• (GFD-2022-10731) Keliru, Biden Makin Keterlaluan, Amerika Serikat Tuduh Indonesia Bekingi Rusia di Medan Perang

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 17/10/2022

    Berita


    Sebuah laman Facebook mengunggah video berjudul “Biden Makin Keterlaluan, Amerika Serikat Tuduh Indonesia Bekingi Rusia di Medan Perang Perang dengan Ini”.
    Video ini menarasikan, Indonesia tuding Amerika Serikat makin sembrono menyebarkan teori konspirasi lantaran dituduh media barat bantu kirim senjata ke Rusia. Narasi dalam video juga menyebutkan Kementerian Pertahanan Indonesia mengeluarkan pernyataan resmi untuk membantah tudingan tersebut.
    Kementerian Pertahanan mengatakan Indonesia tidak pernah mengekspor senjata dan dan amunisi ke Rusia di masa lalu, dan tidak punya rencana mengekspor amunisi dan senjata ke Rusia di masa datang. 
    Video ini diunggah pada tanggal 10 Oktober 2022 dengan durasi 8.06 menit. Sampai tulisan ini dibuat, telah ditonton 13  ribu kali, disukai 379 dan 43 komentar dari pengguna Facebook.
    Tangkapan layar video dengan narasi Biden dan Amerika Serikat tuduh Indonesia bekingi Rusia.
    Benarkah narasi tersebut? Berikut hasil pemeriksaan faktanya.

    Hasil Cek Fakta


    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Tempo, Pemerintah Indonesia, baik melalui Presiden Joko Widodo maupun Kementerian Pertahanan, tidak pernah mengeluarkan pernyataan resmi terkait tudingan media asing terkait klaim pengiriman senjata dan amunisi ke Rusia.
    Tidak ditemukan pula pemberitaan media asing yang kredibel terkait tudingan ini. Indonesia, melalui Presiden Joko Widodo, justru mengadakan lawatan ke Ukraina dan Rusia untuk misi perdamaian. 
    Tempo juga tidak menemukan pemberitaan media asing dan nasional yang kredibel terkait klaim, yang mengatakan Amerika Serikat menuduh Indonesia membantu Rusia dalam invasi ke Ukraina.
    Tim Cek Fakta Tempo melakukan verifikasi video ini dengan menelusuri sumber asli video dan menelusuri berita media nasional dan internasional yang kredibel. Tempo menggunakan Yandex Search Images dan Fake News Debunker by InVid untuk menganalisis fragmen gambar pada video ini.
    Berdasarkan penelusuran Tempo, video ini identik dengan unggahan akun YouTube Berita Dunia pada tanggal 3 Oktober 2022. Kedua video ini mengulang-ulang fragmen gambar yang identik hingga akhir video. Fragmen dalam video ini dari peristiwa yang berbeda-beda dan tidak saling berkait.
    Video 1
    Gambar kiri berasal dari gambar kanan (sumber: Kantor Sekretariat Kepresidenan)
    Pada menit ke-1:47 video ini menampilkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Presiden Rusia Vladimir Putin terlihat sedang berbicara di sebuah ruangan besar berlatar bendera Rusia dan Indonesia.
    Hasil penelusuran Tempo menunjukkan bahwa fragmen ini identik dengan video yang diunggah akun YouTube Sekretariat Presiden RI tanggal 30 Juni 2022. Sekretariat Presiden menuliskan, kegiatan ini  merupakan pernyataan pers Presiden Jokowi dan Presiden Putin di Moskow, 30 Juni 2022. 
    Kantor Kepresidenan Rusia juga merilis pertemuan ini. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan hubungan Rusia-Indonesia bersifat konstruktif dan saling menguntungkan dan terus berkembang. Hal ini didasarkan atas tradisi persahabatan dan bantuan timbal balik yang telah berlangsung lama.
    Pertemuan Jokowi dan Putin ini berlangsung setelah pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Lawatan Jokowi ke Rusia dan Ukraina ini, disebut sebagai misi perdamaian.
    Video 2 
    Gambar kiri berasal dari gambar kanan (sumber: Kantor Kepresidenan Amerika Serikat/The White House)
    Pada menit ke-2:40, fragmen video menampilkan Presiden Amerika Serikat Joe Biden sedang berbicara dengan sekelompok orang. Pada latar belakang terdapat logo Gedung Putih, bendera Amerika Serikat, dan tulisan Building on the Small Business Boom.
    Hasil pencarian Tempo menunjukkan bahwa fragmen video ini identik dengan unggahan kanal YouTube The White House. Akun YouTube ini merupakan kanal resmi Kantor Kepresidenan Amerika Serikat.
    The White House menuliskan, Presiden Joe Biden bertemu dengan pemilik usaha kecil untuk membahas pertumbuhan bisnis kecil selama pemerintahannya.
    Dilansir The Hill, Biden mengatakan bahwa usaha kecil menyumbang lebih dari 40 persen dari produk domestik bruto (PDB) AS. Usaha kecil juga menciptakan dua pertiga dari pekerjaan baru dan mempekerjakan hampir setengah pekerja sektor swasta.
    Pertemuan ini dihadiri oleh Jennifer Arniella dari Unique Crafts by Jenn, Jeff Yerxa, dan Nicolas Cabrera pendiri Lost Sock Roasters, sebuah kafe di Washington, DC, serta Edward Garcia III dan Daniel Trevino, pendiri restoran The Box Street Social di San Antonio.
    Foto pertemuan ini diunggah Presiden Joe Biden melalui akun Twitter-nya. Biden menulis “Minggu lalu, saya mengadakan meja bundar dengan pemilik usaha kecil untuk mendengar cerita mereka dan mendiskusikan rencana kami untuk membuka pintu bagi lebih banyak pengusaha. Sayangnya, Partai Republik Kongres memiliki pendekatan yang berbeda. Rencana mereka akan menaikkan pajak pada 6,1 juta pemilik usaha kecil”.
    Video 3
    Gambar kiri berasal dari gambar kanan (sumber: YouTube AFP News Agency)
    Pada menit ke-7:39, fragmen video ini menampilkan Presiden Amerika Serikat Joe Biden sedang berbincang dengan beberapa orang.
    Berdasarkan penelusuran Tempo, fragmen video ini identik dengan unggahan YouTube AFP News Agency tanggal 25 Maret 2022. 
    Dilansir AFP, Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, bertemu para pemimpin Eropa pada KTT darurat NATO, kelompok G7 dan Uni Eropa. Pertemuan ini diselenggarakan sebagai tanggapan atas invasi Rusia yang atas Ukraina.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan Tim Cek Fakta Tempo, video dan narasi Biden makin keterlaluan, Amerika Serikat tuduh Indonesia bekingi Rusia berperang adalah keliru.
    Narasi dalam video ini tidak ditemukan dalam pemberitaan media massa yang kredibel, baik nasional maupun internasional. Fragmen dalam video ini diambil dari peristiwa yang berbeda-beda. Beberapa fragmen tidak saling terkait.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10732) [SALAH] Vaksin Pfizer Mengandung Logam Berat Graphene Oxide

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 17/10/2022

    Berita

    Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim vaksin Pfizer mengandung logam berat graphene oxide. Kabar tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 7 Oktober 2022.

    Klaim vaksin Pfizer mengandung logam berat graphene oxide berupa video yang menampilkan dokumen.

    Diberi keterangan sebagai berikut:

    "Dokumen internal dari laboratorium Pfizer menjelaskan tentang;

    đź’‰ Pfizer dengan ukuran berat 30 mg mengandung material logam berat graphene oxide dengan 15 milyar nanopartikel atau serbuk partikel pembawa lemak"

    Hasil Cek Fakta

    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim vaksin Pfizer mengandung logam berat graphene oxide, menggunakan Google Search dengan kata kunci 'pfizer contains the heavy metal material graphene oxide'.

    Penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Pfizer vaccine does not contain graphene oxide" yang dimuat situs apnews.com, pada 9 Juli 2021.

    Dalam situs apnews.com, seorang profesor teknik kimia di Massachusetts Institute of Technology Allen Myerson mengatakan tidak mungkin oksida graphene ditemukan dalam vaksin.

    "Itu tidak ada dalam daftar bahan dan tidak mungkin ada," kata Allen Myerson.

    "Sama sekali tidak masuk akal," kata Dr. Paul Offit, ahli vaksin di Rumah Sakit Anak Philadelphia.

    Menurut spesialis penyakit menular Johns Hopkins Dr. Amesh Adalja, ada penelitian tentang potensi penggunaan graphene oxide dalam vaksin lain, tetapi jumlahnya tidak akan menjadi racun bagi sel manusia.

    Penelusuran juga mengarah pada artikel berjudul "Fact Check-COVID-19 vaccines do not contain graphene oxide" yang dimuat situs reuters.com, dalam artikel tersebut Senior Associate of Global Media Relations Pfizer mengatakan “Grafena oksida tidak digunakan dalam pembuatan vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech,”.

    Menurut lembar fakta di situs web Badan Pengawas Obat dan Makanan AS, bahan vaksin Pfizer meliputi: mRNA, lipid, kalium klorida, kalium fosfat monobasa, natrium klorida, natrium fosfat dihidrat dibasa, dan sukrosa. Itu tidak mencantumkan graphene oxide.

    Tidak ada vaksin COVID-19 lain yang tersedia di seluruh dunia, diproduksi oleh Moderna , Janssen, AstraZeneca, CanSino, Sinovac dan Sputnik V, mengandung graphene oxide.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim vaksin Pfizer mengandung logam berat graphene oxide ternyata tidak benar. Graphene oxide tidak digunakan dalam pembuatan vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10744) [SALAH] Video “️joe Biden Ancam Indonesia Akan Hadapi Konsekuensi Mengerikan Ini, Jika Danai Rusia Di Ukraina”

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 17/10/2022

    Berita

    “Panik‼️joe Biden Ancam Indonesia Akan Hadapi Konsekuensi Mengerikan Ini, Jika Danai Rusia Di Ukraina.”

    Hasil Cek Fakta

    SUMBER membagikan konten yang TIDAK sesuai dengan fakta, sehingga menyebabkan kesimpulan yang MENYESATKAN. Video yang dibagikan TIDAK berkaitan dengan Indonesia. FAKTA: video berisi pembacaan artikel tentang peringatan Amerika ke Tiongkok dengan mengganti “China” menjadi “Indonesia”, “Beijing” menjadi “Jakarta”, dan seterusnya.

    Artikel yang dibacakan di video dengan mengganti bagian tertentu, VOA: “Gedung Putih, pada Senin (14/3), memperingatkan bahwa China akan menghadapi “konsekuensi signifikan” jika memutuskan untuk membantu Rusia secara ekonomi atau militer dalam perang yang dilakukannya terhadap Ukraina.”

    Salah satu sumber yang digunakan di video, C-SPAN: “President Joe Biden touted his administration’s achievements during a Cabinet meeting marking his first six months in office. He highlighted the coronavirus pandemic response, the economic recovery, and bipartisan infrastructure discussions. The president also pointed to more work that needed to get done on voting rights, immigration, and police reform and crime reduction.”

    Kesimpulan

    MENYESATKAN, TIDAK berkaitan dengan Indonesia. FAKTA: video berisi pembacaan artikel tentang peringatan Amerika ke Tiongkok dengan mengganti “China” menjadi “Indonesia”, “Beijing” menjadi “Jakarta”, dan seterusnya.

    Rujukan

  • (GFD-2022-10745) [SALAH] Video Jembatan Adipala Hanyut Jalan Cilacap Selatan Tertutup

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 17/10/2022

    Berita

    “detik-detik jembatan adipala hancur & hanjut jurusan cilacap selatan tertutup”

    Hasil Cek Fakta

    Sebuah akun Facebook bernama EtargetNews mengunggah sebuah video yang menunjukkan sebuah jembatan besi yang hanyut diterjang banjir. Dalam unggahannya terdapat narasi klaim bahwa jembatan tersebut merupakan jembatan Adipala Cilacap dan kejadian itu mengakibatkan wilayah Cilacap Selatan tertutup.

    Berdasarkan penelusuran, video yang diklaim merupakan detik-detik jembatan Adipala Cilacap hancur dan hanyut adalah keliru. Jembatan dalam video tersebut merupakan jembatan lama Kambaniru yang hanyut saat terjadi banjir di Kabupaten Sumba Timur, NTT pada 4 April 2021.

    Sementara itu terkait banjir di Cilacap belakangan ini, Kepala BPBD Cilacap, Wijonardi menjelaskan bahwa debit Sungai Serayu memang sedang mengalami peningkatan. Kendati demikian, sejauh ini belum ada kejadikan jembatan hancur atau hanyut di sekitar Cilacap.

    “Masih aman,” kata Wijinardi, dikutip dari Tribunnews, Jumat (14/10/2022).

    Video identik jembatan hancur dan hanyut itu ditemukan pada kanal Youtube tribunnews pada 5 April 2022. Dalam keterangannya dijelaskan bahwa jembatan dalam video merupakan jembatan lama Kambaniru yang sudah sejak lama tidak digunakan kembali. Adapun jembatan penyeberangan di Bendungan Kambaniru juga ambruk terempas banjir.

    Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melalui akun media sosialnya juga turut membantah kabar terkait jembatan Adipala Cilacap yang hancur dan hanyut.

    “Di mana-mana memang sedang terjadi bencana. Banyak korban dan banyak kerugian. Mengabarkan boleh, tapi tolong, jangan dibumbui dengan HOAX! Apa untungnya coba? Malah justru menambah masalah di tengah musibah. Mari tetap saling mengingatkan”, tulisnya di akun Twitter (14/10/22).

    Kesimpulan

    Informasi yang salah. Faktanya jembatan yang dalam video tersebut bukanlah jembatan Adipala di Cilacap melainkan jembatan lama Kambaniru yang hanyut saat terjadi banjir di Kabupaten Sumba Timur, NTT pada 4 April 2021.

    Rujukan