• (GFD-2022-10750) Keliru, Tes Kesehatan Paru-paru dengan Menahan Napas Dari Titik A ke B Selama 30 Detik

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 19/10/2022

    Berita


    Sebuah akun di media sosial Facebook membagikan video membagikan berjudul “Tes Kesehatan Paru-paru || Tahan Napas dari A ke B Berarti Sehat” pada 5 Maret 2021. Jarak dari titik A ke titik B, sekitar 30 detik. 
    Pada kolom komentar, akun tersebut mengunggah promosi produk oximeter, alat pengukur saturasi oksigen dan detak jantung, yang merujuk pada tautan marketplace.
    Tim Cek Fakta Tempo juga menemukan salah satu akun di YouTube yang membagikan klaim serupa, namun dengan model yang berbeda.
    Tangkapan layar video Facebook reel dengan klaim menahan napas sekitar 30 detik bisa menentukan kesehatan paru-paru
    Apakah benar menahan napas selama 30 detik menunjukkan kesehatan paru-paru?

    Hasil Cek Fakta


    Tim Cek Fakta Tempo memverifikasi dengan menghubungi Dokter Spesialis Paru, dr Eva Dri Diana, Sp.P melalui pesan singkat. Menurut Eva, kesehatan paru-paru seseorang tidak bisa dipastikan dengan cara menahan napas saja.
    “Kemampuan bernapas seseorang diukur dengan alat yang namanya spirometri. Dengan bantuan alat inilah, kita bisa mengetahui pernapasan seseorang normal atau bermasalah,” kata dokter di sebuah rumah sakit di Jakarta ini.
    Dikutip dari laman situs Rumah Sakit Universitas Indonesia, spirometri adalah tes untuk menilai fungsi paru. Pemeriksaan ini menilai jumlah udara yang dapat dihirup dan dihembus paru dalam satuan mililiter, serta arus udara paru dalam satuan mililiter per detik. Pemeriksaan dilakukan dengan cara menghirup dan menghembus napas melalui corong mulut.
    Angka-angka yang dihasilkan digunakan untuk menilai kesehatan paru dan mendiagnosis penyakit pernapasan, seperti asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) atau chronic obstructive pulmonary disease (COPD), fibrosis paru, dan penyakit paru lainnya. Alat ini juga digunakan untuk penilaian persiapan operasi tertentu dan juga sebagai bagian dari pemeriksaan umum periodik (general medical check-up).
    Cara untuk mengetahui paru-paru sehat atau bermasalah
    Dilansir dari arsip berita Tempo.co, Dokter Spesialis Paru Faisal Yunus berbagi tips mudah mendeteksi kesehatan paru dalam diskusi daring Peduli Kesehatan Paru Kita untuk memperingati World Lung Day 2021. Pada dasarnya, fungsi paru adalah mengambil oksigen di udara untuk proses metabolisme yang menghasilkan tenaga.
    Menurut Faisal, "Apabila ada gangguan fungsi, maka akan menimbulkan berbagai gejala," katanya pada Kamis, 23 September 2021. Gejala tersebut antara lain batuk, batuk berdahak, sesak napas, cepat lelah, atau cepat capek. 
    Peralatan medis dapat mengetahui apakah kerja paru-paru tergolong baik atau bermasalah dan mampu memberikan hasil yang lebih akurat. Di antaranya foto thorax, uji latih jantung paru dengan sepeda statis atau treadmill dengan berbagai selang detektor yang menempel pada tubuh, spirometri, CT Scan, dan menguji arus puncak ekspirasi.
    Berikut ini cara mudah mengetahui fungsi paru secara mandiri:
    1. Uji jalan enam menitUji jalan enam menit ini adalah metode yang paling sederhana dan dapat diterapkan di rumah. Caranya, berjalan selama enam menit lalu ukur jarak yang sudah dilewati. Kemudian perhatikan pedoman berikut:
    - Dalam enam menit, seorang remaja mampu berjalan sejauh 300 sampai 500 meter- Dalam enam menit, seorang dewasa muda mampu berjalan sejauh 400 sampai 600 meter- Dalam enam menit, seorang dewasa tua mampu berjalan sejauh 300 sampai 500 meter- Dalam enam menit, seorang tua mampu berjalan sejauh 200 sampai 300 meter."Kalau jarak yang dilalalui setelah berjalan selama enam menit kurang dari itu, maka mungkin saja ada gangguan," kata Faisal Yunus.
    2. Mengukur saturasi oksigenGunakan oximeter untuk mengetahui kadar oksigen dalam tubuh. Jika angka pada oximeter menunjukkan 95-98 persen, maka oksigen dalam tubuh termasuk normal. Apabila di bawah 95 persen, maka ada persoalan.
    "Saturasi oksigen pada pasien Covid-19 di unit gawat darurat rumah sakit umumnya turun ke angka 70 sampai 80 persen," kata Faisal.
    3. Meniup lilin atau korek api yang menyalaKebiasaan meniup lilin yang menyala saat ulang tahun ternyata merupakan salah satu metode untuk mengetahui apakah paru-paru dalam keadaan sehat atau tidak. Caranya, taruh lilin atau korek api yang menyala sejauh 30 sentimeter dari mulut, lalu tiup.
    Faisal Yunus menjelaskan, penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) tak akan mampu mematikan api yang menyala dengan jarak sejauh itu. Sementara orang yang kondisi paru-parunya masih bagus dapat melakukannya. Jika ternyata tidak bisa, maka perlu observasi lebih lanjut.

    Kesimpulan


    Dari hasil pemeriksaan fakta, klaim bahwa menahan napas dari titik A ke titik B dengan waktu lebih kurang 30 detik menunjukan paru-paru sehat adalah keliru.
    Mengukur kesehatan paru-paru yang akurat dengan menggunakan Spirometri. Alat tersebut menunjukkan angka-angka untuk menilai kesehatan paru.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10751) Keliru, Video Indonesia Dalam Bahaya Besar, Rusia Langsung Pasok Jet Tempur

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 19/10/2022

    Berita


    Sebuah video berdurasi 7 menit 36 detik dengan judul “Geger! Indonesia Dalam Bahaya Besar! Rusia Langsung Pasok Jet Tempur Ini”, diunggah oleh salah satu akun media sosial Facebook.
    Video yang dibagikan pada 10 Oktober 2022 tersebut sudah mendapatkan 8,5 ribu suka, 430 komentar, dan ditonton sebanyak 497 ribu kali.
    Narator video menyebutkan bahwa Pemerintah Rusia kembali menyatakan komitmennya untuk memasok jet tempur multifungsi Sukhoi Su-35 ke Indonesia. Namun kerja sama antara Indonesia dan Rusia soal pembelian pesawat jet tempur itu, diklaim terancam batal.  
    Salah satu dugaan batalnya kontrak kerja sama tersebut adalah kebijakan Countering America's Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA) Amerika Serikat (AS). AS akan menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap negara yang menjalin kerja sama dengan negara rivalnya.
    Lebih lanjut, narator mengatakan bahwa Rusia sedang mempertimbangkan memasok jet tempur secara gratis ke Indonesia.
    Tangkapan layar video yang beredar di Facebook, dengan narasi Rusia akan mengirimkan jet tempur ke Indonesia. Serta pembatalan kontrak kerja sama pembelian Su-35 antara Indonesia dan Rusia
    Benarkah klaim video bahwa Indonesia dalam bahaya besar karena Rusia akan memasok jet tempur ke Tanah Air? 

    Hasil Cek Fakta


    Hasil verifikasi Tempo menemukan bahwa sebagian narasi yang terdapat dalam video tersebut adalah artikel yang pernah tayang di CNBCIndonesia.com berjudul “Pak Prabowo, Rusia Siap Pasok 11 Jet Tempur Sukhoi ke RI”. Artikel tersebut dimuat pada 22 Juli 2021 lalu.  
    Dalam artikel tersebut, Juru Bicara Layanan Federal untuk Kerjasama Teknis-Militer, Valeria Reshetnikova mengatakan bahwa Rusia mengetahui ada tekanan dari Asia-Pasifik ke RI terkait kelanjutan kontrak pembelian pesawat SU 35. Namun Moskow menegaskan akan memenuhi kontyrak mengingat RI merupakan mitra utama di kawasan Asia-Pasifik.
    "Sejak awal, proyek penyediaan 11 pesawat tempur SU-35 ke Jakarta, telah menarik perhatian masyarakat dunia," ujarnya dikutip dari TASS, Kamis, 22 Juli 2021.
    Sebelumnya pada Januari 2020 lalu, Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto sempat berkunjung Rusia. Ini disusul kunjungan kedua Prabowo ke Wakil Menteri Pertahanan Rusia Alexander Fomin pada Juli 2020.
    Dalam pertemuan tersebut, isu pembelian 11 unit Sukhoi Su-35 ini disebut terganjal sanksi Amerika Serikat (AS) yang dijatuhkan kepada Rusia. Hal ini dikhawatirkan akan membuat RI terimbas sanksi.
    Usai membaca artikel tersebut, narator mengatakan Rusia tidak tinggal diam banyak negara yang gagal membeli Su-35. Rusia tengah mempertimbangkan memasok jet tempur ke Indonesia secara gratis. Namun rencana tersebut mendapatkan tentangan dari AS.
    Dikutip dari laman Antaranews.com, Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobyova, menegaskan tidak ada pembatalan kontrak secara resmi terkait rencana pembelian Sukhoi Su-35 buatan Rusia oleh Indonesia.  
    “Tidak ada pembatalan kontrak secara resmi,” kata Lyudmila Vorobyova dalam wawancara khusus dengan ANTARA, Jumat, 18 Februari 2022.
    Tim Cek Fakta Tempo juga menemukan unggahan video tersebut merupakan kompilasi dari beberapa video yang sudah pernah tayang sebelumnya. Masing-masing video memiliki perbedaan konteks, begitu juga terhadap klaim akun di atas.  Tidak ada hubungannya dengan Rusia memasok jet tempur ke Indonesia.
    Untuk membuktikannya, Tim Cek Fakta Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut menjadi beberapa gambar tangkapan layar, lalu memverifikasinya dengan menggunakan tools Yandex Image, Google Lens, mesin pencarian Google, dan YouTube. Berikut ini adalah fakta-faktanya:
    Video 1
    Fragmen video 1
    Fakta: Potongan video yang muncul di awal tayangan ini, diulang-ulang beberapa kali dalam video. Ini adalah momen ketika Menhan Prabowo Subianto melakukan kunjungan kehormatan kepada Menteri Pertahanan Republik Singapura, Ng Eng Hen, di Kementerian Pertahanan Singapura pada Jumat 10 Juni 2022. 
    Pertemuan Menhan Prabowo Subianto dengan Menteri Singapura digelar seusai meninjau ‘guard of honour’ atau jajar kehormatan.
    Video ini pernah diunggah akun YouTube Garuda TV pada 13 Juni 2022. 
    Video 2
    Fragmen video 2
    Fakta: Potongan video pada detik ke-4 ini juga muncul beberapa kali. Video ini adalah peristiwa ketika Presiden Joko Widodo memimpin Rapat Terbatas tentang Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan, di Hotel Novotel, Pekanbaru, Riau, Senin, 16 September 2019. Video ini juga diunggah oleh kanal YouTube Sekretariat Kabinet RI pada 17 September 2019.  
    Video 3
    Fragmen video 3
    Fakta: Video antara detik ke-56, diketahui merupakan peristiwa saat Menteri Pertahanan Rusia Jenderal Angkatan Darat Sergei Shoigu mengadakan pertemuan (konferensi) regular secara hybrid. Video berbahasa Rusia ini diunggah oleh akun Ministry of Defense of Russia pada 2 Mei 2017.
    Video 4
    Fragmen video 4
    Fakta: Potongan video pada menit-1:45 ini merupakan peristiwa pertemuan Presiden RI, Joko Widodo dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Istana Kremlin, Kamis, 30 Juni sekitar pukul 15.30 waktu setempat. Video ini diunggah oleh CNBCIndonesia.com pada 1 Juli 2022 lalu.  

    Kesimpulan


    Hasil pemeriksaan video yang mengklaim Indonesia dalam bahaya besar karena Rusia pasok jet tempur adalah keliru.
    Klaim pada video yang menyebutkan Rusia memasok jet tempur ke Indonesia, tidak terbukti. Kontrak pembelian jet tempur Sukhoi Su-35 hingga kini masih belum terealisasi. Judul, narasi, dan video yang ditayangkan, tidak ada terkait satu sama lain.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10733) Keliru, Demonstrasi Mahasiswa UGM Tolak Pernyataan Rektor Terkait Ijazah Palsu Joko Widodo

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 18/10/2022

    Berita


    Sebuah akun Facebook mengunggah video dengan narasi demonstrasi mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) yang berkaitan dengan ijazah palsu Jokowi. Akun tersebut memberi judul "Tolak Pernyataan Bu Rektor Tak Sesuai Fakta Serentak Mahasiswa UGM Ramai di Depan Kampus".
    Video berdurasi 10 menit 18 detik tersebut menampilkan ratusan mahasiswa berdemonstrasi dan video Rektor UGM Yogyakarta, Ova Emilia, yang sedang memberikan keterangan.
    Sejak dibagikan pada Rabu, 12 Oktober 2022, video tersebut sudah mendapat seribuan komentar, enam ribuan tanggapan dan 185 ribu kali tayang.
    Tangkapan layar awalan video yang beredar di Facebook soal dugaan ijazah palsu Jokowi
    Benarkah, demonstrasi mahasiswa UGM terkait ijazah palsu Joko Widodo?

    Hasil Cek Fakta


    Hasil verifikasi Tempo menunjukkan bahwa unjuk rasa itu bukan soal ijazah palsu Jokowi, melainkan tentang penolakan kenaikan nilai Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan penurunan besaran biaya kuliah di beberapa jurusan. Termasuk tuntutan pembatalan relokasi pedagang di Kantin Bonbin di dekat Fakultas Ilmu Budaya UGM pada 2 Mei 2016.
    Aksi lainnya pada 19 Desember 2019, mahasiswa UGM meminta supaya Peraturan Rektor tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual segera disahkan.
    Untuk memverifikasi kebenaran klaim di atas, Tim Cek Fakta Tempo memfragmentasi video tersebut dan menelusurinya menggunakan pencarian Google, Google Reverse Image dan Yandex Image Search.
    Video 1
    Fragmen video pertama yang terdiri dari gabungan 3 foto. Searah jarum jam: foto pertama berasal dari akun Instagram resmi Rektor UGM @ovaemi, foto kedua merupakan jepretan jurnalis Kumparan, sedangkan foto ketiga adalah foto Kepala Bagian Humas dan Protokol Dina W Kariodimedjo yang dimuat SuaraJogja.id
    Pada awal video, Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Ova Emilia, tampak seperti memberikan keterangan di hadapan awak media dan persis di belakangnya mahasiswa membentang sejumlah poster berwarna putih.
    Akan tetapi, setelah ditelusuri menggunakan Yandex Image, ternyata masing-masing foto sama sekali tidak berhubungan dan terdapat tiga momen yang berbeda-beda.
    Pertama, foto Ova Emilia sudah pernah terbit di Media Indonesia berjudul ‘Tiga Calon Rektor UGM Ditetapkan, Ova Emilia Peroleh Nilai Tertinggi pada 13 Mei 2022 dan sebelumnya juga sudah pernah diunggah di Instagram pribadinya pada 21 Februari 2020.
    Kedua, awak media yang mengarahkan kamera ke hadapan Ova Emilia merupakan acara doorstop mendengarkan keterangan Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM, Dina W Kariodimedjo terkait soal dugaan ujaran kebencian terhadap Ade Armando oleh dosen UGM, Karna Wijaya.
    Foto ini pernah diterbitkan di media online suarajogja.id pada Senin, 18 April 2022 dengan judul Dipanggil Rektor, Karna Wijaya Dosen UGM Minta Maaf Setelah Dugaan Ejek Ade Armando Viral.
    Ketiga, puluhan mahasiswa yang membentangkan poster putih tersebut saat mereka melakukan demonstrasi di depan Graha Sabha Pramana (GSP) Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Kamis, 19 Desember 2019. Dikutip dari Kumparan, mereka menuntut supaya Peraturan Rektor tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual segera disahkan.
    Video 2
    Fragmen video 2
    Potongan video detik ke-12 menampilkan mahasiswa saat berunjuk rasa. Video ini merupakan momen saat mahasiswa UGM menduduki Balairung Gedung Pusat UGM pada Senin, 2 Mei 2016.
    Dalam arsip Tempo disebutkan, mahasiswa mengajukan tiga tuntutan, yaitu penolakan kenaikan nilai Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan penurunan besaran biaya kuliah di beberapa jurusan. Mereka menuntut pembatalan relokasi pedagang di Kantin Bonbin, di dekat Fakultas Ilmu Budaya UGM.
    Mereka juga berkali-kali menyatakan aksinya bukan simulasi.
    "Aksi ini independen dan tidak dipengaruhi pihak manapun," kata Taufik, salah satu juru bicara Aliansi mahasiswa.
    Jadi, ribuan mahasiswa yang menggelar demonstrasi ini bukan terkait soal ijazah palsu Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Unjuk rasa ini digelar pada Mei 2016, sementara video di atas beredar di media sosial pada Oktober 2022.
    Video 3
    Fragmen video 3
    Video detik ke-21 ini menampilkan Rektor Universitas Gadjah Mada, Ova Emilia, yang berbicara dalam jumpa pers untuk mengklarifikasi kabar ijazah palsu Jokowi. Potongan video ini diterbitkan di Kompas TV dengan judul Klarifikasi soal Ijazah Palsu Presiden Jokowi, Rektor UGM: Bentuk Tanggung Jawab Institusi pada Selasa, 11 Oktober 2022.
    Mantan Dekan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM itu menerangkan bahwa Jokowi merupakan alumni Prodi S1 di Fakultas Kehutanan UGM angkatan tahun 1980.
    "Bapak Insinyur Joko Widodo dinyatakan lulus dari UGM tahun 1985 sesuai ketentuan dan bukti kelulusan berdasarkan dokumen yang kami miliki," jelas dia.
    Atas data dan informasi yang dimiliki UGM, lanjut dia, pihaknya meyakini keaslian ijazah sarjana S1 Jokowi.
    "Atas data dan informasi yang kami miliki, dan terdokumentasi dengan baik, kami meyakini mengenai keaslian ijazah sarjana S1 Insinyur Joko Widodo dan yang bersangkutan benar-benar lulusan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada," tuturnya.
    Polemik Ijazah Jokowi
    Dikutip dari arsip Tempo, sebelumnya Bambang Tri Mulyono mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakpus pada hari Senin 3 Oktober 2022 dan gugatan itu telah terdaftar dengan nomor perkara:592/Pdt.G/2022/PN Jkt.Pst.
    Pihak Tergugat dalam perkara ini adalah Tergugat I Presiden Jokowi; tergugat II Komisi Pemilihan Umum/KPU; tergugat III Majelis Permusyawaratan Rakyat/MPR; dan tergugat IV Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi/Kemenristekdikti.
    Menengok pada situs sipp.pn-jakartapusat.go.id, terdapat tiga petitum yang diajukan oleh Bambang Tri. Pertama, menerima dan mengabulkan Gugatan Penggugat untuk seluruhnya.
    Kedua, menyatakan tergugat I telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum Berupa Membuat Keterangan Yang Tidak Benar dan/atau Memberikan Dokumen Palsu berupa Ijazah (Bukti Kelulusan) Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) & Sekolah Menengah Atas (SMA) Atas Nama Joko Widodo.
    Ketiga, menyatakan Tergugat I telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum berupa menyerahkan dokumen Ijazah yang berisi Keterangan Yang Tidak Benar dan/atau memberikan dokumen palsu, sebagai kelengkapan syarat pencalonan tergugat I untuk memenuhi ketentuan pasal 9 ayat (1) huruf r PER-KPU Nomor 22 Tahun 2018, untuk digunakan dalam proses Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Periode 2019-2024.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta, demonstrasi mahasiswa UGM terkait ijazah palsu Joko Widodo adalah keliru.
    Unjuk rasa itu bukan soal isu ijazah palsu Jokowi, melainkan tentang penolakan kenaikan nilai Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan penurunan besaran biaya kuliah di beberapa jurusan. Lalu pembatalan relokasi pedagang di Kantin Bonbin di dekat Fakultas Ilmu Budaya UGM pada 2 Mei 2016.
    Kemudian, aksi lainnya terkait tuntutan mahasiswa UGM supaya Peraturan Rektor soal Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual agar segera disahkan. Unjuk rasa ini dilakukan pada 19 Desember 2019.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10734) Keliru, Video Seorang Bocah Kritis Usai Tersambar Petir karena Bermain Ponsel Saat Hujan

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 18/10/2022

    Berita


    Sebuah video dikirimkan pembaca Cek Fakta Tempo dengan narasi seorang anak kritis akibat tersambar petir ketika asyik bermain telepon seluler (ponsel) saat hujan deras.
    Tim Cek Fakta Tempo memperoleh video berdurasi 11 detik tersebut melalui tipline chatbot. Seorang bocah tampak menjerit kesakitan dengan kondisi tangan berdarah beredar grup percakapan WhatsApp. 
    Berikut narasi lengkapnya:
    “Aslmkm imbauan utk semua bpk2 dan ibu2 yg ada di grup atau yg di luar grup, kejadian kemarin sore di cibereum seorang anak sedang asyik bermain hp disaat hujan deras di sambar petir hingga kritis, tolong kasih tau anak2 kota agar jngn main hp di saat hjn di manapun berada walau dlm rumah sekalipun, sayangi klrga kita, mudah2 info ini bermanfaat utk semuanya trima ksh. slm mj semua.”
    Tangkapan layar video yang beredar di WhatsApp tentang klaim seorang bocah mengalami luka pada tangan akibat bermain ponsel hingga tersambar petir
    Apa benar ini video seorang anak kritis usai disambar petir karena bermain ponsel saat hujan?

    Hasil Cek Fakta


    Berdasarkan verifikasi Tim Cek Fakta Tempo, bocah yang menjerit kesakitan dengan kondisi tangan terluka dalam video bukan karena tersambar petir saat bermain ponsel ketika hujan, melainkan terkena ledakan petasan.
    Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tempo memfragmentasi video tersebut dan melakukan penelusuran di internet dengan menggunakan reverse image tools Google dan Yandex. Tempo juga menelusuri pemberitaan terkait melalui sejumlah media kredibel.
    Gambar tangkapan layar yang identik dengan bocah dalam video di atas diberitakan Kumparan, pada 16 Oktober 2022 dengan judul “Viral Bocah Tangan Hancur Tersambar Petir saat Main HP, Ternyata Kena Petasan.”
    Gambar tangkapan layar tersebut diberí keterangan, “Viral video bocah tangan hancur tersambar petir saat main hp, ternyata kena petasan. Foto: Dok. Istimewa.”
    Sumber: Kumparan
    Menurut Kumparan, bocah malang tersebut bernama Febriansyah (10). Peristiwa nahas itu terjadi pada 9 Oktober 2022 lalu di Lapangan Madam, Kampung Malang nengah, Desa Ciseeng, Kabupaten Bogor.
    Kasi Humas Polres Bogor Iptu Desi Triana mengatakan peristiwa terjadi pada pukul 14.00 WIB saat menghadiri salah acara keagamaan. Petasan sisa acara di lokasi lalu dibawa Febriansyah ke tengah lapang.
    "Korban bersama temannya mengambil petasan sisa dari acara tersebut, dan sisa petasan yang di ambil korban dibawa ke lapangan, setelah tiba di TKP, tiba-tiba petasan meledak mengenai jari sebelah kiri," kata Iptu Desi kepada wartawan, Minggu, 16 Oktober 2022.
    "Sisa petasan yang diambil korban dibawa ke Lapangan Madam. Setiba di Lapangan Madam, tiba-tiba petasan tersebut meledak dan mengenai tangan bagian jari sebelah kiri," papar Desi, dikutip dari Detik.com.
    Ledakan petasan tersebut kemudian terdengar oleh warga sekitar. Kemudian warga segera mendatangi lokasi kejadian tersebut. "Korban dibawa ke rumah warga sekitar dan langsung dibawa ke RS Dhuafa Kemang," terangnya.
    Polisi sudah melakukan pengecekan ke lokasi kejadian. Mereka juga telah membawa barang bukti dari kejadian tersebut.
    Dilansir dari Sindonews.com, akibat ledakan petasan itu, tangan kiri pada bagian jari-jari Febriansyah mengalami luka parah. Korban sempat dibawa ke rumah warga sebelum akhirnya dilakukan ke RS Dhuafa untuk mendapat penanganan medis.
    Penyebab Ponsel Meledak
    Dikutip dari JawaPos.com, pengamat teknologi Lucky Sebastian menjelaskan, main handphone saat hujan atau saat mendung disertai petir dapat menyebabkan tersambar hanya mitos belaka. Menurutnya, tidak ada penjelasan teknis yang bisa memastikan bahwa handphone yang notabene menggunakan jaringan nirkabel bisa menyebabkan seseorang tersambar petir.
    Ia menjelaskan bahwa petir terjadi karena awan yang sarat bermuatan listrik negatif, tertarik dengan listrik positif di bumi untuk segera menetralkan muatannya. Aliran listrik negatif dari awan ke bumi ini yang kita kenal sebagai petir.
    Karena ingin segera mencapai bumi, maka petir atau kilat ini akan tertarik untuk menyambar atau melewati benda-benda yang lebih tinggi dari pada permukaan Bumi.
    “Kalau dilihat dari teknologinya, rasanya hampir nggak mungkin pakai HP terus tersambar petir. Paling mungkin adalah saat pakai HP sembari di-charge, dan saat hujan, petir menyambar tiang listrik dan masuk ke rumah-rumah dan menyambar HP yang lagi di-charge sembari dipakai,” tegas Lucky.
    Berdasarkan arsip berita Tempo, terdapat sejumlah faktor yang dapat menyebabkan ponsel meledak. Melansir PC Magazine, kemungkinan ponsel untuk meledak sebenarnya sangatlah kecil. Kebanyakan kasus ponsel meledak berkaitan dengan baterai. 
    Kebanyakan ponsel masa kini ditenagai oleh baterai lithium-ion, yang mengandung keseimbangan elektroda positif dan negatif untuk memungkinkan pengisian ulang. Ketika terjadi kesalahan, komponen bagian dalam baterai dapat rusak dan menimbulkan reaksi volatil yang dapat menyebabkan kebakaran hingga ledakan.
    Masalah yang paling umum yang dapat memicu hal itu adalah panas yang berlebih. Jika baterai yang diisi daya atau prosesor yang bekerja terlalu keras menjadi panas dengan terlalu cepat, hal itu dapat merusak susunan kimiawi pada komponen ponsel.
    Dengan baterai, reaksi berantai yang disebut thermal runaway dapat membuat baterai menghasilkan lebih banyak panas dan akhirnya terbakar atau meledak.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta, video dengan klaim seorang anak kritis usai disambar petir karena bermain ponsel saat hujan adalah keliru. 
    Kasi Humas Polres Bogor Iptu Desi Triana memastikan bocah tersebut bukan terkena petir melainkan terkena ledakan petasan.
    Pengamat teknologi Lucky Sebastian juga menjelaskan bahwa tidak ada penjelasan teknis yang bisa menyebabkan seseorang tersambar petir. Sebab handphone notabene menggunakan jaringan nirkabel.

    Rujukan