun 2015, pria yang di dalam kulkas bersembunyi untuk menghindari petugas pengadilan di Rusia bukan menghindari mobilisasi militer.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10687) [SALAH] WHO Umumkan Pandemi Covid-19 Telah Berakhir Sejak 14 September

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 13/10/2022

    Berita

    Akun Facebook yang bernama Wong Solo mengunggah sebuah potongan video pernyataan dari Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam bahasa Inggris. Pernyataan dari Jenderal WHO tersebut yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia yaitu “Kita tidak pernah berada dalam posisi yang lebih baik untuk mengakhiri pandemi. Kita belum sampai di sana, tapi akhir sudah di depan mata.”Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus tidak menyebutkan bahwa pandemi Covid-19 sudah berakhir.

    Hasil Cek Fakta

    Pada 14 September 2022, ia menyebutkan kini dunia berada di posisi yang tepat untuk mengakhiri pandemi. Namun, perlu digarisbawahi bahwa hingga saat ini pandemi Covid-19 masih menjadi Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional yang ditetapkan oleh WHO.Dengan demikian narasi yang menyebutkan bahwa WHO telah mengumumkan pandemi Covid-19 telah berakhir sejak 14 September 2022 termasuk dalam kategori konteks yang salah.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Alifia Nayla.

    Klaim narasi tersebut tidak benar. Faktanya, Dirjen WHO tidak mengumumkan berakhirnya pandemi, melainkan perjuangan akhir melawan pandemi sudah di depan mata.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10718) Cek Fakta: Tidak Benar Foto yang Diklaim Kupu-Kupu Bertanduk

    Sumber: liputan6.com
    Tanggal publish: 13/10/2022

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Sebuah foto yang diklaim kupu-kupu bertanduk beredar di media sosial. Foto tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 25 Juli 2022.
    Akun Facebook tersebut mengunggah foto yang disebut-sebut kupu-kupu bertanduk. Dalam foto tersebut, terlihat seekor serangga bersayap memiliki empat tanduk di bagian ekornya. Foto serangga itu kemudian dikaitkan dengan kupu-kupu bertanduk.
    "Semalam liat hewan ini di teras, ku kira kupu kupu tapi kok ada tanduk nya..😱Gua cari tau di internet ternyata ada di dalam al-quran.
    Asal usul hewan tersebut 👉," tulis salah satu akun Facebook.
    Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 13 kali dibagikan dan mendapat 4 komentar dari warganet.
    Benarkan foto tersebut merupakan kupu-kupu bertanduk? Berikut penelusurannya.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri foto yang diklaim kupu-kupu bertanduk. Penelusuran dilakukan dengan mengunggah gambar tersebut ke situs Google Images.
    Hasilnya terdapat beberapa artikel yang memuat gambar serupa. Satu di antaranya artikel berjudul "Makhluk Aneh dari Kebumen Ini Membuat Kita Merinding" yang dimuat situs mongabay.co.id pada 2 November 2017 lalu.
    Berikut gambar tangkapan layarnya:
    Artikel tersebut menjelaskan bahwa gambar serangga bertanduk itu merupakan Creatonotos Gangis. Serangga ini sering dijuluki pensil berbulu. Sedangkan tanduk atau tentakel berbulu dan berjumlah empat itu adalah Coremata.
    Coremata berfungsi menarik perhatian lawan jenis ketika musim kawin tiba. Coremata adalah semacam kantong yang bisa mengembang dan akan mengeluarkan gelembung-gelembung feromon.
    Pada serangga yang satu ini, kantung tersebut ukurannya besar sekali dan berbulu, yang merupakan sinyal ajakan kawin untuk lawan jenis.
     

    Kesimpulan


    Foto yang diklaim kupu-kupu bertanduk ternyata tidak benar. Faktanya, serangga itu bukan kupu-kupu, melainkan ngengat bernama Creatonotos Gangis.
    Creatonotos Gangis memiliki tentakel berbulu berjumlah empat itu yakni, Coremata. Kantung tersebut ukurannya besar dan berbulu, yang merupakan sinyal ajakan kawin untuk lawan jenis.
     

    Rujukan